Subhanallah, Kawin Banjir!
BANJIR di Ibu Kota seolah sudah menjadi jadwal pasti. Mengalirkan berbagai soal dan problema. Mulai dari sekedar keluh kesah hingga korban jiwa. Menuai berbagai opini dan celoteh. Ada yang berargumen memperdebatkan penyebab, dan mengkambing-hitamkan kebijakan pemerintahlah yang menjadi sebab.
Banyak pula yang menjadikan banjir sebagai bahan celoteh untuk ditertawakan. Beramai-ramai mengungkapkan opini kocak yang nyeleneh terkait kejadian banjir ini. Dan ada juga yang mengungkap kejadian-kejadian lucu yang terekam di tengah genangan air banjir. Seperti pada situs hiburan.kompasiana.com yang mengungkap sisi kocak banjir Jakarta.
Namun kali ini lain. Banjir di Ibu Kota tahun 2014 telah memunculkan sebuah istilah baru ke permukaan. Sesuatu yang sebelumnya tidak sering terdengar. Yaitu, Kawin Banjir. Lantas apakah itu Kawin Banjir?
Berawal dari banjir yang menggenangi wilayah Petogogan, Jaksel yang membuat pesta pernikahan salah satu warga RW 03 dipindah ke posko banjir di Masjid Nurul Hidayah. Karena lokasi pesta serta pelaminan dengan adat Minang yang sudah dipersiapkan lengkap dengan tendanya tergenang air dengan ketinggian 30-50 cm. Sehingga lokasi pesta dipindahkan ke posko banjir.
Uniknya lagi, kedua mempelai tersebut pergi menuju posko dengan menggunakan perahu karet sebagai alat transportasinya.
Karena kejadian itulah yang memunculkan istilah Kawin Banjir ke permukaan. Namanya juga menikah, seperti salah satu hadist Nabi, “Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah,” (HR. Tirmidzi). Jadi banjir-banjir pun, nikah tetap digelar. Huhuy! [nandasani/islampos]
Redaktur: Saad Saefullah




No comments:
Post a Comment