Advertising

Tuesday, October 21, 2008

Dracula, fakta yang dikaburkan

Dracula mempunyai nama asli Vlad Tepes. Membongkar Sebuah Kebohongan Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula's Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoorof of Dracula (1958), Nosferatu (1922)-yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.
Lantas, siapa sebenarnya Dracula itu? Dalam buku berjudul "Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib" karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia, keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman-sebagai wakil Islam-dan Kerajaan Honggaria-sebagai wakil Kristen-semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bias dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia. Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel- benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman. Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantaian terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara-yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula.
Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala. Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:
"Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatakan seolah robot yang telah dipogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami."
Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:
"Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal."
Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab. Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bias dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri. Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania, Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya. Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat-khususnya umat Islam sendiri-yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.
Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka-pahlawan dari pihak Islam-dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.
Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II). Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Ialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun kenyataan ini berusaha dimungkiri oleh Barat. Mereka berusaha agar merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan oleh salib. Tujuan dari semua ini selain hendak mengaburkan peranan Sultan Mahmud II juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling superior, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil. Selain yang telah dipaparkan di atas, buku "Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib" karya Hyphatia Cneajna ini, juga memuat hal-hal yang
selama tersembunyi sehingga belum banyak diketahui oleh masyarakat secara
luas. Misalnya tentang kuburan Dracula yang sampai saat ini belum terungkap
dengan jelas, keturunan Dracula, macam-macam penyiksaan Dracula dan sepak
terjang Dracula yang lainnya.
Sebagai penutup tulisan ini penulis ingin menarik suatu kesimpulan bahwa
suatu penjajahan sejarah tidak kalah berbahayanya dengan bentuk penjajahan
yang lain-politik, ekonomi, budaya, dll. Penjajahan sejarah ini dilakukan
secara halus dan sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita akan
terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu, sikap kritis terhadap sejarah
merupakan hal yang amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam penjajahan
sejarah. Sekiranya buku karya Hyphatia ini-walaupun masih merupakan langkah
awal-bisa dijadikan pengingat agar kita selalu kritis terhadap sejarah
karena ternyata penjajahan sejarah itu begitu nyata ada di depan kita.

SEreeeeeeeeeeeeeemmm......

levitypen.blogspot.com


Sebuah buku yang ditulis Hyphatia Cneajna mencoba menelusuri sejarah Dracula, sosok yang selama ini selalu digambarkan sebagai makhluk yang gemar menerkam leher manusia dan mengisap darah. Dikisahkan dalam buku, Dracula ternyata bukan sosok fiktif yang selalu menghindar dari sinar matahari melainkan tokoh nyata yang sangat kejam yang pernah hidup pada tahun 1400-an dan membantai ribuan umat Islam juga dengan cara-cara keji.

Judul: Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib

Penulis: Hyphatia Cneajna

Penerbit: Navila Idea, Yogyakarta

Tebal: xii + 192 halaman

Tahun Terbit: Agustus 2007foto0011.jpg


KITA tentu sudah mengetahui kekejaman Hitler, Pol Pot, Mao, Stalin ataupun Soeharto. Akan tetapi, siapa yang mengetahui kekejaman Dracula?

Vlad Tepes atau kemudian dikenal di dunia sebagai Dracula, memang sudah menjadi sosok yang melegenda. Semua itu tentunya berkat jasa Bram Stoker dengan novelnya, Dracula. Dari buah karya Dracula puluhan film telah diproduksi, antara lain Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoorof of Dracula (1958), Nosferatu (1922)—yang dibuat ulang pada tahun 1979. Baik buku mapun film-film tersebut mempunyai gambaran yang sama tentang sosok Dracula, yaitu seorang vampir yang haus darah. Ia diceritakan akan keluar setiap bulan purnama dari kastilnya dengan memakai jubah hitam guna mencari korban sebagai santap malam.

Apakah Dracula memang seperti yang digambarkan oleh Bram Stoker maupun film-film yang telah disebutkan tadi? Inilah yang membuat menarik buku karya Hyphatia Cneajna yang berjudul Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib. Buku setebal 192 halaman ini tidak menampilkan sosok Dracula sebagai vampir tapi sebagai sosok sejarah. Dracula ditampilkan sebagaimana Hitler, Pol Pot, Mao dan tokoh-tokoh sejarah lainnya, sehingga buku ini berbeda dengan buku sejenis yang pernah terbit sebelumnya.

Siapa sebenarnya Dracula? Sejarah Dracula memang unik. Ia berada di antara dua kerajaan besar yang bertingkai ketika itu—Kerajaan Honggaria dan Turki Ottoman. Masa kecil hingga menginjak dewasa ia habiskan di Turki, tapi setelah itu ia justru memihak Kerajaan Honggaria dalam memperebutkan Konstantinopel. Posisi inilah yang menempatkan dirinya sebagai pengkhianat bagi Turki dan pahlawan bagi Honggaria.

desatu.wordpress.com


Sebagai penguasa Wallachia pada kurun waktu 1456-1462 dan 1475-1476, Dracula memang cukup kontroversial. Ketika baru saja bertahta ia justru membantai prajurit Turki yang telah mendukungnya. Akan tetapi, tak lama setelah itu ia malah digulingkan oleh Honggaria karena dianggap tak mau tunduk. Sebagaimana diktator dan tiran yang lain, guna mengamankan posisinya yang seringkali terancam, maka Dracula memakai segala cara agar kekuasaannya menjadi langgeng. Tentu saja cara yang ia pakai adalah teror dan pembantain. Maka tak mengherankan kalau selama enam tahun kekuasaannya ia telah membantai 500.000 rakyatnya—300.000 lainnya adalah umat Islam.

Filsuf dan sekaligus aktivis gerakan kiri Italia, Antonio Gramsci, dalam bukunya Notes on Italian History (1934), mengungkapkan bahwa seringkali sejarah hanya berbicara tentang kekuasaan yang menang. Sejarah semacam ini bisa dikatakan sebagai sejarah superhero; ia hanya akan berbicara tentang para raja bukan tentang kawula. Akibatnya, pihak-pihak yang kalah harus berada di luar gelanggang sejarah, yang artinya tidak mempunyai peran apa-apa dalam sejarah.

Memang beberapa sejarawan seperti Arnold Toynbee, memberikan pemaparan bahwa penjajahan sejarah. Hal ini berakibat sejarah hanya berisikan masa lalu yang sesuai dengan Barat. Sehingga, kejadian-kejadian lainnya dianggap tidak relevan dan karena oleh itu bisa diabaikan. Dalam konteks inilah Hyphatia mendasarkan kajiannya tentang sosok Dracula. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau dalam satu bab ia menguraikan tentang “penjajahan sejarah” tersebut.

Menurut Hyphatia akibat dominasi Barat membuat sejarah Dracula tidak pernah terungkap dengan tuntas. Ia memaparkan bahwa ada ceruk-ceruk sejarah yang selama ini tersembunyi dari sosok Dracula, terutama menyangkut pembataian Dracula terhadap umat Islam dalam Perang Salib. Sampai saat ini Perang Salib memang masih merupakan peristiwa yang sensitif. Luka akibat perang tersebut masih membekas di antara dua kubu. Dalam keadaan seperti inilah Barat yang biasanya begitu getol mengungkap pembantaian-pembantaian umat manusia, menurut Hyphatia menjadi enggan untuk mengorek-ngorek boroknya sendiri. Inilah yang dalam pandangan Hyphatia membuat sosok Dracula tidak pernah terkupas dengan tuntas.

Sebagai bukti atas uraiannya kemudian Hyphatia menyandingkan sosok Dracula dengan Rambo. Kalau Rambo merupakan sosok fiksi yang dibuat seolah-olah menjadi nyata sehingga bisa menutupi kekalahan Amerika Serikat dalam perang Vietnam, maka Dracula dibuat sebaliknya, tokoh nyata yang dibuat fiksi. Cara ini menurut Hyphatia merupakan usaha Barat untuk mengaburkan jati diri Dracula sebenarnya. Dan, usaha ini dalam pandangan Hyphatia cukup berhasil dengan melihat bahwa sebagian besar masyarakat mengenalnya sebagai vampir, bukan sebagai sosok sejarah yang kejam dan bengis.

www.fairyblood.de


Urain-urain Hyphatia di atas akan mengingatkan kita pada pencitraan Amerika Serikat terhadap musuh-musuh mereka di Timur Tengah. Bagi mereka negara-negara yang tidak mau tunduk kepada kemauan Amerika Serikat seperti Irak dan Afghanistan, maka akan dituduh sebagai sarang teroris. Dengan “kuasa sejarah” seperti itu mereka berhasil menutupi tujuan sebenarnya—menguasai sumber minyak di Timur Tengah—dengan alasan memburu gembong teroris. Dan, usaha ini cukup berhasil sehingga rencana Amerika Serikat mendapat dukungan dari sekutu-sekutunya.

Selain uraian tentang “penjajahan sejarah” yang menarik dari buku karya Hyphatia adalah “keberaniannya” mengungkap metode-metode penyiksaan yang dilakukan oleh Dracula. Setidaknya ada lebih dari sepuluh metode penyiksaan Dracula, dan yang paling terkenal adalah penyulaan. Penyulaan merupakan penyiksaan dengan cara menusuk korban dari bagian bawah hingga tembus ke perut, tenggorokan atau kepala. Menurut Hyphatia karena kegemaran Dracula melakukan “pesta” penyulaan tersebut ia mendapat julukan Si Penyula.

Membaca urian Hyphatia tentang metode-motode penyiksaan Dracula apabila perut tidak kuat memang akan membuat mual. Akan tetapi, dengan uraiannya tersebut Hyphatia berhasil menggambarkan betapa kejam dan sadisnya Dracula. Dan, kita pun akan menjadi diingatkan akan kekejaman para tiran dan diktator yang lain. Tak sadar kita akan terbawa pada kamar gas Hitler, ruang penyiksaan Pol Pot dan segala bentuk kekejian lainnya.

Dalam buku ini Hyphatia juga membahas tentang mitos-mitos seputar Dracula. Mitos seputar kematian, kuburan sampai kastil Dracula diuraikan dan dianalisa dengan rasional oleh Hyphatia, sehingga kita akan mengetahui kenapa mitos-mitos tersebut bisa muncul dan kemudian berkembang di masyarakat. Dan, bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Dracula, Hyphatia juga memberikan beberapa situs yang bisa diakses.

Buku karya Hyphatia ini walaupun judulnya terbaca provokatif sehingga seolah-olah menyudutkan pihak tertentu, tapi patut dibaca oleh semua kalangan agar mendapatkan sebuah pandangan dari sejarah alternatif.

Ini cuma Artikel saja jangan sampe dengan artikel ini bisa saling menuding antar agama kitab dan lainnya tidak baik yang ada dosa saja.baca sekedar untuk tahu dan pengetahuan saja.ok
thank you

35 comments:

Anonymous said...

Penulis : Hyphatia Cneajna siapa yach.. saya udah googling enggak ketemu(dia orang mana yach?)

Anonymous said...

tulisan yg norak dan ngarang banget... yg ditonjolkan adalah sentimen agama...

Anonymous said...

bener2. apa sih maksud tulisan ini cuma merendahkan agama lain. fanatisme dan eksklusif banget. kalo emang si hyphatia itu penulis kenapa di search engine ga keluar namanya, atau nama ini cuma ngarang aja seperti yg diceritakan di cerita ini?

Anonymous said...

kalau kritis terhadap sejarah, terus mau diapain?????

Anonymous said...

aduh honey, kiamat dah dekat, mending nikmati hidup sono, cari duit, cari cewek, nikah, punya anak, gak usah nguliti sejarah, capek ntar lu...
kayak yang makan aja lu dari nguliti sejarah

Business to make money online said...

Keluar X

Anonymous said...

sudah saatnya meluruskan sejarah, ini bukan soal agama. meluruskan fakta emang bagaikan minum jamu brotowali, pahit emang. n orang2 yg menghindarinya adalah ... pengecut !!!

Anonymous said...

aneh banget tulisannya..isina sentimen agama..sy search di ebrbagai situs di google ga menemukan artikel yg kaya gini..emaang ada perang salib,tokohna vlad dracul tp ko ga bw2 agama yee.,

asward said...

Saya juga gak suka kalau udah nyinggung-nyinggung ma agama,,soalanya itu masalah yang sensitif tapi kalau itu memang sejarah ya semua pihak harus nerima sekalipun menyakitkan,,bukan di perang salib saja bahkan di Indonesia sendiri banyak sejarah yang di manipulasi, banyak yg palsu karena kalau diungkap ke masyarakat takut banyak yang sakit hati, timbul dendam. Jenderal Ahmad Yusuf sendiri membawa sampai mati kejadian sebenarnya dari G30S PKI sekalipun beliau banyak dicemooh tapi karena ketakutan beliau akan saskit hati ma dendam itu sampai rahasianya gak dibongkar

Anonymous said...

yang ditulis rasanya pernah disiarkan di History Channel dengan judul "vlad the impaler" kalo gak salah... rasanya juga ada buku yg sejenis di gramedia...

Anonymous said...

Kalau mau cari bukunya...
Judul: Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib
Penulis: Hyphatia Cneajna
Penerbit: Navila Idea, Yogyakarta
Tebal: xii + 192 halaman
Tahun Terbit: Agustus 2007

bulls said...

klo menurut gw y,,,kta g usah muna deh tentang agama,,,,klo mank fakta nya yg terjadi kayak gtu,,yy..mo kyak mna lgi,,,kta mesti ngakuin donk....

inget kan asal mula perisriwa april mop????
begitu kerajaan islam andalusia di spanyol dihancurkan oleh ferdinand n isabell orang islam di himbau mesti keluar dari spanyol melalui pelabuhan granada menuju afrika utara dengan kapal yang di sediakan oleh mereka....tapi sampai disana bukan kapal yang ada malah orang islam di bantai habis....jadilah APRIL MOP....kegembiraan "mereka" membantai orang islam....pertanyaan saya kenapa y "mereka" seneng bener ngliat kta sengsara????padahal andalusia islam spanyol udh ngebimbing eropa ke abad pencerahan dari dark age.....jadi saya kira wajar ja da kasus vlad tepes...."mereka" mank paling seneng kayak gtu ma islam...SAMPAI SEKARANG.

Anonymous said...

kalo emank sejarahnya berkaitan ama agama trus kenapa???keberatan???

@bull
dunia emank diciptakan buat hancur(kiamat),,jadi wajar kalo tambah lama tambah ancur..

Anonymous said...

Oiii gw denger si dracula juga raja yang membantai rakyatnya sendiri. kt-nya dia pancung sendiri petani-petaninya di depan kastil bwt kasih fear psikologis ke musuhnya.

R niNo cAliTRi said...

http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=855

bro/sist, klo mau tau
forum misteri, cerita misteri aneh+langka, serta sejarah terlengkap dari berbagai dunia..

di sini tempat'a
http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=855

Anonymous said...

biasalah kalo sdh bicara fakta sejarah para pengecut pun pada umbar omongan "norak lah, ngarang lah, sentimen agama lah dll".
emangnye mau sampe kpan sejarah diplintir seenaknye

Anonymous said...

Sorry ya sebelomnya gua non-muslim nih, dan buat yang comment "'mereka' emg gitu sama kita (islam) sampe sekarang'" itu ngga ngaca ya? Di palu pendeta2 di penggal kepalanya. Coba keliling mall2 kampung deh kaya PGC, dll disitu di tukang vcd/dvd/game muslim byk dvd2 yang ngata2in TUHAN GUA. Jadi sebelom ngomong mikir dulu ya.

Anonymous said...

Sorry ya sebelomnya gua non-muslim nih, dan buat yang comment "'mereka' emg gitu sama kita (islam) sampe sekarang'" itu ngga ngaca ya? Di palu pendeta2 di penggal kepalanya. Coba keliling mall2 kampung deh kaya PGC, dll disitu di tukang vcd/dvd/game muslim byk dvd2 yang ngata2in TUHAN GUA. Jadi sebelom ngomong mikir dulu ya...

I said " NGACA SENDIRI AJA LOE"...

Anonymous said...

...baik yg muslim maupun yg non-muslim, please artikel ini jangan jadi sensitive akal,yg pada akhirnya hanya akan memporakporandakan jiwa&ilmu berwawasan kalian.Aku muslim,dari awal sampe akhir aku baca...tak sampai hati aku menjadi berkewajiban utk "menusuk mata hati" yg berlainan agama. Tapi dgn membaca artikel ini, aku jadikan referensi menambah wawasan sejarah dimasa yang berkabut sebelum masehi ini.Sebenarnya memang dalam artikel ini, jika dirunut sambung menyambung...ternyata memang ada benarnya juga...DRACULA ini adalah sosok manusia PENGKHIANAT.Dan tidak memihak pada muslim maupun non-muslim. Buktinya walau dia sudah membantai ribuan umat muslim, tapi buktinya dia juga membantai non muslim ribuan lebih banyak dari muslim.Itu artinya, Dracula terlalu ambisius terhadap kekuasaan atas dirinya...Yang menciptakan monster dalam dirinya adalah dirinya sendiri,karena dia tak beragama...karena buktinya dia juga membantai manusia yg seagama dgnnya! ...karena dracula ingin menjadikan dirinya raja di raja...obsesi itulah yg menjadikan Dracula menjadi sosok manusia yang keji, seperti adolf hitler.

Anonymous said...

"Urain-urain Hyphatia di atas akan mengingatkan kita pada pencitraan Amerika Serikat terhadap musuh-musuh mereka di Timur Tengah"
Anda tu mau membahas Sejarah Apa Mau Ber Argumen?Kalo bcara Sejarah jangan Kluar dari konteks dong",Orang Kayak anda Ni yg bsa membelotkan Sjarah,dan bsa mengakibat kan terancamnya kedamaian Dunia

Anonymous said...

woii, niy knpa jd bw2 agama??
Gw non muslim, benci bgt ma teroris2 yg ''sok jihad'' d neg,ny sndiri (gw slh 1 krban bom mrk)
knpa islam d cap teroris krna emank yg jahat&jd teroris d indonesia tu org muslim (amrozy,noordin cs)
Thanx GOD mrk smua udah trima pmblsan d dunia...

Anonymous said...

Tuhan tuh satu, bukan 3?

Tegar said...

Wooi...ladies and gentlemen yg ga suka tulisan ini. Ini fakta sejarah!jgn belajar bodo ya, terima aja!!! Bagi yg jd korban pemahaman jihad yg salah, ga semua muslim spt itu! Islam mengajarkan kedamaian, belajar dulu ttg islam baru komentar! Salah satu bentuk jihad yg sebenarnya dlm islam, ya perangnya sultan mehmedII itu... setelah sang sultan muslim itu membunuh drakula,yg ikut merasakan kebaikannya bukan cuma muslim doankkan? itulah kemuliaan Islam!

fortinbras said...

tidak ada yang lebih buruk di dunia ini selain pertikaian antara sesama manusia hingga mengakibatkan tumpah darah..semua agama mengajarkan kebaikan dan kedamaian..memang sudah dasar dari manusia suka bertikai satu sama lain,sayangnya (perbedaan)agama dijadikan kambing hitam pembenaran dari segala pertikaian..plis dech teman2 semua,apapun agama kalian kalo kita saling hina kita sama dengan orang yang gak beragama..lebih baik terus meningkatkan keimanan kita masing2 daripada ribut2 "mengaku membela" agama masing2..dunia pasti lebih baik..salam damai..

fortinbras said...

trus tadi koq malah bahas soal teroris ya??
ya intinya kita memang harus lebih bijak dalam menilai suatu masalah..tidak ada agama yang memerintahkan pemeluknya untuk berbuat anarkis..sayangnya memang agama sering dijadikan "pembenaran" dari semua ulah manusia yang emang sukanya bertikai aja..contoh ini tidak cuma di Indonesia,tapi hampir di semua tempat,terjadi pembelokan atau pemelintiran ajaran agama sehingga menjadi ke arah yag tidak seharusnya,karena agama sering dihidupkan hanya lewat DOGMA,dan tidak dibarengi dengan akal pikiran..tugas kita bersama untuk mencerdaskan bangsa dengan tidak meneruskan saling hina atau hujat antar perbedaan..

Saeful Nassir'Blog said...

Nie bukan menghasut agama Lain. Wong emang nyatane Gitu........

Anonymous said...

Anonymous said ...
sorry kawan kawan, aku sudah tobat. Aku menjadi muslim sejati. Aku sudah berjihad, tahun depan aku Insya Allah naik haji. Smg hajiku mabrur

Anonymous said...

ADUHHH,,
pada berantem membela agamanya masing-masing ne..ckck

tanya diri sendiri dulu deh,,lu pada uda jadi muslim atau kristiani yang baek gak?
jangan banyak chit chat deh, tingkatkan saja ibadahnya supaya Tuhan kita sayang sama kita. belum tentu Tuhannya lo lo pada sayang sama elu kan?

Anonymous said...

justru teroris2 itu buatan barat (baca= kafir)..bukan islam...

Anonymous said...

jah ilah....
gue baca ini buat sekedar tambah pengetahuan kok.
gue non muslim kok. tp gue ga terpengaruh apa2.

history is history. knowledge is knowledge.

perang salib benar adanya.

ini ada ilmu bacaan kok.

sekedar kritik buat yg punya blog, yasir master bagus kok buat artikelnya.. tp please... jgn terlalu sara ya.. nanti rame kaya gini jg ga nikmat baca nya.

Anonymous said...

terkadang fakta mmang menyakitkan, tp harus bs terima...

Anonymous said...

Kalau dilihat dari film Draculla sendiri yang diambil dari karya Bram Stoker dikisahkan di situ pada awalnya memang Vlad Dracul adalah panglima perang salib, hanya saja dalam film ini diceritakan dia dikhianati oleh keluarganya sendiri dengan mengabarkan bahwa dia telah tewas di medan perang sehingga membuat istrinya bunuh diri. Disitulah Vlad Dracul merasa dikhianati "Tuhan" nya karena selama ini dia berperang demi "Tuhannya" tapi justru dia mendapat musibah yang baginya sangat menyakitkan. Itu karya Bram Stoker, Tapi sepertinya saya harus mencari buku karya Hypatia Cneajna nih...Itu perlu..

Anonymous said...

mang slalu mau menang mereka ini..si drakula jg tau ngebantai dgn sadis kan karna mang dia belajar di Turki x..sampe2 dia bolos dr madrasah hanya mo ngeliat org2 yg dbantai pasukan Turki..

soero said...

berdamailah saudara…..semua agama ada keselamatanya…berbuatlah kebajikan dan kasih…apa yang diajarkan di semua kitab suci. orang ateis aja ada kemanusiaan masak orang yang beragama tidak punya..mari kita bergabung bersama membangun negara INDONESIA yang tercinta ini menjadi negara yang kuat. negara kita kaya tapi kita hanya berkutat mempertahankan kebenaran agamanya sendiri…kekayaan negara kita lari kemana tidak tahu. bekerja dan berkarya dan mengasihi sesama..membantu sesama..trima kasih

Budya Rachman said...

Bercerai kita rapuh , bersatu kita teguh .. Horasssss