Wanita Sadis
Salome menari di depan Herodes dan Herodias
Entah apa yang ada di benak Herodes Antipas saat melihat kecantikan dan kemolekan plus keseksian Herodias. Padahal Herodes tahu bahwa Herodias merupakan istri adiknya sendiri yang bernama Herodes Filipus.
Boleh jadi, Herodes Antipas memang laki-laki tak normal yang amat mendewakan hubungan badan hanya sebagai kebutuhan biologis dan pemuas nafsu semata. Sehingga hati dan pikirannya menjadi buntu. Sehingga istri adiknya pun diembat pula.
Brengseknya, Herodias kok ya ho’o saja menghadapi rayuan maut kakak iparnya. Ataukah memang Herodias tak puas dengan Filipus, yang barangkali lemah atau seorang gay, sehingga mau diajak selingkuh bahkan menikah dengan Herodes. Boleh jadi ketiganya memang orang-orang miring alias gak normal.
Perbuatan yang tak normal dan dianggap menyimpang dari norma-norma kehidupan oleh para penguasa ini tentu saja mendapat teguran dari seorang pemuka agama.
Penguasa mana sih yang legawa menerima kritikan. Sejak dulu sampai sekarang, para penguasa selalu menganggap dirinya paling benar. Ngomong tebas lehernya….kritik dooorrrr……tamat hidupnya. Sadis!!
Maka, tak peduli pemuka agama bila berani mengkritik, hadiah yang paling pas adalah masuk penjara.
Puaskah penguasa? Belum tentu. Dendam kesumat selalu menyala membakar hati dan pikiran….
Saat Herodes merayakan ulang tahunnya, untuk menghibur para tamu disajikan sebuah tarian yang hotz oleh putrinya, Salome. Salome sendiri gak ketahuan, siapa ‘bapak’ biologis sebenarnya.
Sebagai ucapan syukur kepada Salome putrinya, Herodes menjanjikan akan mengabulkan setiap permintaannya. Sabda pandhitaning ratu. Sekali raja berucap, pantang ditarik kembali. Herodes tak berkutik saat Salome minta hadiah ‘kepala’ Yohan, seorang pemuka agama yang membuat sakit hati Herodias karena perselingkuhannya dikritik.
“Bawa kepala Yohan ke sini…..” seru Herodes kepada penjaganya.
Tak kurang dari sepuluh menit, kepala sang pemuka agama itu pun sudah berada di atas baki lalu diberikan kepada Herodias……
Sumber gambar: americangalery.com
Ukik




No comments:
Post a Comment