Advertising

Sunday, April 24, 2011

Austria Umumkan Penemuan Harta Karun



Pemerintah Austria mengumumkan penemuan harta karun dari seorang warga.

Pemerintah Austria mengumumkan penemuan harta karun dari seorang warga. Benda-benda berharga itu sebetulnya telah ditemukan empat tahun lalu, namun baru diumumkan Jumat kemarin setelah menjalani penelitian dan sempat dibiarkan bertahun-tahun oleh si penemu.

Menurut kantor berita Associated Press, Departemen Urusan Benda-benda Purbakala Austria mengungkapkan lebih dari 200 cincin, bros, ikat pinggang, piring perak berlapis emas dan ornamen-ornamen berharga lainnya.

Kumpulan harta itu diyakini berasal dari 650 tahun yang lalu. Sumber dan nilai benda-benda berharga itu masih diteliti lebih lanjut. Menurut pernyataan pemerintah, penemuan harta karun ini ibarat cerita dongeng. "Ini adalah salah satu penemuan paling signifikan atas harta abad pertengahan di Austria," lanjut pernyataan pihak berwenang dari Kantor Federal Koleksi Benda-benda Bersejarah.



Penemuan harta karun di Austria


Keterangan foto: Salah satu harta karun yang ditemukan di Austria (AP Photo/Bundesdenkmalamt/Bettina Sidonie, Handout)

Menurut majalah mingguan Profil, penemu harta karum ini adalah seorang warga Kota Wiener Neustadt bernama Andreas K. Dia mengaku tidak sengaja menemukanya ketika sedang berkebun di halaman rumah pada 2007.


Profil mengungkapkan Andreas saat itu tersandung dan menimpa sebuah gundukan. Dia lalu menggali gundukan, yang ternyata merupakan kumpulan perhiasan kuno. Dia tidak langsung melapor ke pihak berwenang, melainkan menaruh benda-benda yang masih bercampur tanah kering itu di ruang bawah tanah.

Dia baru melapor dua tahun kemudian saat mengosongkan isi rumah, yang dia jual. Awalnya, Andreas memfoto benda-benda itu dan dimuat di internet. Begitu mendapat tanggapan yang antusias dari para kolektor, Andreas lalu membawa temuannya ke pihak berwenang.

Menurut majalah Profil, Andreas tidak berminat untuk menjual penemuannya itu. Dia hanya tertarik untuk meminjamkan benda-benda itu ke salah satu museum di Austria

No comments: