Perbandingan TNI AL - Keumalahayati


Seberapa hebatkah Laksamana Keumalahayati sehingga dijuluki Guardian of The Aceh Kingdom?
Wilayah Indonesia adalah pemasok 100% Kina, Lada dan Karet dunia. Sementara rempah-rempah lainnya memenuhi setengah hingga dua pertiga kebutuhan dunia. Anda bisa bayangkan, betapa sibuknya perairan selat Malaka mengangkut berbagai rempah-rempah untuk kebutuhan dunia.
Kapal – kapal dagang yang lalu lalang di perairan Selat Malaka adalah kapal Portugis, Belanda dan Inggris. Sementara VOC adalah perusahaan swasta terbesar yang pernah ada di dunia. Memiliki 150 kapal dagang, 40 kapal perang, 50,000 karyawan, dan 10,000 tentara milik sendiri.
Abad ke-15, wilayah Indonesia belum dijajah. Melainkan dipimpin oleh raja-raja dan sultan-sultan masing-masing area, yang berdagang dengan Eropa. Sehingga baik Portugis, Belanda maupun Inggris, membuat kantor cabang perwakilan di beberapa wilayah Indonesia.
Kapal-kapal ini melalui perairan Selat Malaka, yang berada di wilayah Kesultanan Aceh yang dijaga oleh Laksamana Keumalahayati.
Seberapa besar kekuatan Laksamana Keumalahayati sehingga keberadaannya penting untuk diperhatikan? Berikut ini adalah perbandingan antara kekuatan VOC, Laksamana Keumalahayati dan TNI AL di bawah komando Laksamana Marsetio.
.
13882840361729141537
Sumber data: wikipedia
.
Jumlah personel Keumalahayati adalah asumsi dimana jumlah kapal perang 100 bermuatan 400-500 personel. Termasuk 2000 pasukan khusus Inong Balee (pasukan janda) yang menjadi andalan Laksamana Keumalahayati. Asumsi, karena Aceh tidak punya catatan, sementara Belanda dan Inggris tidak punya personel yang bisa menyusup ke dalam pasukan di bawah komando Laksamana Keumalahayati.
Anda bisa lihat perbandingan antara Aceh di akhir abad ke-15 dengan wilayah se-propinsi dengan jumlah armadanya hampir menyamai TNI AL tahun 2013, yang menjaga wilayah se Indonesia. Maka pasukan di bawah komando Laksamana Keumalahayati adalah kekuatan yang sangat besar.
Bagaimana Aceh sekarang?
Keturunan pasukan khusus Inong Balee, keturunan Great Warrior, Warlord Woman yang paling disegani seantero dunia ini, kini dilarang menari di hadapan publik karena dianggap mengundang birahi. Ditangkapi pasukan selevel satpol pp karena salah berpakaian dan salah cara duduk di motor. Serta baru saja mengeluarkan larangan merayakan tahun baru.
Dibandingkan dengan Aceh abad ke-15, urusan Aceh kini tidak ada bobotnya sama sekali.
.
- Esther Wijayanti -

No comments: