Zionisme Dajjal, Imam Mahdi dan Perang Akhir Zaman


Apakah khilafah itu? Khilafah adalah sistem pemerintahan islam. Pemerintahan Islam yang seperti apa? Sesuai namanya, islam adalah berserah diri atau ikhlas hanya kepada Tuhan. Berarti, pemerintahan islam yang dimaksud adalah berserah diri pada kehendak Tuhan. Kaidah dasarnya adalah melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dan tidak melakukan apa yang tidak dikehendaki oleh Tuhan. Perbuatan yang dikehendaki Tuhan kemudian disebut pahala. Dan perbuatan yang tidak dikehendaki Tuhan kemudian disebut dosa. Disini, kita lepaskan dulu anasir-anasir tentang ganjaran surga dan neraka. Keduanya adalah bonus. Tanpa surga dan nerakapun, semestinya kita melakukan apa yang dikendaki Tuhan dan tidak melakukan apa yang tidak dikendaki-Nya. Kita bukanlah kelinci yang berbuat seperti kehendak tuannya karena menginginkan hadiah berupa wortel dan tidak melakukan apa yang tidak dikehendaki tuannya karena takut cambukan. Prinsip keagamaan kita harusnya tidak dibangun dengan pemahaman yang seperti itu.

Kembali pada pemerintahan Islam. Yang menjadi masalah sekarang adalah ada segelintir orang yang ingin memaksakan pemerintahan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan di dunia yang sebenarnya kepunyaan Tuhan. Siapakah mereka yang lancang itu? Ada yang menyebutnya zionis, illuminati, kabbala, freemason, Israel atau apapun nama mereka mesti kita cegah semampu kita. Mengapa mesti kita cegah? Karena itu bertentang dengan falsafah kepemimpinan yang kita yakini, yaitu sistem pemerintahan berdasarkan landasan tauhid. Sementara kita pahami, bahwa kepemimpinan adalah salah satu dari ushuluddin atau dasar-dasar beragama. Jika mereka berani mengganti sistem pemerintahan Tauhid, berarti mereka telah memotong kepala kita, kepala agama kita, landasan beragama kita. Bagaimana pula sesuatu dapat berjalan tanpa kepala?

Zionisme; Gerakan Penjajahan Global

Ancaman yang paling nyata datang dari gerakan zionis. Sebuah organisasi yang bertujuan global untuk menguasai dunia. Parahnya adalah mereka penganut materialisme yang jelas-jelas membantahkan keberadaan apalagi kekuasaan sesuatu yang non materi seperti Tuhan. Globalisasi adalah cara mereka untuk memasuki semua sistem yang ada di dunia ini secara global sembari menggantinya dengan sistem mereka. Mulai dari sistem pemerintahan, politik, ekonomi hingga hukum. Maka, hukum tertinggi bukan lagi kuasa Tuhan. Kekuasaan tertinggi sekarang berada pada tangan Negara yang berhak mengeluarkan undang-undang yang melarang atau membolehkan kita untuk melakukan sesuatu.

Masalahya sekarang adalah bagaimana jika kita diperhadapkan pada suatu kasus yang bertentangan dengan keyakinan agama kita (dosa) tapi diharuskan keberlakuannya oleh hukum Negara. Seperti pelarangan memakai hijab di Negara-negara Eropa tertentu. Hukum Tuhan mewajibkan seorang wanita muslim mengenakan hijab tapi Negara melarangnya dan menjatuhkan sanksi bagi yang melanggarnya. Contoh lainnya adalah homo seksual. Perbuatan yang dilarang oleh keyakinan agama kita, tapi dilegalkan keberadaannya di Negara-negara Eropa tertentu. Hukum manakah yang mesti kita jadikan acuan? Kita harus membuka mata, telinga dan akal kita. Tapi sayangnya, kebanyakan dari kita memiliki mata tapi tak bisa melihat kebenaran, memiliki telinga tapi tak dapat mendengar yang sebenarnya dan memiliki akal tapi tak dapat memahami kebenaran. Kalau begitu, kita tidak lebih dari sekadar binatang ternak.

Awal Mula Kebangkitan Zionis

Pada Tahun 1914 tambang berlian Kimberly di Afrika Selatan resmi ditutup setelah pengurasan berlian dan emas besar-besaran yang menyisakan lubang terbesar di dunia tanpa menutupi lubang kemiskinan di daerah tersebut. Zionis yang didanai oleh keluarga Rostchild menimbun kekayaan mereka untuk membangun sebuah imperium besar untuk menyambut pemimpin mereka; dajjal. 17 tahun setelah berdirinya gerakan zionis, mereka telah mempunyai dana melimpah untuk menjalankan strategi. Dan strategi itu dipraktikkan pertama kali pada perang dunia pertama yang mengakibatkan runtuhnya khilafah Islam ottoman di Turki.

Dalam film Lawrence of Arabia dikisahkan mengenai Lawrence, perwira Inggris yang menyerukan persatuan pada suku-suku badui di Arab untuk menentang pemerintahan Islam yang dikuasai Turki saat itu. Walhasil, khilafah islam runtuh dan terpecahlah khilafah Islam ke dalam negara-negara baru seperti Arab Saudi. Runtuhnya khilafah Islam kemudian dilanjutkan zionis yang dimotori Inggris untuk melakukan perjanjian dengan Syarif Husein, raja Yordania dan Abdul Aziz ibn Saud, raja Arab Saudi untuk bersekutu dengan Inggris dan menolak konsep khilafah Islam. Setelah runtuh, khilafah ottoman di Turki kemudian menjadi Republik Turki yang dipimpin oleh Mustafa Kemal.

Arab Saudi, Yordania dan Turki sudah takluk, kini saatnya menaklukkan India yang kala itu menolak kolonialisme Inggris di tanah India yang dimotori oleh sejumlah ulama India yang terbilang cukup banyak serta paham dan hidup secara Islam. Ulama India kala itu adalah pertemuan kuantitas dan kualitas yang berbuah totalitas. Total menolak imperialisme dan kolonialisme Inggris atas Khilafah Islam dan India secara khususnya. Kesamaan tujuan dari ulama Islam India dengan para petinggi Hindu di India membuat mereka bekerja sama untuk mengusir Inggris dari India. Mahatma Gandhi adalah salah satu petinggi Hindu saat itu yang memprakarsai bergabungnya dua poros besar India untuk menolak Imperialisme dan Kolonialisme Inggris. Apa respon Inggris? Mereka melakukan politik belah bambu. Memecah kedua kekuatan tersebut ke dalam dua negara baru; Republik Pakistan untuk ulama Islam dan Republik India untuk petinggi Hindu India.

Setelah tangannya sudah cukup bersih dari masalah India dan Pakistan, Inggris kemudian memerintahkan Raja Arab Saudi untuk menyerang Yordania yang mulai membelot. Atas kemenangannya, Arab Saudi mulai berkuasa atas tanah suci Makkah. Ketiadaan Khilafah membuat para Ulama Mesir memikirkan solusi atas kekosongan kepemimpinan dalam Islam. Para ulama Al-Ahzar Mesir sepakat untuk melakukan muktamar atau konfrensi yang membahas kekosongan kepemimpinan dan mencari pengisinya. Ini jelas kabar buruk bagi Inggris. Selain berdiplomasi dengan Raja Mesir saat itu untuk menunda konfrensi yang akhirnya tertunda selama 2 tahun, diperintahkannya Raja Arab Saudi untuk melakukan konfrensi Islam yang sama untuk menandingi ulama Al-Ahzar tersebut.

Mahdisme; Antiklimaks Zionisme

Tidak ada lagi pemerintahan islam. Ketika pemerintahan zionis mencapai puncaknya, barulah Isa al-masih dan Imam Mahdi turun ke bumi untuk mengalahkan pemerintahan zionis yang dipimpin oleh Dajjal. Apakah Imam Mahdi sudah lahir? Apakah dia Sunni atau Syiah? Apakah di turun di mesjid Indonesia atau Malaysia? Itu pertanyaan yang semakin memecah belah kita, ummat Islam. Hanya Satu Imam Mahdi, Satu pemerintahan yang sah. Maka, yang mengikuti selainnya, pastilah termasuk orang kafir atau tersesat.

Dalam beberapa literatur, disebutkan bahwa kaum yang menjadi pengikut setia Imam Mahdi adalah kaum yang berasal dari Khurasan atau Afganistan sekarang. Daerah yang berbatasan dengan Pakistan dan Iran. Kelak, akan datang suatu masa dimana Islam yang dipimpin oleh Imam Mahdi dan dibantu oleh Isa putera Maryam akan mengalahkan zionis yang dipimpin Dajjal. Seperti kata Gandhi, sejarah dunia telah mencatat bahwa kebenaran dan cinta akan selalu menang pada akhirnya. Mengenai siapa itu Imam Mahdi, InsyaAllah kita akan membahasnya pada pembahasan selanjutnya.

Semoga Bermanfaat!


hartono T I

No comments: