5 Peristiwa Terjadi: Larangan Puasa Portugal Hingga Ibnu Majah Wafat

Sejumlah peristiwa besar terjadi pada 8 Ramadhan. Red: Nashih Nashrullah Tentara Kesultanan Seljuk
Foto: turkishhan.org
Sejumlah peristiwa besar terjadi pada tanggal 8 Ramadhan beberapa abad silam yang menonjolkan hari ini sebagai "Hari Perubahan Besar" di mana batas-batas kerajaan ditetapkan dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dilestarikan.

Antara kembalinya pasukan "Al-Usra" Nabi SAW yang mempertahankan perbatasan kota, kebangkitan "Singa Pemberani" Alp Arslan untuk menyatukan bendera Timur Tengah, serta pemulihan kekuasaan Muslim di Akko oleh Al-Malik az-Zahir Ruknuddin Baibars al-Bunduqdari.

Berikut ini beberapa peristiwa besar yang terjadi pada 8 Ramadhan dikutip dari Aljazeera, Rabu (26/2/2026).

Pertama, pelajaran dalam penyamaran dan pengamanan perbatasan

Pada hari seperti ini tahun kesembilan Hijrah/630 M, Madinah menyaksikan kembalinya pasukan Muslim dari Perang Tabuk.

Perebutan itu bukan hanya pertempuran militer (tidak ada pertempuran yang terjadi), melainkan manuver besar yang membuktikan kepada Romawi dan sekutunya bahwa negara yang baru berdiri itu mampu menempuh ribuan mil untuk mengamankan perbatasan utaranya.

Dalam konteks strategis yang terkait, peristiwa pada 8 Ramadhan (tahun 8 H) 629 M dengan kejeniusan penyamaran militer Nabi SAW.

Abu Qatadah al-Anshari dikirim ke "Bathn Idham" dalam misi pengalihan yang cerdik, yang berhasil mengalihkan perhatian Quraish dari serangan Muslim ke Makkah, sehingga membuka jalan untuk menaklukkannya tanpa pertumpahan darah.
Kedua, kelahiran kekuatan besar Seljuk

Tanggal 8 Ramadhan merupakan "Hari Seljuk" yang istimewa. Pada 431 H/1040 M, Tughrul Beg meraih kemenangan yang menentukan dalam Pertempuran Dandanakan melawan Ghaznavid, yang membawa Seljuk dari tahap suku ke tahap negara adidaya.

Pada peringatan wafatnya Tughrul Beg pada 455 H/1063 M, keponakannya, Alp Arslan (Singa yang Berani), naik takhta.

Transisi ini bukan sekadar pergantian penguasa, melainkan awal dari era "Manzikert" dan penyatuan dunia Islam di bawah bendera Kekhalifahan Abbasiyah, serta menghadapi gelombang Bizantium dan Fatimiyah secara bersamaan.

Ketiga, Saqr Quraish dan menghancurkan kesombongan Charlemagne

Di Barat Islam, tahun 164 H/781 M mencatat sebuah epik pertahanan yang dikenang dalam sejarah, yakni ketika Abdurrahman al-Dakhil (Saqr Quraish) kembali ke Cordoba dengan kemenangan setelah menghancurkan pasukan Charlemagne.

Halaman 3 / 4
Al-Dakhil memanfaatkan medan pegunungan Andalusia yang sulit untuk memaksa Raja Franka mundur, sehingga memperkuat perbatasan negara Umayyah di Andalusia dari ambisi Eropa yang mulai muncul.

Namun, sejarah yang mencatat kebanggaan itu juga mencatat kesedihan pada tahun 907 H/1502 M, ketika umat Islam Portugal untuk pertama kalinya tidak dapat berpuasa secara terbuka di bawah tekanan penganiayaan Gereja Katolik, dalam sebuah peristiwa yang menandai awal dari akhir keberadaan Islam di wilayah tersebut.

Keempat, pengepungan Akko dan pemulihan wibawa Mamluk

Secara militer, hari ini pada tahun 665 H/1267 M menjadi saksi tindakan tegas dari Al-Zahir Baybars yang memberlakukan pengepungan ketat terhadap Kota Akko.

Langkah ini merupakan respons terhadap perang gerilya yang dilancarkan oleh bangsa Franka dengan menyamar sebagai Muslim.

Tanggapan Baibars merupakan pelajaran tentang "ketegasan kedaulatan", di mana dia menekan garnisun kota dan mengancam akan menghancurkan tembok kota jika mereka tidak tunduk pada sistem pemerintahan Mamluk.

Kelima, kelahiran Ja'far al-Sadiq, wafatnya Ibn Majah dan al-Zahrawi

Di bidang politik, matahari ilmu pengetahuan bersinar pada tanggal 8 Ramadhan. Pada hari itu lahir Imam Ja'far al-Sadiq (83 H/702 M), yang merupakan jembatan ilmiah yang menggabungkan fiqh Ahl al-Bayt dan ilmu pengetahuan alam, dan para tokoh mazhab belajar darinya.

Pada hari yang sama, Imam Ibn Majah (273 H/887 M) dimakamkan, yang telah menyimpan ribuan hadits Nabi dalam bukunya "Al-Sunan".

Hari ini juga menjadi saksi kepergian "bapak bedah modern" Abu al-Qasim al-Zahrawi (427 H/1036 M), dokter Andalusia yang mengajarkan kedokteran kepada Eropa selama berabad-abad, dengan inovasi bedahnya yang masih digunakan di ruang operasi hingga saat ini.Infografis Peristiwa Terkenal di Bulan Ramadhan - (Dok Republika)

No comments: