Ken Arok ke Sultan Jogja
*) Ken Arok + Ken Dedes, berputra Mahisa Wong Ateleng
*) Mahisa Wong Ateleng + istri (A), berputra Mahisa Campaka
*) Mahisa Campaka + istri (B), berputra Dyah Lembu Tal
*) Dyah Lembu Tal + Rakeyan Jayadarma, berputra Raden Wijaya
Rakeyan Jayadarma adalah putra dari Prabu Guru Darmasiksa, raja kerajaan Sunda-Galuh
*) Raden Wijaya + Gayatri, berputri Tribhuwana Wijayatunggadewi (Dyah Gitarja) dan Rajadewi (Dyah Wiyat)
Gayatri adalah putri dari Sri Bajradewi + Raja Kertanegara, raja terakhir Singhasari. Kertanegara adalah putra dari Wisnuwardhana, putra dari Anusapati, putra dari Tunggul Ametung + Ken Dedes. Ibunda Kertanegara yakni Jayawardhani (Waning Hyun), putri dari Mahisa Wong Ateleng, putra dari Ken Arok + Ken Dedes.
*) Tribhuwana Wijayatunggadewi + Cakradhara (Cakeswara), berputra Hayam Wuruk dan Dyah Nertaja
Tribhuwana Wijayatunggadewi merupakan leluhur raja-raja Majapahit selanjutnya yang merupakan perpaduan trah Ken Arok dan Tunggul Ametung.
*) Dyah Nertaja + suami (C), berputra Wikramawardhana
*) Wikramawardhana + Bhre Daha (selir), berputra Suhita dan Kertawijaya
Bhre Daha adalah putri dari Bhre Wirabhumi, putra dari Hayam Wuruk + selir.
*) Suhita (Ratu Ayu Kencanawungu) + Damarwulan (Mertawijaya), berputra Brawijaya V (Angkawijaya)
+++
*) Brawijaya V + Wandankuning, berputra Bondan Kejawan
*) Bondan Kejawan + Nawangsih, berputra Getas Pandawa
*) Getas Pandawa + istri (D), berputra Ki Ageng Sela
*) Ki Ageng Sela + istri (E), berputra Ki Ageng Ngenis
*) Ki Ageng Ngenis + istri (F), berputra Ki Ageng Pemanahan
*) Ki Ageng Pemanahan + Nyai Sabinah, berputra Panembahan Senapati (Sutawijaya)
+++
*) Brawijaya V + Putri Champa, berputra Raden Patah
*) Raden Patah + Ratu Asyikah (Dewi Murtasimah), berputra Sultan Trenggana
Ratu Asyikah adalah putri dari Sunan Ampel + Dewi Karimah
*) Sultan Trenggana + istri (G), berputra Sunan Prawoto, Ratu Mas Cempaka, Retna Kencana (Ratu Kalinyamat)
*) Sultan Hadiwijaya + Ratu Mas Cempaka, berputra Pangeran Benawa, Ratu Pembayun, dll.
Hadiwijaya (Mas Karebet) adalah putra dari Ki Ageng Pengging (Keba Kenanga), putra dari Ratu Pembayun + Andayaningrat. Ratu Pembayun adalah putri Brawijaya V.
Ratu Pembayun menikah dengan Arya Pangiri, putra dari Sunan Prawoto.
*) Pangeran Benawa + istri (H), berputra Pangeran Radin dan Dyah Banawati
*) Dyah Banawati (Ratu Mas Hadi) + Mas Jolang (Panembahan Hanyakrawati), berputra Sultan Agung
Panembahan Hanyakrawati adalah putra dari Panembahan Senapati (Danang Sutawijaya) dan Ratu Mas Waskitajawi, dari putri Ki Ageng Panjawi, penguasa Pati. Antara kedua orang tua Mas Jolang tersebut masih terjalin hubungan sepupu.
*) Sultan Agung + Ratu Wetan, berputra Amangkurat I (Amangkurat Agung)
Ratu Wetan adalah putri Tumenggung Upasanta bupati Batang (keturunan Ki Juru Martani).
Ki Juru Martani adalah putra dari Ki Ageng Saba, putra dari Sunan Kedul, putra dari Sunan Giri anggota Walisanga pendiri Giri Kedaton. Ibunya adalah putri dari Ki Ageng Sela, yang masih keturunan Brawijaya raja terakhir Majapahit.
Juru Martani memiliki adik perempuan bernama Nyai Sabinah (ibu dari Sutawijaya) yang menikah dengan Ki Ageng Pemanahan, putra Ki Ageng Ngenis, putra Ki Ageng Sela. Dengan demikian, Ki Ageng Pemanahan adalah adik sepupu sekaligus ipar Juru Martani.
Ki Ageng Sela memiliki tiga cucu, yaitu, Ki Juru Martani, Ki Ageng Pemanahan, dan Ki Panjawi.
*) Amangkurat I + Ratu Wetan (Keluarga Kajoran), berputra Pangeran Puger (Pakubuwana I)
Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Amangkurat I memiliki dua orang permaisuri. Putri Pangeran Pekik dari Surabaya menjadi Ratu Kulon yang melahirkan Raden Mas Rahmat, kelak menjadi Amangkurat II. Sedangkan putri keluarga Kajoran menjadi Ratu Wetan yang melahirkan Raden Mas Drajat, kelak menjadi Pakubuwana I.
*) Pakubuwana I + Ratu Mas Blitar, berputra Amangkurat IV
Panembahan Senapati + Retno Dumilah, berputra Pangeran Juminah. Pangeran Juminah + istri, berputra Ratu Mas Blitar
*) Amangkurat IV (Amangkurat Jawa) + Mas Ayu Tejawati (selir), berputra Hamengkubuwana I
Amangkurat IV memiliki beberapa orang putra yang di antaranya menjadi tokoh-tokoh penting, yaitu, dari permaisuri lahir Pakubuwana II pendiri Keraton Surakarta, dari selir Mas Ayu Tejawati lahir Hamengkubuwana I raja pertama Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan dari selir Mas Ayu Karoh lahir Arya Mangkunegara, ayah dari Mangkunegara I.
*) Hamengkubuwana I + Istri (I), berputra Hamengkubuwana II
HB I (Pangeran Mangkubumi) adalah raja terbesar Mataram setelah Sultan Agung
*) Hamengkubuwana II + Istri (J), berputra Hamengkubuwana III
*) Hamengkubuwana III + permaisuri (K), berputra Hamengkubuwana IV
HB III + Selir, berputra (tertua) Pangeran Diponegoro
*) Hamengkubuwana IV + permaisuri (L), berputra Hamengkubuwana VI
Hamengkubuwana V adalah kakak Hamengkubuwana VI. HB V tidak banyak mendapatkan dukungan abdi dalem dan keluarga kesultanan karena memihak Belanda. HB V wafat setelah ditikam istri ke-5-nya, yakni Kanjeng Mas Hemawati.
*) Hamengku Buwana VI + Raden Ayu Sepuh/GKR Agung, berputra Hamengkubuwana VII
*) Hamengkubuwana VII (Sultan Ngabehi) + GKR Mas, berputra Hamengkubuwana VIII
*) Hamengkubuwana VIII + Raden Ajeng Kustilah, berputra Hamengkubuwana IX
*) Hamengkubuwana IX + RA Siti Kustina/Raden Ayu Adipati Anum, berputra Hamengkubuwana X
(berbagai sumber)
Banyu
*) Mahisa Wong Ateleng + istri (A), berputra Mahisa Campaka
*) Mahisa Campaka + istri (B), berputra Dyah Lembu Tal
*) Dyah Lembu Tal + Rakeyan Jayadarma, berputra Raden Wijaya
Rakeyan Jayadarma adalah putra dari Prabu Guru Darmasiksa, raja kerajaan Sunda-Galuh
*) Raden Wijaya + Gayatri, berputri Tribhuwana Wijayatunggadewi (Dyah Gitarja) dan Rajadewi (Dyah Wiyat)
Gayatri adalah putri dari Sri Bajradewi + Raja Kertanegara, raja terakhir Singhasari. Kertanegara adalah putra dari Wisnuwardhana, putra dari Anusapati, putra dari Tunggul Ametung + Ken Dedes. Ibunda Kertanegara yakni Jayawardhani (Waning Hyun), putri dari Mahisa Wong Ateleng, putra dari Ken Arok + Ken Dedes.
*) Tribhuwana Wijayatunggadewi + Cakradhara (Cakeswara), berputra Hayam Wuruk dan Dyah Nertaja
Tribhuwana Wijayatunggadewi merupakan leluhur raja-raja Majapahit selanjutnya yang merupakan perpaduan trah Ken Arok dan Tunggul Ametung.
*) Dyah Nertaja + suami (C), berputra Wikramawardhana
*) Wikramawardhana + Bhre Daha (selir), berputra Suhita dan Kertawijaya
Bhre Daha adalah putri dari Bhre Wirabhumi, putra dari Hayam Wuruk + selir.
*) Suhita (Ratu Ayu Kencanawungu) + Damarwulan (Mertawijaya), berputra Brawijaya V (Angkawijaya)
+++
*) Brawijaya V + Wandankuning, berputra Bondan Kejawan
*) Bondan Kejawan + Nawangsih, berputra Getas Pandawa
*) Getas Pandawa + istri (D), berputra Ki Ageng Sela
*) Ki Ageng Sela + istri (E), berputra Ki Ageng Ngenis
*) Ki Ageng Ngenis + istri (F), berputra Ki Ageng Pemanahan
*) Ki Ageng Pemanahan + Nyai Sabinah, berputra Panembahan Senapati (Sutawijaya)
+++
*) Brawijaya V + Putri Champa, berputra Raden Patah
*) Raden Patah + Ratu Asyikah (Dewi Murtasimah), berputra Sultan Trenggana
Ratu Asyikah adalah putri dari Sunan Ampel + Dewi Karimah
*) Sultan Trenggana + istri (G), berputra Sunan Prawoto, Ratu Mas Cempaka, Retna Kencana (Ratu Kalinyamat)
*) Sultan Hadiwijaya + Ratu Mas Cempaka, berputra Pangeran Benawa, Ratu Pembayun, dll.
Hadiwijaya (Mas Karebet) adalah putra dari Ki Ageng Pengging (Keba Kenanga), putra dari Ratu Pembayun + Andayaningrat. Ratu Pembayun adalah putri Brawijaya V.
Ratu Pembayun menikah dengan Arya Pangiri, putra dari Sunan Prawoto.
*) Pangeran Benawa + istri (H), berputra Pangeran Radin dan Dyah Banawati
*) Dyah Banawati (Ratu Mas Hadi) + Mas Jolang (Panembahan Hanyakrawati), berputra Sultan Agung
Panembahan Hanyakrawati adalah putra dari Panembahan Senapati (Danang Sutawijaya) dan Ratu Mas Waskitajawi, dari putri Ki Ageng Panjawi, penguasa Pati. Antara kedua orang tua Mas Jolang tersebut masih terjalin hubungan sepupu.
*) Sultan Agung + Ratu Wetan, berputra Amangkurat I (Amangkurat Agung)
Ratu Wetan adalah putri Tumenggung Upasanta bupati Batang (keturunan Ki Juru Martani).
Ki Juru Martani adalah putra dari Ki Ageng Saba, putra dari Sunan Kedul, putra dari Sunan Giri anggota Walisanga pendiri Giri Kedaton. Ibunya adalah putri dari Ki Ageng Sela, yang masih keturunan Brawijaya raja terakhir Majapahit.
Juru Martani memiliki adik perempuan bernama Nyai Sabinah (ibu dari Sutawijaya) yang menikah dengan Ki Ageng Pemanahan, putra Ki Ageng Ngenis, putra Ki Ageng Sela. Dengan demikian, Ki Ageng Pemanahan adalah adik sepupu sekaligus ipar Juru Martani.
Ki Ageng Sela memiliki tiga cucu, yaitu, Ki Juru Martani, Ki Ageng Pemanahan, dan Ki Panjawi.
*) Amangkurat I + Ratu Wetan (Keluarga Kajoran), berputra Pangeran Puger (Pakubuwana I)
Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Amangkurat I memiliki dua orang permaisuri. Putri Pangeran Pekik dari Surabaya menjadi Ratu Kulon yang melahirkan Raden Mas Rahmat, kelak menjadi Amangkurat II. Sedangkan putri keluarga Kajoran menjadi Ratu Wetan yang melahirkan Raden Mas Drajat, kelak menjadi Pakubuwana I.
*) Pakubuwana I + Ratu Mas Blitar, berputra Amangkurat IV
Panembahan Senapati + Retno Dumilah, berputra Pangeran Juminah. Pangeran Juminah + istri, berputra Ratu Mas Blitar
*) Amangkurat IV (Amangkurat Jawa) + Mas Ayu Tejawati (selir), berputra Hamengkubuwana I
Amangkurat IV memiliki beberapa orang putra yang di antaranya menjadi tokoh-tokoh penting, yaitu, dari permaisuri lahir Pakubuwana II pendiri Keraton Surakarta, dari selir Mas Ayu Tejawati lahir Hamengkubuwana I raja pertama Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan dari selir Mas Ayu Karoh lahir Arya Mangkunegara, ayah dari Mangkunegara I.
*) Hamengkubuwana I + Istri (I), berputra Hamengkubuwana II
HB I (Pangeran Mangkubumi) adalah raja terbesar Mataram setelah Sultan Agung
*) Hamengkubuwana II + Istri (J), berputra Hamengkubuwana III
*) Hamengkubuwana III + permaisuri (K), berputra Hamengkubuwana IV
HB III + Selir, berputra (tertua) Pangeran Diponegoro
*) Hamengkubuwana IV + permaisuri (L), berputra Hamengkubuwana VI
Hamengkubuwana V adalah kakak Hamengkubuwana VI. HB V tidak banyak mendapatkan dukungan abdi dalem dan keluarga kesultanan karena memihak Belanda. HB V wafat setelah ditikam istri ke-5-nya, yakni Kanjeng Mas Hemawati.
*) Hamengku Buwana VI + Raden Ayu Sepuh/GKR Agung, berputra Hamengkubuwana VII
*) Hamengkubuwana VII (Sultan Ngabehi) + GKR Mas, berputra Hamengkubuwana VIII
*) Hamengkubuwana VIII + Raden Ajeng Kustilah, berputra Hamengkubuwana IX
*) Hamengkubuwana IX + RA Siti Kustina/Raden Ayu Adipati Anum, berputra Hamengkubuwana X
(berbagai sumber)
Banyu




No comments:
Post a Comment