Advertising

Wednesday, February 29, 2012

Perkumpulan Tumaritis Harapkan tak Ada Eksploitasi Sadahurip

ARIF BUDI K./"PRLM"

ARIF BUDI K./"PRLM"
PERKUMPULAN Tumaritis melakukan ritual budaya di hadapan Gunung Sadahurip, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Selasa (21/2). Masyarakat Sunda yang tergabung dalam Perkumpulan...

GARUT, (PRLM).- Kontroversi keberadaan piramida di Gunung Sadahurip, Kampung Cicapar, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut membuka potensi eksploitasi terhadap gunung dan lingkungan di sekitar gunung tersebut. Masyarakat Sunda yang tergabung dalam Perkumpulan Tumaritis meminta agar semua pihak menghormati Gunung Sadahurip dan lingkungan dengan tidak melakukan eksploitasi terutama yang mengarah kepada keuntungan materi.


"Kalaupun ada penelitian, silakan dilakukan, namun dengan tetap mengedepankan tata krama adat Sunda. Harus permisi terhadap lingkungan dan warga sekitar yang memegang teguh adat Sunda, apalagi, kami meyakini Gunung Sadahurip dengan piramida di dalamnya merupakan bagian dari warisan budaya Sunda yang begitu tinggi," ujar Dyna Ahmad, salah seorang pengurus Perkumpulan Yayasan Tumaritis, Rabu (22/2).


Dyna yang juga disebut Abah Dago ini mengungkapkan, sebagai bagian dari penghormatan atas keagungan warisan budaya dan bentuk penghormatan kepada para leluhur, Kelompok masyarakat Sunda dari Yayasan Tumaritis menggelar ritual budaya di sebuah lahan yang menghadap langsung ke Gunung Sadahurip pada Selasa (21/2). Tampak di antaranya Levana Taufan Soekarno Putra, menantu mantan Presiden RI Soekarno. Diharapkan, segala aktivitas penelitian untuk pembuktian keberadaan piramida di Sadahurip juga diawali dengan menggelar upacara memohon izin dalam tata cara adat Sunda.


Dyna menegaskan, masyarakat Sunda yang tergabung dalam Perkumpulan Tumaritis meyakini keberadaan piramida yag tersembunyi di Gunung Sadahurip, sebagai bentuk peninggalan sekaligus bukti kecerdasan dan tingginya kebudayaan Sunda pada masa lalu. Menurut dia, pada awalnya Gunung Sadahurip terbentuk melalui fenomena alam. Namun, beberapa dekade kemudian, Gunung Sadahurip dibentuk kembali oleh tangan-tangan manusia Lemburia yang hidup sekitar 150 ribu tahun lalu. Selain merupakan cikal bakal orang Sunda, bangsa Lemburia juga merupakan cikal bakal peradaban dunia. Jika piramida di Gunung Sadahurip sudah terungkap, mata dunia bakal tertuju ke Indonesia, khususnya Kabupaten Garut.


"Piramida Gunung Sadahurip merupakan kunci peradaban dunia yang pada saatnya nanti akan terbuka. Apabila teka-teki Gunung Sadahurip sudah terungkap, peradaban dunia juga akan terbuka. Seluruh dunia akan mengetahui, peradaban mereka berawal dari Gunung Sadahurip," ungkap Dyna.



Namun, dia menambahkan, keyakinan ini tidak menutup opini lain atas dasar keilmuan yang menyatakan kalau tidak ada piramida di Sadahurip. Menurut dia, pembuktian hanya tinggal menunggu waktu. "Mari sama-sama membuktikan, dari sisi keilmuan atau secara spiritual. Hanya kami ingatkan, segala kegiatan yang akan dilakukan harus diawali dengan izin dan tata krama Sunda. Bagaimanapun, tata krama Sunda sebagai bagian lingkungan Sadahurip harus dihormati," ungkap Dyna.


Salah seorang anggota perkumpulan Tumaritis lainya, Abah Iwan mengingatkan, kontroversi piramida Sadahurip akan diikuti oleh gelombang eksploitasi yang bisa membawa dampak baik maupun buruk di sekitar lingkungan tersebut. Dia mengatakan, warga dan pemerintah setempat harus berperan aktif dalam menjaga Sadahurip dan lingkunganya.


Dia mengingatkan, jangan sampai eksploitasi untuk kepentingan materi terjadi dan dibiarkan. Bagaimanapun, keberadaan Sadahurip sudah menjadi fenomena yang menyedot perhatian dan animo orang banyak untuk datang dan melihat langsung kemegahan gunung ini. "Pada saat hendak melakukan penelitian, para ahli atau siapapun yang terlibat di dalamnya terlebih dulu harus memohon izin kepada para leluhur di kawasan Gunung Sadahurip melalui ritual khusus. Seperti kata pepatah Sunda, 'Mipit kudu amit ngala kudu menta'. Itu keyakinan kami, terserah, orang mau percaya atau tidak," ungkap Abah Iwan.


Seperti diketahui, kontroversi piramida di Gunung Sadahurip, membuat kawasan tersebut banyaki dikunjungi pengunjung dari luar daerah. Mereka ingin melihat langsung Gunung Sadahurip yang memang memiliki bentuk limas sempurna menyerupai piramida Mesir. Kedatangan ratusan pengunjung setiap harinya dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, tidak sedikit pengunjung yang datang tanpa permisi dan mengusik ketenangan warga, bahkan menginjak tanaman warga. (A-168/A-147)***

Manusia Pertama ada di Indonesia

Catatan dari ‘Eden In The East, The Drowned Continent’ karya Stephen OppenheimerPara ahli sejarah umumnya berpendapat bahwa Asia Tenggara adalah kawasan ‘pinggir’ dalam sejarah peradaban manusia. Dengan kata lain, peradaban Asia Tenggara bisa maju dan berkembang karena imbas-imbas migrasi, perdagangan, dan efek-efek yang disebabkan peradaban lain yang digolongkan lebih maju seperti Cina, India, Mesir, dan lainnya. Buku Eden In The East yang ditulis Oppenheimer seolah mencoba menjungkirbalikkan pendapat meinstream tersebut.

Oppenheimer mengemukakan pendapat bahwa justru peradaban-peradaban maju di dunia merupakan buah karya manusia yang pada mulanya menghuni kawasan yang kini menjadi Indonesia. Oppenheimer tidak main-main dalam mengemukakan pendapat ini. Hipotesisnya disandarkan kepada sejumlah kajian geologi, genetik, linguistik, etnografi, serta arkeologi.Gagasan diaspora manusia dari kawasan Asia Tenggara dicoba untuk direkonstruksi dari peristiwa di akhir zaman es (Last Glacial Maximum) pada sekitar 20.000 tahun yang lalu. Pada saat itu, permukaan laut berada pada ketinggian 150 meter di bawah permukaan laut di zaman sekarang. Kepulauan Indonesia bagian barat, masih menyatu dengan benua Asia sebagai sebuah kawasan daratan maha luas yang disebut Paparan Sunda.

Ketika perlahan-lahan suhu bumi memanas, es di kedua kutub bumi mencair dan menyebabkan naiknya permukaan air laut, sehingga timbul banjir besar. Penelitian oseanografi menunjukan bahwa di Bumi ini pernah tiga kali terjadi banjir besar pada 14.000, 11.000, dan 8.000 tahun yang lalu. Banjir yang terakhir adalah peristiwa yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut hingga setinggi 8-11 meter dari tinggi permukaan asalnya. Banjir tersebut mengakibatkan tenggelamnya sebagian besar kawasan Paparan Sunda hingga terpisah-pisah menjadi pulau-pulau yang kini kita kenal sebagai Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.

Oppenheimer mengemukakan bahwa saat itu, kawasan Paparan Sunda telah dihuni oleh manusia dalam jumlah besar. Karena itulah, menurutnya, hampir semua kebudayaan dunia memiliki tradisi yang mengisahkan cerita banjir besar yang menenggelamkan sebuah daratan. Kisah-kisah semacam banjir Nabi Nuh as, olehnya dianggap sebagai salah satu bentuk transfer informasi antar generasi manusia tentang peristiwa mahadahsyat tersebut.

Menurut Oppenheimer, setelah terjadinya banjir besar tersebut, menusia mulai menyebar ke belahan bumi lainnya. Oppenheimer menyatakan bahwa hipotesisnya ini disokong oleh rekonstruksi persebaran linguistik terbaru yang dikemukakan Johanna Nichols. Nichols memang mencoba mendekonstruksi persebaran bahasa Austronesia. Sebelumnya, Robert Blust (linguis) dan Peter Bellwood (arkeolog) menyatakan bahwa persebaran bahasa-bahasa Austronesi a berasal dari daratan Asia ke Formosa (Taiwan) dan Cina Selatan (Yunnan) sebelum sampai ke Filipina, Indonesia, kepulauan Pasifik dan Madagaskar. Nichols menyatakan konstruksi yang terbalik di mana bahasa-bahasa Austronesia menyebar dari Indonesia-Malaysia ke kawasan-kawasan lainnya dan menjadi induk dari bahasa-bahasa dunia lainnya.

Oppenheimer berkeyakinan bahwa penduduk Malaysia, Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dewasa ini adalah keturunan dari para penghuni Paparan Sunda yang tidak hijrah setelah tenggeamnya sebagian kawasan tersebut. Dengan kata lain, ia hendak mengemukakan bahwa persebaran manusia di dunia berasal dari kawasan ini.

Pendapatnya ia perkuat dengan mengemukakan analisa tentang adanya kesamaan benda-benda neolitik di Sumeria dan Asia Tenggara yang diketahui berusia 7.500 tahun. Kemudian ciri fisik pada patung-patung peninggalan zaman Sumeria yang memiliki tipikal wajah lebar (brachycepalis) ala oriental juga memperkuat hipotesis tersebut.

Oppenhimer juga yakin bahwa tokoh dalam kisah Gilgamesh yang dikisahkan sebagai satu-satunya tokoh yang selamat dari banjir besar adalah karakter yang sama dengan Nabi Nuh as dalam kitab Bible dan Qur’an yang tak lain adalah karakter yang berhasil menyelamatkan diri dari banjir besar yang menenggelamkan paparan Sunda. Legenda Babilonia tua mengisahkan pula kedatangan tujuh cendekiawan dari timur yang membawa keterampilan dan pengtahuan baru. Kisah yang sama terdapat pula di dalam India kuno di Hindukush. Varian legenda semacam ini pun ternyata tersebar di kepulauan Nusantara dan Pasifik.

Oppenheimer lebih lanjut mengemukakan bahwa kisah yang serupa dengan kisah penciptaan Adam dan Hawa serta pertikaian Kain dan Abel (Qabil dan Habil) ternyata dapat ditemukan di kawasan Asia Timur dan Kepulauan Pasifik. Misalnya orang Maori di Selandia Baru, menyebut perempuan pertama dengan nama ‘Eeve’. Kemudian di Papua Nugini, kisah yang serupa dengan Kain dan Abel ada dalam wujud Kullabop dan Manip. Tradisi-tradisi di kawasan ini juga mengemukakan bahwa manusia pertama di buat dari tanah lempung yang berwarna merah.

Atas dasar berbagai hipotesis tersebut pula, Oppenheimer meyakini bahwa Taman Eden yang disebut-sebut dalam Bible ada di Paparan Sunda. Berbicara tentang Hipotesis Oppenheimer ini, saya juga jadi teringat salah satu ayat dalam Kitab Genesis yang dengan jelasmenyebut bahwa Eden ada di Timur. Mungkinkah Taman Eden memang berlokasi di Indonesia? Dan Manusia Pertama pun ditempatkan Tuhan di Indonesia.

Belajar Dari Peradaban Mesopotamia Kuno (Seri Peradaban Kuno 2)

13305209871496902626

Map of Ancient Mesopotamia

Peradaban Mesopotamia Kuno secara geografis terletak diantara dua Sungai besar yaitu Sungai Eufrat dan Sungai Tigris, dimana kedua sungai tersebut bermuara di laut Mediterania. Terletak di Benua Asia, lebih di wilayah timur tengah dan wilayah sekarang dari peradaban Mesopotamia Kuno adalah Irak.



133052151520337304

Time line of Ancient Civilization



Berdasarkan temuan arkeologis dan studi sejarah Peradaban Mesopotamia Kuno bermula sejak abad 3500 BC hingga 2000 BC, bernama Mesopotamia konon secara etimologis berasal dari kata Mesos yang berarti tengah dan potamos berarti sungai. Keberadaan dari Sungai Eufrat (2.815 km) dan Tigris (2.045 km) adalah menopang utama bagi perkembangan peradapan Mesopotamia Kuno. Kawasan ini merupakan daerah pertanian yang sangat subur, membentang dari Laut Tengah sampai Teluk Persia. Daerah ini lebih dikenal dengan sebutan “daerah subur bulan sabit” atau dalam bahasa inggris nya “the fertile crescent“, karena bentuk daerahnya menyerupai bulan sabit.


Secara geografis kawasan Mesopotamia kuno merupakan kawasan yang sangat terbuka, sehingga Mesopotamia tidak memiliki perlindungan/benteng alam yang baik. Kondisi ini menyebabkan banyaknya bangsa asing silih berganti menguasai daerah ini. Bahkan untuk menjaga dan keperluan pertahanan keamanan kota Mesopotamia dibangun dengan sekeliling benteng atau pun tembok yang dikelilingi parit di sepanjang luar kota Mesopotamia kuno.


Bangsa-Bangsa Mesopotamia Kuno


Peradaban Mesopotamia kuno bukan bangsa yang tunggal tetapi terdiri dari berbagai macam bangsa yang menjadi sub kerajaan-kerajaan kecil yaitu Persians (Persia), Akkadians (Akadia), Babylonians (Babilonia), Hittites, Lidyans (Lidia), Assyrians (Syria), Phoenicians, Chaldeans (Khaldea) dan Sumeria.



13305216821910236906

Sumerian Artifact


Bangsa Sumeria merupakan salah satu bangsa yang begitu terkenal karena penemuan-penemuan yang telah dikreasikan oleh masyarakatnya berupa roda (Wheel), pembagian waktu-60 menit dalam 1 jam, 60 sekon dalam 1 menit, 12 bulan dalam kalender bulan, Panah (arch) serta lahan landai (ramp).

1330521863711442560


Bangsa Babilonia juga terkenal dengan penemuan-penemuannya berupa landasan hukum yang terkenal dengan codex of Hammurabi yang dikeluarkan dan disahkan oleh Raja Babilonia, Hammurabi dimana membuat undang-undang tertulis yang dipahatkan pada tugu batu dimana memuat 282 hukum yang isinya adalah pengaturan atas perbuatan criminal dan ganjarannya untuk diganjar setimpal dengan kesalahannya (equal retaliation), Hukum bervariasi bagi orang kaya dan pejabat misalnya:


  1. “If a slave of a freed man strike the body of freed man, his ear shall be cut off” (Jika budak diserang yang bukan tuannya maka telinganya harus dipotong).


  2. “If a man bring an accusation against a man and charge him with a capital crime, but cannot prove it, the accuser, shall be put to death” (Jika seorang pria membawa tuduhan terhadap seorang pria dan mendakwanya dengan kejahatan besar, tetapi tidak dapat membuktikannya, penuduh, harus dihukum mati).

Penemuan yang lain dari bangsa Babilonia adalah mengenal matematika, membuat taman bergantung dan astronomi.

Bangsa Assyria juga mengembangkan kegiatan dalam masyarakatnya dengan menemukan berupa mendirikan perpustakaan dimana koleksinya berupa dokumen yang terpahat melalui lempengan-lempengan tanah liat yang telah ditulisi, menyempurnakan huruf paku (cuneiform), mengenal ilmu astrologi, serta penemu pasukan kavaleri pertama kali.

Bangsa Persia juga merupakan bangsa yang terkenal dan pernah mencapai kejayaan ketika dipimpin oleh raja Darius Agung dimana berupaya melakukan ekspansi untuk memperluas kerajaannya hingga Yunani walaupun gagal serta menyederhanakan huruf paku.

Sistem Kepercayaan

Sistem kepercayaan dan religion yang dianut masyarakat Mesopotamia Kuno adalah dengan menyembah banyak Dewa, berupa Dewa Enlil sebagai dewa bumi dan sekaligus sebagai dewa tertinggi yang menguasai alam semesta, Dewa Enki sebagai dewa air, Dewa An sebagai dewa langit, dan Dewa Samash sebagai dewa matahari. Bagi bangsa Babylonia, mereka percaya dewa tertinggi adalah Dewa Samash, atau lebih dikenal dengan nama Dewa Marduk.


1330521928576161442

Ziggurat: Kuil Mesopotamia kuno


Masyarakat dari Peradapan Mesopotamia, khususnya Bangsa Sumeria membangun kuil-kuil yang megah dan indah di kota-kota mereka agar dewa menyukai mereka. Kuil-kuil tersebut mereka bangun sangat tinggi karena mereka percaya, semakin tinggi kuil semakin dekat mereka dengan dewa. Tinggi kuil-kuil tersebut mencapai 88 meter. Kuil tersebut mereka namakan Ziggurat.

Ziggurat merupakan kuil yang dibangun dengan menara yang disusun berbata-bata dengan tujuan untuk menghubungkan Bumi dan Surga. Tujuan dari pembangunan Ziggurat adalah pusat belajar dan kegiatan agama.


Sistem Tulisan

Salah satu syarat sebuah peradaban adalah sudah mengenal sistem tulisan. Masyarakat Mesopotamia kuno telah mengenal sistem tulisan yang dikenal dengan CUNEIFORM berupa huruf paku dan gambar dimana merupakan representasi dari kegiatan masyarakat, mahkluk hidup berupa flora dan fauna yang terdapat di kawasan Mesopotamia.


133052205998532919

Cuneiform



Tulisan Cuneiform dipahat diatas lempengan-lempengan yang terbuat dari tanah liat yang tercetak dengan dipress (dicap). Sistem tulisan Cuneiform diperlukan untuk kegiatan religi, pemerintahan dan perdagangan.



Sistem tulisan ini dipelajari melalui kegiatan edukasi di sekolah yang dilakukan oleh laki-laki Mesopotamia Kuno, dimana jam belajarnya dari matahari terbit hingga matahari terbenam.


Codex of Hammurabi, tertulis dengan cuneiform.


Sistem Pemerintahan dan Klasifikasi Masyarakat


Bangsa Sumeria merupakan bangsa yang pertama kali mendiami kawasan Mesopotamia. sehingga bangsa Sumeria pantas disebut sebagai penduduk asli Mesopotamia. Bangsa Sumeria mengolah lahan pertanian yang subur sebagai mata pencahariannya. Lama kelamaan, bangsa Sumeria dapat membangun sistem pengairan untuk menanggulangi banjir dan menyalurkan air ke lahan-lahan pertanian, seperti sistem irigasi dan kanal. Dengan hasil pertanian yang melimpah, bangsa Sumeria sekitar tahun 3.000 tahun SM membangun 12 kota-kota besar, di antaranya kota Ur, Uruk, Lagash dan Nippur.


Untuk sistem pemerintahan pada umumnya berbagai bangsa pada peradapan Kuno Mesopotamia dipimpin oleh seorang raja, lalu pendeta sebagai penasehat raja serta pelaku utama dalam kegiatan religi yang menghubungkan manusia dengan dewa-dewanya.


Adapun sistem klasifikasi masyarakatnya adalah sebagai berikut:


Dengan menggunakan ukuran ekonomi (kekayaan) untuk menentukan Si kaya dan Si miskin.

The rich

Government officials


Religion leaders


Traders


Poor:


Farmers

Craftsman



Berdasarkan piramida sosial pembagian masyarakat juga mencerminkan bahwa masyarakat Mesopotamia kuno sudah terdapat spesialisasi dalam pembagian pekerjaan dengan menggunakan ukuran keahlian dan garis keturunan.

Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi pada masyarakat Mesopotamia kuno sudah mengenal perdagangan dengan sistem barter dan berupaya menemukan penggunaan uang sebagai cara untuk mengatasi kelemahan sistem barter. Mereka pada umumnya berdagang hasil pertanian, pakaian, dan keramik. Dan telah perluasan hubungan dagang dengan bangsa lain termasuk dengan masyarakat dari mesir kuno. Dalam hal ini sekali lagi didukung oleh peran utama dari Sungai Eufrat dan Tigris selain sebagai irigasi, penghasil sumber daya pangan dan air minum juga sebagai sarana transportasi.

13305221472076923099

Ilustrasi Kota Mesopotamia Kuno


Refleksi

Menarik untuk mempelajari kehidupan masyarakat Mesopotamia kuno (the cradle of ancient Mesopotamia), karena dengan melihat masyarakat yang hidup hampir 5512 tahun yang lalu telah banyak melakukan sesuatu yang amat berguna bagi kehidupan manusia sekarang ini. Kita adalah anak peradaban dari masyarakat peradaban kuno yang telah menikmati hasil usaha dan pemikiran mereka. Matematika, seni, arsitektur, astronomi, astrologi, sistem tulisan, bahasa, norma/hukum, tehnologi dan kebudayaan adalah hasil dari proses yang berlangsung ribuan tahun yang lalu. Tentunya kita sebagai anak peradaban harusnya tidak mundur ke belakang?Harusnya lebih mampu menciptakan sesuatu yang lebih berguna dan bermanfaat dari alam dan kehidupan itu sendiri? Bukannya lebih menciptakan lingkungan yang semakin terdegrdasi kualitasnya?Apakah Peradaban sekarang ini telah mengalami arus balik? Semoga bergerak dalam garis linear yang semakin mencerahkan…


Wallahu’alam Bishawab


Hasil Refleksi dalam Proses Belajar dan mengajar dengan siswa Kelas 7 SMP ketika mengajar Ancient Civilisation.

Yogyakarta, 29 Februari 2012

Sari Oktafiana

Bibliography:

The rise of Civilizations article, Glencoe World History

The land between 2 rivers article

wikipedia.org

zetly.wordpress.com

www.historyguide.org

history-world.org

Sumber Gambar:

http://quest4belonging.com

http://www.edwardtbabinski.us

http://www.es.flinders.edu.au

http://www.xtimeline.com

http://media.web.britannica.com

http://edu.glogster.com

http://www.wwnorton.com

sary oktaviana

Serangan Umum 1 Maret, Untuk Siapa?

13305354021050967162

Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 Yogyakarta

“Masihkah semangat perebutan kemerdekaan bertahan di zaman ini?”


Apakah menjadi penting bagi generasi muda sekarang merebut kemerdekaan bangsanya kembali? Karena patut diakui, pemuda kita masa kini berbeda dengan pemuda-pemuda masa lalu, yang begitu jujur dan terbuka menyerahkan jiwanya untuk Indonesia. Lalu kalau dipandang hari ini, peringatan serangan umum 1 maret 1949 itu untuk siapa? Demikian kata sambutan Soekotjo, Ketua Panitia dalam acara Peringatan 63 tahun Serangan Umum 1 Maret 1949 di Plasa Monumen Kilometer Nol Yogyakarta, Rabu (29/2/2012) malam.




Setelah 63 tahun berlalu, kita memperingati tiap tahun perjuangan ratusan pejuang pertahanan kemerdekaan dari Daerah Perlawanan (DP) III Wilayah Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya. Selamat 63 tahun itu pula hingga saat ini, kita diminta untuk mengingat dan menghayati betapa pentingnya peristiwa ini. “Saya rasa tidak berlebihan jika Serangan Umum 1 Maret kita peringati secara nasional, tidak hanya di lingkup Yogyakarta,” tulis Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutannya yang diwakili oleh Wakil Gubernur Pakualam IX.



Lebih lanjut dalam sambutan tersebut, momen 6 jam serangan umum 1 Maret 1949 berhasil membuktikan kemampuan militer strategi kita, serta kerjasama warga dengan seluruh elemen yang memperjuangkan kedaulatan Republik Indonesia. “Bayangkan jika pada ujung hari bulan Februari malam itu, informasi rencana serangan fajar kita bocor ke pihak lawan?” Lanjut Sultan.



Serangan Umum 1 Maret 1949 berhasil menunjukkan kembali “siapa sebenarnya RI” kepada pihak lawan saat itu, yaitu Belanda. Dan kita sebagai bangsa yang berdaulat, bisa mempertahankan apa yang menjadi milik kita, dan merebutnya kembali jika diganggu gugat oleh pihak manapun. Kita semua mampu hingga saat ini semestinya tetap memperlakukan bangsa ini sebagai bangsa yang besar. Ini yang penting bagi generasi muda. Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah untuk segenap bangsa Indonesia saat itu, tetapi sepanjang masa adalah untuk generasi muda yang meneruskan perjuangan kemerdekaan.




Sebagai catatan, peristiwa Serangan Umum di Yogyakarta terjadi pada 1 Maret 1949 ketika satuan gabungan strategis yang dikomandoi Letkol Soeharto yang saat itu berada di bawah komando Panglima Besar Sudirman menyerang Yogyakarta, yang saat itu merupakan ibukota Republik, diduduki Belanda. Pasukan Soeharto merangsek dari sektor barat sampai perbatasan Malioboro, sedangkan sektor timur dipimpin Ventje Sumual, sektor selatan dipimpin Mayor Sardjono, dan sektor utara dipimpin Mayor Kusno. Dimulai saat fajar, serangan ini berhasil tepat pada tengah hari. Sultan Hamengkubuwono IX yang saat itu ikut menggagas serangan, kemudian menerima laporan beberapa petinggi distrik Belanda, bahwa Yogyakarta direbut kembali oleh TNI.



Latar belakang serangan ini tak lain adalah pembuktian yang dipelopori pejuang militer Indonesia yang ingin menunjukkan kepada dunia internasional saat itu bahwa Republik Indonesia masih tangguh, sehingga dunia melalui Dewan Keamanan PBB terus mengakui bahwa negara ini bisa bertahan. Dengan berhasilnya upaya itu, pihak Belanda mengalami guncangan moral yang cukup untuk membuat pasukan mereka menyerah atas Yogyakarta dan beberapa distrik penting di sekitarnya. Puluhan aktivis serta jurnalis internasional yang malam itu menginap di Hotel Merdeka Yogyakarta pun berhasil meneruskan berita serangan ini melalui pemancar AURI, yang menjadi harapan baru perjuangan nama Indonesia di dunia internasional masa itu. Koran-koran di Eropa hingga India memuat headline tentang serangan itu. Demikian dilaporkan Alexander Andries Maramis, salah satu aktivis yang juga mendengar berita itu melalui Burma. Setelah serangan, suasana kota Yogyakarta kembali tenteram, dan pasar-pasar kembali beroperasi.



Saat ini, Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949 kokoh berdiri di sudut utara kawasan Kilometer Nol di ujung Malioboro Yogyakarta. Patung lima orang indonesia dari berbagai kalangan menjadi simbol abadi yang menegaskan kepada kita yang melihatnya sekarang bahwa pernah ada perjuangan hebat dari Bangsa Indonesia yang berhasil membuka mata internasional bahwa kita masih berdaulat. Dan dalam serangan selama 6 jam itu, kita maju sebagai sebuah kesatuan yang kuat. Sebagai pasukan militer, anggota PMI, petugas siaran radio, ataupun pedagang pasar. Dunia gentar mendengarnya. Perjuangan itu, untuk kita sekarang. Generasi muda Indonesia.


Meski gerimis, acara peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 kali ini berlangsung hikmat, dan turut menghadirkan beberapa saksi sejarah yang diminta ikut menceritakan kejadian malam hingga tengah hari itu. Puluhan orang berkumpul di plasa monumen. Meski demikian, lalu lintas di sekitar Jalan Malioboro tetap lancar. Acara ini direncanakan berlangsung hingga pukul 22.oo WIB.


untuk cerita lebih lanjut tentang Serangan Umum 1 Maret 1949, silakan baca di sini.


Fandy sido

Tuesday, February 28, 2012

Di Masa Silam, Irak Pernah Membeku

Kota ini pernah dilanda musim dingin ekstrem pada abad 9 dan abad 10 kalender Masehi.

Cuaca dingin ekstrem (REUTERS/Osman Karimov)


Bagdad, ibukota Irak, mungkin dikenal sebagai kota padang pasir yang panas. Pada musim panas, temperaturnya dapat meningkat hingga 45 derajat Celsius. Sementara pada musim dingin, temperatur bisa anjlok hingga 2 derajat Celsius dan hampir tidak pernah bersalju.

Siapa sangka, musim dingin ekstrem pernah terjadi pada masa lampau di Bagdad. Dilansir Daily Mail Senin 27 Februari 2012, peneliti dari Universidad de Extremadura, Spanyol mengungkap bahwa kota ini pernah dilanda musim dingin ekstrem pada abad sembilan dan abad 10 kalender Masehi, atau abad tiga dan empat kalender Islam.

Menurut catatan, sungai-sungai yang mengalir di Bagdad sampai membeku akibat cuaca yang dingin. Pada tahun 908, 944, dan 1007 Masehi, salju turun dengan derasnya di ibukota Irak. Sementara di Bagdad modern, salju hanya turun pada 2008.

Kondisi cuaca Kota Seribu Satu Malam itu diperoleh para peneliti dari manuskrip penulis seperti Al Tabari, Ibnu Al Athir, dan Al Suyuti yang mendokumentasikan peristiwa ekstrem dari waktu ke waktu. Tidak hanya mendokumentasikan kondisi seperti kemiskinan dan kelaparan, mereka ternyata juga mendokumentasikan perubahan cuaca ekstrem.

"Tanda-tanda perubahan cuaca dingin yang ekstrem ini merujuk pada penurunan temperatur pada abad 10, tepatnya sebelum Zaman Pertengahan Hangat," kata penulis Fernando Dominguez-Castro dalam artikelnya di jurnal Weather.

Dominguez-Castro juga meyakini bahwa musim dingin Bagdad pada Juli 920 juga terkait dengan ledakan gunung berapi. Namun masih perlu dilakukan banyak penelitian untuk mendukung teori ini.

Temuan yang bersumber dari manuskrip Arab kuno ini diharapkan dapat membantu para peneliti dan meterorolog lebih memahami penyebab terjadinya perubahan cuaca yang ekstrem di bumi.
vivanews

NASA: Asteroid Ancam Tabrak Bumi pada 2040

Jika itu terjadi, memang tak sampai kiamat, tapi jutaan orang dikhawatirkan tewas.

Ilustrasi asteroid berukuran raksasa menghantam permukaan Bumi. (starryskies.com)


Belum lagi pasti, apakah Bumi akan selamat dari asteroid Apophis, yang menurut para ilmuwan Rusia bakal menabrak Bumi pada 13 April 2036, ancaman baru muncul.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengidentifikasi sebuah batu angkasa yang memiliki peluang untuk menyenggol Bumi. Besarnya 460 kaki atau 140 meter. Identifikasi NASA menyebut, asteroid yang dinamai 2011 AG5 berpeluang menabrak Bumi pada 5 Februari 2040.

Seperti dimuat Daily Mail, 28 Februari 2012, keberadaan asteroid ini bahkan menjadi perhatian tim aksi objek dekat Bumi bentukan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), yang mulai membahas bagaimana cara untuk mengalihkan orbit batu raksasa ini agar tak menyenggol Bumi. Agar tak membahayakan umat manusia.

Berdasarkan perhitungan NASA yang disampaikan Donald Yeomans, Kepala Program Observasi Obyek Dekat Bumi di Laboratorium Jet Propulsion, peluang asteroid itu bersenggolan dengan Bumi adalah 1:625, prediksi yang bisa terus berubah, seiring pergerakannya yang terus berubah. "Untungnya, obyek ini akan bisa diamati dari tanah dalam interval 2013-2016," kata dia.

Meski tak akan menyebabkan kiamat dan memusnahkan umat manusia, skrenario terburuknya, jika benda langit itu menabrak sebuah kota, niscaya jutaan nyawa akan melayang.

Sebagai perbandingan, asteroid yang menjadi pemicu musnahnya spesies Dinosaurus 65 juta tahun lalu, sembilan mil lebih lebar dari ukuran 2011 AG5.

Sejauh ini, para ilmuwan masih meraba-raba, mencari tahu sifat pergerakan asteroid itu. Para ahli baru bisa memperkirakan ukurannya, mereka baru bisa mengamati setengah orbitnya.

Baru antara tahun 2013 dan 2016, para astronom akan bisa memonitor 2011 AG5 dari tanah, yang jadi modal untuk membuat penilaian yang lebih rinci.

Pada 2023, asteroid ini akan "lolos dari lubang kunci" ke Bumi -- di area yang melewati orbit, sebelum ia akhirnya menabrak Bumi.

Menurut Laboratorium Jet Propulsion NASA, momentum akan berada dalam 0.02 unit astronomi dari planet kita, atau sekitar 1,86 juta mil.

Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari petaka?

NASA mengatakan, di antara opsi penyelamatan Bumi adalah dengan mengirimkan pesawat ke asteroid tersebut yang bisa memberi efek grafitasi, untuk mengarahkan 2011 AG5 menjauh dari bumi, selama jutaan tahun cahaya.

Opsi lain, adalah dengan mengirim satelit dan menabrakkannya ke asteroid tersebut.

Penggunaan senjata nuklir juga didiskusikan. Namun, dikhawatirkan, alih-alih menyelesaikan masalah, nuklir justru menciptakan hujan batu yang mengarah ke Bumi.

Sementara, seperti dimuat SPACE.com, asteroid ini ditemukan pada Januari 2011 oleh observatorium Mount Lemmon Survey di Tucson, Arizona.

"2011 AG5 adalah obyek yang saat ini memiliki kesempatan tertinggi menabrak Bumi, di 2040. Namun, kita hanya mengamatinya selama sekitar setengah orbit, sehingga presisi perhitungan ini masih tidak terlalu tinggi," kata Detlef Koschny dari Divisi Tata Surya Badan Angkasa Eropa (European Space Agency), Belanda.

Vivanews

Ilmuwan Temukan Kemungkinan Hidup Abadi

Headline
Ilmuwan menemukan kemungkinan hidup abadi pada seekor jenis baru cacing.

Para ilmuwan Inggris telah menemukan sebuah spesies cacing yang dapat mengatasi proses penuaan, sehingga memungkinkan terjadinya keabadian. Penelitian ini pula diharapkan dapat diterapkan untuk mengurangi proses penuaan pada manusia.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, menemukan bahwa cacing jenis planarian, dapat secara berkesinambungan merawat telomere, yang merupakan bagian penting dari DNA, selama masa regenerasi.

"Data kami ini seperti memuaskan prediksi bagaimana seekor hewan berpotensi untuk hidup abadi," ujar Aziz Aboobaker, yang memimpin penelitian tersebut di University of Nottingham, Inggris. Demikian seperti dikutip dari ST.

"Tujuan kami di penelitian ini adalah untuk memahami mekanisme hewan ini dalam mewujudkan keabadiaannya," pungkas Aboobaker.

straitstimes

Misi ke Mars Terancam Selesai?

Headline

Misi ke planet Mars untuk ke depannya terancam, karena pihak pemerintah Amerika
Serikat (AS) berencana akan memotong anggaran untuk beberapa misi.

Pihak Nasa mengatakan bahwa mereka tidak akan menyerah dalam keputusan pemerintah tersebut. Dikatakan bahwa mereka tetap bakal berusaha melakukan ekspedisi ke Mars dengan anggaran lebih irit.
Bulan ini Presiden Barack Obama mengumumkan bulan ini bahwa budget untuk misi bersama robot AS-Eropa ke Mars pada tahun 2016 dan 2018. Demikian seperti dikutip dari ST.
Kini para petinggi di Nasa mengatakan bahwa mereka berusaha membuat rencana akhir musim panas tahun ini, terkait usaha pemotongan anggaran ke Planet Mars pada 2018.
John Grunsfeld mengatakan bahwa ia berfirasat bahwa Nasa tidak akan kehilangan kesempatan melakukan perjalanan ke Mars pada 2018.

straitstimes

Kitab Arab Kuno Ungkap Baghdad Pernah Membeku

Headline

Di musim panas, suhu di Baghdad mencapai 45C dan di musim dingin mencapai 2C. Namun kitab kuno Arab mengungkap, kota itu pernah membeku seribu tahun silam. Bagaimana?

Peneliti Spanyol dari Univerisity of Extremadura menemukan sumber dari abad 9-10 itu. Sumber itu menyebutkan, salju turun di ibu kota Iraq itu pada 908, 944 dan 1007 yang membuat sungai pun membeku.

Kejadian ekstrem di Baghdad ini akan digunakan membantu para meteorolog lebih memahami iklim saat ini. Petunjuk pola cuaca ini datang dari penulis al-Tabari (913), Ibn al-Athir (1233) dan al-Suyuti (1505) yang semuanya menyebutkan iklim dari waktu ke waktu. Demikian seperti dikutip DM.

“Dokumen ini menjelaskan, Baghdad kuno ternyata pernah mengalami kondisi langka seperti hujan es disertai angin rebut, sungai yang membeku bahkan salju lebat. Tanda-tanda dingin tiba-tiba ini memastikan adanya penurunan suhu selama abad 10 sebelum periode hangat abad pertengahan,” ungkap pemimpin studi Dr Fernando Dominguez-Castro.

Dailymail

Seabad Pejelajahan Radio Untuk Menjangkau Alien

alt


Sejak ditemukannya radio satu abad lalu, manusia telah malakukan siaran ke ruang angkasa dengan harapan, setiap makhluk asing dapat mendengarkan dan belajar dari kehadiran kita.









Meskipun gelombang jangkauannya mencapai jarak 200 tahun cahaya ke segala arah, namun hal ini masih membutuhkan 118.800 tahun cahaya lagi untuk mencapai seluruh Bima Sakti.



Titik kuning kecil yang terlihat lebih kecil dari planet Bumi dalam foto yang dirilis ini-- mengungkap bahwa sejauh ini ada keterbatasan dari penyiaran sejak Marconi menemukan radio pada 1895.



Ketika kita menganggap ada miliaran galaksi seperti galaksi kita di alam semesta, pencarian kehidupan di luar bumi tidak mungkin berakhir dalam waktu singkat.



Science bloger, Adam Grossman, orang yang menciptakan diagram ‘Humanity Bubble’ dengan menggunakan images ternama Nick Risinger, bergurau dalam situsnya: “Ini telah membuat saya merasa kecil, sedih dan sendirian.”




Namun, jika hal itu hanya akan menghabiskan waktu empat menit untuk sampai ke Mars ketika bepergian pada kecepatan cahaya, dengan jarak 200 tahun cahaya bukanlah prestasi kecil.



Dengan adanya bukti terbaru dari gempa di Planet Mars, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat kehidupan asing di Planet Merah tersebut. Kita semua berharap untuk dapat menciptakan satu set radio yang dapat mencapai Planet Mars.

DM/sua)

Asteroid ini Kemungkinan Menumbuk Bumi di 2040

Asteroid ini Kemungkinan Menumbuk Bumi di 2040



Asteroid selebar 140 meter bernama 2011 AG5 kemungkinan besar akan menabrak Bumi di tahun 2040. Hal ini disampaikan para peneliti yang tergabung dalam tim pelaksana PBB tentang objek dekat Bumi (NEOs).

Mereka berhasil menghitung jarak asteroid tersebut yang mendekati Bumi secara terus-menerus. Diperkirakan asteroid ini akan menumbuk Bumi tapat 28 tahun dari sekarang. Bagaimana cara pencegahannya sudah dibahas para peneliti dalam pertemuan di Wina, awal Februari 2012.

"2011 AG5 adalah objek yang memiliki peluang terbesar menabrak Bumi di 2040. Namun, kami baru mengamatinya sepanjang setengah orbit dan kepastian perhitungan ini masih belum terlalu tepat," ujar Detlef Koschny dari Agen Antariksa Eropa (ESA) seperti dilansir dari FOXnews, Selasa (28/2).

2011 AG5 ditemukan pertama kali oleh tim pengamat di Mount Lemmon Survey, Arizona, Amerika Serikat. Ditegaskan oleh Koschny jika asteroid ini belum bisa dianggap 'ancaman' berarti. Karena untuk bisa memastikan status berbahaya atau tidak untuk Bumi, dibutuhkan pengamatan paling tidak satu kali orbit.

Tapi Koschny dan agensinya tetap menugaskan kelompok kerja di NEO di COPUOS untuk terus mengamati 2011 AG5 dan mengganggapnya sebagai bahan pembelajaran.

Menurut Donald Yeomans dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), perbandingan 2011 AG5 menabrak Bumi adalah 1 berbanding 625. Namun, kembali ditegaskan jika perhitungan ini masih belum bisa dipastikan tepat. Angka kemungkinan ini bisa berubah seiring pengamatan lebih lanjut.

Foxnews, Space

Baghdad Pernah Beku 1.000 Tahun Lalu


Daily Mail

Manuskrip arab kuno yang memberi petunjuk bahwa salju pernah turun di Baghdad pada tahun 908, 944 dan 1007.

Temperatur kota Baghdad, Irak, saat ini berkisar antara 2 derajat celsius pada musim dingin dan 45 derajat celsius pada musim panas. Namun, literatur Arab kuno menunjukkan bahwa Baghdad pernah membeku 1.000 tahun lalu.

Dr Fernando Domínguez-Castro, peneliti dari Universitas Extremadura di Spanyol, menemukan bahwa pada abad ke-9 dan ke-10, tepatnya tahun 908, 944, dan 1007, salju pernah turun di Baghdad dan sungai di kota itu membeku.

Penemuan dilakukan dengan mengkaji literatur Arab kuno yang ditulis oleh Al-Tabari (913), Ibn Al-Athir (1233), dan Al-Suyuti (1505). Ketiga literatur itu mencatat kondisi cuaca dan iklim dari waktu ke waktu.

Domínguez-Castro dalam publikasinya di jurnal Weather mengatakan, "Informasi iklim yang didapatkan dari sumber kuno ini memberikan rincian kondisi ekstrem yang berpengaruh secara luas, seperti menimbulkan banjir dan kekeringan."

"Referensi ini juga mendokumentasikan kondisi yang sangat jarang dijumpai di Baghdad, seperti hujan es disertai badai, sungai yang membeku dan salju," tambah Domínguez-Castro seperti dikutip Daily Mail, Senin (27/2/2012).

Hasil studi ini memberikan petunjuk adanya penurunan temperatur secara global pada abad ke-10. Domínguez-Castro berpendapat bahwa penurunan yang terjadi berkaitan dengan erupsi vulkanik meski pandangannya masih perlu dibuktikan.

Domínguez-Castro menuturkan, "Literatur kuno Arab memberikan alat yang sangat baik untuk memberikan deskripsi yang mendukung model iklim yang dibuat. Kemampuan merekonstruksi iklim masa lampau memberi kita wawasan untuk memahami iklim kita saat ini.

Dailymail/kcm

Peyot Yahudi

Kata peyot, yang juga disebut pe’ot, pe’at, payot, adalah bentuk jamak dari pe’ah. Kata pe’ah artinya sudut atau samping. Orang Yahudi Yemenite menyebutnya dengan istilah simanin yang secara harfiah artinya tanda-tanda (signs), karena rambut tepi kepala yang panjang merupakan ciri yang membedakan mereka dengan masyarakat Yaman muslim. Para pria Yahudi ortodoks biasanya membiarkan rambut mereka tumbuh panjang, dan banyak yang memelihara jenggot. Suatu waktu mereka akan pergi ke tukang cukur untuk potong rambut.

Tetapi, rambut bagian tepi kepala (peyot) tidak dipotong. Pemakaian peyot bagi orang Yahudi Ortodoks berdasarkan pada penafsiran perintah Tuhan di dalam Imamat 19:27, yaitu tentang larangan mencukur tepi rambut kepala. Dikatakan, “Janganlah kamu mencukur tepi rambut kepalamu berkeliling dan janganlah kamu merusakkan tepi janggutmu“. Para rabi Yahudi menafsirkan kata pe’at di ayat tersebut sebagai rambut di depan telinga yang memanjang sampai ujung tulang pipi, sejajar dengan hidung. Karena itu mereka tidak mau memotongnya, bahkan membiarkannya sampai panjangnya melebihi tulang rahang. Menurut Maimonides, panggilan untuk Modes ben Maimon, seorang filsuf Yahudi terkemuka abad pertengahan, mencukur rambut tepi kepala adalah kebiasaan kafir. Di Mishnah ditegaskan bahwa peraturan ini hanya berlaku bagi laki-laki.

Rabbi Hirsch Samson Raphael dalam komentarnya tentang Taurat menegaskan bahwa peyot merupakan bentuk simbolik pemisahan antara bagian depan dan bagian belakang otak. Bagian depan otak berkaitan dengan intelektual, sedangkan bagian belakang otak berkaitan dengan persaan dan pengaturan gerak tubuh. Dengan demikian, pemakai peyot secara sadar sedang membuat pernyataan bahwa dia mengakui kedua aspek dari pikiran tersebut dan bermaksud untuk menjaga dan menggunakan bagian-bagian itu sesuai tugas yang mereka terima. Menurut Raphael, rambut juga merupakan simbol kebanggaan, karena merupakan bagian yang terlihat orang lain. Ini bisa menimbulkan kesombongan. Untuk itu, larangan memotong peyot mengingatkan seseorang untuk tidak menekankan penampilan, tetapi bergantung pada kecerdasan dan karakter yang baik.

Apa pun penafsiran yang diberikan rabi-rabi Yahudi, yang jelas bahwa orang Yahudi adalah orang yang taat akan hukum. Mereka adalah orang-orang yang berusaha untui menerapkan hukum, terutama hukum ilahi atau firman Tuhan. Mereka berusaha menerapkan firman Tuhan berdasarkan penafsiran yang mereka buat, yang kadang bisa juga berlebihan. Tetapi, sekalipun demikian, ini juga seharusnya menjadi teladan bagi orang orang yang mengimani firman Tuhan. Seharusnya orang yang percaya kepada Tuhan mempunyai keinginan yang kuat untuk menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Manna Sorgawi, Edisi Maret 2012/andy naburju

Vatican-Turki:Paus Benediktus XVI Ingin Ungkap Rahasia Al Kitab Kuno ?

Pemimpin Tertinggi Umat Katholik ,Paus Benektus XVI meminta kepada pemerintah Republik Turki supaya di perkenankan untuk mengungkap rahasia Al Kitab kuno yang diperkirakan telah berusia sekitar limabelas abad tersebut.Hal ini sangat menarik karena pemimpin tertinggi umat Katholik itu meminta kesediaan dari sebuah negara yang mayoritas penduduknya muslim, pemerintah Republik Turki supaya mengijinkannya untuk mengungkap rahasia Al Kitab tersebut.

Pemerintah Republik Turki menemukan Al Kitab kuno yang diperkirakan telah berusia sekitar 1500 tahun itu secara kebetulan tahun 2000 lalu ,ketika aparat keamanan Turki sedang melancarkan suatu operasi anti pemnyelundupan .Pada saat itulah aparat keamanan Turki berhasil merampas Al KItab Kuno itu yang di perkirakan senilai US$ 20 juta ,dan sejak itu hingga sekarang oleh Departemen Budaya dan Parawisata Turki di simpan dan di rawat dengan baik.

Permintaan Paus Benediktus XVI itu sudah dibenarkan oleh Menteri Budaya dan Parawisata Turki,Ertugrul Gumay .Dan Vatican kelihatannya akan mengungkapkan rahasia-rahasia yang terkandung dalam Al Kitab yang berbahasa Aramik,suatu bahasa yang digunakan Yesus dahulu.Namun demikian Paus Benediktus XVI tentunya sudah memperkirakan segala konsekuwensinya terhadap dampak yang akan timbul sekiranya ia akan mengungkapkan rahasia Al Kitab kuno itu,yang merupakan Injil Barnabas tersebut.

Injil Barnabas tersebut jauh bertentangan dengan Injil-Injil utama umat Kristen,seperti Injil Matius,Lukas, Markus dan Yohannes.Injil Barnabas yang asli itu juga menolak dogma Tritunggal dan penyaliban,serta juga dalam Injil itu disebutkan bahwa Yesus menolak Messias dan mengklaim penerusnya berasal dari keturunan Ismael.Injil Barnabas juga lebih konsisten dengan keyakinan Islam daripada Kristen.

Dalam konteks ini pendeta Protestan,Ihsan Oznik membantah keaslian isi Al Kitab ini,karena menurutnya ST .Barnabas hidup pada abad pertama Masehi dan merupakan salah seorang rasul dari Yesus yang berbeda dengan Injil versi pada abad kelima Masehi.Jadi Al Kitab yang hendak diungkapkan rahasianya oleh Paus Benediktus XVI lebih tua usianya empat abad daripada Injil-Injil lainnya.Hal ini berarti Al Kitab kuno tersebut lebih dekat waktunya kepada Yesus,bahkan semasa dengan Yesus itu sendiri daripada Injil-Injil Matius, Lukas,Markus dan juga Yiohannes.

Selanjutnya menurut Prof.Teologi,Omer Farouq Harman,bahwa untuk membuktikan keaslian dan umur Al Kitab tersebut perlu dibuktikan dengan scan secara ilmiah.Kita tunggu langkah-langkah Pemimpin tertinggi Umat Katholik tersebut,yang hendak mengungkapkan rahasia-rahasia dari Al KItab kuno tersebut yang diduga banyak kontrovesi dengan Injil-Injil yang disusun lima abad kemudian.Semoga saja pengungkapan itu akan berguna bagi umat manusia,dan bisa mengakhiri berbagai kontroversi selama

Yahoo News/muhammad nurdin

Jejak Mestizo/Topas (Portugis Hitam) di Pesisir Timor dan Flores

13304131951340302546

Ilustrasi

Mestizo merupakan kosa kata Portugis yang merujuk pada keturunan dari hasil perkawinan antara bangsa Portugis dengan penduduk pribumi atau yang saat ini sering disebut Indo. Contoh mestizo Indonesia yang banyak diketahui adalah masyarakat kampung Tugu di Jakarta –sering juga disebut kaum Mardijkers karena dibebaskan oleh Belanda yang keturunanya sering tampil di berbagai acara dengan group musik keroncong Tugu.

Kaum Mestizo juga banyak tersebar di pesisir utara pulau timor (Oekusi) atau wilayah Timor Leste lainnya karena wilayah ini masih dijajah oleh Portugis hingga tahun 1975. Jejak Mestizo di pulau Flores pun masih dapat ditelusuri secara pustaka atau berdasarkan sisa-sisa peninggalan budaya Portugis. Para Mestizo di Timor maupun Flores Timur sering juga disebut sebagai Topas –berasal dari bahasa Dravida; Tupassie yang berarti penerjemah– karena perannya sebagai penerjemah dalam hubungan dagang antara Portugis dan penduduk setempat. Oleh karena merupakan hasil perkawinan campur antara bangsa portugis dan penduduk pribumi yang berasal dari ras weddoid maka keturunanya mewarisi ciri kedua ras tersebut yaitu berhidung mancung namun berkulit hitam sehingga mereka disebut juga dengan Portugis Hitam. Mestizo, Topas atau Portugis Hitam menjadi suatu komunitas merdeka pada abad ke 16 hingga 18 yang memiliki pemimpin dan kepentingan politik atau ekonomi yang mandiri.

Jejak Sejarah Mestizo/Topas di Larantuka

Salah satu deskripsi tentang Portugis Hitam dikemukakan oleh seorang Antropolog Jerman bernama Ernst Vatter yang tiba di Larantuka –kota di ujung timur pulau Flores yang masuk dalam Keresidenan Timor dan wilayah sekitarnya (Timor en Onderhorigheden)– pada tahun 1929 bersama istrinya. Tujuan mereka adalah ingin mengeksplorasi kehidupan masyarakat pribumi yang tinggal di kampung-kampung sekitar Gunung (Ile) Mandiri serta beberapa pulau di sekitarnya dan Larantuka menjadi “base camp” mereka.


1330413612737971265

Gereja Katedral Larantuka


1330415930186905225
Runtuhan Benteng Lohayong di Pulau Solor

atter
mendeskripsikan masyarakat Larantuka sebagai penduduk yang heterogen karena banyak dipengaruhi budaya Portugis serta menyebarnya etnis Cina, Ternate, Melayu, Bugis atau Makasar yang mendiami pesisir kota ini. Menurut Vatter, ciri fisik Portugis atau Eropa Selatan masih tampak pada orang-orang Larantuka meskipun percampuran darah dengan Portugis suda lama tidak terjadi (Abad ke 16-18). Ciri-ciri tersebut berupa wajah yang halus dengan hidung tipis yang agak melengkung dan –menurutnya– jika tidak melihat fakta ada yang berbibir tebal, rambut keriting dan berkulit agak gelap maka mereka dapat digolongkan pada ras Lautan Tengah.

Hal yang sama juga ditemukan oleh Vatter dalam sebuah pertemuan politik –di rumah Segeler (Kontrolir Larantuka)– dengan dua orang raja besar (Raja Larantuka dan Raja Adonara) serta empat raja kecil lainnya (Raja Trong, Lamahala, Lamakera dan Lewaiyong). Ia menggambarkan ciri fisik raja Larantuka yang berbeda dengan raja Adonara serta raja lainnya. Fisik Raja Larantuka yang bernama Antonius Balantran de Rozari –sebuah nama Portugis– dideskripsikannya seperti Portugis Hitam yang berbudaya dengan postur tubuh yang langsing semampai, berpakain putih cara Eropa dan memiliki hidung mancung agak melengkung.



Berbeda dengan raja Larantuka, ciri fisik Raja Adonara –yang selalu bersitegang dengan pemerintah kolonial– merepresentasikan ras pribumi dengan berpakaian sarong dan jas serta selimut sutera yang lebar dan berwarna-warni melingkari tubuhnya yang gemuk. Raja yang bernama Arakiang Kamba ini memiliki wajah yang gemuk namun terlihat kekar dan mengenakan songkok merah. Jari-jarinya dihiasi dengan sejumlah cincin yang gemerlapan. Ciri fisik keempat raja kecil lainnya juga sama dengan Raja Adonara ini.


Perkawinan campur antara bangsa Portugis dan penduduk pribumi di Flores Timur sudah tidak terjadi sejak akhir abad ke 17, ketika orang-orang Portugis di bawah pimpinan Coleho Guerriho berpindah dari Larantuka ke Lifau (Oekusi di Timor Barat) namun para mestizo atau topas tetap mendiami wilayah ini dan terus memiliki keturunan hingga sekarang.


Perlu diketahui bahwa Larantuka menjadi pusat pemerintahan Portugis dan penyebaran agama Katolik sejak tahun 1613 –dipimpin oleh Antonio de Ornay– ketika pulau Solor yang sebelumnya dijadikan pusat pemerintahan Portugis diserang oleh Belanda dengan bantuan penduduk pribumi yang beragama Islam. Pertempuran selama 3 bulan akhirnya menghancurkan pertahanan Portugis di benteng yang bernama Lohayong sehingga bangsa Portugis melarikan diri ke Larantuka. Di Larantuka mereka berhasil bertahan dari gempuran Belanda karena dibantu oleh Topas berserta penduduk pribumi lainnya.



Meski sudah dua hingga tiga abad tidak terjadi perkawinan campuran antara bangsa Portugis dan penduduk Larantuka namun Vatter masih menemukan ciri-ciri mestizo pada sebagian masyarakat Larantuka. Budaya-budayanya pun masih terlihat dalam tradisi agama yang berlangsung setiap tahun pada perayaan Hari Paskah yang disebut dengan Semana Santa. Budaya Portugis juga terlihat dari bahasa masyarakat Larantuka yang merupakan perpaduan antara bahasa Melayu dan Portugis. Selain itu, penduduk setempat masih menggunakan nama-nama (marga atau suku) Portugis seperti Da Silwa, Diaz, de Ornay, Fernandez, Da Gomez, de Rozary, Da Santo, Riberu, Aliandu dan nama-nama lainnya.


Kemerdekaan Hidup Mestizo/Topas


13304154031375214018

Benteng Portugis di Lifau/Oekusi



13304155172012498210

Oekusi: Koloni Topas di Pantai Utara Timor


Kehidupan Mestizo atau Topas pada abad ke 16 hingga 19 terbilang cukup merdeka karena mereka membentuk komunitasnya sendiri dan tidak terikat pada hukum manapun. Meski begitu, mereka sering membela kepentingan Portugis ketika berkonflik dengan Belanda sejak di Flores Timur hingga di pesisir Timor. Pada abad ke 17, kaum Topas terkenal sebagai bajak laut yang sering merampok kapal-kapal Belanda di perairan Timor sehingga keberadaan mereka sangat ditakuti oleh VOC. Akan tetapi, terkadang Topas atau Portugis Hitam juga membantu penguasa lokal dengan menyerang kedudukan Portugis untuk tujuan tertentu.

Kedudukan para Portugis Hitam ini –khususnya di pesisir Timor– seperti duri dalam daging bagi Portugis karena sangat dibutuhkan ketika berkonflik dengan Belanda, namun terkadang mengganggu kekuasaan Portugis. Kemerdekaan sikap para Topas terbukti dengan membantu para Liurai atau raja setempat untuk menyerang Portugis di wilayah utara Timor pada tahun 1719. Peperangan yang berlangsung selama dua tahun ini memaksa Portugis meninggalkan pusat pemerintahannya di Lifau dan mundur ke wilayah Dili (Timor Leste). Para Topas akhirnya dipercaya mengatur wilayah pesisir utara pulau Timor tersebut.



Portugis Hitam menguasai wilayah ini hingga berabad-abad lamanya dan para pemimpinnya yang terkenal pada abad ke 19 antara lain Gaspar da Costa, Pasquel da Costa, Siko Bras, Dominggo da Feria, Simon Louis dan Amara da Costa. Kedudukan mereka di wilayah utara Timor ternyata mengurangi ketegangan dengan Portugis dan mereka selalu menjadi ujung tombak dalam menghadapi Belanda. Portugis Hitam dimanfaatkan Portugis untuk menebar teror bagi Belanda yang semakin gencar ingin menguasai Timor seluruhnya.


Teror Portugis Hitam dibalas Belanda dengan melakukan teror melalui kelompok Franzosen Romulus –seorang prajurit VOC yang desersi– yang sering melakukan tindakan mengayau atau pemenggalan kepala musuhnya. Teror dan peperangan antara Portugis dan Belanda di Timor berlangsung hingga tahun 1859 ketika diadakan sebuah perundingan di Lisabon. Perundingan tersebut menetapkan bahwa garis batas antara Timor Timur dan wilayah Oekusi di utara pulau Timor yang dikuasai oleh Portugis dan wilayah Timor Barat yang dikuasai oleh Belanda. Selain itu semua pulau di sekitar Timor –kecuali pulau Kambing yang terletak di dekat Dili– dikuasai oleh Belanda.



Eksistensi Portugis Hitam dalam geopolitik Portugis di Nusa Tenggara sejak abad ke 16 hingga 19 meninggalkan jejak yang kontraversi, namun warisan tersebut menjadi catatan sejarah yang menarik untuk mengetahui kolonialisme di wilayah ini. Nusa Tenggara atau yang dulunya disebut sebagai Sunda Kecil, sering luput dari perhatian para sejarahwan. Belanda pun tidak pernah serius menata wilayah ini hingga akhir abad ke 19 karena minimnya potensi sumber daya alam serta kehidupan masyarakatnya yang penuh kekacauan. Menelusuri jejak para Mestizo/Topas atau Portugis Hitam di wilayah ini memberikan keasyikan tersendiri karena memperkaya wawasan tentang sejarah Indonesia. Salam

1. Erns Vatter, Ata Kiwan, Penerbit Nusa Indah, Ende, 19842. I Ketut Ardhana, Penataan Nusa Tenggara Pada Masa Kolonial 1915-1950, PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2005

3. Rosihan Anwar, Sejarah Kecil (Petite Histoire) Indonesia, Buku Kompas, Jakarta

Yohanes Apriano Fernandez

Fikih Sahabat Nabi: Ah, Umar… Umar…

SAYA pernah membaca buku ‘Dahulukan Akhlak di Atas Fikih’ karya guru saya: Ustadz Jalaluddin Rakhmat. Dalam buku ini, terdapat sebuah kisah dari Khalifah Umar bin Khaththab yang berkaitan dengan fikih.

Dikisahkan seorang laki-laki datang menemui Umar bin Khaththab dan berkata, “Saya dalam keadaan junub dan tidak ada air.”

Umar menjawab, “Jangan shalat sampai engkau mendapatkan air.”

Ammar bin Yasir yang berada di sekitar Umar bin Khaththab berkata kepada Umar bin Khaththab, “Tidakkah Anda ingat. Dulu–engkau dan aku–pernah berada dalam perjalanan. Kita dalam keadaan junub. Engkau tidak shalat, sedangkan aku berguling-guling di atas tanah. Aku sampaikan kejadian ini kepada Rasulullah saw. Nabi berkata, cukuplah bagi kamu berbuat demikian.”

Langsung saja Umar membentak Ammar, “Ya Ammar, takutlah kepada Allah.”

“Ya Amir al-Mukminin, jika engkau inginkan aku tidak akan menceritakan hadits ini selama engkau hidup,” ujar Ammar.

Dalam buku tersebut, disebutkan semua sahabat Nabi menolak pendapat Umar kecuali Abdullah bin Mas’ud. Salah satunya Abu Musa al-Asyari yang beralasan dengan ayat: ‘jika kalian tak mendapatkan air hendaklah tayamum dengan tanah yang baik’ (QS Al-Maidah: 6).

Pertanyaannya: mengapa tidak ada yang berani menentang Umar? Padahal jelas dalam surah Al-Maidah ayat 6 jelas bahwa kalau tidak ada air dapat menggunakan tanah sebagai penggantinya. Jawabannya: mungkin karena Umar saat itu sedang menjadi penguasa dan terkenal gampang menggunakan cambuk atau pedang dalam menyelesaikan setiap masalah sehingga orang-orang yang mengetahui hadis dan Quran memilih diam, termasuk Ammar.

Kemudian dalam sejarah disebutkan Umar bin Khaththab pernah memperi ancaman kepada keluarga Khalifah Abu Bakar yang menangisi kematian Abu Bakar. Mereka semua berhenti karena Umar dikenal sahaok kadua gaplok. Sampai sekarang ini, ada segelintir umat Islam yang mengampanyekan fikih Umar tentang tidak boleh menangis saat berduka, khususnya ditinggal wafat. Bahkan mereka mengecam peringatan duka atas wafatnya Imam Husain di Karbala yang diselenggarakan setiap 10 Muharam.

Berbeda dengan yang dilakukan Sang Nabi (Muhammad Rasulullah saw) yang justru mencontohkan sekaligus menganjurkan untuk menangis saat Hamzah bin Abdul Muthalib wafat dalam Perang Uhud. Kemudian Sang Nabi juga menangisi kematian Sayid Ibrahim bin Muhammad Rasulullah saw yang wafat saat masih kecil, menangisi kematian Jafar bin Abu Thalib, dan lainnya.

Jadi, fikih ala Umar bin Khaththab didasarkan pada apa? Saya kira didasarkan pada kebijakan kekuasaan. Kalau benar Umar begitu, saya jadi teringat pada filsuf Perancis yang bernama Michael Foucalt bahwa penguasa selalu menentukan kebenaran. Penguasa kadang dengan “tangan besi” yang dipegangnya bertindak sesuai dengan ‘kebenaran’ versinya sendiri. Meski tidak sesuai dengan rujukan yang utama, penguasa kadang bersikukuh dengan pendapatnya sendiri. Ah, Umar… Umar…

Ahmad Sahidin, pembaca buku

Monday, February 27, 2012

Hitler Hidup Lagi di Bangkok, Kok Bisa?

Hitler hidup lagi di Bangkok, Thailand. Benarkah? Jangan bingung dulu. Hitler memang sudah lama menjadi bagian dari sejarah. Namun, keberadaan dia telah mengguncang Bangkok belakangan ini. Bukan dalam wujud aslinya, tapi sudah bermetamorfosis dalam berbagai bentuk, mulai dari kaus hingga boneka.




Ada kartun panda, Teletubbies, Ronald McDonald juga. Semuanya punya satu kesamaan, yaitu berwajah Adolf Hitler.


Wajah inilah yang semarak di Bangkok. Semua bermetamorfosis menjadi orang yang paling ditakuti di Jerman itu. Namun, dalam versi yang lebih kocak. Lengkap dengan tangan kanan yang terangkat. Tak ketinggalan, tentu saja kumis kecilnya yang terkenal itu.


Ada lagi kaus Hitler dalam kostum Teletubbis berwarna pink yang dilengkapi dengan lambang swastika sebagai antena. Kaus-kaus itu dibanderol dengan harga sekitar 200-370 baht atau sekitar puluhan hingga ratusan ribu rupiah.


Hitler Hidup Lagi di Bangkok, Kok Bisa?
Kaus bergambar Hitler


Berminat? Sambangi saja kota ini.
republika

Ditemukan, Injil yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad

Ditemukan, Injil yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad

Sebuah Injil berusia 1.500 tahun yang menceritakan kedatangan Nabi Muhammad SAW ditemukan di Turki

Sebuah Injil berusia 1.500 tahun yang menceritakan kedatangan Nabi Muhammad SAW ditemukan di Turki. Kabarnya, Gereja Vatikan telah meminta secara resmi kepada pemerintah Turki untuk melihat Injil yang tersimpan selama 12 tahun di negara tersebut.

Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugul Gunay mengatakan sejalan dengan keyakinan Islam, Injil ini memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Fakta ini, sekaligus menolak ide konsep tritunggal dan penyaliban Yesus.

"Disebutkan injil ini, Yesus berkata kepada salah seorang pendeta, bagaimana kami memanggil mesias? Muhammad adalah nama yang diberkati," kata dia membacakan salah satu ayat dalam Injil seperti dikutip alarabiya.net, Senin (27/2).

Gunay menuturkan dalam injil ini juga disebutkan Yesus sendiri menyangkal menjadi Mesias. Yesus mengatakan bahwa Mesias itu adalah keturunan Ismail yakni orang Arab.

Sebelumnya, Umat Islam sendiri mengklai pesan kedatangan Muhammad SAW juga terdapat dalam injil Barnabas, Markus, Matius, Lukas dan Yohannas.

Gunay mengatakan pihak Vatikan telah meminta salinan injil tersebut saat Injil tersebut hendak diselundupkan ke luar Turki pada tahun 2000. Kini, Injil tersebut berada dalam brankas pengadilan Ankara. Nantinya, Injil tersebut akan diserahkan kepada Museum Etnografi Ankara.

Meski demikian, kalangan Gereja skeptis dengan keaslian Injil tersebut. Seorang pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan Injil itu berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada abad pertama.

"Salinan Injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas," kata dia.

Sebab, lanjutnya, ada jeda 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Inkjil. "Umat Islam mungkin akan kecewa bahwa Injil ini tidak ada hubungannya dengan injil Barnabas," ujarnya.

Sementara Profesor Omer Faruk menilai Injil itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya.


Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari

Reporter: Agung Sasongko

Republika

Allah Akbar, Injil Kuno Ini Kabarkan Kedatangan Rasulullah

Allah Akbar, Injil Kuno Ini Kabarkan Kedatangan Rasulullah

Nabi Muhammad SAW

Pemerintah Turki telah mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun. Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.


Bahkan Alkitab rahasia ini memicu minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir.

Menurut mailonline, injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus.

Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampu kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Sebuah fotokopi satu halaman dari naskah kuno tulisan tangan Injil ini dihargai 1,5 juta poundsterling. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay mengatakan, buku tersebut bisa menjadi versi asli dari Injil. Dan sempat tersingkir akibat penindasan keyakinan Gereja Kristen yang menganggap pandangan sesat kitab yang memprediksi kedatangan penerus Yesus.

Gunay juga mengatakan Vatikan telah membuat permintaan resmi untuk melihat kitab dari teks yang kontroversial menurut keyakinan Kristen ini. Kitab ini berada diluar pandangan iman Kristen sesuai Alkitab Injil lain seperti Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.

Inilah videonya

Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Amri Amrullah

Republika

Perkembangan Gunung Padang Dan Risetnya

Tim bersama pak Kades









Bagaimana Perkembangan gunung Padang ? Berikut Penjelasan Asisten SKP BSB Ustad Al Maky sekaligus juga sebagai imam masjid Istana Presiden yang tadi pagi baru pulang bekunjung, bersama tim (kandidat DR Basronikiran, ibu Yani SE, M Syakir SE, Harun SE, dan Ir Yanno) :

Pengunjung ke situs Piramida Gunung Padang mengalami lonjakan yang luar biasa. Kalau biasanya rata-rata 3000 pengunjung per bulan, dalam dua minggu terakhir paska tim katastropik purba menyatakan ada bangunan di bawah situs yg berlokasi di cianjur itu pengunjung melonjak drastis.

Pengunjung dalam dua minggu ini saja sudah seperti pengunjung yang biasa terakumulasi selama 6 bulan sebelum ada pemeberitaan di media tentang riset di gunung padang.

Pada hari ini saja menurut Nanang, yang bertanggung jawab pengelolaan gunung padang, Pengunjung membludak, 1500 sampai pk 15.00, sampai sore ini masih ada yang naik ke atas.

Bahkan kemarin (Sabtu), gunung Padang kedatangan tamu istimewa dari pengurus pusat IKATAN Ahli Geologi (IAGI) yang dipimpin ketuanya pak Rovicky.

Kedatangan ini disambut antusias oleh pengelola gunung padang. Menurut rencana tanggal 1 Maret ini, IAGI secara resmi akan mengadakan seminar ilmiah yang salah satu bahasannya adalah riset gunung padang ini.

Seperti sudah direlease beberapa waktu lalu, peneliti dari berbagai negara juga menyatakan minat untuk join riset di beberapa lokasi riset tim katastropik purba.

Pihak dari Jerman, Jepang dll, bahkan secara serius sudah bertemu dengan pihak UI dan tim katastropik purba untuk secepatnya bergabung riset dengan tim katastropik purba.

Tim Katastropik Purba sendiri sudah melaporkan hasil riset ini ketiga kementerian (ristek, dikbud, pariwisata dan ekonomi kreatif) dan sudah merekomendasikan untuk segera dieskavasi di bawah situs gunung padang itu.

Beberapa periset independen dan swasta bahkan juga sudah menawarkan diri untuk bekerja sama melakukan eskavasi.

Semua fihak yg menyatakan tertarik dengan riset dan eskavasi ini tentu menggembirakan, namun tim katastropik purba akan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku sesuai ketentuan yang ada.

Tim ingin ini menjadi riset dan eskavasi milik seluruh peneliti lintas ilmu serta untuk kebanggan bangsa indonesia yang utama, bahkan menjadi rujukan buat dunia.

Bebera media TV internasional menyatakan siap menyiarkan secara langsung jika eskavasi akan dilakukan.

Terhadap pemberitaan terjadinya longsor di sekitar jalan masuk ke situs gunung padang, ada yang penting untuk diluruskan.

Beberapa media misalnya inilah.com, menghubungkan berita longsor dengan pengeboran uji sampling yg dilakukan tim katastropik purba. Berita ini tentu tidak berdasar.

Memang karena curah hujan yang cukup tinggi, daerah Cianjur kerap dilanda longsor. Di sekitar gunung padang juga termasuk.

Namun Longsoran itu bukan berasal dari situs gunung padang. Sisa longsorannya memang terbawa air dan tidak dapat dihindari terkena juga dikaki di bawah teras utama menuju pintu.

Ada lumpur dan batu, khususnya menuju gerbang utama, diantara warung tempat parkir dan rumah pak Nanang pengelola situs itu. Longsor bukan cuma terkena di kaki bukit padang, tapi dibeberapa wilayah, seperti bukit batu yang berada di puluhan meter berseberangan dengan gunung padang serta beberapa lokasi lainnya.

Justru gunung padang ini kokoh dan memperkuat hipotesa bahwa pembangunannya dirancang untuk kuat hadapi gempa, longsor dll.

Saat tim Katastropik purba melakukan pengeboran awal februari lalu, DR Andang Bachtiar sudah menjelaskan pada pengelola situs dan masyarakat sekitar tentang bahaya longsor dari 5 gunung yg mengelilingi gunung padang.

Dari morfologinya tampak kasat mata, dari mulai gunung karuhun sampai melingkar ke gunung batu yg mengitari gunung padang.

Hal serupa sudah dikemukakan Prof Dwi Korrita kata pakar geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus ketua tim Studi Longsoran seperti yg pernah dikutip salah satu media online bahwa longsoran di cianjur ini dicirikan dengan adanya bentuk morfologi berupa tebing perbukitan yang tegak dengan pelamparan lengkung seperti tapal kuda memanjang sepanjang kurang lebih 20 kilometer.

Lokasi runtuhan batuan saat ini merupakan salah satu titik pada tebing longsor purba. Lembah deposit runtuhan longsor purba pada kaki tebing inilah yang sekarang berkembang menjadi tempat permukiman yang terus berkembang, hingga meluas sampai ke arah kaki tebing.

Dari hasil penyelidikan lapangan tercatat luncuran batuan dapat mencapai 550 meter dari kaki tebing. Karena itu perlu disarankan agar zona sempadan lereng yang harus dibebaskan dari hunian adalah dalam radius minimal 550 meter dari kaki tebing.

Endapan batuan tersebut masih mungkin untuk bergerak atau runtuh lagi, terutama apabila terjadi guncangan gempa, hujan atau penggalian yang tidak terkontrol.

Berdasarkan hasil penelitian tim geologi beberapa saat lalu,? diketahui sepanjang tebing batuan yang melampar melewati Desa Cijambu, Desa Cisitu, Desa Pasirbayur, Desa Sukaresik, Desa Cikangkareng, Desa Joglo, Desa Tipar, Desa Babakan, Desa Cibarengkok, Desa Cikuray dan Desa Rancabebek merupakan tebing batuan yang rapuh dan rentan runtuh.

Hal ini disebabkan kehadiran kekar-kekar batuan yang cukup rapat pada tebing yang tegak.

Runtuhan batuan nampaknya pernah terjadi beberapa kali pada tebing batuan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan dijumpainya endapan talus (endapan runtuhan batu) yang terakumulasi di kaki tebing.

Pada tahun 2009 prof Dwi Korrita memperkirakan runtuhan batuan masih dapat terjadi di beberapa tempat pada tebing tersebut.

Saat ini diperlukan pemetaan zona yang berisiko terkena luncuran batuan, sehingga dapat ditetapkan zona sempadan lereng untuk menghindari perkembangan permukiman dalam zona risiko tersebut.

3000 tahun yang lalu, Nusantara Indonesia adalah sebuah Surga yang Terkenal di Dunia

Dengan adanya peta yang diciptakan oleh Ptolomeus dari Yunani (Ptolemy adalah sebuah marga blasteran Yunani-Mesir pada zaman pasca Alexander) pada tahun 150 Masehi, saya yakin bahwa ada manuskrip-manuskrip selain dari orang India yang menceritakan sebuah kepulauan yang mempunyai banyak sumber daya alamnya. Diantaranya adalah orang-orang tinggal di sekitar laut Mediterrania seperti Mesir/Phoenicia/Yahudi, Persia, dan Yunani.mari kita lihat dari pulau ke pulau yang dikunjungi oleh mereka!

Sumatra, The Mysterious Island Of Gold


Dikenal dengan orang India dengan nama Suwarnadwipa (pulau emas), dan ternyata banyak ilmuwan/pakar revolusioner yang mengatakan sudah diceritakan di kitab-kitab pendeta India Selatan pada tahun SM (bukan Abad ke 2 Masehi), bukan hanya India saja, check this out:



. Kota Barus yang misterius yang terletak di Sumatra Utara (Tapanuli) sudah menjadi kota perdagangan yang terbesar di timur pada masa Dinasti ke-18 Mesir (pada tahun 1.567 SM- 1.339 SM) ,diperkirakan Barus sudah ada sejak 3000 SM. Karena terkenal dengan kapur barusnya, orang Mesir mengambil salah satu jenis kekayaan alam ini untuk dijadikan pengawet mumi pada zaman mesir kuno, dan hanya kapur barus lah pada zaman itu hanya bisa ditemukan di tempat itu.Dinyatakan oleh Herodotus dalam bagian ”Catatan dan Hikayat Raja-Raja Mesir” bahwa orang Mesir pernah mencapai di suatu pulau melalui jalan menuju timur dan dilanjutkan ke tenggara dimana tempatnya terdapat kapur barus dan emas yang melimpah.





. Dipercaya bahwa di dekat pelabuhan Barus terdapat pelabuhan Singkil yang sering dikunjungi oleh orang Phoenicia dan orang-orang Yahudi.




. Sebuah manuskrip yahudi kuno menceritakan bahwa tentara Solomon/Sulaiman menemukan kerajaan purba di kepulauan timur yang bernama Ophir yang diperkirakan terletak di Sumatera Barat, dan diceritakan bahwa di kerajaan ini mempunyai gunung dengan kekayaan alam emas yang melimpah sehingga mereka mengambilnya (jangan kaitkan ini dengan pembuatan Candi Borobudur oleh Nabi Sulaiman, sungguh SARA/menyinggung kaum agama Buddha dan yang ini saya tidak percaya)



. Pedagang dari Dinasti Persia yang bernama Sassanid telah mengunjungi aceh sejak tahun 1 Masehi di Aceh bagian utara, diperkirakan pedagang yang melarikan diri dari tempat mereka yaitu Mesopotamia yang sempat diserang Romawi Timur,akhirnya direbut kembali oleh Persia. Sehingga bahwa orang Persia hanya sementara saja berdagang di Aceh. Dan yang mungkin terjadi orang Persia ke Aceh Utara ada 3 kemungkinan. Diberitahu pedagang India karena sangat erat perdagangan nya atau kebetulan menemukan tempatnya, dan juga mungkin orang Sassanid menemukan dan menerjemahkan manuskrip Yahudi kuno yang menceritakan kepulauan itu.



. Orang Yahudi menyebut taman eden ada di sebelah tenggara Mesopotamia melalui lautan, kalau irak ditenggarakan maka Indonesia pun jawaban nya, dan orang Yahudi taman eden belum pernah ditinggali oleh mereka meski mereka mengunjunginya.




Maluku, The Mysterious Spice Islands



Terkenal dengan sebutan ”Pulau Rempah-Rempah” atau ”3 Emas Dari Timur” f dan juga pulau ini dikatakan menyimpan sebuah sejarah yang dilupakan dan tidak diketahui seperti:



. Kerajaan Mesir pada 4000 tahun yang lalu, dinasti ke 12- Sesoteris III diperkirakan menemukan kepulauan ini dan menamakan nya ”punt”.Meski dukungan arkeologis masih minim, dulu cengkeh tidak ada terdapat di Timur Tengah maupun India, dan hanya ada di kepulauan ini. Mereka menjual cengkeh ini ke negeri mereka dengan harga yang lebih mahal daripada emas karena hanya bisa ditemukan di daerah itu. (masih penasaran kok bisa jauh amat?)




. Kerajaan Romawi Timur pada abad ke 1 telah menjualkan biji pala, dan mereka bilang mereka mendapatkan nya dari sebuah negeri yang sangat jauh di Timur, dan biji pala sangat dominan di kepulauan Banda, Maluku.



Papua, Island of The Heavenly Earth And The Real Eden



Menurut saya inilah salah satu pulau yang harus paling dibanggakan dari Indonesia, karena sumber daya alam terbanyak terdapat di pulau ini, namun pulau ini sudah diakui keberadaanya sebelum berdirinya Sriwijaya,Majapahit,dan Tidore yang pernah berkunjung ke daerah ini:



.Ptolomeus pada tahun 150 pada peta dunia nya menamakan daerah ini bernama Labadios. dan juga ia menyebutkan beberapa bagian dari kepulauan nusantara.



. Seorang musafir yang bernama Ghau Yu menamakan daerah ini Tungki pada tahun 500 Masehi, dan masih belum diketahui ia menemukan pulau itu karena kerajaan Sriwijaya belum muncul.



. Akhirnya pulau yang terpencil ini ditemukan oleh orang Indonesia sendiri dari kerajaan Sriwijaya pada abad ke 11 , sempat juga utusan Sriwijaya menghadiahi pedagang China dengan burung yang ditemukan di daerah ini, yang bernama Cendrawasih. Dan juga Sriwijaya menamakan daerah ini Janggi.

NoFire Lemurian, St Eko Sulistiyono and Ahmad Fauzi

LINTASAN SEJARAH ISLAM (3): ISLAM DAN KEBUDAYAAN

Sebelum membahas lebih jauh keadaan bangsa Arab menjelang dan sesudah lahirnya agama Islam, ada baiknya kami jelaskan lebih dahulu pokok-pokok dan dasar-dasar ajaran Islam yang memberikan daya hidup bagi perkembangan kebudayaan bangsa-bangsa dan etnk-etnik yang menerima ajaran agama ini sebagai pelita hidupnya.


Orang Islam percaya bahwa agama yang diridhai Allah s.w.t. ialah Islam (Q 3:19).


Dalam al-Qur’an, yang merupakan kitab suci orang Islam, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Islam sebagai agama ialah semua risalah keyakinan yang diwahyukan oleh Allah s.w.t. kepada rasul-rasul-Nya seperti Nabi Adam a.s., Nuh a.s., Ibrahim a.s., Musa a.s., Daud a.s., Isa Almasih dan Nabi Muhammad s.a.w. Tiang utama ajaran Islam ialah iman dan amal saleh. Iman menunjuk kepada kepersayaan dan kesaksian bahwa Tuhan itu Esa, yaitu Allah dan Dia itu Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Penyayang (al-rahman dan al-rahim), tempat berlindung terakhir seluruh umat manusia, yang meliputi segala sesuatu dengan ilmu dan kasih sayang-Nya.



Syekh Mahmoud Syaltout memberi takrif kepada Islam sebagai sistem aqidah dan syariah, yang pada hakikatnya sama dengan iman dan amal saleh. Iman atau aqidah ibarat jiwa dan amal saleh atau syariah ibarat badan jasmani. Sedangkan Tauhid, kesaksian bahwa Tuhan itu Esa, ibarat ruhnya yang bersemayam dalam pusat jiwa. Iman atau aqidah tidak berubah, sedangkan amal saleh dan syariatnya berubah dari rasul yang satu kepada rasul yang lain. Namun dengan datangnya rasul terakhir, Nabi Muhammad s.a.w. asas-asas dan bangunan syariah Islam tidak berubah lagi oleh karena, dalam keyakinan orang Islam, tidak ada lagi rasul yang menerima wahyu dari Allah. Yang ada adalah para wali dan ulama yang merupakan juru tafsir ajaran Rasulullah. Di bawah juru tafsir inilah terjadi pengembangan, perluasan dan perpanjangan lebih jauh asas-asas syariah dan keimanan Islam, serta penerapannya dalam berbagai lapangan kehidupan dalam periode-periode sejarah dan tempat yang berbeda-beda.


Dalam kebudayaannya orang Islam mengembangkan pandangan hidup, sistem nilai, gambaran dunia (weltanschauung), sistem ilmu, pemikiran falsafah, cita rasa seni, pola pikir, gaya hidup dan lain sebagainya melalui sarana-sarana tertentu yang dapat dijadikan saluran untuk mengekspresikan dirinya dan mewujudkan pandangan dan cita-cita hidupnya. Ali Hasymi mentakrif kebudayaan Islam sebagai penjelmaan ilam dan samal saleh dari seorang Muslim. Kebudayaan Islam juga dapat dinyatakan sebagai manifestasi keimanan dan kebaktian penganut Islam kepada Tuhannya.


H.R. Gibb mengakui bahwa Islam lebih dari sekadar sistem kepercayaan agama, tetapi juga sebuah peradaban dan kebudayaan. Kebudayaan Islam memiliki penjelmaan yang aneka ragam, tetapi dipertalikan oleh iman atau aqidah yang sama. Ismail Faruqi `berpendapat bahwa kebudayaan Islam ialah segala sesuatu yang merupakan hasil budi nurani orang Islam yang mendasarkan amal ibadah dan segala perbuatannya pada ajaran tauhid. Dengan kata lain, kebudayaan Islam merupakan ungkapan tauhid dan tauhid adalah asas utama ajaran Islam.


Sebagai asas utama ajaran Islam, tauhid pertama-tama adalah ‘cara melihat hakikat dan tatanan kenyataan’; kedua, metode atau kaidah untuk mencapai kebenaran. Sebagai cara melihat hakikat dan tatanan kenyataan dalam kehidupan, tauhid mengandung prinsip-prinsip seperti: (1) Pandangan serba dua tentang kenyataan atau dualisme. Di dunia ini hanya ada dua kenyataan, yaitu Tuhan dan selain Tuhan; (2) Kecitaan atau idealitas, yang dibangun berdasarkan kemampuan rasional, makrifat, imaginasi kreatif dan intuisi (kasyf); (3) Teleologi. Segala sesuatu dicipta untuk tujuan ilahiah dan moral tertentu oleh Sang Pencipta; (4) Taklif atau kewajiban moral. Karena segala sesuatu dicipta berdasarkan tujuan tertentu maka mesti ada kewajiban moral untuk melaksanakannya dalam ibadah dan amal saleh atau perbuatan. Manusia mesti melakukan sesuatu dalam sejarah, mesti membentuk diri dan masyarakat berdasarkan cita-cita dan sistem nilai yang diyakininya; (5) Tanggungjawab. Segala perbuatan manusia mesti didasarkan atas tanggungjawab manusia selaku khalifah-Nya di atas bumi dan hamba-Nya.


Sebagai kaidah untuk mencapai kebenaran, tauhid mengandung hal-hal seperti: (1) Pemersatu semua bentuk kebudayaan dan aktivitas manusia; (2) Toleransi untuk mencegah kejumudan, kemandegan dan kemandulan dalam pemikiran; (3) Petunjuk tentang pentingnya akal budi dan budi nurani dalam memperoleh kebenaran. Adapun kandungan tauhid sebagai kaidah mencapai kebenaran mencakup aspek-aspek seperti berikut: (1) Metafisika, pandangan tentang tatanan wujud; (2) Epistemologi, pedoman memperoleh pengetahuan, yaitu melalui jalan akal, melalui sarana makrifat dan intuisi, dibantu imaginasi kreatif dan persepsi indera. Pengalaman sejarah juga memberikan pengetahuan yang tidak terkira banyaknya bagi manusia; (3) Etika, semua perbuatan manusia harus dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan, hati nurani dan masyarakat. Etika Islam juga menentapkan bahwa hukum positif mesti dibangun berdasarkan asas-asas moral, bukan sebaliknya; (4) Sosiologi, tauhid merupakan perekat kesatuan pandangan umat dan anggota masyarakat; (5) Estetika. Tuhan adalah maha Indah dan mencintai keindahan.


Dari asas-asas tauhid inilah kebudayaan Islam tumbuh. Falsafah, ilmu-ilmu agama, pengatahuan alam, sosial dan kebudayaan, seni dan sastra, etika dan sistem peribadatan, semua bersumber dari tauhid dalam hal asas-asasnya. Pengaruh faktor-faktor politik dan ekonomi, serta interaksi dengan kebudayaan-kebudayaan pernah berkembang sebelum agama Islam datang, juga tidak kecil peranannya dalam ikut membentuk dan memberi corak kebudayaan orang-orang Islam. Dalam al-Qur’an sendiri terdapat banyak ayat yang menjelaskan betapa perlunya orang Islam mengembangkan kebudayaan sendiri. Misalnya Surat al-Tin (Q 95:4-6); Surat al-Duriyat (Q 51:56); Surat al-Ikhlas; Surat al-Nur (Q 24:55); Surat Ibrahim (Q 14:32-34); Surat Luqman (Q 31:20); Surat al-`Alaq (Q 96:1-4); Syrat al-Baqarah (Q 2:2-3) dan lain-lain.



Dalam bukunya al-Muqadimah Ibn Khaldun (abad ke-15 M) mengatakan bahwa kebudayaan (al-tsaqafah) adalah kondisi-kondisi kehidupan yang melebihi dari apa yang diperlukan. Kelebihan-kelebihan tersebut berbeda-beda sesuai tingkat kesejahteraan yang didapatkan masyarakat. Menurut sejarawan dan sosiolog Muslim terkemuka ini, kehidupan yang maju dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi, tidak mungkin berkembang di pedesaan. Kebudayaan hanya bisa berkembang di kota. Agar kebudayaan maju, maka harus ada negara atau kerajaan yang aktif mengembangkan kondisi kehidupan yang memungkinkan kebudayaan berkembang.


Karena sejak awal sejarahnya orang-orang Islam berhasil mendirikan negara atau kekhalifatan, maka kebudayaan Islam dengan sendirinya berkembang.


Madzab Jerman mengartikan kebudayaan sebagai bentuk-bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat/bangsa. Peradaban adalah perwujudan jasmaninya. Bangunan yang indah sebagai karya arsitektur mengandung dua dimensi: dimensi kebudayaan yaitu seni dan falsafah yang melandasi pembangunannya; dimensi peradaban, yaitu penggunaan material dan penggarapannya dengan tehnologi tertentu. Kebudayaan ialah apa yang kita dambakan dan peradaban ialah apa yang kita pergunakan. Kebudayaan tercermin dalam seni, bahasa, sastra, aliran pemikiran falsafah dan agama, bentuk-bentuk spiritualitas dan moral, falsafah hidup, pemikiran ilmiah dan teori-teori ilmu pengetahuan. Peradaban tercermin dalam politik praktis, ekonomi, teknologi, ilmu terapan, sopan santun pergaula, undang-undang dan hukum.


Bertolak dari pengertian-pengertian yang telah dikemukakan, `Effat al-Syarqawi mengartikan kebudayaan sebagai “Khazanah sejarah suatu bangsa yang tercermin dalam pengakuan terhadap tujuan ideal dan makna ruhaniah kehidupan, dan nilai-nilai yang berhubungan dengan semua itu. Peradadan ialah khazanah pengetahuan terapan yang dimaksudkan untuk mengagkat dan meninggikan manusia agar tidak menyerah terhadap kondisi-kondisi fisik dan material di sekitarnya.” “Kebudayaan ialah struktur intuitif yang mengandung nilai-nilai ruhaniah tertinggi, yang menggerakkan jiwa suatu bangsa melalui falsafah hidup, wawasan moral, citarasa estetis, cara berpikir, gambaran dunia (weltanschauung) dn sistem nilai-nilainya”


A. Fizee dalam bukunya Kebudayaan Islam (1982) memberi batasan pengertian dan cakupan kebudayaan sebagai berikut: (1) Kebudayaan dapat berarti tingkat kecerdasan akal yang setinggi-tingginya yang dihasilkan dalam periode-periode sejarah tertentu suatu bangsa, terutama dalam puncak-puncak perkembangannya; (2) Kebudayaan dapat juga berarti hasil yang diapai suatu bangsa/kaum dalam lapangan sastra, falsafah, ilmu pengetahuan dan seni; (3) Dalam pembicaraan politik, kebudayaan diberi arti sebagai ‘Way of Life’ suatu bangsa, terutama dalam hubungannya dengan adat istiadat, ibadah keagamaan, penggunaan bahasa dan kebiasaan hidup masyarakat.






Prof. Dr. Abdul Hadi W. M.

LINTASAN SEJARAH ISLAM (2):

BANGSA ARAB , SEMIT DAN AGAMA-AGAMA KUNA DI MESOPOTAMIA

Arab dan Semit


Bangsa Arab temasuk ke dalam rumpun bangsa Semit, begitu pula bahasanya. Jauh dari persangkaan banyak orang, mereka memiliki sejarah panjang alam peradaban dan kebudayaan dunia. Mereka juga pernah mendirikan kerajaan-kerajaan besar yang patut dibanggakan jauh sebelum munculnya agama Islam.



Menurut Ismail R. Faruqi, secara garis bahasa-bahasaaa Semit ini terbelah ke dalam dua kelompok besar.


Pertama, rumpun yang dipakai penduduk yang mendiami bagian utara Jazirah Arab terdiri dari : (1) Bahasa Akadia, Babylon dan Assyria yang digunakan di bagian timur Jazirah Arab Utara, yaitu di Iraq sekarang ini; (2) Bahasa Aramaik, Syria, Madain, Nabatea, Samaritan, Yahudi dan Palmyra di wilayah paling utara; (3) Bahasa Fuenisia, Suryani Ibrani dan Kanaan di bagian barat Jazirah Arab Utara.


Kedua, rumpun yang digunakan di separuh bagian selatan: (1) Bahasa Arab dengan berbagai logatnya; (2) Bahasa Saba’ atau Himyar dan Habsyah. Bahasa Himyar pecah ke dalam dialek-dialek Minaea, Mahri dan Hakih; bahasa Habsyah terpecah ke dalam logat-logat Tigre, Amharik dan Harari.


Orang Semit telah lama memiliki kerajaan, dan dapat dibagi dalam beberapa zaman. Kerajaan Semit I ialah Akadia Lama (2800—2360 SM) dan Akadia Baru di Mesopotamia (2360-2112 SM). Kerajaan Semit II ialah Assyria. Kerajaan ini menguasai wilayah Mesopotamia di sekitar aliran Sungai Tigris. Kerajaan Assyria diperintah oleh sukubangsa yang berbeda-beda:



(1) Pemerintahan Orang Amuru (abad ke-20-14 SM);


(2) Pemerintahan Orang Kanaan (abad ke-20 SM);



(3) Pemerintahan Orang Aramea (abad ke-13 SM);


(4) Pemerintahan bangsa Assyria (abad ke-14 – 7 SM);


(5) Pemerintahan bangsa Chaldea (626-539 SM). Di bawah pemerintahan


Chaldea, orang Semit menaklukkan Mesir dan Hilal Subur;


(6) Pemerintahan orang Ibrani tahun 19 sampai 1 SM. Orang Ibrani


berasal dari bangsa Amuru.




Agama Mesopotamia.



Orang-orang Semit di Mesopotamia dan Assyria memiliki sistem kepercayaan polytheis. Intipati sistem kepercayaan mereka dapat diringkas sebagai berikut:


Pertama. Mereka memandang bahwa wujud dan kenyataan ada dua: Yang satu, bersifat keruhanian, suci, mutlak, kekal dan memerintah; yang kedua, yang bersifat kebendaan, kemanusiaan, senantiasa berubah dan takluk pada undang-undang langit.


Kedua. Kekuasaan ilahi penting bagi manusia karena merupakan sesuatu yang patut diamalkan.


Ketiga. Manusia dicipta dengan tujuan tertentu dan tujuan itu bukan untuk diri manusia semata-mata, tetapi juga untuk tujuan ilahiyah. Karena itu manusia wajib menyembah Tuhan. Penyembahan perlu untuk membektuikan ketaat manusia kepada penciptanya dan agar perintah Tuhan terlaksana di muka bumi.


Keempat. Karena kepatuhan kepada Tuhan itu wajib dan perintah Tuhan itu patut dilaksanakan, maka manusia dibebani tanggungjawab. Mereka yang bertanggungkawab akan memperoleh pahala berupa kesejahteraan dan kebahagiaan, dan apabila ingkar akan akan mengalami siksaan. Prinsip ini memungkinkan manusia mampu memikirkan dan memahami bahasa wahyu.


Kelima. Rancangan Tuhan mencakup kehidupan alam semesta dan kehidupan manusia. Kehidupan merupakan kesatuan organik, saling berkaitan bagian yang satu dengan yang lain.



Faham dualis dalam ontologinya itu membuat orang Mesopotamia memelihara sifat transenden ilahi dan tidak memberi peluang sifat immanen. Ini merupakan kebalikan dari pandangan Mesir Kuno, yang memandang adanya persatuan antara dewa (yang transenden, tanzih) dan segala sesuatu yang ada di dunia (yang immanen, tasybih). Rumput du bumi, kehijauan dan kesegaraannya merupakan penjelmaan Osiris. Orang Mesopotamia menolak pandangan tersebut.


Dewa Tertinggi Mesopotamia ialah Amu, Dewa Langit. Amu dilahirkan oleh Anghar dan Kishar, dan Kishar adalah putra Apsu dan Tihamat, yang merupakan dewa air tawar dan air masin. Keturunannya memiliki hirarki tinggi seperti langit yang mewakili manifestasinya. Dewa lain yang disembah ialah Elil, dewa angin ribut – simbol kekuasaan yang menghancurkan keingkaran dan memiliki kekuatan memaksa agar manusia tunduk pada undang-undang langit. Dewa ketiga ialah Ki dan Ea atau Enki. Ki ialah Dewa Bumi dan Enki, ibu semua bayi yang baru dilahirkan serta penggerak semua makluk hidup. Amu punya anak, Mumumm dewa awan dan embun. Tetapi dari sekalian dewa itu yang paling penting ialah Marduk. Marduk ialah perhimpunan semua kekuatan dan kekuasaan dewa-dewa berada di bawah kendalinya. Marduk itulah yang memerintah dewa-dewa. Penjelasan tentang kekuasaan Marduk ini digunakan untuk menerangkan masalah kemasyarakatan dan negara.


Agama Mesopotamia tenggelam setelah Cyrus, maharaja Persia, menaklukkan Mesopotamia pada abad ke-3 M. Di wilayah lantas berkembang agama Zoroaster.


Agama Orang Amuru. Secara hakiki agama orang Amuru atau Amorit, yaitu suku Semit yang menaklukkan Mesopotamia pada abad ke-20 s/d 12 SM, sama dengan Yudaisme, agama orang-orang Yahudi. Konsep kepercayaan agama mereka bersifat monotheistik. Dalam konsep orang Amuru kerajaan Tuhan meliputi empat penjuru alam. Menurut mereka jika benar bahwa Marduk itu Tuhan, maka tuhan-tuhan yang lain tidak diperlukan lagi. Dewa-dewa orang Mesopotamia dianggap sebagai khayalan.


Dengan demikian sejak munculnya orang Amuru, bangsa Semit mulai mengenal konsep monotheisme. Asas-asas ajaran agama yang dianut orang Amuru ini sejalan dengan inti ajaran agama Ibrani lama, yaitu monotheisme yang diajarkan oleh para rabbi Yahudi di Timur Dekat. Dalam agama Ibrani Lama, kepercayaan terhadap Tuhan ang Satu atau Esa telah ditegaskan sedemikian rupa. Mereka menyebut Tuhan sebagai Bapa, sehingga muncul istilah Tuhan bapa-bapa kami, Tuhannya Ibrahim. Sedangkan diri mereka disebut anak-anak Tuhan. Untuk Tuhan digunakan istilah Elohim (sama dengan Ilahi dalam bahasa Arab). Sedangkan dalam kitab Taurat Tuhan juga disebut Yahwe, yang secara etimologi berkaitan dengan kata-kata Ya Huwa (Dia) dalam bahasa Arab. Sedangkan Bani Israil disebut Bani Elohim.


Orang Yahudi mengalami eksodus pada zaman Nabi Musa a.s., yaitu beramai-ramai meningggalkan Mesir untuk menjauhi penindasan Fir’aun. Pada zaman Nabi Daud mendirikan kerajaan di Palestina. Ketika itu penduduk Palestina merupakan campuran dari berbagai sukubangsa Semit seperti Hitti, Perint, Jebusit, Moahit, Philistin, Phoenisia, Suryani dan Canaan. Pada zaman Nabi Daud inilah perumusan yang mantap dari Yudaisme atau agama Ibrani bermula. Mereka bisa mengembangkan kebudayaan dan peradaban karena memiliki negara.



Tetapi malang, akibat penaklukan Nebukadnesar dari Babylon (Iraq) pada abad ke-6 dan kemudian Cyrus dari Persia (Iran) pada abad ke-5 S.M., orang Yahudi mengalami holocaust. Mereka menjadi orang buangan, dan hidup terserak-serak di banyak negeri. Setelah penaklukan Persia, tak lama kemudian Rumawi Timur menaklukkan Palestina dan Syria. Rumawi menduduki wilayah itu hingga awal abad ke-7 M. Tak lama kemudian pasukan Arab Muslim merebut wilayah itu dari tangan Romawi. Pada masa pemerintahan Bani Umayyah (661-749) wilayah ini mengalami proses Arabisasi dan Islamisasi yang dahsyat.


Pengaruh Persia dan Ibrani. Setelah Cyrus menaklukkan Mesopotamia, pengaruh agama dan kebudayaan Persia nulai tertanam di kalangan orang-orang Semit. Begitu pula kebudayaan Semit mulai mempengaruhi kebudayaan Persia. Tulisan Aramaik dijadikan dasar aksara Pahlewi atau Persia Kuno. Melalui Mesopotamia inilah kebudayaan Persia mempengaruhi orang Arab pada khususnya, Semit pada umumnya. Tetapi di bidang keagamaan pengaruh Persia sangat kecil. Bangsa-bangsa Arab misalnya menolak konsep rij’at (mahdiisme atau mesiah), tanasukh (perpindahan ruh seseorang kepada keturunannya) dan hulul (inkarnasi). Begitu pula konsep eskatologi Zoroaster sama sekali ditolak oleh orang Arab. Hanya sebagian kecil orang Semit terpengaruh konsep keagamaan Persia, seperti kelak terlihat pada sekte-sekte tertentu Islam dan Kristen di Mesir, Libanon, Syria, Iran, Turki, Iraq dan lain-lain.


Agama orang Ibrani juga tidak terlalu menarik perhatian orang Arab. Pada zaman holocaust memang terdapat banyak pendeta Yahudi mengembara dari tempat satu ke tempat lain di gurun pasir untuk menyebarkan agama. Orang-orang Ibrani juga menduduki wilayah barat daya Jazirah Arab dan aktif dalam perniagaan. Tetapi pengaruh langsung mereka tidak terasa. Di Yaman juga terdapat orang-orang Yahudi yang berhasil mengajak raja di situ memeluk Yudaisme. Di sini mereka memperkuat diri menghadapi ancaman raja Habsyah (Abisania) yang ingin menyebarkan agama Kristen di wilayah itu. Pada tahun 570 M, raja Habsyah bernama Abrahah memerintahkan pasukannya menyerang Yaman dengan pasukan gajahnya. Yaman berhasil diduduki dan agama Kristen mulai tersebar di sinni. Pasukan Abrahah eneruskan perjuangan menyerang Mekkah, tetapi gagal menduduki Ka’bah karena serangan burung ababil yang ganas terhadap pasukannya.


Pertanyaannya, mengapa orang Ibrani tidak dapat merebut hati orang Arab? Karena orang Ibrani terlalu materialistis dan etnosentris. Faktor lainnya ialah karena mereka sering mengingkari ajaran kitab suci mereka sendiri, Taurat. Orang Arab melihat mereka ini menghalalkan segala cara. Malahan di Babylon, orang-orang Ibrani ini sudah mulai dipengaruhi konsep keagamaan Persia. Konsep keagamaan Persia yang berpengaruh terutama ialah rij’at dan hulul.




Agama Kristen. Orang Kristen cukup banyak terdapat di negeri Arab menjelang datangnya agama Islam. Tetapi pengaruh agama ini kecil. Ada banyak faktor bisa menjelaskannya. Byzantium sebagai kemaharajaan Kristen tidak berminat menyebarkan agama mereka di Jazirah Arab. Mereka memerlukan orang-orang Arab hanya sebagai perantara di bidang perdagangan. Hanya beberapa suku Arab di bagian utara jazirah yang memeluk agama Kristen. Orang Kristen mulai banyak terdapat di bagian tengah jazirah Arab setelah terjadi perpindahan besar-besaran penganut madzab Nestoria, Monofisit dan lain-lain oleh kaisar Justianus I dari Byzantium. Tidak sedikit di antara mereka adalah para pendeta.


Di Edessa dan Jundishapur mereka mendirikan sekolah-sekolah agama, di samping lembaga penelitian ilmiah. Tetapi di jantung jazirah Arab kegiatan mereka tenggelam oleh hiruk pikuk kehidupan suku-suku baduwi Arab yang kerap bersengketa. Namun di sini mereka berhasil mendirikan beberapa sekolah agama, yang mengajarkan membaca dan menulis, khususnya kitab suci Injil. Di antara murid-muridnya terdapat orang-orang dari suku Quraysh, tetapi mereka pada umumnya tidak tertarik untuk memeluk agama Kristen. Mereka masuk sekolah Kristen untuk belajar membaca dan menulis. Juru tulis Nabi pada maa awal kerasulannya adalah orang-orang yang dahulunya belajar di sekolah Kristen ini. Jumlah mereka tidak lebih dari 10 orang.


Pada waktu Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Madinah, sekolah-sekolah Islam didirikan meniru model sekolah-sekolah Kristen ini. Gedung sekolah berdampingan dengan rumah ibadah, dan pendidikan yang diutamakan ialah membaca dan menulis. Selain mempelajari kitab suci, yang diajarkan adalah puisi Arab lama.



(BERSAMBUNG)






Hamurabi, raja Babylonia abad ke-10 M. Peletak undang-undang tertulis pertama di dunia.

Prof. Dr. Abdul Hadi W. M.