Dia Adalah Penghuni Langit dan Bukan Penghuni Bumi
Ilustrasi (ibu)/ annasjava.heck.in
Uwais, tinggal di Yaman, Pemuda ini menderita Penyakit Sopak (tubuh belang-belang) Walaupun tidak sempurna tubuhnya, uwais adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepada Ibunya yang lumpuh dan tua, semua permintaan ibunya tak pernah ada yang tidak dia kerjakan. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.
menurut riwayat suatu waktu ibunya menyampaikan begini kepada Uwais “Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji,” mendengar pinta ibunya itu Uwais terdiam sambil memikirkar bagaimanaperjalanan ke Mekkah dari yaman (sekitar 600 KM ) sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas belum lagi badai yang sewaktu – waktu datang. Waktu itu semua orang menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan kalau melakukan perjalanan jauh. Namun Uwais tidak punya apa – apa karena sangat miskin.
Uwais hanya pengembala kambing, namun ketika ibunya meminta hal tersebut Uwais terus memutarkan pikirannya bagaimana caranya agar dia bisa memenuhi permintaan ibunya yang satu ini. Akhirnya pikirannya buntu disebuah ide yaitu dengan membelikan seekor anak lembu. Unik diminta naik haji kok malah beli anak lembu.. yang lebih unik lagi adalah kalau semua orang yang memelihara lembu, kandang lembunya dipastikan tidak begitu jauh dengan rumah tapi lain halnya dengan Uwais beliau membuatkan kandang lembunya tepat diatas bukit yang jauh dari rumahnya, tau apa yang dilakukan Uwais…? Setelah kandang siap pakai Uwais lansung mengambil anak lembu tersebut dan menggendongnya membawa kekandang begitupun ketika lembu itu mau turun Uwais menggendongnya turun, begitu seterusnya dan seterusnya. Uwais tidak peduli dengan cibiran orang – gilakah, anehkah dan sebagainya. Yang jelas tiada hari yang terlewatkan tanpa menggendong lembu naik turun bukit..
Akhirnya 8 bulan sudah Uwais melakukan rutinitasnya menggendong sapi, sampailah di musim Haji. Lembu Uwais mencapai 100 kg, dan bayangkan bagaimana tenaga Uwais bisa sanggup mengangkat Lembu seberat itu, tentunya sangat Kuat. Gimana sudah tau maksud kenapa Uwais Gendong lembu.Yaitu agar Uwais sanggup menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, untuk menunaikan ibadah Haji…alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. (tentu masih panjang ceritanya hingga mereka sampai ketanah Suci )
Bagaimana dengan kita hari ini, berapa kali kita pernah mencium ibu kita yang sudah renta, berapa kali deret doa kita persembahkan kepada orang – orang tua kita yang telah tiada ? ketika kita pulang kerumah yang kita temukan hanya kamar kosong yang usang, hanya beberapa kain yang kusam yang dulu kamar itu dan kain itu di pakai oleh orang tua kita, kini dia telah pergi hanya tinggal kita yang telah dibesarkannya. Atau pun mereka masih ada tapi sudah tua dan tidak bisa apa – apa lagi. Sementara kita sudah tumbuh dewasa, tegap,kaya dan cantik bagi wanita..namun alangkah sedikitnya perhatian kita kepada Kedua orang tua kita, semoga Allah mengampuni kita semua.
Uwais kerena ketulusannya merawat ibunya dan ketika sampai di tanah suci memberi karunianya kepada Uwais yaitu dengan menyembuhkan semua penyakit dan hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Yang tinggal ditengkuk itu adalah sebagai tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.
Kedua Sahabat Besar tersebut mengkhususkan waktunya mencari Uwais di sekitar Ka’bah karena Rasullah SAW berpesan “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdoa untuk kamu berdua.”
(kutipan……) Rasulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu beliau SAW, memandang kepada Imam Ali bin Abi Thalib a.s. dan Umar bin Khattab dan bersabda, “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi“.
Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga kekhalifahan Abu Bakar telah diestafetkan kepada Khalifah Umar bin Khattab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Ia segera mengingatkan kepada Imam Ali a.s. untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka. ( kutipan darri http://id.wikipedia.org/wiki/Uwais_al-Qarny )
“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kononnya Kisah Uwais Uwais al-Qarni ini lansung dikabarkan oleh Penghuni langit (malaikat) kepada Rasulullah, Penasaran.. silahkan di search sendiri di google. Semoga bermamfaat (LS)Uwais al-Qarni, adalah Sahabat Rasul yang tidak pernah bertemu dengan Rasul
LG




No comments:
Post a Comment