Advertising

Thursday, April 12, 2012

Sejarah Singkat Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Tanjung Perak

Waktu terang bulan, udara bersinar terang
Teranglah sekali di kotalah Surabaya
Belum berapa lama saya duduk dengan bimbang
Datang kawan saya si gendut itu namanya

Ayo rame-rame, pergi kota Tanjung Perak
Panggil satu taksi, kita bersorak bersama
Tanjung Perak tepi laut, siapa suka boleh ikut
Bawa gitar kroncong piul, jangan lupa bawa anggur
Tanjung Perak tepi laut

Depak pak drom drom drom, sparango sparanggo
Teranglah sekali dikotalah Surabaya
Belum berapa lama saya duduk dengan bimbang
Datang kawan saya mas Dani itu namanya

Ayo rame-rame, pergi kota Tanjung Perak
Panggil satu taksi, kita bersorak bersama
Tanjung Perak tepi laut, siapa suka boleh ikut
Bawa gitar kroncong piul, jangan lupa bawa anggur
Tanjung Perak tepi laut

Sekilas itu lirik lagu tanjung perak yg entah siapa awal mula penyanyinya namun berhasil dibawakan salah satu peserta indonesian idol dengan sangat luar biasa.

http://www.youtube.com/watch?v=iLiA6QZT3Rw

Namun sedikit banyak masyarakat yg kurang faham mengenai sejarah tanjung perak itu sendiri, bahkan warga surabaya sendiri. saya sendiri bukan warga surabaya, namun kota itu khususnya Tanjung Perak akan mungkin menjadi tempat praktek saya yg seorang taruna pelayaran akademi maritim yogyakarta.
Berikut adalah sejarah singkat Tanjung Perak yg saya dapatkan dari Perpustakaan PELINDO III, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sejarah Singkat Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Sejarah pertumbuhan pelabuhan Tanjung Perak merupakan suatu mata rantai perkembangan ekonomi yang meliputi daerah Jawa Timur sebagai daerah hinterland yang lokasi alamiahnya sangat menguntungkan bagi suatu pelabuhan dengan perairan yang cukup tenang dan terlindungi.
Dahulunya, kapal-kapal samudra membongkar dan memuat barang-barangnya melalui tongkang-tongkang atau perahu-perahu yang dapat mencapai pusat kota Surabaya dengan melewati Kalimas. Perkembangan lalu lintas perdagangan dan kecepatan arus barang membuat bertambah luasnya arus komunikasi dan pergudangan yang tidak dapat dilayani seluruhnya oleh boom-boom yang ada di jembatan merah.
Pada tahun 1875, Ir.W.De Jongth menyusun rencana untuk memberikan kesempatan kepada kapal-kapal samudra membongkar dan memuat langsung dari atau kedarat dan tidak lagi melalui tongkang-tongkang atau perahu-perahu. Tetapi rencana ini tidak mendapat persetujuan karena biaya yang terlampau tinggi.
Baru pada sepuluh tahun pertama abad 20 dibuat rencana yang lebih real yang dibuat oleh Ir.W.B.Van Goor yang menekankan keharusan merapatkan kapal-kapal samudra pada kade. Dua orang didatangkan dari negeri Belanda, masing-masing Prof.Dr.J.Kaus dan G.J.De Jongth dengan tugas memberikan advice mengenai pelaksanaan rencana pembangunan tersebut. Pembangunan pelabuhan itu sendiri baru dimulai setelah tahun 1910.
Ketika selama pelaksanaan ternyata banyak sekali permintaan untuk menggunakan kade yang belum seluruhnya selesai itu, maka dilaksanakan pula perluasannya.
Sejak itu arti dan kegunaan pelabuhan Tanjung Perak sangat berpengaruh atas perkembangan lalu lintas perdagangan di Jawa Timur maupun di Indonesia bagian timur.
Dalam masa pembangunan saat ini, usaha-usaha pengembangan selanjutnya dari pelabuhan Tanjung Perak diarahkan pada perluasan-perluasan kade, penyempurnaan fasilitas-fasilitas yang ada, pengembangan daerah industri di pelabuhan dan hal-hal lain yang akan berjalan sesuai dengan perkembangan pelabuhan jaman modern.

Letak Geografis Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Secara geografis pelabuhan Tanjung Perak terletak antara 112o -30’-13” Bujur Timur dan 07o -07’-30” Lintang Selatan, tepatnya di Selat Madura, sebelah utara kota Surabaya. Seluruhnya meliputi daerah seluas 2218 ha, terdiri dari daerah perairan seluas 1634 ha dan daerah daratan seluas 584 ha.

Sebagai pelabuhan ekspor dan impor, Tanjung Perak merupakan pintu gerbang daerah Jawa Timur. Dan karena letaknya yang strategis serta merupakan suatu potensi ekonomi Jawa Timur maka pelabuhan ini juga menjadi salah satu pelayanan interinsuler wilayah Indonesia bagian timur

Fasilitas Pelabuhan Tanjung Perak

a. Alur Pelayaran
Untuk mencapai pelabuhan, setiap kapal melalui salah satu dari dua alur yang ada yaitu : alur pelayaran barat dengan panjang 25 mill laut, luas 100 m2, kedalaman 12 meter LWS, merupakan alur pelayaran yang paling banyak dilalui oleh kapal samudra atau nusantara. Sepanjang alur pelayaran ini terdapat 24 buah buoy. Sedangkan alur pelayaran timur panjangnya adalah 22,5 mill laut, luasnya 200 m2 dengan kedalaman laut 2,5-5 meter LWS, sepanjang alur pelayaran ini terdapat 8 buah buoy.
b. Stasiun pandu Karang Jamuang
Pilot stasiun Karang Jamuang terletak diambang luar pada posisi 06o-53’-34” Lintang Selatan dan 112o -43’-46” Bujur Timur dengan kedalaman perairan 12 meter LWS, tersedia perlengkapan komunikasi :
1) VHF radio telephone, frequency channel 12, power 25 watt, standby selama 24 jam non stop.
2) Sebuah kapal pilot type MP I dengan sarana komunikasi VHF radio telephone pada frequency channel 16-12-14, power 10 watt.
3) Menara suar listrik setinggi 40 meter dengan jarak tampak 21 mill laut.
c. Perairan Pelabuhan
1) Luas perairan pelabuhan luar 15.556.300 m2 kedalaman 12 meter LWS.
2) Luas perairan pelabuhan dalam 784.000 m2, kedalaman air 9,60 meter LWS.
3) Posisi kapal labuh jangkar di pelabuhan
a) 07o -11’-18” S / 112o -42’-42” E
b) 07o -11’32” S / 112o -43’-19” E
c) 07o -11’-28” S / 112o -43’-30” E
d) 07o -11’-17” S / 112o -43’-30” E
d. Pemanduan
1) 4 unit kapal kepil.
2) 3 unit kapal pandu.
3) 4 unit kapal tunda 1200-2200 Pk.
4) 6 unit kapal tunda >2200 Pk.
5) 60 orang tenaga pandu.
e. Dermaga
1) Panjang dermaga 5.205 m.
2) Lebar rata-rata 15 m.
3) Perbedaan pasang tinggi dan rendah kurang lebih 2 m.
4) Dermaga Jamrud Utara dengan panjang 950 m, kedalaman perairan 9,50 m LWS.
5) Dermaga Jamrud Barat dengan panjang 160 m, kedalaman perairan 950 m LWS.
6) Dermaga Jamrud selatan dengan panjang 800 m, kedalaman perairan 9,50 m LWS.
7) Dermaga Perak dengan panjang 140 m, kedalaman perairan 9,50 m LWS.
8) Dermaga Berlian Utara dengan panjang 140 m, kedalaman perairan 9,50 m LWS.
9) Dermaga Berlian Timur dengan panjang 780 m, kedalaman perairan 9,50 m LWS.
10) Dermaga Berlian Barat dengan panjang 735 m, kedalaman perairan 9,50 m LWS.
11) Dermaga Nilam Timur dengan panjang 860 m, kedalaman perairan 9,50 m LWS.
12) Dermaga Mirah dengan panjang 640 m, kedalaman perairan 7,00 m LWS.
13) Selain dermaga-dermaga untuk kapal pelayaran samudra terdapat pula dermaga untuk kapal kecil yang terletak di sepanjang Kalimas sepanjang 2500 m, dengan kedalaman perairan 3-5 m.
f. Pelayanan Air Bersih
Pelayanan air minum dilaksanakan oleh pelabuhan cabang Tanjung Perak dengan melalui empat buah tongkang dengan kapasitas berkisar 1000-1500 ton per hari.
g. Pelayanan Kesehatan
Dalam penanganan terhadap gawat darurat keselamatan jiwa manusia, pihak pelabuhan telah menyediakan rumah sakit dengan pelayanan untuk umum 24 jam sehari yang berada dalam kawasan pelabuhan dengan kapasitas 75 bed, nomor telepon (031) 329 4801.
h. Dok dan Galangan Kapal
Di area Pelabuhan Tanjung Perak beroperasi perusahaan dok dan galangan kapal yang melayani pemeliharaan, perbaikan bahkan pembuatan kapal sekalipun. Salah satunya merupakan yang terbesar di Indonesia yaitu PT. PAL Indonesia.

Sekian sedikit informasi tentang Pelabuhan Tanjung Perak dari saya semoga bisa membuka khasanah pengetahuan anda semua.

JALES VEVA JAYA MAHE, HIDUP KORPS PELAUT INDONESIA.
Arief Riza

No comments: