Muslim di Wilayah Kerajaan Non Muslim Abad 14 (Spanyol)
Islam datang ke semenanjung Iberia abad ke 7. Butuh ratusan tahun hingga tentara Spanyol (kerajaan Castile dan Aragon) dapat merebut kembali dari tangan kaum muslim.
Selama ratusan tahun Islam berkembang di wilayah Iberia, mempengaruhi peradaban hingga mengubah keyakinan penduduk setempat. Setelah terjadi pergeseran dari penguasa muslim menjadi penguasa kerajaan Castile dan Aragon, meninggalkan banyak kaum muslim yang tetap berpegang teguh pada imannya dalam wilayah kerajaan Castile dan Aragon yang baru. Tidak bisa pergi ke wilayah muslim lain karena banyak hal, seperti enggan meninggalkan keluarga, kesehatan dan biaya.
Lalu bagaimana kehidupan mereka dibawah penguasaan kerajaan Castile dan Aragon ? Yang paling terasa adalah tidak adanya penguasa yang menerapkan aturan Islam. Penguasa kerajaan Castile mengijinkan muslim tetap memegang iman agama mereka dan diberi sebutan mudejer. Namun kerajaan mengawasi dan tidak membiarkan muslim melakukan kegiatan politik dan penegakan hukum.
Mudejer hidup dalam wilayah khusus diluar tembok istana atau pusat pemerintahan kerajaan Castile di kota masing-masing. Wilayah khusus ini disebut Moreria. Kadang ditemui kasus muslim yang menyewa rumah non muslim. Saat keadaan membaik tidak perang, muslim dibiarkan memiliki memiliki rumah dan perkebunan sendiri. Dalam keadaan buruk terjadi perang antara kerajaan Castile dan penguasa muslim, bangsawan dengan ijin kerajaan bisa mengambil paksa rumah dan perkebunan.
Moreria memiliki sistem kehidupan yang berbeda dengan pemukiman non muslim di kerajaan Castile dan Aragon. Jika dalam keadaan damai Moreria memiliki masjid untuk muslim beribadah, pasar khusus yang hanya menjual barang halal, penyamakan kulit, penjagal hewan yang memiliki sertifikat halal. Dalam keadaan perang kenyamanan fasilitas bagi muslim akan diawasi ketat.
Pejabat/penguasa dalam Moreria tugas utama mereka sebagai juru bicara pada raja dan ratu. Penguasa khusus Moreria disebut Aljama. Pada keadaan damai Aljama yang dipilih adalah seorang muslim, namun sebagian besar Aljama dalam sejarah adalah Katolik yang dipilih gereja dan kerajaan. Aljama sangat besar kuasanya, memiliki kekuasaan atas setiap sendi kehidupan di Moreria.
Qadhi adalah hakim yang akan memutuskan perkara dengan aturan Islam. Dalam wilayah Islam, fungsi qadhi adalah tetap. Tidak peduli pergantian kekuasaan yang terjadi dalam wilayah Islam namun fungsi qadhi tetap ada dan sama, memutuskan setiap perkara rakyat dalam wilayah Islam dengan aturan Islam.
Lalu bagaimana fungsi qadhi dalam Moreria ? Kerajaan Castile dan Aragon melarang hakum muslim dan melarang memutuskan perkara menggunakan hukum Islam. Tidak boleh melaksanakan hukum hudud, tidak membayar pajak namun upeti kepada kerajaan.
Khalifah/pemimpin muslim yang berpusat di Damascus mengirim ulama secara bertahap dan terus menerus untuk membujuk muslim di kerajaan Castile dan Aragon untuk pindah ke wilayah muslim. Untuk mereka yang tidak juga sanggup untuk pindah, khalifah mengutus ulama secara sembunyi-sembunyi untuk menguatkan keimanan muslim Iberia. Memastikan hukum Islam tetap dilaksanakan walau ancamannya nyawa, memastikan anak-anak muslim tetap mengenal ajaran agama mereka.
Khalifah juga terus melakukan negosiasi, mengancam kerajaan Castile dan Aragon serta gereja Katolik di Roma, jika keselamatan muslim iberia terabaikan khalifah tidak segan akan menyerang kerajaan Castile dan Aragon. Khalifah mengancam gereja Katolik di Roma, keselamatan muslim Iberia ditukar dengan keselamatan Katolik di wilayah Islam.
Khilafah Islam sangat kuat saat itu, armada perang yang kuat, wilayah yang luas, ilmu pengetahuan yang maju. Khalifah memperkuat armada laut di Algeria, wilayah muslim yang berseberangan dengan Granada di Iberia. Usaha merebut wilayah Iberia untuk menyelamatkan muslim Iberia terus berlangsung.
Malang setelah Granada jatuh pada penguasaan kerajaan Castile dan Aragon, hilang jalan masuk pasukan muslim ke Iberia maka hilang kesempatan merebut kembali Iberia. Maka hilang ketakutan Kerajaan Castile dan Aragon pada penguasa Islam, alhasil pada abad 15 gelombang pemaksaan pindah agama umat muslim Iberia terjadi. Abad 15 awal seluruh warga Granada perpindah agama menjadi Katolik, menyusul wilayah lain di Iberia.
Sumber :
Muslim communities under the crown Aragon in the 14century by John Boswell.
Guardian of Islam by Kathryn A. Miller
Pelajaran :
- Ketika hukum Islam tidak dapat dilaksanakan secar kaffah atau sempurna maka usaha untuk melaksanakannya adalah menjadi wajib.
- Tidak ada wilayah Islam untuk pindah bukan berarti menikmati hidup dalam wilayah yang bukan Islam.
Iry Susanti
Selama ratusan tahun Islam berkembang di wilayah Iberia, mempengaruhi peradaban hingga mengubah keyakinan penduduk setempat. Setelah terjadi pergeseran dari penguasa muslim menjadi penguasa kerajaan Castile dan Aragon, meninggalkan banyak kaum muslim yang tetap berpegang teguh pada imannya dalam wilayah kerajaan Castile dan Aragon yang baru. Tidak bisa pergi ke wilayah muslim lain karena banyak hal, seperti enggan meninggalkan keluarga, kesehatan dan biaya.
Lalu bagaimana kehidupan mereka dibawah penguasaan kerajaan Castile dan Aragon ? Yang paling terasa adalah tidak adanya penguasa yang menerapkan aturan Islam. Penguasa kerajaan Castile mengijinkan muslim tetap memegang iman agama mereka dan diberi sebutan mudejer. Namun kerajaan mengawasi dan tidak membiarkan muslim melakukan kegiatan politik dan penegakan hukum.
Mudejer hidup dalam wilayah khusus diluar tembok istana atau pusat pemerintahan kerajaan Castile di kota masing-masing. Wilayah khusus ini disebut Moreria. Kadang ditemui kasus muslim yang menyewa rumah non muslim. Saat keadaan membaik tidak perang, muslim dibiarkan memiliki memiliki rumah dan perkebunan sendiri. Dalam keadaan buruk terjadi perang antara kerajaan Castile dan penguasa muslim, bangsawan dengan ijin kerajaan bisa mengambil paksa rumah dan perkebunan.
Moreria memiliki sistem kehidupan yang berbeda dengan pemukiman non muslim di kerajaan Castile dan Aragon. Jika dalam keadaan damai Moreria memiliki masjid untuk muslim beribadah, pasar khusus yang hanya menjual barang halal, penyamakan kulit, penjagal hewan yang memiliki sertifikat halal. Dalam keadaan perang kenyamanan fasilitas bagi muslim akan diawasi ketat.
Pejabat/penguasa dalam Moreria tugas utama mereka sebagai juru bicara pada raja dan ratu. Penguasa khusus Moreria disebut Aljama. Pada keadaan damai Aljama yang dipilih adalah seorang muslim, namun sebagian besar Aljama dalam sejarah adalah Katolik yang dipilih gereja dan kerajaan. Aljama sangat besar kuasanya, memiliki kekuasaan atas setiap sendi kehidupan di Moreria.
Qadhi adalah hakim yang akan memutuskan perkara dengan aturan Islam. Dalam wilayah Islam, fungsi qadhi adalah tetap. Tidak peduli pergantian kekuasaan yang terjadi dalam wilayah Islam namun fungsi qadhi tetap ada dan sama, memutuskan setiap perkara rakyat dalam wilayah Islam dengan aturan Islam.
Lalu bagaimana fungsi qadhi dalam Moreria ? Kerajaan Castile dan Aragon melarang hakum muslim dan melarang memutuskan perkara menggunakan hukum Islam. Tidak boleh melaksanakan hukum hudud, tidak membayar pajak namun upeti kepada kerajaan.
Khalifah/pemimpin muslim yang berpusat di Damascus mengirim ulama secara bertahap dan terus menerus untuk membujuk muslim di kerajaan Castile dan Aragon untuk pindah ke wilayah muslim. Untuk mereka yang tidak juga sanggup untuk pindah, khalifah mengutus ulama secara sembunyi-sembunyi untuk menguatkan keimanan muslim Iberia. Memastikan hukum Islam tetap dilaksanakan walau ancamannya nyawa, memastikan anak-anak muslim tetap mengenal ajaran agama mereka.
Khalifah juga terus melakukan negosiasi, mengancam kerajaan Castile dan Aragon serta gereja Katolik di Roma, jika keselamatan muslim iberia terabaikan khalifah tidak segan akan menyerang kerajaan Castile dan Aragon. Khalifah mengancam gereja Katolik di Roma, keselamatan muslim Iberia ditukar dengan keselamatan Katolik di wilayah Islam.
Khilafah Islam sangat kuat saat itu, armada perang yang kuat, wilayah yang luas, ilmu pengetahuan yang maju. Khalifah memperkuat armada laut di Algeria, wilayah muslim yang berseberangan dengan Granada di Iberia. Usaha merebut wilayah Iberia untuk menyelamatkan muslim Iberia terus berlangsung.
Malang setelah Granada jatuh pada penguasaan kerajaan Castile dan Aragon, hilang jalan masuk pasukan muslim ke Iberia maka hilang kesempatan merebut kembali Iberia. Maka hilang ketakutan Kerajaan Castile dan Aragon pada penguasa Islam, alhasil pada abad 15 gelombang pemaksaan pindah agama umat muslim Iberia terjadi. Abad 15 awal seluruh warga Granada perpindah agama menjadi Katolik, menyusul wilayah lain di Iberia.
Sumber :
Muslim communities under the crown Aragon in the 14century by John Boswell.
Guardian of Islam by Kathryn A. Miller
Pelajaran :
- Ketika hukum Islam tidak dapat dilaksanakan secar kaffah atau sempurna maka usaha untuk melaksanakannya adalah menjadi wajib.
- Tidak ada wilayah Islam untuk pindah bukan berarti menikmati hidup dalam wilayah yang bukan Islam.
Iry Susanti




No comments:
Post a Comment