Peradaban dan Manusia Dalam Inti Bumi ( bagian 2)
Tetapi untuk melindungi terowongan, menunggu manusia masa depan setelah cukup menguasai pengembangan teknologi baru melakukan eksploitasi, Pemerintah Peru menutup pintu masuk ke terowongan bawah tanah ini dan dijaga ketat. Tempat ini oleh UNESCO dijadikan sebagai Situs Warisan Dunia.
Kemudian, Antoine Verglas orang Spanyol ketika melakukan survei pada Pegunungan Andes dekat Guatemala, mereka menemukan koridor bawah tanah dengan panjang 50 km. Koridor panjang ini memiliki lengkungan tajam, dari bawah tanah teus menembus ke Meksiko.
Pada bulan Agustus 1972, team ekspedisi Inggris di Pegunungan Madre, Meksiko, juga menemukan sebuah koridor bawah tanah, arahnya menuju ke daerah Guatemala. Menurut penuturan team ekspedisi Inggris, setiap fajar, Anda dapat mendengar suara seperti menabuh drum yang berasal dari koridor bawah tanah.
Pada musim Panas tahun 1947, Amerika Serikat melakukan operasi besar penyelidikan Antartika, operasi ini di komandoi oleh Laksamana Angkatan Laut Richard Evelyn Byrd, Jr. Dalam operasi penyelidikan ini melibatkan lebih dari 4.000 tentara, 13 kapal perang dan sebuah kapal induk, enam helikopter, enam pesawat amfibi, dua pesawat multi-fungsi, serta 15 pesawat lain.
Para pejabat mengatakan tujuan dari penyelidikan ini adalah: bereksperimen peralatan baru dalam suhu Antartika yang ekstrim. Tapi ini adalah musim panas Antartika yang pertama setelah Perang Dunia II, ketika itu ekonomi AS masih belum stabil, Angkatan Laut AS sedang mengalami kehancuran besar dalam perang, banyak kapal perang yang dipensiunkan, sebagian besar staf juga berkurang. Biaya begitu besar, menghabiskan begitu banyak peralatan militer ke Kutub Selatan, jika hanya "bereksperimen dengan peralatan baru" itu perlu dipertanyakan.
5 Maret 1947, surat kabar "El Mercurio" dari Santiago, Chili dengan judul besar "Olympus Berlayar dalam Badai", berlayar dalam angin ombak dan melakukan wawancara terhadap Jenderal Byrd. Byrd mengatakan: "Hari ini adalah satu hari penting untuk AS, harus melakukan segala upaya untuk berurusan dengan wilayah bermusuhan."
Selanjutnya Jenderal mengatakan: ia tidak bermaksud untuk menakut-nakuti orang tetapi menunjukkan AS memang menghadapi suatu peperangan baru, menghadapi satu jenis benda dengan kecepatan yang luar biasa, terbang dari satu kutub Bumi ke kutub lainnya.
Dalam sebuah konferensi pers internasional Jenderal Byrd juga mengulangi pandangannya. Menurut pengalamannya, ia menganggap bahwa kecepatan pesawat terbang tersebut sangat mengejutkan orang. Petualangan yang pada awalnya direncanakan enam bulan, namun setelah dua bulan mereka menyerah.
Ekspedisi Byrd di Kutub Utara
Dengan teleskopnya, ia terkejut menemukan binatang mammoth yang sudah punah di bumi! Kemudian ia melihat bukit-bukit hijau, suhu di luar adalah27℃.
Tanah di atas cenderung lebih datar, Byrd bahkan menemukan perkotaan, dan pesawat terbang di udara, tampaknya memiliki daya apung yang ajaib. Akhirnya pesawat Byrd di sedot oleh sebuah kekuatan yang tak terlihat dan tidak dapat dikendalikan. Kemudian, mesin pesawat berhenti berjalan, pesawat dalam getaran kecil akhirnya mendarat dengan selamat, seperti didukung oleh lift yang tak terlihat.
Beberapa orang dengan sosok tinggi, rambut pirang, mata biru, berkulit putih muncul di sana, orang-orang ini tidak membawa senjata apa pun. Byrd dan koresponden radio mendapat sambutan hangat dari mereka. Dia diajak untuk naik ke kup mobil yang tanpa roda, dengan cepat menuju ke kota yang indah. Kota ini tampaknya dibangun dengan bahan kristal dan berkilau, seluruh kota mengeluarkan warna warni ibarat pelangi .
Masuk ke dalam sebuah bangunan besar, minum minuman panas beraroma. Setelah 10 menit, Bryd meninggalkan koresponden sementara, masuk ke dalam lift, setelah bergerak turun beberapa menit pintu lift kemudian diam-diam berbalik ke atas dan terbuka tanpa suara, ia berjalan di lorong yang penuh dengan mawar merah dan menemukan bahwa cahaya tersebut berasal dari dinding. Dia berhenti di depan sebuah pintu besar, di atas pintu ada tulisan yang aneh.
Setelah memasuki ruang dalam, apa yang terjadi lebih mengejutkan. Bryd telah berulang kali berguman "yang belum pernah ada sebelumnya," " luar biasa," "tak terlukiskan" dan istilah lainnya untuk menggambarkan pemandangan yang dia lihat dengan matan kepalnya sendiri.
Kamar megah, suara orang-orang tersebut merdu dan hangat, mereka mengatakan kepada Bryd, karena ia memiliki sifat-sifat mulia, dan memiliki reputasi tertentu di "permukaan" Bumi, jadi dia dibiarkan memasuki negara itu. Mereka juga mengatakan bahwa dunia misterius ini disebut "Ariani", sejak AS menjatuhkan dua bom atom di Hiroshima, Jepang, mereka baru mulai memfokuskan pada dunia luar, dan dalam masa yang bahaya tersebut, mereka mengirim banyak pesawat ke permukaan untuk menyelidiki.
Mereka mengatakan bahwa teknologi dunia bawah tanah lebih maju ribuan tahun dari permukaan Bumi. Pada awalnya mereka tidak punya ide ingin mengganggu perang di atas Bumi, tetapi karena mereka tidak ingin melihat manusia menggunakan senjata atom lagi, maka itu mereka mengirim utusan untuk mengunjungi negara adidaya, akan tetapi tidak memdapat perhatian. Sekali ini dengan mengambil kesempatan mengundang Jenderal Bryd untuk menyampaikan informasi ke dunia atas Bumi, dunia atas tanah mungkin akan berjalan menuju penghancuran dini. Orang yang mereka kirim ke dunia atas Bumi mendapat sambutan yang tidak ramah, dan pesawat terbang juga sering mendapat serangan berbahaya dari pesawat tempur.
Setelah akhir pertemuan, Bryd kembali berjalan di sepanjang rute yang sama, dan bertemu dengan koresponden yang wajahnya penuh dengan kecurigaan. Di bawah bimbingan dua pesawat, mereka naik hingga 823 meter, dan kemudian kembali dengan selamat ke pangkalan. Sebelum meninggalkan tempat tersebut dari radio terdengar suara dalam bahasa Jerman "sampai ketemu", setelah 27 menit mereka mendarat.
Pada Februari 1947, Bryd menghadiri rapat staf di Departemen Pertahanan Amerika, semua pernyataan ada catatan terperinci, bahkan dia membuat laporan kepada Presiden Truman. Rapat ini berlangsung selama 6 jam dan 40 menit, ia juga menerima investigasi otoritas keamanan tertinggi dan tim medis, belakangan diberitahu oleh pihak terkait agar menjaga rahasia. Ia kemudian menulis: "Sebidang tanah di Kutub Utara, landasan tersebut adalah sebuah misteri besar".
Ini bukan catatan terakhir tentang "Agartha". Selama Perang Dunia II, Heber seorang tentara Angkatan Darat AS dalam pertempuran dengan Jepang saat invasi ke Burma, bersama-sama rekan-rekannya mereka kalah, mereka tertinggal di dalam hutan di Burma. Pada suatu hari, ia tersandung sebuah batu goa yang tersembunyi.
Heber mengambil risiko masuk ke dalam goa, dia menemukan di dalamnya disinari oleh cahaya buatan, terangnya seperti siang hari, itu seolah-olah adalah sebuah kota bawah tanah yang besar. Saat Heber sedang mangamati, tiba-tiba dia ditangkap, dan langsung dikurung selama empat tahun, dia kemudian mencari kesempatan untuk melarikan diri. Menurut dia, terowongan yang mengarah ke kerajaan bawah tanah ini ada tujuh buah, ada pintu masuk rahasia yang masing-masing tersebar di beberapa bagian lain di dunia.
Pada tahun 1946, ilmuwan Inggris Wilkins dalam sebuah bukunya "Mysteries Of Ancient South America" menyimpulkan koridor bawah tanah dibangun oleh peradaban prasejarah, dari ujung ke ujung saling bersambung dan memiliki banyak cabang, dapat masuk melalui barbagai daerah di Eropa, Asia, Amerika, dia menyimpulkan adanya "kerajaan bawah tanah" dari dahulu sampai sekarang bisa masuk dan keluar.
Setelah berakhirnya Perang Dunia I , sampai sekarang manusia telah menemukan banyak koridor bawah tanah yang sama. Dunia bawah tanah "Agartha".setelah Perang Dunia II, satu demi satu juga muncul dalam arsip rahasia negara , telah ditemukan di Pegununan Andes, Peru , Ekuador , Turki dan wilayah Altai di Siberia selatan yang berbatasan dengan Mongolia.
Pada Juli 1960, Ekspedisi Peru di bawah tanah Pegunungan Andes, 600 km sebelah timur Ibu kota Peru, Lima, pernah menemukan sebuah koridor bawah tanah. panjang koridor bawah tanah tersebut 1.000 km, menembus ke Chili dan Kolombia. Tetapi untuk melindungi terowongan, menunggu manusia masa depan bila sudah cukup menguasai pengembangan teknologi baru melakukan eksploitasi, pemerintah Peru menutup pintu masuk ke terowongan bawah tanah ini dan dijaga ketat. Tempat ini oleh UNESCO dijadikan Situs Warisan Dunia.
Kemudian, orang Spanyol Antoine Verglas ketika melakukan survei di Pegunungan Andes dekat Guatemala, mereka menemukan koridor bawah tanah dengan panjang 50 km. Koridor panjang ini memiliki lengkungan tajam, dari bawah tanah tembus ke Meksiko.
Pada tahun 1963, dua penambang batubara Amerika menemukan sebuah terowongan bawah tanah, mereka terus berjalan turun mengikuti terowongan, akhirnya menemukan sebuah pintu besar di ujung terowongan. Setelah pintu dibuka, mereka menemukan sebuah tangga marmer. Karena takut, kedua pekerja tambang tidak berani masuk.
Hampir pada periode yang sama, di Inggris, ada beberapa penambang menggali terowongan, mereka mendengar suara yang berasal dari gerakan perangkat mekanik bawah tanah. Seorang penambang mengatakan mereka juga menemukan tangga yang menuju sumur bawah tanah, ketika berjalan ke pintu tangga, suara gerakan alat mekanis menjadi jelas. Setelah itu, orang-orang yang berpikir telah ketemu hantu, mereka ketakutan dan kabur dari terowongan. Ketika mereka berteriak kepada sejumlah pekerja dan siap-siap untuk mengeksplorasi mencari tahu apa yang terjadi, pintu masuk dan tangga yang menuju sumur bawah tanah telah menghilang tanpa jejak. Selain itu, beberapa tim eksplorasi minyak, penjelajah juga perna menemukan manusia bawah tanah yang fisiknya besar.
Agustus 1972, ekspedisi Inggris juga menemukan sebuah koridor bawah tanah di Pegunungan Madre Meksiko, arahnya menuju ke Guatemala. Menurut penuturan ekspedisi Inggris, setiap kali fajar, dapat mendengar suara drum yang dipancarkan dari koridor bawah tanah.
Mei 1981, penjelajah terkenal Maurice masuk ke sebuah lubang pintu masuk koridor bawah tanah dekat Guayaquil, Ekuador, dalam koridor bawah tanah, Maurice menemukan jejak galian buatan manusia, dindingnya datar dan telah diplester.
Sebuah perspektif baru tentang peradaban bawah tanah semakin banyak diyakini orang: di bawah tanah memang terdapat kekuatan peradaban tertentu, kerajaan bawah tanah adalah surga evakuasi peradaban prasejarah.
Dari perwujudan koridor bawah tanah bila dipandang dari sudut pandang arsitektur, karya ini mungkin berasal dari legenda "Benua yang Hilang" – karya orang Atlantis. Dalam legenda, Atlantis memiliki tingkat teknologi yang sulit dicapai oleh umat manusia sekarang.
Semua tanda-tanda tersebut menunjukan bahwa pada masa kejayaan terakhir peradaban global, manusia bumi saat itu telah menguasai teknologi nuklir, dan kemungkinan teknologi nuklir telah digunakan dalam peperangan. Kedahsyatan perang nuklir sangat menakjubkan, jejak peradaban di permukaan bumi juga telah terhapus semua. Hanya beberapa yang selamat (seperti manusia Atlantis), karena sebelumnya telah menggali koridor bawah tanah dan lolos dari bencana. Bencana nuklir telah menyebabkan permukaan dunia tidak bisa ditempati manusia untuk jangka waktu yang panjang, sehingga kehidupan bawah tanah menjadi satu-satunya pilihan mereka.
Spekulasi tentang pintu masuk ke kerajaan bawah tanah sangat banyak, medan magnetik yang kuat di Kutub Selatan, "zona lubang hitam" Kutub Utara, dan Segitiga Bermuda semuanya mungkin menjadi sebuah pintu yang menembus ke dunia lain. Banyak peneliti juga mengatakan bahwa angin hangat sering berhembus dari Kutub Utara, ini membuktikan bahwa di sana ada gua besar.
Pada tahun 1906, William Reed menerbitkan sebuah buku "Phantom of the Poles", dalam buku itu ia mengklaim tidak ada yang dapat menemukan Arktik dan Antartika, karena mereka tidak ada , mereka adalah pintu masuk ke dunia bawah tanah. Marshall Gardner nama samaran penulis sains Martin Gardner pada tahun 1913 menulis sebuah buku berjudul "A Journey to the Earth's Interior", dalam buku itu ia bersumpah bahwa dalam rongga bumi ada matahari yang berdiameter 600 mil. Gardner juga menyebutkan bahwa pada kedua bumi ada lubang yang lebar.(Lim/Yant) Bersambung




No comments:
Post a Comment