Habib Umar: Islam Mengakui Perhitungan Almanak Masehi

P1389930408740588828
Habib Umar Bin Ahmad Al Hamid (dok pribadi)
Rasa penasaran itu akhirnya terjawab. Penasaran tentang perbedaan perhitungan tahun yang terdapat di muka bumi ini. Seperti kita ketahui ada banyak sekali kalender yang dicetak pada akhir tahun, disana ada almanak hitungan hijriah, kalender perhitungan masehi, penanggalan jawa, perhitungan tahun china dan beberapa almanak lainnya. Pertanyaannya kenapa ada perbedaan kalender padahal manusia bermukim di bumi yang sama. Manusia hidup di dunia yang hanya memiliki satu matahari, satu bulan dan 7 planet, kenapa hitungan jumlah hari dalam setahun yang tertera diberagam kalender itu tidak sama.
Ya jawaban tentang perbedaan hiitungan tahun itu terjawab ketika menghadiri peringatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1435 Hijriah. Habib Umar Bin Ahmad Al Hamid ketika menyampaikan tausyah di Masjid Jami An Nur Kelurahan Rambutan RW 05 Komplek Polri Polsek Ciracas mengatakan bahwa Islam mengakui keberadaan perhitungan tahun berdasarkan kalender masehi. Habib Umar guru ngaji tetap di masjid kami setiap hari Kamis Bada Subuh dua minggu sekali mengatakan bahwa dasar dari pengakuan itu terdapat pada kisah Pemuda yang tertidur di gua seperti tertera di Surat Al Kahfi ayat ke 25.
Habib Umar mengatakan Islam mengakui keberadan kalender Masehi yang berdasarkan hitungan syamsiah (matahari) sementara Islam menggunakan perhitungan tahun menggunakan peredaran bulan (qomariyah). Allah SWT berfirman: “Mereka tinggal di dalam gua selama 300 tahun, dan ditambah 9 tahun“(QS 18:25). Tafsir Al Quran terkait dengan surat Al Kahfi itu menimbulkan Pertanyaan “mengapa Allah tidak langsung menyatakan 309 tahun, tetapi 300 tahun ditambah 9 tahun?”. Kemungkinan besar hal itu berhubungan dengan sistem penanggalan syamsyiah dan qomariyah.
13899306471856520204
Masjid Jami An Nur (dok. pribadi)




Satu kalender komariah berarti jangka waktu bumi mengelilingi matahari yaitu selama 365,24 hari. Berarti selam 300 tahun itu lamanya 300 x 365,2422 = 109.572 hari. Dalam satu tahun qomariyah berarti 12 bulan dan satu bulan adalah jangka waktu sejak purnama hingga purnama berikutnya, yaitu 29,53 hari. Dengan satu tahun komariah adalah 12 x 29,53 hari =354,36 hari. Dengan demikian, lama mereka tinggal di gua = 109.572/354,56 = 309 tahun.
Nah dengan demikian rasa penasaran itu sudah terjawab. Keajaiban dan kemurnian Kitab Suci Al Qur’an membuktikan bahwa tidak masalah anda menggunakan perhitungan kalender masehi ataupun hijiriah. Perbedaan tersebut justru membuat kita semakin yakin bahwa matahari dan bulan tetap konsisten berada di jalur edarnya sampai tiba datangnya kiamat.
Kalau boleh kita mengaitkan dengan usia bulan dan usia matahari yang melekat pada diri seorang manusia maka ada perbedaan hitungan setiap 30 tahun sekali. Contohnya awak yang dilahirkan 7 juli 1952, pada tahun 2014 akan berumur 62 tahun. Sebaliknya dihitungan hijriah awak berumur 64 tahun atau lebih tua 2 tahun. Berdasarkan hitungan hijriah awak lahir di Tempino Jambi pada tanggal 14 Syawal 1371 H. bagaimana dengan anda, apakah sudah mempunyai catatan kapan dilahirkan berdasarkan hitungan hijriah. ?
Terkait dengan 2 hitungan 2 kalender masehi dan hijriah, maka seyogyanya awak merayakan ulang tahun 2 kali dalam setahun. Setiap tanggal 7 Juli bersama keluarga bersyukur kehadirat Allah SWT atas karunia diberi umur panjang, nikmat kesehatan dan limpahan rezeki dalam keluarga sakinah mawaddah warrahmah. Selanjutnya ketika tiba tanggal 14 Syawal awak merayakan milad sebagai wujud ke hamba an makhluk yang alpa dan penuh kehilafan,…..












Salam salaman
PenasehatpenakawanpenasaraN
17 Januari 2014 / 15 Rabiul Awal 1435 Hijriah
[TD]


Thamrin D

No comments: