12 September 1940, Gambar Cadas Gua Lascaux Ditemukan
Uniknya, hanya ada satu figur manusia dalam gambar cadas itu. Berupa manusia berkepala burung.
"Banteng besar" dan sapi merah muncul dari sekian banyak simbol di Gua Lascaux, Prancis. Arti dari simbol-simbol ini kemungkinan tidak sepenuhnya dapat dipahami. (APPI / SEMITOUR/National Geographic News)
"Banteng besar" dan sapi merah muncul dari sekian banyak simbol di Gua Lascaux, Prancis. Arti dari simbol-simbol ini kemungkinan tidak sepenuhnya dapat dipahami. (APPI / SEMITOUR/National Geographic News)
Koleksi gambar cadas dari zaman pra-sejarah ditemukan secara tidak sengaja oleh empat remaja di Gua Lascaux, barat daya Prancis, pada 12 September 1940. Koleksi seni yang diperkirakan berusia 15.000 hingga 17.000 tahun itu sebagian besar berisi simbol hewan dan jadi contoh sempurna karya seni dari periode Paleolitik Awal.
Studi pertama dari arkeolog Prancis bernama Henri-Édouard-Prosper Breuil, Gua Lascaux terdiri dari gua utama dengan lebar kurang lebih 20 meter dan tinggi 4,87 meter. Dindingnya penuh dengan 600 lukisan, simbol, dan hampir 1.500 ukiran.
Gambar yang ada menunjukkan detail tanpa cacat dari beberapa jenis hewan seperti kuda, rusa merah, rusa jantan, sapi, kucing, dan kemungkinan makhluk mitos. Uniknya, hanya ada satu figur manusia dalam gambar cadas itu. Berupa manusia berkepala burung dengan alat kelamin yang mengalami ereksi.
Arkeolog yakin gua tersebut digunakan dalam periode waktu lama sebagai pusat perburuan dan upacara religi.
Salah satu pola lukisan gua prasejarah yang ditemukan di Gua Harimau, berupa kumpulan tiga garis konsentrik melingkar. Menurut ahli lukisan gua, Pindi Setiawan dari Fakultas Seni Rupa ITB, pola ini dibuat dengan cara dikuas menggunakan jari. Kisah lengkap Gua Harimau dan hubungannya dengan permukiman purba di Sumatra terangkum dalam NGI Januari 2013. (Reynold Sumayku/NGI).
Gambar cadas di Indonesia
Gambar macam ini juga bisa ditemui di Tanah Air, sebagian besar di Indonesia Timur: Sulawesi, Muna, Buru, Seram, Flores, Lomblen, Timor, Kai, Papua Barat.
Tapi ditemukan juga jejak lukisan macam ini di Sumatra
Van Heekeren melaporkan temuan awal gambar cadas di Sulawesi Selatan, tepatnya di Leang PattaE, Leang Burung, dan Leang JarriE di Maros, pada 1950. Lukisan yang ditemukan berupa cetakan tangan berwarna merah.
Pada 1970 - 1980-an, ditemukan lagi lebih banyak lukisan macam ini oleh pihak Pemerintah melalui badan arkeologi Sulsel dan mahasiswa dari jurusan Arkeologi Universitas Hasanuddin. Namun, kesulitan untuk mendapat data, ditambah dengan kesulitan bahasa, membuat peneliti Barat sempat tidak mengacuhkan temuan gambar cadas cadas di wilayah ini.
(Zika Zakiya. History Channel, Rock Art of West Papua)
Studi pertama dari arkeolog Prancis bernama Henri-Édouard-Prosper Breuil, Gua Lascaux terdiri dari gua utama dengan lebar kurang lebih 20 meter dan tinggi 4,87 meter. Dindingnya penuh dengan 600 lukisan, simbol, dan hampir 1.500 ukiran.
Gambar yang ada menunjukkan detail tanpa cacat dari beberapa jenis hewan seperti kuda, rusa merah, rusa jantan, sapi, kucing, dan kemungkinan makhluk mitos. Uniknya, hanya ada satu figur manusia dalam gambar cadas itu. Berupa manusia berkepala burung dengan alat kelamin yang mengalami ereksi.
Arkeolog yakin gua tersebut digunakan dalam periode waktu lama sebagai pusat perburuan dan upacara religi.
Gambar cadas di Indonesia
Gambar macam ini juga bisa ditemui di Tanah Air, sebagian besar di Indonesia Timur: Sulawesi, Muna, Buru, Seram, Flores, Lomblen, Timor, Kai, Papua Barat.
Tapi ditemukan juga jejak lukisan macam ini di Sumatra
Van Heekeren melaporkan temuan awal gambar cadas di Sulawesi Selatan, tepatnya di Leang PattaE, Leang Burung, dan Leang JarriE di Maros, pada 1950. Lukisan yang ditemukan berupa cetakan tangan berwarna merah.
Pada 1970 - 1980-an, ditemukan lagi lebih banyak lukisan macam ini oleh pihak Pemerintah melalui badan arkeologi Sulsel dan mahasiswa dari jurusan Arkeologi Universitas Hasanuddin. Namun, kesulitan untuk mendapat data, ditambah dengan kesulitan bahasa, membuat peneliti Barat sempat tidak mengacuhkan temuan gambar cadas cadas di wilayah ini.
(Zika Zakiya. History Channel, Rock Art of West Papua)




No comments:
Post a Comment