Carberus Si ‘Penjaga Gerbang Neraka’ Ditemukan

New Picture 5Gerbang Plato atau yang dikenal sebagai "Gerbang Neraka" (Gate to Hell), terkenal karena gua tersebut diisi dengan uap mematikan yang akan dibacakan azab bagi siapa pun yang cukup malang untuk dilemparkan ke dalam. Gerbang Pluto atau Ploutonion dalam bahasa Yunani, Plutonium dalam bahasa Latin, yaitu gua yang dirayakan sebagai pintu gerbang ke dunia bawah dalam mitologi dan tradisi Yunani-Romawi kuno.
"Ruang itu penuh dengan uap, begitu berkabut dan padat, hampir tidak seorang pun bisa melihat tanah. Setiap hewan yang lewat di dalam akan menemui kematiannya secara cepat," tulis ahli geografi Yunani kuno, Strabo.
Bulan Maret yang baru lalu, para arkeolog yang sedang melakukan penggalian di Turki telah menemukan dua penjaga "Gerbang Neraka", yaitu dua patung marmer unik, yang mengingatkan sebuah gua yang mematikan di kota Frigia kuno Hierapolis, dekat Pamukkale. Tim penemuan tersebut dipimpin oleh Francesco D'Andria, profesor arkeologi klasik di Universitas Salento.
"Patung-patung tersebut mewakili dua makhluk mitologi. Satu menggambarkan seekor ular, yang merupakan simbol yang jelas dari dunia bawah, dan satunya menggambarkan Kerberos, atau Cerberus, yaitu anjing berkepala tiga sebagai pengawas neraka dalam mitologi Yunani," kata D'Andria pada Discovery News.
penjaga neraka-1Patung ular dalam posisi melingkarkan tubuhnya terlihat mengancam ke arah siapa saja yang mencoba mendekatinya, sedangkan Kerberos setinggi 4 kaki, menyerupai Kangal, anjing gembala Anatolia.
"Patung-patung itu cukup menakutkan," kata D'Andria.
Kedua patung tersebut ditemukan karena para arkeolog lebih lanjut melakukan penggalian ke area dimana pada bulan Maret mereka menggali sisa-sisa dari Plutonium, sebuah prasasti yang dipersembahkan untuk dewa dunia bawah, Pluto dan Kore.
Dalam penggalian juga menemukan sumber mata air panas, yang merupakan penghasil teras travertine putih yang terkenal.
"Mata air Pamukkale berasal langsung dari gua ini," kata D' Andria.
Diyakini memiliki sifat penyembuhan, sumber air panas telah menjadikan kota Romawi Hierapolis, sekarang menjadi Situs Warisan Dunia, tujuan populer bagi para peziarah.
penjaga neraka-2Kedua patung marmer tersebut muncul dari air panas, meninggalkan sedikit keraguan bahwa situs itu adalah Gerbang Pluto. Gua tersebut digambarkan dalam sumber-sumber bersejarah penuh dengan uap mephitic yang mematikan.
Kembali menyunting petikan yang ditulis Strabo, ahli geografi Yunani (64-63SM-24M) yang menulis tentang situs tersebut, "Ruang ini penuh dengan uap, begitu berkabut dan pekat, hampir tidak seorangpun bisa melihat tanah. Setiap hewan yang lewat di dalam menemukan kematiannya secara cepat."
"Saya melepaskan burung pipit dan mereka segera mati dan jatuh, burung itu langsung terbunuh oleh asap karbon dioksida," kata D'Andria.
Catatan Strabo telah dikonfirmasi selama penggalian, dimana D' Andria dan rekannya telah menemukan beberapa unggas dan serangga yang mati di dekat lubang gua.
Dalam penggalian sebelumnya, para arkeolog juga menemukan sisa-sisa sebuah candi, kolam dan serangkaian tangga yang ditempatkan di atas gua, penemuan-penemuan tersebut semua cocok dengan deskripsi dari situs dalam sumber-sumber kuno.
penjaga neraka
Situs ini mewakili tujuan penting bagi peziarah. Orang-orang menyaksikan ritual sakral dari tangga di atas lubang gua, sementara pemimpin upacara mengorbankan lembu dipersembahkan kepada Pluto. Upacara ritual yang dilakukan termasuk membawa hewan ke dalam gua, dan menariknya keluar setelah mati.
Dalam mitologi Yunani dan Romawi kuno, Cerberus adalah anjing berkepala tiga yang menjaga gerbang Pluto, alam dunia bawah, alam bagi orang yang sudah mati. Dan tugas Cerberus adalah memungkinkan orang-orang yang telah mati masuk Hades/Pluto, serta menghentikan kehidupan lain memasukinya dan menjaga yang sudah di dalam agar tidak keluar. Menurut cerita Cerberus adalah hewan piaraan Dewa Pluto sebagai raja penguasa bawah tanah dan Dewa Kematian. (epochtimes/ran)

No comments: