Paganisme Dalam Islam, Fakta?

1407682414657075460
Ulama Saudi, Al-Fawzan menyatakan tidak adanya keraguan bahwa matahari mengelilingi bumi.
Dua Kompasioner, Rizki dan Nyayu memiliki latar belakang yang berbeda. Mereka mengisi deretan HL dengan mengungkap fenomena ’superboobs’ dan ’supermoon’. Kedua fenomena sama-sama menonjol. Yang satu menonjol dari balik lapisan baju yang dikurung jilbab, dan satunya lagi menonjol dari lintasan orbit yang mengurung bumi. Keduanya adalah juga para gadis dalam tanda kurung (mungkin asli atau mungkin pula pseudonym). Mereka tidak sedang curhat, tetapi coba mengedepankan akal sehat untuk mengisahkan fenomena yang menantang dogma. Pertama, dogma bahwa perempuan muslim wajib menutupi aurat dan kedua, dogma bahwa bumi adalah pusat alam semesta (geosentris). Bagi saya, boobs dan moon tak lagi asing. Hanya jarang terlihat ada boobs are like the full moon, hehe..
Dalam artikelnya, Nyayu menyebut lintasan orbit yang asimetris, sehingga terjadi kedudukan bulan yang terdekat dari bumi (supermoon). Jika ia sedikit menambah informasi mengapa lintasan orbit tidak simetris dan apa lintasan orbit itu, pembaca dapat mengetahui bahwa hukum Newton berlaku dan lintasan orbit bukanlah rel gaib yang diatur oleh Sang Khalik.
Terkait dengan bulan, saya tertarik untuk mengupas kedudukannya dalam pandangan sejarah, keislaman, dan makna dari kata ‘Allah’ .
Saudara-saudaraku muslim, pernahkah kalian bertanya mengapa nabimu tidak menjelaskan arti dari kata Allah yang terdapat dalam Qur’an? Jika kata itu asing dan baru pertama kali disebut dalam kitabmu, bukankah orang-orang Arab pada saat itu bertanya sebagaimana Qur’an tertulis dalam Bahasa Arab? Apakah kebetulan saja kata Allah itu dipakai dan kebetulan berbahasa Arab? Jika kebetulan, bukankah ini menunjukkan Dia (Tuhan) yang tidak berprinsip, tidak berencana, dan tidak konsisten? Dapatkah dikatakan bahwa Tuhan mengalami kebetulan jika diyakini bahwa Dia yang menurunkan Qur’an?
Maka, tertawalah para arkeolog dunia melihat pertentangan dari kaum muslim di Malaysia yang menolak pemakaian kata Allah oleh umat kristiani di sana.
Kata Allah telah umum dipakai oleh orang-orang Arab jauh sebelum Islam. Begitupula, para penganut Kristen-Arab dan Yahudi-Arab menggunakannya. Kata ini berasal dari gabungan kata dalam Bahasa Arab ‘al’ yang setara dengan definite article ‘the’ dalam Bahasa Inggris, dan ‘ilah’ berarti Tuhan. Kata Allah merupakan titel, bukan kata yang menunjuk nama asli, spt Tono dan Tini.
“The name Allah is also evident in archeological and literary remains of pre-Islamic Arabia” (The Call of the Minaret, New York: Oxford University Press, 1956, p. 31).
“The name Allah, as the Quran itself is witness, was well known in pre-Islamic Arabia. Indeed, both it and its feminine form, Allat, are found not infrequently among the theophorous names in inscriptions from North Africa” (Islam: Muhammad, and His Religion, New York: The Liberal Arts Press, 1958, p. 85).
Dewa Bulan
Agama Astral di peradaban kuno Arab meyakini adanya Dewi Matahari dan Dewa Bulan ‘Allah’. Perkawinan keduanya membuahkan tiga anak, yaitu Al-Lat, Al-Uzza, dan Manat. Mereka menempati puncak tertinggi dalam pemujaan oleh orang-orang Arab (Encyclopedia of World Mythology and Legend, I:61)
Merujuk Encyclopedia of Religion, I:117 Washington DC, Corpus Pub., 1979, Allah setara dengan mitologi Babilonia ‘Bel’ atau Dewa Bulan, yakni Tuhannya orang-orang Babilonia. Dewa Bulan juga disembah oleh suku-suku Quarisy di Arab dengan menyebut Allah.
Kota Mekah yang disucikan oleh umat muslim dahulu dikuasai oleh suku-suku Quarisy yang memuja Dewa Bulan ‘Allah’. Di tengah area pemujaan keyakinan pagan itu terdapat Ka’bah (Bhs. Arab yang berarti kubus). Setelah penaklukan oleh Muhammad atas Mekah, patung-patung pemujaan di sekitar Ka’bah dihancurkan. Tapi, ia tetap menjadikan Ka’bah sebagai pusat pemujaan.
Simbol pemujaan dalam kebudayaan kuno Arab kepada Dewa Bulan berbentuk bulan sabit. Para arkeolog telah banyak menemukan patung-patung dan naskah kuno yang menggambarkan simbol bulan sabit di atas kepala Tuhan mereka (Dewa Bulan) seperti halnya simbol matahari pada Tuhan dari orang-orang Mesir kuno.

Anda dapat menelusuri nama ayah dari Muhammad, yakni Abdullah. Kata Allah menunjukkan bukti keyakinan pagan pada waktu itu.



Adhyatmoko

No comments: