Al Quran dan Simbol-simbol Peninggalan Sejarah

Sebagian orang memandang bahwa sejarah dan masa lalunya tidak penting, malah ada sebagian bangsa yang tidak mengenal buku-buku sejarah mereka, justru buku-buku sejarah mereka ternyata hanya berada di museum-museum Negara-negara penjajah.
dianggap tak lebih hanya sebagai bebatuan dan seonggoh kayu biasa, buang-buang dana dan waktu saja bila waktu, biaya dan energy diluangkan untuk memperdulikannya.
Bahkan ada juga sebagian bangsa yang tidak mengenal peradabannya sendiri , bagi mereka tidak penting apapun yang akan terjadi menimpa pada peradabannya, padahal suatu bangsa tanpa peradaban, budaya dan sejarah adalah bangsa yang mati, karena sebagian banyak dari pemikiran dan idiologi masarakat bergantung pada peradaban, budaya dan sejarahnya.


Bangsa tanpa sejarah dan peradaban tak ubahnya seperti boneka mainan kecil yang mudah dimainkan oleh yang lain dan bebas diubah semaunya

Salah satu dari tanda-tanda kehidupan masarakat adalah yang peduli terhadap simbol-simbol budaya dan sejarahnya, tentunya semakin bernilai agamis dan lebih berwarna spiritual simbol-simbol tersebut semakin berharga pula kedudukannya untuk lebih mendapatkan perhatian, dan Allah swt telah menggategorikannya sebagai tanda-tanda dari taqwa hati

ذلك و من يعظم شعائر الله فانها من تقوي القلوب؛

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (Al Hajj 32)

Bahkan Allah swt mengingatkan kepada hamba-hambanya sesuatu yang secara dhahir nampak remeh tapi itu penting sebagai syi’ar yaitu tentang binatang korban, dan binatang-binatang yang diberi kalung untuk korban


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ …

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang korban, dan binatang-binatang yang diberi kalung untuk korban, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah …” (Al-Maaida – Ayat 2)

Allah swt termasuk terhadap keranda yang membawa Nabi Musa as juga memperhatikannya dengan mengumumkannya sebagai tanda kebenaran dan menyebutnya sebagai penyebab ketenangan hati dan mengenalkannya sebagai bukti sejarah kaum Bani Israil

Dalam Al Quran disebutkan bahwa onta yang telah menjadi mu’jizat (tanda keluarbiasaan) Tuhan yang disebut “Naqat Allah” tidak boleh diganggu dan bahkan ia dapat menjadi sebab terjadinya azab dari langit.

Al Quran merupakan kitab yang banyak memuat penjelasan tentang peninggalan dan symbol sejarah kehidupan umat manusia, karena pada prinsipnya setiap idiologi dan agama tanpa peninggalan-peninggalan dan symbol-simbol sejarahnya tidak akan bertahan keberadaannya dan akan tergilas oleh zamannya, sedangkan manusia yang senantiasa tercerahkan dan diberi petunjuk oleh Al Quran begitu juga bangsa qurani senantiasa sensitive untuk memelihara sejarah, budaya dan peradabannya

Dan poin yang paling penting dalam memelihara budaya, peradaban , dan sejarah adalah harus mengenal otoritas dan pengaruhnya, siapakah yang harus diterima, apakah dibawah otoritas Allah swt dan budaya Al Quran ataukah dibawah pengaruh otoritas setan dan para pemujanya ?


No comments: