Advertising

Friday, September 30, 2011

Mengenal Gua Prasejarah: Leang Kassi

13172718631159582320

Situs Prasejarah Leang Kassi.

Leang Kassi merupakan salah satu leang (gua) situs prasejarah yang terdapat di Minasate’ne, Pangkep. Situs ini adalah sebuah ceruk, dengan arah hadap barat daya. Untuk mencapainya sangat mudah karena ketinggiannya dari permukaan tanah sekitarnya hanya sekitar 5 meter yang mana pada sebelah kanan bagian bawahnya terdapat mata air yang berasal dari sebuah gua, mengalirkan air sepanjang tahun. Pemkab Pangkep, dalam hal ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) memanfaatkannya sebagai salah satu sumber air minum yang didistribusikan ke beberapa wilayah Minasate’ne dan Pangkajene. Aliran air dibawah Leang Kass tersebut melewati bagian depan situs Leang lompoa, Leang Buto dan Leang Bubbuka.


1317271924404614287

Situs Prasejarah Leang Kassi di Pangkep


Ketika mengunjungi Situs Leang Kassi ini, Minggu (25/9), penulis menemukan banyaknya tanda vandalisme yang kemungkinan berasal dari pengunjung dan masyarakat sekitar. Kerusakan situs nampak pada bagian dalam leag maupun bagian luarnya, padahal situs prasejarah potensial sekali dimanfaatkan sebagai obyek wisata sejarah maupun sebagai sarana berekreasi di alam pegunungan yang sejuk. Sumber mata air dekat situs Leang Kassi ini seringkali dimanfaatkan sebagai sarana permandian alam yang menyegarkan, bahkan kini tersedia pula sarana terapi ikan yang dibuka oleh masyarakat setempat.


13172720782027398138

Dalam lingkungan sekitar Leang Kassi, masyarakat setempat menyediakan sarana terapi ikan.


Situs Leang Kassi merupakan situs gua dengan tinggi pintu masuk sekitar 30 m dan lebar 24 meter, terletak sekitar 15 mdpl dengan luas lantai (yang kemiringannya sekitar 45’) sekitar 44 m2. Lantai bagian dalam hingga tengah ceruk ini tersusun dari bongkahan batu dari reruntuhan langit – langit gua. Pada bagian depan ceruk terdapat pelataran yang lantainya cenderung datar dan melandai pada bagian tepi dengan sudut lantai – dinding sekitar < 90’ dan > 60’. Pelapukan pada dinding ceruk cukup besar sehingga beberapa gambar gua sudah mengelupas dan tidak dapat diidentifikasi lagi.


1317271986175520824

Air dari Pegunungan / Mata Air Leang Kassi dimanfaatkan PDAM untuk Air Minum.

Perkiraan okupasi terhadap situs Leang Kassi ini sekitar 80 m2 berdasarkan kelayakan okupasi bagian dalam ditambah luas pelatarannya. Data arkeologis yang diperoleh dari hasil penelitian UNHAS dan Balai Arkeologi Makassar dijumpai pada sudut bagian kiri adalah timbunan sisa makanan yang bercampur dengan artefak batu dan tulang. Sedang yang berasal dari pelataran pada bagian tepi yang cenderung menurun juga terdapat artefak batu, cangkang moluska (klas gastropoda dan klas pelecypoda) dan pada langit – langit ceruk terdapat gambar dinding.

M Farid W Makkulau

No comments: