Advertising

Friday, November 28, 2008

Misteri Batu Hajar Aswad

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) )

14 comments:

fadlinnisa said...

subhanallah..
Itulah yang selama ini ingin saya ketahui..
esensi di balik thawaf
thak's

fikri said...

subhanallah

bagus sekali artikel ini...bisa tambah artikel lagi yang kayak gini ga???

Deddy Junaedi said...

bagus banget artikelnya
bagus juga blogsnya
terus belajar dari sini deh

benk said...

SUBHANALLAH,,,,

YA ALLAH,,kabulkanlah doa ku untuk dapat menciumnya,,amien

Anonymous said...

Subhanallah,,,

ariosaja said...

Maha besar Allah

Blog Sersan said...

subhanallah...
bagus sekali, salam rudis

Anonymous said...

subhanallah,,
:D

baguz2 infonyah,,
boleh tau ng9a ngambil info dari mana aja sih???

AdjieBP said...

masyaallah, memang semua sumber ilmu itu dari Allah SWT, walau saya tercengang dengan kemajuan tekhnologi, tapi saya lebih terkagum 1000 % dengan arsitek Allah.

Anonymous said...

Subhanallah...
segala kekuasaan allah yg telah menciptakan segala dunia ini...

Tukma Ida said...

subhannallah .:)
good !
I like it :)

Anonymous said...

Jauh sebelum masa Muhammad, Clement dari Alexandria, menulis di tahun 190M, bahwa "Orang Arab menyembah batu" (Waraq 39). Penyembah berhala dari Arab dan peziarah dari sekelilingnya mencium batu hitam sebagai acuan kepada dewa HUBAL (Baal), dewa bulan mereka.

Dewa/dewi pada masa itu seringkali masing2 memiliki sebuah batu khusus yang akan menggantikan perwujudan diri mereka.

Pada tahun ke-7 setelah Hijrah, Muhammad dan beberapa pengikutnya datang ke Mekah dan menyembah ke arah Ka'bah bersama-sama dengan para penyembah berhala lainnya.

Ketika Muhammad mencium batu hitam, pengikutnya menjadi bingung. Bukankah ini adalah suatu tindakan penyembahan berhala yang sering kali ditentang oleh pemimpin mereka?

Umar, calon Kalifah dimasa berikutnya, berkata."Jika saya tidak melihat dengan mata kepala saya sendiri sang nabi menciumnya, saya sendiri tidak akan pernah menciumnya."

Siapakah Hubal (Baal) itu?

Jika kita mengurut kebelakang:

Dalam surat 71:23, Muhammad mendaftarkan nama-nama dewa yang disembah di Arab.

"Dan mereka berkata,'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan pula Suwa, atau Yaghuts, Yauq, dan Nasr'. Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan lagi orang-orang yang zalim selain kesesatan" (Surat 71:23-24)

Jelas disini bahwa Muhammad sangat menentang penyembahan berhala.

Namun ada masalah lain yang cukup serius dengan daftar nama-nama itu. Ada yang terabaikan? Jawabannya: Ya... HUBAL...!!!

Bukankah ini sangat ganjil? Muhammad menyebutkan nama-nama dewa lain, tapi tidak menyebutkan nama Hubal, yang batunya berdiri diatas Ka'bah, yang merupakan dewa utama di tanah kelahiran Muhammad?
Bagaimana Muhammad dapat mengabaikannya (Hubal) dalam daftar nama dewa-dewa yang dilarang untuk disembah??? Ataukah Hubal memang tidak termasuk dalam daftar nama dewa-dewa yang dilarang untuk disembah??

Batu hitam tersebut sebenarnya berwarna coklat pekat. Batu yang ada sekarang kemungkinan besar sama dengan batu milik Hubal pada masa sebelum Islam.

Menurut Peter Ochigrosso, batu itu lebarnya 10 inci, dan tingginya 3 kaki ("The Joy of Sect" 1996).

Kemungkinan yang paling besar batu tersebut adalah batu meteor yang dikira oleh orang Arab sebagai "batu yang suci" karena jatuh dari langit (Shorrosh, 156). Tidak pernah dapat dibuktikan benar atau salahnya, karena dengan alasan "batu yang suci" pemerintah setempat tidak pernah mengizinkan untuk dilakukan pengujian dilaboratorium terhadap batu tersebut.

Dari buku:

Fleteimer, Curt, 1956 “Christianity and Islam: The Son and The Moon” Hal.147

Anonymous said...

Ada banyak berhala di dalam Ka'bah sebelum semua dihancurkan nabi Muhammad SAW, kalau tidak salah 90an jumlahnya (wallahu a'lam bissawab) Jika nabi Muhammad SAW tidak menyebut semua nama berhala bukan berarti hanya yangdisebut saja yang tidak boleh disembah, itu hanya symbol perwakilan dari seluruh berhala - berhala yang ada, karena latta dan uzza pun tidak sisebut oleh Rasulullha SAW...

Anonymous said...

yang bikin kesal terhadap para kafir quraisy yakni ketika aku menemukan sebuah riwayat ketika futuh mekah Rasulullah melihat ada patung nabi ibrahim sedang berjudi.... ini salah satu kejahilan orang2 kafir pada wqktu itu!! sampai sampai membuat fitnah bahwa nabi ibrahim suka berjudi