Agama Baru Bernama Baha’i; Lahir di Iran Berkiblat ke Israel
Website gama Bahai
Sedangkan salatnya berkiblat ke Gunung Karmel atau Karamel di Israel. Mereka salat sehari sekali, dan berpuasa hanya 17 hari.
MENTERI Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, secara gamblang menegaskan sedang mengkaji Baha'i. Apakah bisa diterima sebagai agama baru di Indonesia atau tidak.
Pernyataan itu dikemukakan Wakil Menteri Agama Nasarudin Umar di Istana Negara Jakarta, Jumat 25 Juli 2014.
"Kemarin kita sudah mulai [bahas]. Pak Menteri (Lukman Hakim) sudah mengundang buka puasa," katanya.
Sementara itu, hasil penelusuran , agama Bahá’í adalah agama monoteistik yang menekankan pada kesatuan spiritual bagi seluruh umat manusia. Agama Baha'i lahir di Persia (sekarang Iran) pada abad 19. Pendirinya bernama Bahá’u’lláh. Pada awal abad kedua puluh satu, jumlah penganut Bahá’í sekitar enam juta orang yang berdiam di lebih dari dua ratus negeri di seluruh dunia.
Menurut The World Almanac and Book of Facts 2004, Kebanyakan penganut Bahá’í hidup di Asia (3,6 juta), Afrika (1,8 juta), dan Amerika Latin (900.000). Menurut beberapa perkiraan, masyarakat Bahá’í yang terbesar di dunia adalah India, dengan 2,2 juta orang Bahá’í, kemudian Iran, dengan 350.000, dan Amerika Serikat, dengan 150.000.
Selain negara-negara itu, jumlah penganut sangat berbeda-beda. Pada saat ini, belum ada negara yang mayoritasnya beragama Bahá’í. Guyana adalah negara dengan persentase penduduk yang beragama Bahá’í yang paling besar (7,0%).
Sedangkan Encyclopedia Britannica Book of the Year (1992-kini) memberikan informasi sebagai seperti agama Bahá’í adalah agama paling tersebar di dunia setelah agama Nasrani menurut jumlah negeri di mana para penganut tinggal. Agama Bahá’í ada di 247 negeri di seluruh dunia.
Anggota-anggotanya berasal dari lebih dari 2.100 suku, ras, dan suku bangsa. Tulisan suci Bahá’í telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 800 bahasa.
Baha’i masuk ke Indonesia sejak sekitar tahun 1878, dibawa oleh dua orang pedagang dari Persia dan Turki, yaitu Jamal Effendi dan Mustafa Rumi. Dalam website resmi agama Baha'i di Indonesia, dijelaskan, Agama Baha’i adalah agama yang independen dan bersifat universal, bukan sekte dari agama lain.
Namun berapa jumlah pemeluk Baha'i di Indonesia hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti. Sebagai catatan, tahun 2009 lalu, ratusan penganut agama ini sempat membuat heboh warga Tulungagung. Warga menolak keberadaan mereka karena ritualnya dianggap menyesatkan. Para penganut ajaran ini meyakini kitab suci mereka adalah Akhdas.
Sedangkan salatnya berkiblat ke Gunung Karmel atau Karamel di Israel. Mereka salat sehari sekali, dan berpuasa hanya 17 hari. Beberapa penganut agama ini juga tercatat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. [dsb]
MENTERI Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, secara gamblang menegaskan sedang mengkaji Baha'i. Apakah bisa diterima sebagai agama baru di Indonesia atau tidak.
Pernyataan itu dikemukakan Wakil Menteri Agama Nasarudin Umar di Istana Negara Jakarta, Jumat 25 Juli 2014.
"Kemarin kita sudah mulai [bahas]. Pak Menteri (Lukman Hakim) sudah mengundang buka puasa," katanya.
Sementara itu, hasil penelusuran , agama Bahá’í adalah agama monoteistik yang menekankan pada kesatuan spiritual bagi seluruh umat manusia. Agama Baha'i lahir di Persia (sekarang Iran) pada abad 19. Pendirinya bernama Bahá’u’lláh. Pada awal abad kedua puluh satu, jumlah penganut Bahá’í sekitar enam juta orang yang berdiam di lebih dari dua ratus negeri di seluruh dunia.
Menurut The World Almanac and Book of Facts 2004, Kebanyakan penganut Bahá’í hidup di Asia (3,6 juta), Afrika (1,8 juta), dan Amerika Latin (900.000). Menurut beberapa perkiraan, masyarakat Bahá’í yang terbesar di dunia adalah India, dengan 2,2 juta orang Bahá’í, kemudian Iran, dengan 350.000, dan Amerika Serikat, dengan 150.000.
Selain negara-negara itu, jumlah penganut sangat berbeda-beda. Pada saat ini, belum ada negara yang mayoritasnya beragama Bahá’í. Guyana adalah negara dengan persentase penduduk yang beragama Bahá’í yang paling besar (7,0%).
Sedangkan Encyclopedia Britannica Book of the Year (1992-kini) memberikan informasi sebagai seperti agama Bahá’í adalah agama paling tersebar di dunia setelah agama Nasrani menurut jumlah negeri di mana para penganut tinggal. Agama Bahá’í ada di 247 negeri di seluruh dunia.
Anggota-anggotanya berasal dari lebih dari 2.100 suku, ras, dan suku bangsa. Tulisan suci Bahá’í telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 800 bahasa.
Baha’i masuk ke Indonesia sejak sekitar tahun 1878, dibawa oleh dua orang pedagang dari Persia dan Turki, yaitu Jamal Effendi dan Mustafa Rumi. Dalam website resmi agama Baha'i di Indonesia, dijelaskan, Agama Baha’i adalah agama yang independen dan bersifat universal, bukan sekte dari agama lain.
Namun berapa jumlah pemeluk Baha'i di Indonesia hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti. Sebagai catatan, tahun 2009 lalu, ratusan penganut agama ini sempat membuat heboh warga Tulungagung. Warga menolak keberadaan mereka karena ritualnya dianggap menyesatkan. Para penganut ajaran ini meyakini kitab suci mereka adalah Akhdas.
Sedangkan salatnya berkiblat ke Gunung Karmel atau Karamel di Israel. Mereka salat sehari sekali, dan berpuasa hanya 17 hari. Beberapa penganut agama ini juga tercatat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. [dsb]




No comments:
Post a Comment