Perang Aceh dalam ingatan Belanda
Lembaga ini dipimpin oleh Direktur asal Belanda yang topik pembahsannya seputar sejarah Belanda dan daerah-daerah luar negeri Kincir Angin.
Perang Aceh 1873 hingga 1914. @YouTube.com
PUSAT Film Dokumenter Belanda mengunggah salah satu dokumentasi perang Aceh yang berlangsung pada 1873 hingga 1914. Dalam dokumenter tersebut diceritakan mengenai sejarah invasi negara Hollandia tersebut ke Aceh.
Berawal dari kedatangan JHR Kohler di Ulee Lheue menyerbu pusat Kota Banda Aceh saat itu. Dalam dokumenter tersebut juga diceritakan sisi heroik orang-orang Aceh melawan Belanda dan cuplikan kisah Teuku Umar, serta pergantian pucuk pimpinan Kerajaan Aceh Darussalam pasca meninggalnya Sultan Mahmud akibat kolera.
Dalam film dokumenter tersebut juga disajikan bagaimana kejinya pasukan Belanda membantai orang-orang Aceh pada 13 Oktober 1880 dan 1884.
Film dokumenter ini dibuat dan diunggah ke youtube oleh Dutch Docu Channel, yaitu Pusat Dokumentasi Belanda. Lembaga ini dipimpin oleh Direktur asal Belanda yang topik pembahsannya seputar sejarah Belanda dan daerah-daerah luar negeri "Kincir Angin."
Duch Docu Channel telah berkecimpung dalam film dokumenter yang dibiayai oleh sumber dana pemerintah Belanda. Salah satu film dokumenter yang dibuat yaitu Storm en noodweer in Nederland. Film ini menceritakan tentang banjir yang melanda pantai Zuiderzee pada 1916.
Berikut cuplikan dokumenter yang dibuat oleh Dutch Docu Channel berjudul Aceh War 1873-1914.
Berawal dari kedatangan JHR Kohler di Ulee Lheue menyerbu pusat Kota Banda Aceh saat itu. Dalam dokumenter tersebut juga diceritakan sisi heroik orang-orang Aceh melawan Belanda dan cuplikan kisah Teuku Umar, serta pergantian pucuk pimpinan Kerajaan Aceh Darussalam pasca meninggalnya Sultan Mahmud akibat kolera.
Dalam film dokumenter tersebut juga disajikan bagaimana kejinya pasukan Belanda membantai orang-orang Aceh pada 13 Oktober 1880 dan 1884.
Film dokumenter ini dibuat dan diunggah ke youtube oleh Dutch Docu Channel, yaitu Pusat Dokumentasi Belanda. Lembaga ini dipimpin oleh Direktur asal Belanda yang topik pembahsannya seputar sejarah Belanda dan daerah-daerah luar negeri "Kincir Angin."
Duch Docu Channel telah berkecimpung dalam film dokumenter yang dibiayai oleh sumber dana pemerintah Belanda. Salah satu film dokumenter yang dibuat yaitu Storm en noodweer in Nederland. Film ini menceritakan tentang banjir yang melanda pantai Zuiderzee pada 1916.
Berikut cuplikan dokumenter yang dibuat oleh Dutch Docu Channel berjudul Aceh War 1873-1914.
Perang Aceh 1873 hingga 1914. @YouTube.com
PUSAT Film Dokumenter Belanda mengunggah salah satu dokumentasi perang Aceh yang berlangsung pada 1873 hingga 1914. Dalam dokumenter tersebut diceritakan mengenai sejarah invasi negara Hollandia tersebut ke Aceh.
Berawal dari kedatangan JHR Kohler di Ulee Lheue menyerbu pusat Kota Banda Aceh saat itu. Dalam dokumenter tersebut juga diceritakan sisi heroik orang-orang Aceh melawan Belanda dan cuplikan kisah Teuku Umar, serta pergantian pucuk pimpinan Kerajaan Aceh Darussalam pasca meninggalnya Sultan Mahmud akibat kolera.
Dalam film dokumenter tersebut juga disajikan bagaimana kejinya pasukan Belanda membantai orang-orang Aceh pada 13 Oktober 1880 dan 1884.
Film dokumenter ini dibuat dan diunggah ke youtube oleh Dutch Docu Channel, yaitu Pusat Dokumentasi Belanda. Lembaga ini dipimpin oleh Direktur asal Belanda yang topik pembahsannya seputar sejarah Belanda dan daerah-daerah luar negeri "Kincir Angin."
Duch Docu Channel telah berkecimpung dalam film dokumenter yang dibiayai oleh sumber dana pemerintah Belanda. Salah satu film dokumenter yang dibuat yaitu Storm en noodweer in Nederland. Film ini menceritakan tentang banjir yang melanda pantai Zuiderzee pada 1916.
Berikut cuplikan dokumenter yang dibuat oleh Dutch Docu Channel berjudul Aceh War 1873-1914.
Berawal dari kedatangan JHR Kohler di Ulee Lheue menyerbu pusat Kota Banda Aceh saat itu. Dalam dokumenter tersebut juga diceritakan sisi heroik orang-orang Aceh melawan Belanda dan cuplikan kisah Teuku Umar, serta pergantian pucuk pimpinan Kerajaan Aceh Darussalam pasca meninggalnya Sultan Mahmud akibat kolera.
Dalam film dokumenter tersebut juga disajikan bagaimana kejinya pasukan Belanda membantai orang-orang Aceh pada 13 Oktober 1880 dan 1884.
Film dokumenter ini dibuat dan diunggah ke youtube oleh Dutch Docu Channel, yaitu Pusat Dokumentasi Belanda. Lembaga ini dipimpin oleh Direktur asal Belanda yang topik pembahsannya seputar sejarah Belanda dan daerah-daerah luar negeri "Kincir Angin."
Duch Docu Channel telah berkecimpung dalam film dokumenter yang dibiayai oleh sumber dana pemerintah Belanda. Salah satu film dokumenter yang dibuat yaitu Storm en noodweer in Nederland. Film ini menceritakan tentang banjir yang melanda pantai Zuiderzee pada 1916.
Berikut cuplikan dokumenter yang dibuat oleh Dutch Docu Channel berjudul Aceh War 1873-1914.




No comments:
Post a Comment