Al-Maturidi Mendahului Al-Asy’ari dalam Sunni
Para
sejarawan tidak begitu banyak yang menjelaskan tahun kelahiran
al-Maturidi, meskipun tampaknya mereka hampir seluruhnya sepakat untuk
mengatakan bahwa al-Maturidi meninggal dunia pada 333/944 dan dimakamkan
di Samarqand. Hanya sebagian kecil saja dari kalangan penulis yang
berpendapat lain. Di antara mereka itu adalah Tash Zadah yang
menyebutkan bahwa al-Maturidi meninggal pada 332/943 atau 336/947. Untuk
mempermudah perkiraan terhadap tahun kelahiran al-Maturidi, maka
pembahasan masalah tersebut dihubungkan dengan tahun ketika guru-gurunya
meninggal dunia. Di antaranya adalah Nusair bin Yahya al-Balkhi (w.
268/881) dan Muhammad bin Muqatil al-Razi (w. 248/862). Kemudian dari
sini diperkirakan bahwa al-Maturidi kemungkinan besar dilahirkan sebelum
248/862. Apabila dia sewaktu menuntut ilmu setamat dari sekolah
dasarnya berumur sekitar 10 tahun dan kemudian langsung berguru kepada
Muhammad bin Muqatil al-Razi, maka setidak-tidaknya dia dilahirkan tahun
238/852. Jika perkiraan ini dibenarkan, berarti dapat disimpulkan bahwa
dia mempunyai usia yang cukup panjang, yaitu 92 tahun. Berangkat dari
perkiraan itu pula, dapat dikatakan bahwa al-Maturidi dilahirkan pada
masa pemerintahan Khalifah al-Mutawakkil (232-247 / 846-861) dan pada
saat terjadi pembunuhan terhadap al-Mutawakkil pada 248/862, al-Maturidi
berumur 9 tahun. Al-Maturidi meninggal dunia pada masa pemerintahan
Khalifah al-Muttaqi bin al-Muqtadir (329-333 / 940-944). Dengan demikian, dia dilahirkan 22 tahun sebelum kelahiran al-Ash’ari (w. 330/941). Ini berdasarkan informasi yang menerangkan bahwa al-Ash’ari dilahirkan
pada 260/873, meskipun menurut keterangan lain, dia dilahirkan pada
270/883. Jika tahun 260/873 yang dipilih, maka al-Ash’ari sebenarnya
baru mulai memberikan kontribusinya terhadap penegakan madhhab Ahl
al-Sunnah wa al-Jama’ah pada 300/912 karena dia meninggalkan gurunya,
Abu ‘Ali Muhammad al-Jubbai (w. 303/915), dan menyampaikan pernyataan
keluar dari madhhab Mu’tazilah pada usia 40 tahun. Adapun al-Maturidi,
yang semenjak dilahirkan pada 238/852 diketahui tidak pernah keluar dari
madhhab Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah, berperan dalam penegakan madhhab
Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah sebelum tahun 300/912. Ini seandainya
al-Maturidi menuntut ilmu selama kurang lebih 30-40 tahun.
Ahmad Chairul Rofiq
Ahmad Chairul Rofiq




No comments:
Post a Comment