Kaisar Hirohito Salami Bung Karno pada tanggal 12 agustus
kaisar hirohito dan keluarga (*nett)
Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan * Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.(*Dari berbagai sumber sejarah kemerdekaan Indonesia).
Bolehlah kiranya kita kembali mengenang perjalanan panjang sejarah kemerdekaan republic Indonesia yang di proklamirkan oleh “Sang Proklamator Sejati “ Bung karno dan bung hatta , sekelumit sejarah mereka telah abadi menjadikan kita Negara yang berdaulat sepenuhnya atas tanah dan kekayaan yang terkandung di dalamnya telah jelas milik rakyat Indonesia dari sabang sampai marauke , pada hari ini tanggal 12-agustus-1945 sang proklamator konon kabarnya telah di sodorkan tangan oleh kaisar hirohitto , yang pada prinsif hidupnya para kaisar jepang itu “tak gegabah” mengulurkan tangan kepada seseorang kalau seandainya orang itu belum jadi pemimpin sebuah Negara yang berdaulat , namun tentang kegigihan para pejuang yang telah terdeteksi oleh pemerintahan jepang telah mengakui , bahwa “saudara muda” mereka memanglah bukan saudara muda sembarangan , setelah pengakuan “palsunya” yang mengaku Indonesia adalah saudara muda karena mereka telah mengklaim mereka adalah “saudara tua” padahal di balik itu mereka ada maunya , dengan kata lain bahwa mereka hanya punya pikiran ingin menguasai dan memperlebar kekuasaan yang telah mereka klaim tertundukan , setelah philipina dan Burma .
Bung Karno
Namun pada tanggal 06-agustus-1945 telah pula kita ketahui bahwa wilayah Hiroshima dan Nagasaki jepang di bombardir dengan bom “tega-teganya” bom nuklir terdahsat dalam catatan sejarah , ada hikmah dibalik itu semua , karena do,a dari “para pahlawan” yang telah mati shahed dan do,anya manusia Indonesia yang terdholimi maka proses yang tidak mudah itu terlewatkan pula dengan hengkangnya para penjajah “berbadan kecil” mata sipit dan mereka menyerah pada sekutu pada tanggal 14 –agustus tahun itu pula dan mereka adalah Negara yang akan mencoba menancapkan kekuatan di tanah subur makmur yang luas kepulauannya hampir 35 kali lipat dari tanah jepang yang di kelilingi laut yang dingin dan tak subur itu.
*doc/nett(sumber wikipedia)
*ket;Radjiman wedyodiningrat lahir 21 april 1879 di Yogyakarta dari keturunan bangsawan dengan gelar raden kangjeng tumenggung (KRT) Radjiman wedyodiningrat , salah seorang pendiri bangsa dengan latar belakang pendidikan yang hanya mendengarkan pelajaran sekolah di balik jendela ketika dirinya mengantarkan putranya ke sekolah belanda , putra beliau adalah Raden Wahidin Sudirohosodo .
para pelaku
Sepenggal sejarah itu lebih berarti dari pada dongeng “pembuai anak sebelum tidur” dan isyarat bung karno telah terkatakan dengan bahasa lugasnya “ bangsa yang besar itu adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya” , dengan demikian patutlah kiranya kembali memupuk semangat dari suratan sejarah sesungguhnya dan para pahlawan proklamasi dan pahlawan kemerdekaan kita itu adalah mereka insan yang gagah dan berani , dan telah terakui dunia bahwa Negara kesatuan republic Indonesia bukan Negara merdeka yang dapat dari beli dengan uang recehan, kita beli dengan melayani dan menantang perang sesungguhnya demi mempertahankan tanah kita yang kaya raya , subur makmur . Kita telah usir mereka dengan tumbal nyawa puluhan ribu manusia – manusia yang tak mau tunduk pada keinginan para penjajah yang memang biadab , kini mereka telah terusir pada 69 tahun yang lalu dengan proses yang panjang , dan menguras air mata dan air mata darah , sepatutnya pula kita berfikir dan bertindak “jangan gegabah” mempersilahkan mereka kembali masuk dan menggasak bumi pertiwi kita tercinta , walau dengan berbagai akal bulus apapun , kita ucapkan Merdeka sampai tak berbatas waktu ,”enyahlah dari bumi kami Indonesia,bila pikiran penjajahanmu akan di ulangi kembali,,!”.
*Salam hangat merdeka,
Asep Rizal.




No comments:
Post a Comment