Nabi Ibrahim mengejar dan memanggil lagi orang Majusi tersebut.
Rep: Fuji Eka Permana,/ Red: A.Syalaby Ichsan


Foto: Wikipedia
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengisahkan sebuah riwayat yang menggambarkan luasnya kasih sayang Allah SWT kepada seluruh makhluk-Nya. Dalam kisah tersebut, Nabi Ibrahim Alaihissalam pernah mendapat teguran dari Allah SWT setelah enggan memberi bantuan atau makan seorang majusi yang datang meminta pertolongan.
Dalam potongan video di media sosial, Gus Baha mengisahkan, banyak riwayat dari para sufi yang mengisahkan Nabi Ibrahim diminta tolong orang non Islam yang beragama majusi.
Dikisahkan Gus Baha, Nabi Ibrahim pernah bertemu orang majusi. Orang majusi tersebut berkata kepada Nabi Ibrahmi, "Engkau sering memberi makan kepada orang-orang, bisakah engkau memberi makan saya sehari saja?"
Nabi Ibrahim berkata kepada orang majuisi itu, "Bisa saya beri makan tapi kamu harus memeluk Islam." Menurut Gus Baha, Nabi Ibrahim ketika itu berpandangan bahwa kalau dia menolong orang Majusi artinya sama saja dengan menolong orang kafir.

Kisah Nabi Ibrahim AS (ilustrasi). Dalam sebuah literatur - (www.freepik.com)
Selanjutnya, Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Ibrahim, "Wahai Ibrahim, kenapa kamu tidak mau membantu satu hari saja memberi ia (orang Majusi) makan."
Nabi Ibrahim menjawab, "Karena dia orang Majusi (non Islam)."
Allah SWT berfirman, "Umur orang majusi itu 60 tahun, selama itu tidak pernah kelaparan, hanya hari ini kelaparan. Selama 60 tahun orang Majusi itu kafir, tetap Aku beri makan, minta makan sehari saja kepada engkau (Ibrahim), kenapa tidak boleh?"
Mengetahui hal itu, Nabi Ibrahim mengejar dan memanggil lagi orang Majusi tersebut. Nabi Ibrahim mengajaknya makan.
Orang Majusi tersebut heran dan bertanya kepada Nabi Ibrahim, "Kenapa engkau menjadi baik kepadaku?"
Nabi Ibrahim menjawab, "Aku telah ditegur Tuhan."
Orang Majus bertanya-tanya, apakah Tuhannya Nabi Ibrahim seperti itu. Kemudian pada akhirnya orang Majusi tersebut memeluk agama Islam.
No comments:
Post a Comment