Toleransi Islam dan Tafsir QS.(2) :113-114

TOLERANSI ISLAM TERHADAP TEMPAT IBADAH AGAMA LAIN DAN TAFSIR AL-BAQARAH AYAT 113-114

(113) Dan berkata orang Yahudi “Tidak ada orang-orang Nasrani itu atas sesuatu. Dan berkata orang-orang Nasrani; Tidak ada orang Yahudi itu atas sesuatu. Padahal mereka membaca kitab. Begitu jugalah orang-orang yang tidak berpengetahuan berkata seumpama kata mereka itu. Maka Allah akan memutuskan di antara mereka di hari kiamat pada barang yang telah mereka perselisihkan itu .

وَ قَالَتِ الْيَهُوْدُ لَيْسَتِ النَّصَارَى عَلَىَ شَيْءٍ


“Dan berkata orang Yahudi. Tidak ada orang-orang Nasrani itu atas sesuatu. ” (pangkal ayat 113).

Pendeknya orang Nasrani itu tidak sebuah juga; Kamilah yang benar !


وَ قَالَتِ النَّصَارَى لَيْسَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى شَيْءٍ

“Dan berkata orang-orangNasrani: Tidak ada orang Yahudi itu atas sesuatu jua. “

Kamilah yang benar!


وَ هُمْ يَتْلُوْنَ الْكِتَابَ

“Padahal mereka membaca kitab. “

Orang Yahudi membaca Kitab Taurat, di dalamnya dinyatakan bahwa akan ada Nabi yang akan menyambung usaha Nabi­ nabi yang terdahulu. Orang Nasrani pun membaca Kitab; yaitu Kitab Injil. Di dalamnyapun tersebut bahwa kedatangan Isa al-Masih adalah menggenapkan isi Taurat, dan tidak akan mengubah isi Taurat. Di antara Kitab dengan Kitab tidak selisih, tetapi pengikut menjadi berselisih. Yang satu mengatakan yang lain tidak berdasar, tidak sebuah juga. Yang lain berkata pula,


كَذَلِكَ قَالَ الَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ

“Begitu jugalah orang-orang yang tidak berpengetahuan, berkata seumpama kata mereka itu (pula). “

Mengatakan diri awaklah yang lebih, orang lain tidak ada yang benar. Orang musyrikin Arab begitu pula berkata pada Yahudi dan Nasrani. Orang Majusi Persia niscaya begitu pula bicara terhadap pemeluk agama atau golongan yang lain, yaitu sudah rnenjadi kebiasaan yang merata dan umum di antara sekalian orang yang memeluk agama tidak dengan pengetahuan.

فَاللهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ


“Maka Allah akan memutuskan di antara mereka di hari kiamat pada barang yang telah mereka perselisihkan itu.” (ujung ayat 113).

Telah dapat dikira-kirakan apa keputusan yang akan diambil Tuhan terhadap mereka semuanya, balk dia bernama Yahudi , Nasrani ,Majusi, orang Arab Mekkah dan Madinah , orang Syabi’in dan lain ­lain, yang beragama tidak dengan pengetahuan itu , yang berkata bahwa yang benar adalah pihak mereka masing-masing saja. Yang lain ahli neraka semua. Hanya mereka yang akan masuk surga. Sudah nampak terlebih dahulu garis yang ditentukan T’uhan. Yaitu siapa di antara mereka yang benar-benar berserah diri kepada Allah dan beramal yang baik ? Yang agamanya bukan hanya di ujung lidah, tetapi kosong dari otak dan kosong dari hati? Yang agama bukan asal beragama orang , beragama pula awak ? Yang beramal dengan pengetahuan dan keinsafan. Mereka itulah yang akan dibenarkan Tuhan. Adapun yang pengakuan mulut berteriak-teriak, tetapi amal tidak terbukti, tidaklah akan disahkan Tuhan untuk mendapat pahalaNya.

Bagaimana pula kita hai kaum Muslimin ? Apakah syurga hanya tertentu buat orang Islam saja? Dan yang benar hanyalah orang Islam saja ? Yahudi tidak sebuah juga, Nasrani tidak sebuah juga ? Kalau engkau mengatakan bahwa yang cukup segala sesuatunya hanyalah orang Islam, sudahkah engkau ketahui hakikat agamamu yang engkau peluk? Apakah sah beragama dengan kebodohan ?

Selanjutnya bersabdalah Tuhan tentang kesucian rumah-rumah tempat beribadat bersujud kepada Allah.

http://tafsiralazhar.net46.net/myfile/S-Al-Baqoroh/Dataayat/2_114.png

(114) Dan siapakah yang lebih aniaya dari orang-orang yang menghambat masjid-masjid Allah , daripada akan disebut padanya namaNya , seraya berusaha mereka pada meruntuhkannya ? Mereka itu tidaklah akan masuk kedalamnya, melainkan dengan ketakutan. Untuk mereka di dalam dunia ini adalah kehinaan, dan untuk mereka di akhirat adalah azab yang besar.

وَ مَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللهِ أَن يُذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهُ وَ سَعَى فِيْ خَرَابِهَا

“Dan siapakah yang lebih aniaya dari orang-orang yang menghalang­ halangi mesjid-mesjid Allah daripada akan disebut padanya namaNya seraya berusaha mereka pada meruntuhkannya?” (pangkal ayat 114).

Meskipun Nabi Muhammad s.a.w telah datang membawa agama Tauhid, membawa Islam dan telah berdiri mesjid Rasulullah di Madinah, namun perlindungan kepada sekalian tempat beribadat menyembah Allah Yang Maha Esa dengan ayat ini telah dinyatakan. Mesjid artinya ialah tempat sujud; di ayat ini dipakai kata jama’ yaitu masaajid, artinya semua tempat bersujud, sernua tempat bersembahyang. Dengan jalan pertanyaan yang bernama Istifham-Inkari yaitu pertanyaan berisi sanggahan keras , tempat-tempat beribadat itu telah dibela dengan ayat ini; siapa yang lebih zalim dari orang-orang yang menghalang-halangi mesjid-mesjid Allah ? Artinya, tidak ada lagi orang yang lebih zalim dari orang yang berbuat demikian. Apatah lagi setelah menghalang ­halang berusaha pula meruntuhkannya. Orang-orang perusak mesjid, penghancur rumah-rurnah tempat beribadat itu memang jahat hatinya , jauh dari Tuhan :


أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوْهَا إِلاَّ خَآئِفِيْنَ

“Mereka itu tidaklah akan masuk ke dalamnya , melainkan dengan ketakutan. “

Padahal apabila telah masuk ke dalarn sebuah tempat beribadat, balk dia mesjid Islam atau sinagog Yahudi, atau gereja Nasrani, namun suasana di dalarnnya sudah lain. Orang-orang yang masuk ke dalamnya dengan hati lembut, telah menyediakan diri buat tafakkur kepada’Tuhan. Betapapun cara mereka beribadat, namun yang mereka seru hanya Yang Esa juga. Meskipun kadang-kadang bertemu ibadat yang bid’ah atau tambahan-tambahan , namun dia dapat diselesaikan apa bila keinsafan beragama yang sejati sudah mendalam. Tetapi tidak boleh dihalangi , apatah lagi dirusak dan diruntuhkan. Dikatakan di dalam ayat ini rahasia jiwa orang yang amat zalim itu. Mereka memang takut masuk ke dalam mesjid karena jiwa mereka sudah sangat berjauhan dengan Tuhan. Keganasan mereka menghalangi orang beribadat , atau rnenghancurkan mesjid bukanlah karena mereka gagah berani , tetapi si pengecut.
Orang yang beribadat kepada Allah , yang meramaikan tempat beribadah , memang tidak merasa takut dan tidak tunduk hatinya kepada penguasa dunia yang sombong lagi aniaya itu. Meskipun mereka kelihatan lemah , tetapi jiwa mereka tidak bisa diperkosa. Si zalim takut masuk ke dalam tempat beribadat karena takut mendengar khutbah yang berapi-api mencela perbuatannya. Bagaimana zalim pula ancaman Tuhan kepada mereka.


لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ

“Untuk mereka di dalam dunia ini adalah kehinaan.”

Sebab mereka menjadi timbunan sampah dan nista orang yang dianiaya. Orang menutup mulut hanyalah karena takut akan aniaya saja. Kadang kadang apabila orang tidak tahan menderita lagi, orang akan merenggutkan mereka dari kekuasaannya.Siang malam orang-orang yang zalim itu tidak akan bersenang diam, karena hati kecil mereka sendiri telah merasa amat bersalah, karena telah merusakkan tempat yang dimuliakan dan disucikan orang.

وَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ


“Dan untuk mereka di akhirat adalah azab yang besar.” (ujung ayat 114).

Macam-macam pulalah riwayat ahli tafsir tentang sebab turun ayat ini. Kadang-kadang mereka bawakan hikayat seketika Nebukadnesar menaklukkan Jerusalem, lalu meruntuh dan menghancurkan Haikal Sulaiman atau Baitul Maqdis yang terkenal itu. Ada pula yang mengisahkan masuknya tentara Romawi ke Palestina 130 tahun setelah wafatnya Nabi Isa al-Masih, lalu mereka hancurkan pula kembah bangunan bangunan ibadat orang Yahudi. Ada pula yang mengatak-an bahwa ayat ini adalah suatu bayangan , bahaya besar yang akan datang kemudian hari dalam Islam sendiri, yaitu datangnya kaum Qaramithah menyerang Mekkah merusak mesjid dan mencungkil Hajarul Aswad (Batu Hitam) dari Ka’bah dan mebawanya ke Bahrain, pusat kedudukan merka. Sampai 22 tahun lamanya batu mulia itu tertahan disana. Dan ada juga mentafsirkan ketika tentara Salib menyerang negeri-negeri Islam dan meruntuhkan mesjid-rriesjid .

Tetapi meskipun semuanya itu dipandang dari sanad riwayat tidaklah kuat untuk menjadi sebab turun ayat, namun ayat ini telah menjadi pendirian yang pokok dari Islam, yaitu membela dan mempertahankan dan menjaga kemuliaan tempat-tempat beribadat.
Baik tempat beribadat orang Yahudi atau orang Nasrani, atau apatah lagi mesjid mesjid Islam. Dengan pemeluk kedua agarna itu pertukaran pikiran tentang i’tikad boleh diteruskan. Kepercayaan mereka yang salah boleh dibantah, akal dapat diadu dengan akal. Tctapi sinagog , gereja dan biara mereka tidak boleh diganggu.

Tidak boleh diganggu adalah kata yang masih pasif. melainkan lebih tegas lagi; wajib dibela dan dipertahankan. Malahan pembelaan terhadap tempat-tempat beribadat itulah yang menjadi dasar politik mendirikan pertahanan dalam Islam.

Artinya membentuk tentara dalam Islarn, menjadi senjata dan kendaraan untuk perang, semuanya itu tujuan pertama adalah guna mempertahankan dan merribela sinagog, gereja, biara dan mesjid dari kezaliman luar. Pemeluk agama lain itu di dalam pemerintah Islam diberi jaminan dan dibela dalam ibadat dan rumah suci mereka *[Dasar pofitik dan pertahanan islam ini ditulis lagi dengan jelas didalam Surat al-Haj (Surat 22 ayat 40).Sudilah diperiksa]
Sebab itu maka seketika Saiyidina Abu Bakar akan menyuruh Usamah berperang, atau menyuruhKhalid bin al-Walid menaklukkan negeri-negeri taklukkan Roma-wi yang beragama Nasrani, beliau pesankan yang terutama agar rumah-rumah ibadat jangan diganggu. Pendeta-pendeta yang sedang mengerjakan upacara agama jangan dihalangi. Itu pula sebabnya maka seketika Jerusalem ditaklukkan oleh tentara Islam , Uskup Nasrani memohon Khalifah Umar bin Khathab sendiri datang menerima penyerahan takluk mereka , dan langsung Uskup itu diakui dalam jabatannya itu dengan tidak diganggu.
Bahkan dalam Kerajaan Turki Osmani , seketika Sultan Muhammad Penakluk (al-Fatih) menaklukkan Konstantinopel (1453) Patrick Nasrani di sana , beliau di akui dan diangkat menjadi menteri untuk urusan agama mereka dalam perlindungan baginda.
Sampai sekarang , Kerajaan Turki Osmani telah habis, dan Turki telah bertukar menjadi Republik namun gereja Kristen Orthodox , masih tetap berpusat di Konstantinopel. Patricknya yang tertinggi masih berkedudukan di negeri itu. Sebab yang terpenting ialah bahwa setelah negeri itu dikuasai oleh Kerajaan Turki Islam, kedudukan itu tidak diganggu, sehingga tidak ada niat Gereja Orthodox memindahkannya ke negeri lain. Sebab Konstantinopel dahulunya adalah pusat Kerajaan Byzantium.

Oleh karena ayat ini, Alhamdulillah, bersihlah sejarah perjuangan dan perkembangan Islam daripada meruntuhkan sinagog , gereja atau biara. Malahan seketika Khalifah Umar bin Khathab datang ke Syam menerima penyerahan takluk kaum Nasrani itu , hari telah petang , waktu Ashar sudah hampir habis , padahal beliau sedang dalam pekarangan Gereja Qiyamat , yang menurut kepercayaan or­ang Nasrani dari sanalah Nabi Isa a.s. naik ke langit setelah dia bangkit dari kubur.

Setelah beliau menyatakan bahwa beliau hendak sembahyang, pendeta di gereja itu mempersilahkan beliau masuk ke dalam saja, agar beliau sembahyang secara Islam di pekarangan dalam itu. Tetapi beliau menolak dengan alasan, kalau beliau sembahyang ke dalam, takut kalau-kalau datang orang Islam yang di belakang hari yang mendengar beliau pernah sembahyang di sana, merekapun meminta pula diizinkan sembahyang disitu, sehingga orang Nasrani sendiri yang hendak beribadat cara agamanya jadi terganggu karenanya. Sebab itu beliau sembahyang di luar pekarangannya saja. Sungguhpun begitu sarnpai sekarang ini, turis orang Islam berziarah ke gereja itu, pendeta-pendeta yang di sana masih dengan bangganya menunjukkan bahwa di tempat ini pernah Umar bin Khathab sembahyang.

Padahal Kerajaan Perancis ditahun 1830 setelah menaklukkan Aljazair, sudah merampas mesjid Islam clan mengalihkannya menjadi gereja tidak dengan persesuaian penduduk Muslimin. Maka setelah Aljazair menang dalam perjuangan kemerdekaannya (1963), mesjid itu diambil orang kembali dan patung-patung yang ada di dalamnya , dihancurkan , mihrabnya ditegakkan sebagai semula .

Sudah banyaklah perjuangan yang ditempuh Islam, ada masa pasang naik dan ada masa pasang turun , namun suatu hal yang menimbulkan rasa bahagia dalam hati , tidaklah banyak kejadian raja raja dan penakluk Muslim yang melanggar larangan keras Allah dalam ayat ini , menghalangi pemeluk agama lain memasuki rumah ibadat mereka , apatah lagi menghancurkan. Sebab Allah sendirilah yang mencap mereka zalim , tidak ada zalim lebih atas dari itu lagi , jika menghalangi orang beribadat atau mereka runtuhkan tempat beribadat.

Cuma Kaisar Moghul Aurangzeb yang bertindak agak keras ketika baginda menaklukkan India. Yaitu baginda perintahkan meruntuhkan kuil-kuil Hindu tempat memuja Dewa-dewa: Dewa Brahmana, Dewa Wishnu, Dewa Shiwa dan beratus-ratus bahkan beribu dewa lagi.Tetapi tidak beliau ganggu gereja-gereja Kristen yang telah ada dibawah orang Portugis (Katholik) di beberapa negeri waktu itu. Karena menurut hemat beliau, kuil-kuil itu tidaklah tempat memuja Allah, tetapi memuja berhala. Sebab itu seketika menulis riwayat Kaisar-kaisar Moghul di India itu , orang-orang Barat lebih memuji ­muji Kaisar Akbar dan memburuk-burukkan Kaisar Aurangzeb. Sebab Kaisar Akbar bukan saja menenggang orang Hindu, bahkan di akhir hayatnya, karena tenggang menenggang, tidak tentu lagi agama apa yang baginda peluk.

Di istana baginda ada api pujaan orang Parsi. Ada berhala ­berhala orang Hindu, ada pula panitia penterjemahan Taurat dan Injil. Dan beliau coba membentuk sebuah agama baru, gabungan segala agama, yang beliau namai Din Ilahi : Agama Tuhan. Dan beliau jadikan api sebagai rumus dari kekekalan Tuhan. Karena tenggang­ menenggang , baginda korbankan agama baginda sendiri, dan beliau bentuk agama baru. Tetapi setelah baginda mangkat , yang mengantarkan jenazah baginda kekubur tidak lebih dari 10 orang , karena hanya 10 orang yang benar-benar menganut agama itu. Kemudian agama itu telah diteruskan oleh Nyonya Annie Besant , dan Nyonya Balavatsky dengan Theosofie.Dan di masa puteranya Syah Jehan, agama Akbar itu dipadamkan kembali.

Tetapi toleransi yang demikian luas dalam Islam telah disalah ­gunakan oleh pemeluk agama lain, terutatna Nasrani. Di mana-mana negeri yang mereka merasa kuat , berebutlah mereka mendirikan gereja di daerah orang Islam , sehingga Ulama Fiqh mengeluarkan berbagai hasil Fiqh mengatur , bahwa di daerah Islam tidak boleh didirikan gereja yang baru. Ulil-Amri Islam berhak mengaturnya.

Dan di Tanah air kita Indonesia, setelah negeri ini bebas dari penjajahan Belanda-Kristen , perlombaan mendirikan gereja di tanah­tanah orang Islam , meskipun di tempat itu tidak ada orang Kristen bertambah hebat dari pada waktu penjajahan sendiri. Meskipun golongan penduduk yang terbesar (mayoritas) adalah kaum Muslimin. Apa sebabnya ?
Karena umumnya pemegang kekuasaan adalah orang yang mendapat pendidikan Belanda khususnya dan Barat umumnya, yang bagi mereka tidak perduli dan tidak jadi perhatian , apakah yang banyak itu gereja atau mesjid.

Dan pendidikan Barat yang telah berurat-berakar itu menyebabkan timbulnya satu perasaan , bahwa kalau rnereka mempertahankan hak kaum Muslimin, rnereka akan dituduh fanatik. Oleh karena taktut dituduh fanatik itu , mereka akan marah dan sangat murka kepada orang Islam sendiri, kalau orang Islam itu saja menentang orang mendirikan gereja di pekarangan kaum Muslimin. Keluasan dada Islam yang ditanamkan oleh ayat yang bertuah ini, adalah satu perinngatan keras yang wajib dipegang teguh oleh penguasa-penguasa Islam. Itu sebabnya maka sampai sekarang orang Nasrani minoritas di negeri-negeri Islam , sebagai di Mesir, di Suria , Irak dan Transyordania , masih tetap ada. Mereka itu telah diakui dan dilindungi (dzimmi) sejak 14 abad yang telah lalu.

Di Libanon mereka dapat mendirikan negara sendiri , di mana mereka dapat menjadi presiden menurut Undang Undang Dasar yang disokong oleh Perancis di waktu Libanon mencapai kemerdekaannya. Tetapi orang Islam di Spanyol setelah pertahanan terakhir Kerajaan Islam di Granada (Banil Ahmar) kalah, maka mereka yang tinggal di Spanyol dipaksa masuk Nasrani dengan keras , dan mesjid-mesjid mereka dijadikan gereja . Yang masih saja berkeras memegang agamanya diusir besar-besaran berjuta banyaknya. Sebab itu maka babis musnahlah minoritas Islam dari negeri Spanyol, Portugal dan juga Prancis.
Seketika hebat peperangan Turki 0smani dengan Rusia-Tsar di dalam abad kesembilan Belas, Kerajaan Tsar menuntut Kerajaan Turki memberikan hak bagi Rusia memperlindungi umat Kristen di negeri Turki.

Padahal perlindungan yang diberikan Turki kepada minoritas Kristen itu telah cukup baik. Malahan sampai sekarang ini sebagai kita tuliskan di atas tadi, Gereja Orthodox Yunani yang banyak tersebar di Eropah Timur dan Rusia masih tetap berpusat di Istambul dan Gereja Kopti masih tetap berpusat di Iskandariyah.Ada orang membantah,mengapa Sultan Muhammad Penakluk menjadikan gereja Aya Sophia menjadi mesjid Islam. Kita akui itu adalah sebagai lambang kemenangan politik pada waktu itu , yang disodarkan oleh Sultan kepada Uskup Besar Kristen di Istambul (Konstantinopel) karena gereja di waktu itu terlalu banyak sedang mesjid Islam belum ada, padahal kekuasaan sudah di tangan kerajaan Islam. Hal ini berbeda dengan menukar mesjid Gordova menjadi gereja, setelah memaksa sisa orang Islam yang ada di Gordova menjadi Kristen.

Dan Sultan Muhammad Penakluk dan raja-raja Turki kemudiannya tidak ada terdengar meruntuhkan gereja atau sinagog. Malahan sampai saat tafsir ini dikarang, orang-orang tua-tua Kristen di Yugoslavia masih saja mengenang kebahagiaan yang mereka rasai tatkala negeri mereka dibawah kekuasaan Turki , yang baru pada tahun 1912 dihabiskan dari sana.
Sudah pasti jauh lebih baik pernerintah T’urki-Islam dari pemerintah Komunis Tito.
Dan seketika Jakarta yang didirikan Syarif Hidayatullah (Fatahillah) sebagai lambang kemenangan Islam di Jawa Barat (1527), jadilah Jakarta atau Jayakarta sebuah negeri Islam yang makmur. Tetapi se.jak tahun 1611 masuklah pengaruh Belanda. Maka seketika pengarang Inggris yang besar Arnold Toynbee datang ke Jakarta setelah Indonesia merdeka , dia mengakui keluasan dada kaum Muslimin , karena di mana-mana berdiri gereja-gereja yang megah.

Sebagai penglihatan sepintas-lalu beliau telah terkesan akan keluasan dada Islam. Padahal bukan keluasan dada saja, melainkan karena tidak ada kekuasan selama 350 tahun. Maka berdirilah gereja-gereja yang rnegah di tempat yang penting-penting ,di tempat yang di diami oleh penduduk sengsara , dengan tidak ada sokongan pemerintah , hanya dari iuran jama’ahnya saja.

Sejarah berjalan terus , kadang-kadang membawa suka , kadang kadang membawa duka. Namun ayat ini terus menjadi ancaman keras kepada penguasa-penguasa Islam, jangan menghalangi orang beribadat , di rumah ibadat, jangan merusakkan tempat beribadat.
Karena perbuatan itu adalah sangat zalim. Dan pertahankanlah sinagog , gereja dan biara, dan. kemudian itu mesjid Islam, daripada gangguan orang-orang yang bermaksud kepada agama memuja Al­lah : Tuhan Allah. Yang Maha Esa.

Memang telah berdiri di beberapa tempat dan kota beberapa mesjid yang besar. Tetapi seluruhnya tidaklah didirikan oleh pemerintah, tidaklah didirikan oleh Kementerian atau Departemen Agama. Hanya sebuah mesjid dalam kota Jakarta, yaitu Mesjid Agung Al-Azhar, yang berdiri di atas suatu pekarangan yang luas di Kebayoran Baru Jakarta Selatan. 90% mesjid itu. adalah bantuan pemerintah, namun panitia dan pengurusnya tetap swasta.
Mengapa yang satu itu lolos ? Ialah karena Perdana Menteri yang mempermudahnya waktu itu ialah Mohammad Natsir, Menteri Agamanya Kyai Faqih Usman dan walikota Jakarta almarhum Syamsurrijal. Ka1au tidaklah karena itu, 90% kemungkinan bahwa tanah itu telah diserahkan kepada Katholik.

Mesjid Istiqlal yang dikerjakan dalam masa lebih 10 tahun, asal mulanya telah diprakarsai oleh satu panitia swasta. Tetapi untuk kemegahan dirinya , Ir Sukarno rnencaplok panitia itu , lalu dikepalainya sendiri. Setelah dia jatuh, kembali seret lagi pembangunan mesjid itu.

Dan seluruh panitia pendirian mesjid-mesjid di daerah yang luas di Indonesia ini , seperti Mesjid Ambon , Mesjid Kota Medan , Mesjid Agung di Palembang , mesjid di Flores dan lain-lain , adalah panitia swasta belaka, pengusaha pemerintah takut rnenonjolkan diri , mengelakkan tuduhan fanatik agama.Di beberapa kota orang mendirikan mesjid dengan memakai nama Jendral-jendral supaya jangan terlalu bayak desas-desus menghalang-halanginya. Sebab orang takut kepada nama tentara.

Tafsir Al-Azhar

M Samitra

No comments: