Ilmuwan Mengembalikan Fakta Prasejarah 'Atlantis di Dasar Laut'
Tsunami itu dipicu oleh bencana longsor dasar laut di pantai Norwegia. Gelombang tersebut cukup untuk menghancurkan manusia terakhir yang hidup di sana.
Dr Jon Hill dari College London, mengatakan, "Longsor dasar laut Storegga yang pernah terjadi pada 8000 tahun silam menyebabkan suku di zaman batu pertengahan meninggalkan daerah itu."
Dr Hill dan rekan-rekannya mensimulasi dengan komputer kemungkinan akibat longsor dasar laut di pantai Norwegia itu. Kepada "BBC News", Dr. Hill menuturkan, "Kami adalah tim pertama yang mempelajari longsor dasar laut yang terletak di Dogran melalui sebuah maket. Studi ini membuat kami lebih memahami akibat yang ditimbulkan longsor dasar laut maha dahsyat dan gelombang Tsunami yang terjadi di daratan yang hilang itu."
Pada akhir Zaman Es, permukaan laut sangat rendah, daratan Dogran terhubung ke daratan Eropa. Pada 20.000 tahun lampau, permukaan air laut mulai naik dan secara bertahap membanjiri lahan yang luas ini. Sekitar pada 10.000 tahun lampau, daratan ini kemungkinan masih merupakan salah satu kawasan penangkapan ikan dan perburuan yang paling makmur di daratan Eropa. Di sana terdapat danau air tawar yang luas, rawa-rawa dan lumpur serta lingkungan yang kaya akan sumber daya.
Bernhard Weninger dari University of Cologne, Jerman, mengatakan, "Benua ini merupakan surga bagi satwa liar di Zaman Batu."
Tapi 2000 tahun kemudian, daratan Dogran menjadi pulau rawa yang setara dengan wilayah Cymru, Norwegia. Studi terkait menemukan bahwa, setelah tsunami itu, tidak pernah mucul lagi jejak peningalan Mesolitikum (Zaman batu pertengahan).
Dalam tesisnya, tim peneliti menyebutkan bahwa besar kemungkinan akibat longsor dasar laut Storegga, akhirnya menyebabkan daratan Dogran ditinggal pergi oleh masyarakat di zaman batu pertengahan ini. Tapi Bernhard Weninger meragukan daratan Dogran sudah ditinggal pergi sebelum terjadinya longsor. Dia menjelaskan, "Mungkin ada yang menangkap ikan di sini, namun saya curiga ia terus tenggelam ke dasar laut.
Sementara itu Profesor Vince Gaffney, seorang arkeolog dari University of Birmingham mengatakan, "Saya pikir pandangan peneliti terkait mungkin benar, karena tsunami merupakan malapetaka."
Namun, ia juga menekankan bahwa catatan arkeologi sangat jarang, sehingga saat ini masih belum dapat memastikan secara tepat kapan daratan itu ditenggelamkan oleh gelombang. (tech.gmw.cn/Zhao Gang/joni/rahmat)Ilmuwan Mengembalikan Fakta Prasejarah 'Atlantis di Dasar Laut'




No comments:
Post a Comment