Yesus Hoax, Apa Impilikasinya?
Joseph Atwill, seorang penulis Amerika Serikat, menulis buku Caesar’s Messiah, mengatakan bahwa Yesus Kristus hanya hoax. Pilihan bagus bagi Atwill sebagai seorang penulis, menulis tentang Yesus, pasti akan menarik minat pembaca yang luas. Sosok Yesus adalah sosok yang paling banyak diperdebatkan. Apakah Ia mati disalibkan atau tidak sebagaimana yang dikatakan 600 tahun sesudah Ia meninggal saat semua saksi hidup sudah tidak ada, harus terus diselidiki kebenarannya. Dia Tuhan atau bukan juga mengundang perdebatan luas. Maka kalau sekarang tahun 2013, seorang penulis menulis Yesus adalah hoax, maka ia adalah penulis yang cerdas. Orang-orang Kristen, Protestan adan Katolik tidak akan mengeluarkan fatwa untuk membunuh Atwill. Dia akan memperoleh publikasi luas dan uang banyak.Melenggang dengan aman. Gereja tidak akan membunuhnya, malah akan mendoakannya.

Atwill akan mengungkapkan pandangannya dalam sebuah simposium pada 19 Oktober 2013 mendatang. Ia akan menyampaikan topik “Covert Messiah”. Nah inilah hal yang sangat baik. Atwill harus mengemukakan semua alasannya yang menganggap Yesus hoax, dan menyakinkan kalau teorinya benar. Pakar-pakar sejarah akan menilai hal ini. Semuanya baik.
Menurut Atwill, Yesus adalah sosok yang sengaja diciptakan Romawi untuk menenangkan orang Yahudi yang pada masa lalu dinilai sering memberontak. Kalau melihat pernyataan ini saja menurut saya pendapat Akwill tidak memiliki dasar yang kuat. Pemimpin-pemimpin Yahudi pada masa itu sebenarnya malah ingin melenyapkan Yesus. Karena pengikutNya banyak, menyampaikan hal-hal yang terasa berbeda dengan ajaran Yahudi sebelumnya. Dijebak berulang kali dengan pertanyaan-pertanyaan agama selalu lolos. Dan terutama Yesus ini berulang kali kadang tidak secara terang-terangan menyatakan diriNya Allah, seperti mengatakan kepada orang lumpuh bahwa dosanya sudah diampuni, menyembuhkan orang sakit, membuat biji mata orang buta, membangkitkan orang mati, mengobrak-abrik praktik dagang di rumah ibadat, … banyak sekali, pokoknya Yesus harus disalibkan (hukuman paling berat ketika itu) karena menghujat Allah.
“Yahudi di Pakistan pada saat itu, yang menunggu Mesias datang, adalah sumber pemberontakan pada abad pertama,” kata Atwil. “Ketika Romawi lelah untuk mengatasi pemberontakan secara konvensional, mereka beralih ke perang psikologis,” lanjut Atwill. “Mereka menyadari bahwa cara untuk menghentikan misionaris Yahudi adalah dengan membuat kepercayaan tandingan. Di sanalah, sosok Mesias pencinta perdamaian diciptakan,” imbuhnya. Penciptaan sosok Mesias itu diharapkan membuat Yahudi patuh dan membayar pajak kepada Romawi. Membaca ini saya agak pusing. Kenapa di Pakistan? Mungkin Atwill punya penjelasan. Dan kalau Yesus adalah fiktif kenapa sampai ribuan tahun setelahnya masih ada saja pengikut Yesus. Dan banyak saksi hidup yang bersedia mati untuk menyampaikan Injil? Kalau Yesus hoax, seharusnya 12 muridNya juga hoax. Padahal disamping 12 murid yang selalu mengikuti Yesus, ada 500 murid lain yang setia.
Atwill membuat kesimpulan bahwa Yesus adalah konstruksi Romawi setelah membandingkan naskah “War of the Jews” karya Flavius Josephus dengan teks Perjanjian Baru. “Saya mulai melihat urutan pararel antara kedua teks,” kata Atwill seperti dikutip International Business Times. Atwill menuturkan, lokasi dan peristiwa kemesiasan Yesus kurang lebih sama dengan lokasi dan peristiwa dari kampanye militer Titus Flavius, salah satu kaisar Romawi.”Ini bukti jelas dari sebuah pola yang sengaja dibuat. Biografi Yesus dikonstruksi, dari ujung ke ujung, dari cerita sebelumnya, terutama pada biografi kaisar Romawi,” jelasnya.
Menanggapi pendapat Atwill, Ronald A Lindsay, peneliti senior di Center of Inquiry, sebuah organisasi non-profit, mengatakan, “Kenyataannya, kita sepertinya tidak akan pernah tahu ‘fakta’ tentang Yesus.”
“Ada terlalu banyak cerita yang berbeda tentang Yesus. Semua punya masalah kredibilitas yang serius dan tidak konsisten satu sama lain,” ungkap Lindsay. Menurut saya, kalau Lindsay membaca Alkitab dengan baik seharusnya ia tidak perlu heran mengapa ada banyak cerita berbeda tentang Yesus. Menurut Alkitab, pada saat Yesus bangkit dari kematian, memang penguasa-penguasa saat itu sengaja menciptakan banyak cerita agar cerita kebangkitan Yesus diragukan. Rupanya mereka pengarang cerita yang baik sehingga masih menimbulkan kebingungan sampai hari ini.
Bahkan banyak orang bilang (terutama ateis) kalau Tuhan itu hoax. Maka bagi bangsa Indonesia yang berKetuhanan Yang Maha Esa, ini adalah hal yang aneh. Tapi daripada marah-marah sebaiknya kita selidiki dulu semua kebenarannya. Kalau sampai kita meninggal masih juga kita tidak tahu apa yang benar-benar benar, maka di akhirat (kalau ada) insya Allah kita akan mengetahuinya (tetapi sudah terlambat). Maka ada baiknya juga orang-orang seperti Joseph Alwill dan pakar-pakar yang lain saling melontarkan argumentasinya. Kita tidak perlu marah tetapi menilai dan menimbang argumentasi mereka.
Eunice M
Atwill akan mengungkapkan pandangannya dalam sebuah simposium pada 19 Oktober 2013 mendatang. Ia akan menyampaikan topik “Covert Messiah”. Nah inilah hal yang sangat baik. Atwill harus mengemukakan semua alasannya yang menganggap Yesus hoax, dan menyakinkan kalau teorinya benar. Pakar-pakar sejarah akan menilai hal ini. Semuanya baik.
Menurut Atwill, Yesus adalah sosok yang sengaja diciptakan Romawi untuk menenangkan orang Yahudi yang pada masa lalu dinilai sering memberontak. Kalau melihat pernyataan ini saja menurut saya pendapat Akwill tidak memiliki dasar yang kuat. Pemimpin-pemimpin Yahudi pada masa itu sebenarnya malah ingin melenyapkan Yesus. Karena pengikutNya banyak, menyampaikan hal-hal yang terasa berbeda dengan ajaran Yahudi sebelumnya. Dijebak berulang kali dengan pertanyaan-pertanyaan agama selalu lolos. Dan terutama Yesus ini berulang kali kadang tidak secara terang-terangan menyatakan diriNya Allah, seperti mengatakan kepada orang lumpuh bahwa dosanya sudah diampuni, menyembuhkan orang sakit, membuat biji mata orang buta, membangkitkan orang mati, mengobrak-abrik praktik dagang di rumah ibadat, … banyak sekali, pokoknya Yesus harus disalibkan (hukuman paling berat ketika itu) karena menghujat Allah.
“Yahudi di Pakistan pada saat itu, yang menunggu Mesias datang, adalah sumber pemberontakan pada abad pertama,” kata Atwil. “Ketika Romawi lelah untuk mengatasi pemberontakan secara konvensional, mereka beralih ke perang psikologis,” lanjut Atwill. “Mereka menyadari bahwa cara untuk menghentikan misionaris Yahudi adalah dengan membuat kepercayaan tandingan. Di sanalah, sosok Mesias pencinta perdamaian diciptakan,” imbuhnya. Penciptaan sosok Mesias itu diharapkan membuat Yahudi patuh dan membayar pajak kepada Romawi. Membaca ini saya agak pusing. Kenapa di Pakistan? Mungkin Atwill punya penjelasan. Dan kalau Yesus adalah fiktif kenapa sampai ribuan tahun setelahnya masih ada saja pengikut Yesus. Dan banyak saksi hidup yang bersedia mati untuk menyampaikan Injil? Kalau Yesus hoax, seharusnya 12 muridNya juga hoax. Padahal disamping 12 murid yang selalu mengikuti Yesus, ada 500 murid lain yang setia.
Atwill membuat kesimpulan bahwa Yesus adalah konstruksi Romawi setelah membandingkan naskah “War of the Jews” karya Flavius Josephus dengan teks Perjanjian Baru. “Saya mulai melihat urutan pararel antara kedua teks,” kata Atwill seperti dikutip International Business Times. Atwill menuturkan, lokasi dan peristiwa kemesiasan Yesus kurang lebih sama dengan lokasi dan peristiwa dari kampanye militer Titus Flavius, salah satu kaisar Romawi.”Ini bukti jelas dari sebuah pola yang sengaja dibuat. Biografi Yesus dikonstruksi, dari ujung ke ujung, dari cerita sebelumnya, terutama pada biografi kaisar Romawi,” jelasnya.
Menanggapi pendapat Atwill, Ronald A Lindsay, peneliti senior di Center of Inquiry, sebuah organisasi non-profit, mengatakan, “Kenyataannya, kita sepertinya tidak akan pernah tahu ‘fakta’ tentang Yesus.”
“Ada terlalu banyak cerita yang berbeda tentang Yesus. Semua punya masalah kredibilitas yang serius dan tidak konsisten satu sama lain,” ungkap Lindsay. Menurut saya, kalau Lindsay membaca Alkitab dengan baik seharusnya ia tidak perlu heran mengapa ada banyak cerita berbeda tentang Yesus. Menurut Alkitab, pada saat Yesus bangkit dari kematian, memang penguasa-penguasa saat itu sengaja menciptakan banyak cerita agar cerita kebangkitan Yesus diragukan. Rupanya mereka pengarang cerita yang baik sehingga masih menimbulkan kebingungan sampai hari ini.
Bahkan banyak orang bilang (terutama ateis) kalau Tuhan itu hoax. Maka bagi bangsa Indonesia yang berKetuhanan Yang Maha Esa, ini adalah hal yang aneh. Tapi daripada marah-marah sebaiknya kita selidiki dulu semua kebenarannya. Kalau sampai kita meninggal masih juga kita tidak tahu apa yang benar-benar benar, maka di akhirat (kalau ada) insya Allah kita akan mengetahuinya (tetapi sudah terlambat). Maka ada baiknya juga orang-orang seperti Joseph Alwill dan pakar-pakar yang lain saling melontarkan argumentasinya. Kita tidak perlu marah tetapi menilai dan menimbang argumentasi mereka.
Eunice M




No comments:
Post a Comment