Kisah Rasulullah Saw dengan Orang Yahudi
Suatu hari ada seorang Yahudi yang menagih piutang kepada Rasulullah Saw. Beliau berkata, “Aku belum bisa membayarmu”.
Yahudi itu berkata, “aku tak akan melepasmu sebelum kau melunasi utangmu”. Beliau membalas, “Kalau begitu aku tetap disini bersamamu”. Beliaupun tidak beranjak dari tempat itu, sampai-sampai beliau melakukan shalat Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh di tempat itu juga.
Para sahabat datang dan mengancam orang Yahudi itu. Rasulullah Saw bertanya kepada para sahabat, “Apa yang kalian lakukan?” Sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, dia telah memenjarakan Anda”. Beliau bersabda, “Allah tidak mengutusku untuk menzalimi orang non muslim”.
Pada waktu matahari naik, orang Yahudi yang menagih hutang itu berkata, “Aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku akan memberikan separuh hartaku di jalan Allah”.
Betapa Agung Akhlakmu Ya Rasulullah, maafkan kami yang mengaku umatmu dan mencintaimu namun akhlak kami masih jauh dari Akhlakmu.
Suatu hari, Rasulullah Saw sedang duduk bersama dengan Sitti Aisyah ra. Seorang Yahudi lewat didepan mereka dan berkata, ” sam ‘alaikum (yang artinya celakalah engkau)”. Beliau menjawab, “alaikum (engkau juga)”. Kemudian ada seorang Yahudi lain yang lewat dan mengatakan hal yang serupa dan Beliau juga memberikan jawaban yang sama. Yahudi ketiga juga melakukan hal yang sama dan mendapatkan jawaban yang serupa.
Melihat hal tersebut membuat Sitti Aisyah ra marah dan berkata, “terkutuklah kalian semua, hai orang-orang Yahudi saudara monyet-monyet!”.
Rasulullah segera menegur Siti Aisyah ra dengan mengatakan “Jika umpatan memiliki rupa, ia memiliki rupa yang jelek. Segala sesuatu yang diiringi oleh kelembutan akan menjadi mulia, dan yang terpisah darinya akan menjadi hina”. Siti Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, apakah Engkau tidak mendengar mereka berkata ’sam ‘alaikum?”. Rasulullah menjawab , “Apakah engkau tak mendengar jawabanku? Aku membalas dengan ucapan ‘alaikum’.
Betapa agung akhlakmu ya Rasulullah, maafkan kami yang belum mengenal dan meneladaninya dengan sempurna.
M.sep J
Yahudi itu berkata, “aku tak akan melepasmu sebelum kau melunasi utangmu”. Beliau membalas, “Kalau begitu aku tetap disini bersamamu”. Beliaupun tidak beranjak dari tempat itu, sampai-sampai beliau melakukan shalat Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh di tempat itu juga.
Para sahabat datang dan mengancam orang Yahudi itu. Rasulullah Saw bertanya kepada para sahabat, “Apa yang kalian lakukan?” Sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, dia telah memenjarakan Anda”. Beliau bersabda, “Allah tidak mengutusku untuk menzalimi orang non muslim”.
Pada waktu matahari naik, orang Yahudi yang menagih hutang itu berkata, “Aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku akan memberikan separuh hartaku di jalan Allah”.
Betapa Agung Akhlakmu Ya Rasulullah, maafkan kami yang mengaku umatmu dan mencintaimu namun akhlak kami masih jauh dari Akhlakmu.
Suatu hari, Rasulullah Saw sedang duduk bersama dengan Sitti Aisyah ra. Seorang Yahudi lewat didepan mereka dan berkata, ” sam ‘alaikum (yang artinya celakalah engkau)”. Beliau menjawab, “alaikum (engkau juga)”. Kemudian ada seorang Yahudi lain yang lewat dan mengatakan hal yang serupa dan Beliau juga memberikan jawaban yang sama. Yahudi ketiga juga melakukan hal yang sama dan mendapatkan jawaban yang serupa.
Melihat hal tersebut membuat Sitti Aisyah ra marah dan berkata, “terkutuklah kalian semua, hai orang-orang Yahudi saudara monyet-monyet!”.
Rasulullah segera menegur Siti Aisyah ra dengan mengatakan “Jika umpatan memiliki rupa, ia memiliki rupa yang jelek. Segala sesuatu yang diiringi oleh kelembutan akan menjadi mulia, dan yang terpisah darinya akan menjadi hina”. Siti Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, apakah Engkau tidak mendengar mereka berkata ’sam ‘alaikum?”. Rasulullah menjawab , “Apakah engkau tak mendengar jawabanku? Aku membalas dengan ucapan ‘alaikum’.
Betapa agung akhlakmu ya Rasulullah, maafkan kami yang belum mengenal dan meneladaninya dengan sempurna.
M.sep J




No comments:
Post a Comment