Kode Misterius dalam Sejarah yang Belum Terpecahkan

kode1Ada banyak kode yang belum terpecahkan di dunia, apa rahasia yang terpendam di balik kode-kode?
Berikut mari kita simak bersama beberapa misteri manusia yang terkenal dan belum terpecahkan.
Sinyal radio dari luar angkasa
Pada 15 Agustus 1997 silam, Big Ear Radio Observatory di Ohio State University menerima sinyal radio misterius yang dipancarkan di sekitar Sagitarius dari pusat galaksi. Melihat sinyal radio di layar komputer, astronom Jerry Ehman tak tahan segera menulis kata "Wow"! Di atas kertas yang dipancarkan sinyal tersebut.
Tetapi sejauh ini belum ditemukan makna yang terkandung dari sinyal tersebut, sinyal radio juga tidak lagi diterima dari luar angkasa, sehingga membuat banyak orang kecewa, menganggap bahwa kemungkinan makhluk angkasa luar yang ingin menjalin kontak dengan bumi itu sangat kecil.
Manuskrip Voynich
Kode lainnya yang penuh dengan warna kemisteriusan adalah manuskrip Voynich, yang ditulis dengan bahasa yang tidak bisa di pahami manusia mana pun di dunia. Di samping teks yang unik, isinya banyak mengandung ilustrasi yang lebih membingungkan, analis modern juga tidak dapat memecahkan maknanya.
image002
Penjelasan menurut perpustakaan Universitas Yale pada salah satu ilustrasi dari manuskrip tersebut adalah, sekelompok wanita telanjang dengan benjolan kecil di perut, berendam atau berjalan di dalam cairan, berinteraksi aneh dengan saluran yang saling berhubungan satu sama lain.
Selain itu, manuskrip Voynich berisi banyak ilustrasi tumbuhan herbal dengan ilustrasi keterangan seperti penggunaan obat-obatan, karena itu ada yang berspekulasi bahwa itu mungkin merupakan sebah buku sihir atau buku ilmu pengetahuan.
Waktu penulisan manuskrip Voynich yang misterius itu juga menimbulkan beragam pendapat, salah satunya mengatakan bahwa manuskrip itu diselesaikan pada kisaran abad ke 15 - 16 masa Eropa Tengah. Kalau begitu, bagaimana asal mula manuskrip Voynich itu dinamakan ?
Sumber pemberian namanya berasal dari penjual buku antik bernama Wilfrid Voynich M yang membeli buku itu pada 1912 silam, karena itu, buku itu diberi nama berdasarkan nama dari penjual buku tersebut.
image004
image005
Kryptos
Lantas apakah sandi yang ditulis manusia modern lebih mudah dipecahkan ? jawabannya mungkin belum tentu, mari kita lihat sebuah kode yang bahkan tidak bisa dipecahkan oleh FBI.
Kryptos, sebuah seni ukir yang didirikan di markas CIA, Amerika Serikat, sumber nama berasal dari bahasa Yunani yang artinya "tersembunyi". Seni ukir itu diselesaikan pada 1990 oleh ahli pengkodean bernama Ed Scheidt bersama dengan mitranya Jim Sanborn, seorang seniman asal Amerika Serikat.
image006Seni ukir mengandung 4 teka-teki yang dienkripsi, karakter-karakter yang dienkripsi ini, menarik banyak minat penggemar kode mencoba memecahkan kode-kode itu untuk menemukan arti yang tersembunyi dibaliknya. Sejauh ini, tiga teka teki tersebut telah berhasil dipecahkan, sementara satunya lagi belum terpecahkan hingga saat ini.
Sehubungan dengan teka teki ke-empat belum ada yang bisa memecahkannya, membuat Sanborn tidak sabar, hingga pada 2010 lalu, di harian The New York Times, ia memecahkan beberapa huruf, dengan harapan agar ada yang bisa memecahkan teks ke-4 dari kode tersebut. Ia menyebutkan ke 64 huruf – 69 huruf di bagian terakhir pada ukiran tersebut yaitu NYPVTT diurai menjadi BERLIN. 
Berikut adalah karakter yang belum berhasil dipecahkan :
OBKR
UOXOGHULBSOLIFBBWFLRVQQPRNGKSSO
TWTQSJQSSEKZZWATJKLUDIAWINFBNYP
VTTMZFPKWGDKZXTJCDIGKUHUAUEKCAR
Isi kode yang dipecahkan pada potongan ke tiga itu berhubungan dengan makam Tutankhamum firaun Mesir yang ditemukan arkeolog Howard Carter.
Isinya kira-kira adalah, "Dengan tangan gemetar saya membuat sebuah cela di sudut kiri atas, lalu membuat lubang sedikit besar. Saya menancapkan lilin, menatap kedipan lidah api mengikuti udara panas di dalam lubang makam, tidak lama kemudian kabut memenuhi ruangan, mencerminkan seluk beluk di dalam ruangan, dan apa yang dapat anda saksikan?"
Shugborough
Mengenai keberadaan Holy Grail (cawan suci) yang pernah digunakan Yesus dalam perjamuan terakhir, diceritakan terukir di atas sebuah seni pahatan batu kuno monumen manor Staffordshire, Inggris. Monumen terkait dirancang oleh Thomas Wright dan James Stuart pada 1750 lampau, sementara Peter Scheemakers bertanggung jawab merancang reliefnya.
image007
Yang paling misterius adalah kode yang dijuluki dapat menunjukkan posisi Holy Grail atau cawan suci, yaitu beberapa huruf bahasa Inggris "OUOSVAVV", dan di kedua sisi pada deretan huruf-huruf ini masing-masing terukir huruf D dan M.
image008
image009
Menurut legenda, pelukis Nicolas Poussin(19 November 1594-1665)tahu dengan posisi cawan suci tersebut, karena itu, sang pematung menukir sebuah relief Poussin (gembala arcadia) di atas monumen, sehingga menambah warna misterius monumen itu. (Sumber: Wikicom)
Tamam Shud
Pada 1948 silam, di Australia terjadi sebuah peristiwa kematian misterius, di pesisir pantai Somerton ditemukan sesosok mayat yang mengenakan jas. Status korban hingga saat ini belum diketahui, dan sebab kematiannya masih teka teki, lebih misteriusnya lagi, di dalam saku korban ditemukan secarik kertas dengan bertuliskan pantai ditemukan tewas mengenakan jas dan dasi. Sejauh ini identitas almarhum, penyebab kematian "Tamam Shud", jika diterjemahkan ke bahasa Persia artinya telah berakhir, tapi kertas itu disobek salah satu halamannya dari sebuah buku "The Rubaiyat".
image010
Penyebab kematian yang aneh, ada saksi mata yang melihat bahwa korban berbaring di atas pantai sebelum tewas, dilihat dari gerakan tubuhnya, saksi mata mengira korban tersebut dalam keadaan mabuk. Karena itu, ada yang menduga bahwa korban diracun hingga tewas, tapi, tidak ditemukan adanya unsur racun dari dalam tubuh korban, namun, ada juga yang menduga bahwa itu mungkin merupakan kematian karena suatu racun yang langka, dan racun itu telah terurai di dalam tubuh korban seiring berlalunya waktu.
Belakangan, buku asli terkait sobekan kertas di atas korban itu ditemukan, pada buku tersebut mengadung beberapa kode yang baru dapat disaksikan melalui sinar ultraviolet. Personel intelijen angkatan laut dan pakar pengkodean pernah mencoba memecahkan makna yang terkandung di dalamnya, tetapi tidak berhasil.
image011
Georgia Guidestones
Sebanyak 6 batu granit raksasa buatan yang bertengger di aas sebuah bukit kecil di Selatan Amerika, terukir bahasa kuno dan modern, ia menyatakan "menjadikan tempat itu sebagai tempat yang membawa orang-orang menuju ke era yang rasional", dan inilah yang disebut Georgia Guidestones, yang juga dikenal sebagai Stonehenge Amerika.
Stonehenge disusun berdasarkan desain astronomi, menggabungkan jam, kalender dan kompas dan fungsi lainnya, siang hari menunjukkan waktu dan hari berdasarkan matahari, sementara malam hari dapat menunjukkan arah Polaris.
Stonehenge diukir dengan menggunakan multi bahasa, masing-masing terukir dengan 8 jenis bahasa modern untuk menyampaikan pesan yang sama, dan bahasa tersebut meliputi bahasa Inggris, Spanyol, Swahili, Hindi, Ibrani, Arab, Mandarin Tradisional, dan Rusia. Selain itu, pada empat sisi bagian atas batu terukir dengan 4 jensi bahasa kuno, yaitu bahasa Yunani kuno, Sansekerta, Babilonia dan hieroglif Mesir.
image012Siapa yang menugaskan pembangunan Stonehenge itu? Sejauh ini masih merupakan misteri, orang ini menggunakan nama samaran RC Christian, menugaskan sebuah perusahaan granit untuk membangunnya. Perusahaan granit yang mendapat proyek pada 1979 merasa aneh, kemudian menugaskan bankir Wyatt Martin untuk mengurusnya.
Martin perlu menilai laporan keuangan, untuk memastikan ia dapat menyerahkan pembayaran akhir, jadi, Martin menjadi satu-satunya orang yang mengetahui identitas sebenarnya dari pria itu, tapi ia bersumpah untuk tidak membocorkannya pada orang lain, dan memastikan akan menghancurkan semua data tranksaksi setelah proyek selesai. Stonehenge yang misterius telah menjadi tempat wisata utama di Amerika.
Georgia Guidestones disusun dengan menggunakan enam batu raksasa, memiliki fungsi jam, kalender, kompas dan fungsi lainnya, di atas batu terukir 4 jenis bahasa kuno, ditambah lagi dengan kliennya yang tidak mau diungkapkan identitasnya, sehingga membuat Stonehenge itu penuh dengan warna misterius. (Wiki/bayvoice.net/joni/rahmat)

No comments: