Makam Kuno Pesuruh Kerajaan Ungkap Visi Alam Baka Mesir Kuno

mesir-kunoPara arkeolog di Mesir telah menemukan sebuah makam di pekuburan kuno di Saqqara, Mesir, yang telah berusia 3.100 tahun.
Temuan ini disebut menambahkan "bab baru bagi ilmu pengetahuan kita". Lukisan-lukisan dinding yang terawat baik di dalam makam ini mengungkapkan adegan prosesi penguburan dan akhirat dalam detail yang luar biasa.
Kamar Penguburan ini ditemukan oleh Fakultas Arkeologi Universitas Cairo di tanah pemakaman kuno Saqqara, sekitar 30 km selatan Kairo. Makam itu milik Paser, seorang penjaga yang melindungi arsip tentara dan juga menjabat sebagai duta besar kerajaan di antara Mesir kuno dan negara-negara asing.
Makam tersebut berbentuk candi dan terdiri dari pintu serambi, pilar, aula, dan lapangan, dengan bangunan kolom-kolom yang berisi poros pemakaman utama di bagian pusat dan terbuka langsung ke tempat suci dengan tiga kamar.
"Meskipun makam ini belum selesai, namun dekorasi dindingnya terlihat jelas dan terawat baik," Ali El-Asfar, kepala bagian kementerian barang antik Mesir kuno, kepada Ahram Online.
Makam ini berisi sebuah lukisan berwarna cerah tentang akhirat dan beberapa prasasti, yang menceritakan tentang penjaga prosesi pemakaman dan masa depannya di akhirat. Salah satu gambar dalam warna biru, merah, dan kuning menunjukkan istri Paser menangis saat meninggalnya almarhum sang suami, sedangkan dalam gambar lain, anak Paser menawarkan hadiah kepada para Dewa. Ukiran ketiga menunjukkan Osiris, Dewa dunia bawah Mesir, memimpin pemakaman Paser sambil mengolah sesuatu yang berkhasiat untuk kehidupan kekal.
Akhirat Mesir kuno adalah salah satu sistem kepercayaan paling awal yang tercatat dalam sejarah. Mereka percaya bahwa manusia memiliki sebuah 'ka', atau kekuatan hidup, yang meninggalkan tubuh pada titik kematian. Dalam hidup, 'ka' menerima rezeki dari makanan dan minuman, sehingga diyakini bahwa untuk bertahan setelah kematian, 'ka' harus terus menerima persembahan makanan, yang masih bisa dikonsumsi esensi spiritual.
Setiap orang juga memiliki ba, rangkaian karakteristik spiritual yang unik untuk setiap individu. Berbeda dengan 'ka', 'ba' tetap melekat pada tubuh setelah kematian. Ritual pemakaman Mesir dimaksudkan untuk melepaskan 'ba' dari tubuh sehingga bisa bergerak bebas, dan bergabung kembali dengan 'ka' sehingga bisa hidup sebagai 'akh'. Namun, mereka percaya tentang pentingnya mempertahankan jasad almarhum. Orang Mesir percaya bahwa 'ba' akan kembali ke tubuhnya setiap malam untuk menerima kehidupan baru, sebelum muncul di pagi hari sebagai 'akh'.
Meskipun kemampuan untuk masuk akhirat diyakini tergantung pada darah kerajaan atau preferensi kebangsawanan, selama akhir Kerajaan Lama dan Periode Menengah Pertama (2181-2055 SM), orang Mesir secara bertahap percaya bahwa kepemilikan ba dan kemungkinan akhirat yang diperluas bagi semua orang. (rob/rahmat)

No comments: