Nabi Muhammad Saw Dibunuh? (Membedah Tulisan Karen Amstrong)

1385900044380459916
Tulisan Karen Amstrong yang dibedah dalam tulisan ini adalah kedua karya tulisannya yang masing-masing berjudul : Kesatu “SejarahTuhan” cetakan XIII, Muharram 1430 H / Januari 2009, penerjemah Zaimul Am, penerbit Mizan; Kedua “Muhammad Sang Nabi – SebuahBiografiKritis” cetakan Pertama [EdisiHardcover], Juni 2006, penerjemah Sirikit Syah, penerbit Risalah Gusti.
Pembahasan
Kesatu
Menurut Karen Amstrong,Hijab hanya berlaku bagi isteri-isteriNabi Muhammad SAW. Dimana, Hijab yang diberlakukan kepada Perempuan Islam sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW mengadopsi budaya Persia dan Kristen Byzantium. Keterangan Karen Amstrong menimbulkan beberapa pertanyaan, yaitu : apakah Hijab yang dimaksudkan Karen Amstrong adalah Jilbab? Apakah Jilbab dimaksud diikuti dengan menutupi seluruh wajah dengan cadar? Apakah bentuk hijab dimaksud berupa jilbab dengan cadar yang menutupi wajah? Jika hijab hanya berlaku bagi isteri-isteri Nabi Muhammad SAW, lantas dalam bentuk apa yang diberlakukan bagi perempuan Islam pada umumnya?.Dari pertanyaan tersebut, Karen Amstrong dapat menjelaskan maksud tulisannya pada buku “Sejarah Tuhan” dalam buku-buku selanjutnya.
13859002641204082365
Kedua
Dalam buku “SejarahTuhan” halaman 217, Karen Amstrong menulis :
13859003202024421731
Pertanyaan yang muncul kemudian, mengapa Nabi Muhammad wafat secara tiba-tiba?.Dalam buku tersebut Karen Amstrong tidak membuat rincian yang melatarbelakangi sehingga wafatnya Nabi Muhammad SAW ditulis secara tiba-tiba. Kata tiba-tiba mengandung makna“adanya sebuah kejadian yang misterius dari sebuah proses diluar kewajaran serta tidak disangka-sangka”,yaitu sebelum dan sesudah Nabi Muhammad SAW menderita sakit. Bagaimana Karen Amstrong menjelaskan kalimatnya hingga wafatnya Nabi Muhammad SAW dapat disebut tiba-tiba? Ulasan sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut dapat diperhatikan pada tulisan sebelum ditulisnya buku “Sejarah Tuhan”, yaitu “Muhammad Sang Nabi – Sebuah Biografi Kritis”. Meskipun tidak secara gamblang disimpulkan dari tulisannya bahwa wafatnyaNabi Muhammad SAW secara tiba-tiba akibat dibunuh, tetapi Karen Amstrong ingin mengajak pembaca berfikir bahwa Nabi Muhammad SAW wafat karena dibunuh. Berikut tulisan-tulisannya dari buku“Muhammad Sang Nabi – Sebuah Biografi Kritis”, dengan alur dan keterangan yang menunjukkan adanya perhatian yang mengarah pada penyebab wafatnyaNabi Muhammad SAW.
13859005571816878606
Menurut Tulisannya, Nabi Muhammad SAW pingsan dipondok Maimunah dan dipindahkan kepondok Aisyah untuk dirawat disana. Dari proses awal Nabi Muhammad SAW pingsan hingga dirawat ditempat Aisyah tidak dijelaskan “ADANYA PERAN TABIB DALAM PERAWATAN SAKITNYA NABI MUHAMMAD SAW”. Siapa nama Tabib yang merawat Nabi Muhammad SAW? Seandainya ada, dari suku mana dan pendukung siapa? Sangat ganjil dan naif jika sejarah Islam menulis bahwa Nabi Muhammad SAW selama sakit tidak mendapatkan perawatanTabib. Apakah Nabi Muhammad SAW dibiarkan sakit tanpa perawatan tabib? Pertanyaan selanjutnya, berdasarkan keterangan siapa Abu Bakar RA bisa menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW tak akan lama lagi bertahan hidup? Apakah Abu Bakar RA seorang tabib? Metode pemeriksaan macam apa yang digunakan Abu Bakar RA? Apakah isteri-isteri Nabi Muhammad SAW memiliki kemampuan pengobatan sehingga penanganan kesehatan cukup diserahkan kepada isteri-isteri Nabi Muhammad SAW? Jika memang dalam buku-buku sejarah Islam ditulis adanya tabib dalam merawat Nabi Muhammad SAW, mengapa Karen Amstrong tidak mencantumkan adanya peran tersebut?.Pada titik ini Karen Amstrong harus menjelaskan maksud tulisannya secara tuntas dengan keberanian membuat kesimpulan yang tegas.
Kekeliruan Abu Bakar RA dalammenyimpulkan bahwaNabi Muhammad SAW tak akan lama lagi bertahan hidup dapat ditemukan dalam tulisan Karen Amstrong pada halaman berikutnya :
1385900826111924979
1385901362169188275
Disana tertulis “Muhammad tampak lebih sehat”. Tulisan tersebut, ingin menyiratkan keadaan kesehatan Nabi Muhammad SAW berangsur pulih meskipun belum sembuh total dari penyakitnya dan sudah membuatNabi Muhammad SAW mampu berjalan juga berhubungan kembali bersama ummat di Masjid. Tetapi ada situasi ganjil yang membuat siapapun akan bertanya-tanya ketika menyimak tulisan Karen Amstrong, yaitu : Kesatu Abu Bakar meninggalkan Nabi Muhammad SAW untuk mengunjungi isteri yang baru dinikahinya. Karen Amstrong tidak menjelaskan posisi Abu Bakar saat meminta izin meninggalkan Nabi Muhammad SAW, apakah dirumah Nabi Muhammad SAW atau dimasjid usai mengimami Shalat?.Jika dirumah Nabi Muhammad SAW berapa lama Abu Bakar menjengok? dan Semakin ganjil jika posisi dimaksud ketika usai mengimami shalat. Siapapun akan memaknai betapa Abu Bakar RA meremehkan kehadiran dan kesehatan Nabi Muhammad SAW dengan mendahulukan kepentingan pribadinya untuk mengunjungi isteri yang baru dinikahinya. Barangkali bisa dipahami Abu Bakar RA meminta izin kepada isteri barunya untuk bisa menemani Nabi berlama-lama. Dapat juga dipahami Abu Bakar RA mengisyaratkan kepadaNabi Muhammad SAW untuk segera pulang demi pemulihan kesehatan. Pada titik ini juga, Karen Amstrong tidak tuntas menguraikan wawasannya melainkan secara sepotong-sepotong. Kedua, Nabi Muhammad SAW wafat tidak lama setelah menggunakan tusuk gigi yang dibawa Abdurrahman. Sejarah seperti ini sungguh aneh jika dinyatakan gara-gara sebatang tusuk gigi menyebabkan Nabi Muhammad SAW wafat. Kecuali ada racun mematikan diujung tusuk gigitersebut. Adakah saksi lain selain Aisyah RA dan Abdurrahman yang menyaksikan wafatnya Nabi Muhammad SAW? siapa Abdurrahman?apakah Abdurrahman bin Abu Bakar, Abdurrahman bin Auf atau Abdurrahman yang mana? Apakah tidak ada tabib yang dapat memeriksa penyebab kematianNabi Muhammad SAW pada waktu itu? Apa maksud Karen Amstrong menulis kalimat semacam itu?Dan apa pula maksud Karen Amstrong menulis kalimat“..dengan hati-hati Aisyah meletakkan kepala suaminya dibantal dan mulai memukuli dadanya, menampari wajahnya, dan menangis dengan keras seperti cara Arab waktu itu”. Mengapa Aisyah tidak menangis saja saat kepala Nabi Muhammad SAW masih dipangkuannya? Adakah seorang isteri didunia ini yang menangis usai meletakkan kepala suaminya dibantal? Adakah Nabi Muhammad SAW mengajarkan seorang isteri untuk memukuli dada dan menampari wajah sesuai cara Arab waktu itu?tidakkah kesan demikian semacam sandiwara yang dibuat-buat? Para sejarawan termasuk Karen Amstrong harus menjelaskan dibalik wafatnyaNabi Muhammad SAW.
Adapun kejadian yang mengiringi sebelumwafatnyaNabi Muhammad SAW adalah wafatnya putraNabi Muhammad SAW yang juga menjadi mencurigakan jika menyimak penjelasan Karen Amstrong dalam buku yang sama, yaitu“Muhammad Sang Nabi – Sebuah Biografi Kritis”. Berikut tulisannya :
13859013241349735519
13859014051726634973
Ibrahim Putera Nabi Muhammad SAW beribukan Maryam seorang bekas hamba sahaya dari Mesir. Maryam bukanlah perempuan berdarah bangsawan Quraisy. Ia adalah bekas hamba sahaya yang sebelumnya beragamaKristen .Berbeda dengan isteri – isteri Nabi lainnya yang keturunan bangsawan. Bagi Aisyah, fakta ini menjadi tidak menyenangkan disamping Ibrahim adalah seoranglaki-laki. Persoalannya menjadi tidak sederhana semata karenaibu Ibrahim dulunya seorang bekas hamba sahaya, melainkan jeniskelamin Ibrahim adalah laki-laki. Seandainya Ibrahim hidup, sejarah adanya Khulafaur Rasyidin menjadiberbeda. Lagi-lagi peran adanya tabib dalam merawat sakitnya putraNabi Muhammad SAW tidak dijelaskan. Sakit apa dan apa penyebabnya juga tidak dijelaskan. Apakah karena minum susu? Siapa yang memberi susu tersebut? Mengapa Karen Amstrong menulis bahwaNabi Muhammad SAW tidak akan lama lagi akan bersatu dengan puteranya?adakah sesuatu yang tersembunyi sampai-sampai Nabi Muhammad SAW menyadari untuk berkesimpulan demikian? Apakah uzlah kesendirian Nabi Muhammad SAW selama Ramadhan untuk melindungi nama baik orang-orang disekitarnya yang terlibat dan itu merupakan satu-satunya pilihan disamping keharusan melindungi keselamatan Ali bin Abi Thalib dari orang-orang tersebut? Sulit untuk menyimpulkan karakter, motif dan tujuan Aisyah RA pada waktu itu mengingat dari 2.210 hadits yang diatribusikan padanya hanya 174 hadits yang diterima melalui Imam Bukahri-Muslim. Apakah Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah sama-sama mengetahui peristiwa dibalik wafatnya putera dan Nabi Muhammad SAW sehingga peran politik suku Abu Bakar RA dan keturunannya terpinggirkan?
Karen Amstrong dan sejarawan Islam harus mengklarifikasi jawaban atas pertanyaan ini semua.

Alimansyah N

No comments: