Mengapa Nabi Isa yang Dipilih Turun ke Bumi Menjelang Kiamat?

Pemilihan Nabi Isa oleh Allah SWT mengandung hikmah besar. Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Mengapa Nabi Isa yang Dipilih Turun ke Bumi Menjelang Kiamat?
Foto: Karta/Republika
Turunnya Nabi Isa bin Maryam Alahissalam ke bumi menjelang hari kiamat bukanlah peristiwa biasa, melainkan bagian dari tanda-tanda besar akhir zaman yang sarat makna teologis. Para ulama menjelaskan, pemilihan Nabi Isa oleh Allah SWT mengandung hikmah besar, mulai dari penegasan kebenaran tauhid hingga penegakan keadilan di akhir perjalanan sejarah manusia.

Mengapa Allah SWT memilih Nabi Isa bin Maryam agar turun di akhir zaman dan menjadi salah satu tanda-tanda besar hari kiamat? Pemilihan Nabi Isa bin Maryam untuk kepentingan besar ini memiliki beberapa sebab, meskipun rahasia semua itu tetap di sisi Allah SWT.

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa'ah al-hasyru wa qiyamus sa'ah menerangkan di antara sebab dipilihnya Nabi Isa Alahissalam.

Pertama, berbagai peristiwa besar yang akan terjadi di zaman sebelum hari kiamat terjadi harus ada sosok agung yang mempunyai kharisma dan pengaruh tersendiri bagi seluruh manusia.

Kedua, ketika peristiwa kiamat terjadi, Romawi (Nasrani) adalah bangsa mayoritas, dan inilah yang shahih menurut hadits. Karenanya, sebelum hari kiamat terjadi, Allah SWT berkehendak menundukkan mereka semua.

Allah juga ingin menunjukkan kedustaan, kepalsuan, dan apa yang mereka adakan atas nama Allah SWT terhadap Isa bin Maryam bahwa ia adalah penebus dosa dan anak Allah.

Karenanya, Nabi Isa akan turun kepada mereka atas perintah Allah serta mendustakan perkataan orang yang mengatakan bahwa Nabi Isa adalah penebus dosa, putra Allah, dan penyelamat bagi mereka.

Nabi Isa akan mematahkan salib mereka, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Nabi Isa hanya akan menerima Islam. Karena dunia hanya akan berakhir ketika kebenaran telah terwujud dan agama Islam yang diridhai Allah memimpin seluruh manusia.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ ࣖ

Wa huwal-lażī arsala rasūlahū bil-hudā wa dīnil-ḥaqqi liyuẓhirahū ‘alad-dīni kullih(ī), wa lau karihal-musyrikūn(a).

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkannya atas semua agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS Aṣ-Ṣaff Ayat 9)

Ketiga, Nabi Isa bin Maryam diangkat Allah SWT di sisi-Nya karena kezaliman yang ia terima dari Bani Israil dan penguasa waktu itu, dan dari keingkaran, kekafiran, dan kedustaan mereka.

Mereka menjatuhkan hukuman mati dan salib kepada Nabi Isa, sehingga Allah mengangkat Nabi Isa ke sisi-Nya dan menyerupakan seorang penghianat dari pengikut setianya dengan wajahnya. Mereka pun melaksanakan hukuman mati kepadanya.

Allah SWT ingin memuliakan Nabi Isa dengan memilihnya (untuk turun) di akhir zaman untuk kepentingan yang besar ini. Selain itu, agar Nabi Isa menjadi hakim yang adil dan bijaksana di dunia dengan segala permasalahannya setelah membunuh Dajjal. Allah juga mengabulkan permintaannya, yaitu kematian Ya'juj dan Ma'juj.

Keempat, Allah SWT hendak mematahkan klaim, kepalsuan, cerita-cerita bohong, dan kedustaan Yahudi atas Nabi Isa bin Maryam, Nabi Allah yang mereka perangi dan mereka dustakan atas nama Allah. Bani Israil juga menyelewengkan Taurat dan menolak dakwah para Nabi dan Rasul.

Allah mengutus Nabi Isa untuk mematahkan keyakinan mereka semua, sehingga yang tersisa di dunia ini hanyalah agama yang benar, yaitu agama Islam. Demikianlah, pengetahuan itu hanya pada Allah SWT Yang Maha Tahu dan Maha Teliti.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرٰى

Minhā khalaqnākum wa fīhā nu‘īdukum wa minhā nukhrijukum tāratan ukhrā.

Darinya (tanah) itulah Kami menciptakanmu, kepadanyalah Kami akan mengembalikanmu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkanmu pada waktu yang lain. (QS Ṭaha Ayat 55)

Karena Allah SWT telah mengangkat Nabi Isa bin Maryam ketika orang-orang Yahudi hendak membunuhnya, sudah seharusnya Nabi Isa dikembalikan lagi ke bumi agar meninggal di sana kemudian dibangkitkan lagi seperti yang tersebut dalam ayat tersebut.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, "Al-Masih turun ke bumi seperti yang ditegaskan dalam hadits-hadits shahih. Untuk itulah, ia berada di langit kedua meskipun ia lebih mulia daripada Nabi Yusul, Idris, dan Harun. Karena dia akan turun ke bumi sebelum hari kiamat, sedangkan yang lain tidak."rol

No comments: