Penjajah Sesungguhnya?
Pertanyaan tentang siapa sebenarnya yang menjajah kita nyaris tidak pernah terlintas dalam pikiran kita . Sebab selama ini kepala kita di isi oleh doktrin tentang Portugis , Belanda dan Jepang sebagai negara yang pernah datang dan menjajah negara ini selama bertahun-tahun . Kita mendengar cerita tentang peperangan dan kisah heroik para pahlawan dan dengan berbangga hati kita menyebut mereka sebagai panutan .
Indonesia belum BERDAULAT sebelum 1945 . Penjajahan hanyalah propaganda omongkosong belaka . Tidak pernah ada penjajahan sebelum 1945 . Bila kita mengambil contoh penjajahan yang sesungguhnya dalam definisi yang kita kenal , maka semua merujuk pada penjajahan yang terjadi di era modern . Palestina , Irak dan Afghanistan . Merekalah bangsa yang mengalami penjajahan , lewat invasi negara asing ke dalam wilayah mereka yang berdaulat . Nah di Indonesia sendiri 1945 bukan hari kemerdekaan tetapi hanya hari dimana negara ini terbentuk bukan dengan kemerdekaan bila tolak ukur kita mengacu pada penjajahan .
Penajajahan yang coba diciptakan sejarawan kita seolah-seolah mendefinisikan bahwa indonesia telah berdaulat sebelum kemerdekaan itu diraih , apa ini rasional ? Apa mungkin Belanda menjajah pemerintah Indonesia yang belum terbentuk ? Faktanya tidak ada aturan apapun yang menyalahkan masuknya orang asing ke dalam wilayah yang tidak di akui oleh dunia internasional (De jure) . Mereka boleh-boleh saja masuk ke dalam wilayah yang dianggap tidak mempunyai sistem politik yang diakui . Sebagai contoh tatkala bangsa Eropa menjajahkan kakinya di benua Amerika , penentangan selalu ada tetapi sejarah membenarkan kedatangan mereka sebagai sebuah ekspedisi murni dan bukan sebuah penjajahan . Atau ketika Inggris mendarat di Benua Australia , India dan Malaysia . Hanya di Indonesia kita menjunjung tinggi HAM dengan menyebut bangsa Eropa sebagai penjajah dengan menduduki daerah-daerah yang ddiami oleh suku-suku pribumi . Pada akhirnya daerah-daerah tadi jauh sangat lebih berjaya dari negeri pencinta HAM ini .
Bila penjajah itu benar adanya , maka penjajah sesungguhnya adalah mereka yang membuat dongeng kepahlawanan . Para pejuang masa lalu tak pernah berjuang untuk negara ini , mereka berjuang untuk daerah mereka masing-masing . Sultan Hasanudin untuk makassar , Patimura berjuang untuk Maluku , Teuku Umar untuk Aceh dan Pangeran Di ponegoro untuk jawa . Namun sejarah seolah menulis mereka sebagai pahlwan bangsa yang berjuang untuk kemerdekaan RI .
Pemikiran kita tentang sejarah bangsa inilah yang mengalami penjajahan . Nasionalisme dan Sosialisme hanyalah doktrin kosong yang coba disematkan ditengah-tengah kita sebagai simbol kepentingan orang-orang tertentu .
Orang-orang yang mana ?
Tak heran bila ada kata separatis di negara ini .Sesaat setelah lahirnya negara ini para petinggi-petingginya pontang panting mencari daerah yang ingin berintregitas . semua daerah diluar pulau Jawa . Tawaran kontrak politik menjadi rahasia umum dalam sejarah bersatunya daerah-daerah di Indonesia ke dalam NKRI . Dengan propaganda persamaan nasib , tujuan , visi dan misi janji gombal yang ternyata penuh kebohongan . Maka jangan heran bila kata separatis lahir sebagai bentuk penolakan dari dominasi satu pihak atas hak kewarganegaraan yang dijanjikan .
Hanya negara ini yang menyebut-nyebut bangsa belanda sebagai penjajah , sedang bangsa belanda sendiri cuek dengan penyematan kata penjajah pada nenek moyang mereka . Mereka bisa saja marah atas sejarah yang kita akui sebagai kebenaran di hadapan dunia Internasional , tetapi itu tidak penting bagi mereka bukan karena mereka kalah dalam perang atau mereka memang penjajah tetapi apakah itu penting ? hanya negara ini yang mengagung-agungkan sejarah tentang kebohongan kepahlawanannya , hanya Indonesia yang terlalu bangga dengan masa lalu hingga stagnan dan menjauh dari kemajuan . Negara ini lebih memilih memodifikasi sejarah daripada cuek dengan kesalahan di masa lalu.
Nindy R
Indonesia belum BERDAULAT sebelum 1945 . Penjajahan hanyalah propaganda omongkosong belaka . Tidak pernah ada penjajahan sebelum 1945 . Bila kita mengambil contoh penjajahan yang sesungguhnya dalam definisi yang kita kenal , maka semua merujuk pada penjajahan yang terjadi di era modern . Palestina , Irak dan Afghanistan . Merekalah bangsa yang mengalami penjajahan , lewat invasi negara asing ke dalam wilayah mereka yang berdaulat . Nah di Indonesia sendiri 1945 bukan hari kemerdekaan tetapi hanya hari dimana negara ini terbentuk bukan dengan kemerdekaan bila tolak ukur kita mengacu pada penjajahan .
Penajajahan yang coba diciptakan sejarawan kita seolah-seolah mendefinisikan bahwa indonesia telah berdaulat sebelum kemerdekaan itu diraih , apa ini rasional ? Apa mungkin Belanda menjajah pemerintah Indonesia yang belum terbentuk ? Faktanya tidak ada aturan apapun yang menyalahkan masuknya orang asing ke dalam wilayah yang tidak di akui oleh dunia internasional (De jure) . Mereka boleh-boleh saja masuk ke dalam wilayah yang dianggap tidak mempunyai sistem politik yang diakui . Sebagai contoh tatkala bangsa Eropa menjajahkan kakinya di benua Amerika , penentangan selalu ada tetapi sejarah membenarkan kedatangan mereka sebagai sebuah ekspedisi murni dan bukan sebuah penjajahan . Atau ketika Inggris mendarat di Benua Australia , India dan Malaysia . Hanya di Indonesia kita menjunjung tinggi HAM dengan menyebut bangsa Eropa sebagai penjajah dengan menduduki daerah-daerah yang ddiami oleh suku-suku pribumi . Pada akhirnya daerah-daerah tadi jauh sangat lebih berjaya dari negeri pencinta HAM ini .
Bila penjajah itu benar adanya , maka penjajah sesungguhnya adalah mereka yang membuat dongeng kepahlawanan . Para pejuang masa lalu tak pernah berjuang untuk negara ini , mereka berjuang untuk daerah mereka masing-masing . Sultan Hasanudin untuk makassar , Patimura berjuang untuk Maluku , Teuku Umar untuk Aceh dan Pangeran Di ponegoro untuk jawa . Namun sejarah seolah menulis mereka sebagai pahlwan bangsa yang berjuang untuk kemerdekaan RI .
Pemikiran kita tentang sejarah bangsa inilah yang mengalami penjajahan . Nasionalisme dan Sosialisme hanyalah doktrin kosong yang coba disematkan ditengah-tengah kita sebagai simbol kepentingan orang-orang tertentu .
Orang-orang yang mana ?
Tak heran bila ada kata separatis di negara ini .Sesaat setelah lahirnya negara ini para petinggi-petingginya pontang panting mencari daerah yang ingin berintregitas . semua daerah diluar pulau Jawa . Tawaran kontrak politik menjadi rahasia umum dalam sejarah bersatunya daerah-daerah di Indonesia ke dalam NKRI . Dengan propaganda persamaan nasib , tujuan , visi dan misi janji gombal yang ternyata penuh kebohongan . Maka jangan heran bila kata separatis lahir sebagai bentuk penolakan dari dominasi satu pihak atas hak kewarganegaraan yang dijanjikan .
Hanya negara ini yang menyebut-nyebut bangsa belanda sebagai penjajah , sedang bangsa belanda sendiri cuek dengan penyematan kata penjajah pada nenek moyang mereka . Mereka bisa saja marah atas sejarah yang kita akui sebagai kebenaran di hadapan dunia Internasional , tetapi itu tidak penting bagi mereka bukan karena mereka kalah dalam perang atau mereka memang penjajah tetapi apakah itu penting ? hanya negara ini yang mengagung-agungkan sejarah tentang kebohongan kepahlawanannya , hanya Indonesia yang terlalu bangga dengan masa lalu hingga stagnan dan menjauh dari kemajuan . Negara ini lebih memilih memodifikasi sejarah daripada cuek dengan kesalahan di masa lalu.
Nindy R




No comments:
Post a Comment