Demi Penambahan Kuota Jamaah Haji, Situs-situs Islam Banyak Dirusak
PENGRUSAKAN situs-situs yang berkaitan dengan masa-masa awal penyebaran Islam kini merupakan fenomena yang terus-menerus terjadi di Arab Saudi. Utamanya terjadi di kawasan Hijaz, sebelah barat Arab Saudi, khususnya di sekeliling kota suci Mekkah dan Madinah. Perusakan fokusnya terjadi pada masjid-masjid, situs-situs terkubur, perumahan, dan lokasi-lokasi bersejarah yang berkaitan dengan nabi Muhammad Saw. dan sahabatnya. Di Arab Saudi, perusakan-perusakan tersebut sengaja dilakukan sebagai bagian dari perluasan kawasan Masjid Al-Haram di Mekkah dan Masjid Nabi di Madinah serta pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. Sebagaimana diketahui, pemerintah Arab Saudi memang sedang melakukan perluasan di dua kawasan tersebut dalam upaya untuk menambah daya tampung jamaah yang akan melaksanakan ibadah haji. Perluasan kawasan Mekkah dan Madinah sudah dilakukan sejak sepuluh tahun terakhir. Selain berdampak pada rusaknya situs-situs bersejarah, pembangunan ini pun menghabiskan anggaran yang sangat besar. Pada tahun 2010, pengembang kawasan menganggarkan sejumlah 13 milyar dollar AS dengan anggaran terbesar pada proyek ekspansi untuk sejarah-sejarah kota. Pelaksanaan pembangunan perluasan kawasan Mekkah dan Madinah beserta fasilitas-fasiiitas pendukung lainnya, seperti hotel, restaurant, dan pusat perbelanjaan, banyak memunculkan kritik. Kritik utama muncul dalam hal komersialisasi ibadah haji. Banyak pihak menilai bahwa pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi alasan yang mendasarinya adalah uang. Pemerintah dinilai tidak memikirkan dampak pembangunan tersebut yang pastinya akan mengurangi kesakralan dua kota haram (suci) tersebut.[fir/islampos/wikipedia]




No comments:
Post a Comment