Nisan tertua ditemukan, diduga Islam pertama kali berkembang di Kerajaan Lamuri
Menurutnya, batu nisan tersebut ditemukan sekitar tahun 2010 dan sama sekali tidak memiliki tulisan.
Dr Husaini Ibrahim MA bersama ahli filologi Aceh Hermansyah di situs sejarah Lamuri.
ARKEOLOG Universitas Syiah Kuala Dr Husaini Ibrahim, MA menyebutkan adanya kemungkinan bahwa Islam pertama sekali masuk ke Aceh melalui Kerajaan Lamuri. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke kantor ATJEHPOSTcom, Jumat, 21 September 2013.
"Bukan saya yang mengatakannya. Namun berdasarkan bukti terbaru ditemukannya nisan yang lebih tua di Gampong Pande, Banda Aceh dibandingkan batu nisan di Samudera Pasai," ujarnya.
Seperti diketahui, Gampong Pande Banda Aceh pernah menjadi pusat Kerajaan Lamuri, setelah kerajaan Hindu ini memindahkan ibukota kerajaannya dari Lamreh, Aceh Besar.
Menurutnya, batu nisan tersebut ditemukan sekitar tahun 2010 dan sama sekali tidak memiliki tulisan. Namun batu nisan yang diduga telah dipengaruhi kebudayaan Islam ini masih berbentuk seperti bunga teratai.
Temuan tersebut, kata dia, akan dibahas dalam seminar Pekan Kebudayaan Aceh pada 25 hingga 26 September 2013 mendatang di Gedung ACC Sultan Selim II, Banda Aceh. Analisa ini, kata dia, berdasarkan kajiannya terhadap salah satu batu nisan dari Gampong Pande yang ditemukan pada tahun 2010 lalu.
"Temuan tersebut ada juga yang sudah lama. Tapi yang kita analisis merupakan hasil temuan tahun 2010," tuturnya.
Sebelumnya diketahui, Islam masuk ke nusantara melalui jalur laut dan berkembang di Samudera Pasai, Aceh Utara. Namun dalam beberapa seminar masuk dan berkembangnya Islam di Aceh juga diklaim bahwa awal mula masuknya Islam berada di Perlak, Aceh Timur. [](bna)
"Bukan saya yang mengatakannya. Namun berdasarkan bukti terbaru ditemukannya nisan yang lebih tua di Gampong Pande, Banda Aceh dibandingkan batu nisan di Samudera Pasai," ujarnya.
Seperti diketahui, Gampong Pande Banda Aceh pernah menjadi pusat Kerajaan Lamuri, setelah kerajaan Hindu ini memindahkan ibukota kerajaannya dari Lamreh, Aceh Besar.
Menurutnya, batu nisan tersebut ditemukan sekitar tahun 2010 dan sama sekali tidak memiliki tulisan. Namun batu nisan yang diduga telah dipengaruhi kebudayaan Islam ini masih berbentuk seperti bunga teratai.
Temuan tersebut, kata dia, akan dibahas dalam seminar Pekan Kebudayaan Aceh pada 25 hingga 26 September 2013 mendatang di Gedung ACC Sultan Selim II, Banda Aceh. Analisa ini, kata dia, berdasarkan kajiannya terhadap salah satu batu nisan dari Gampong Pande yang ditemukan pada tahun 2010 lalu.
"Temuan tersebut ada juga yang sudah lama. Tapi yang kita analisis merupakan hasil temuan tahun 2010," tuturnya.
Sebelumnya diketahui, Islam masuk ke nusantara melalui jalur laut dan berkembang di Samudera Pasai, Aceh Utara. Namun dalam beberapa seminar masuk dan berkembangnya Islam di Aceh juga diklaim bahwa awal mula masuknya Islam berada di Perlak, Aceh Timur. [](bna)




No comments:
Post a Comment