Kerajaan Bawah Tanah?

rongga bumi-kerajaan bawah tanah Hamparan angkasa yang luas tak berujung, fenomena alam semesta yang beragam, peradaban luar bumi yang ajaib mengagumkan, semua ini cukup untuk menarik pandangan mata orang-orang dan menengadahkan kepalanya ke langit biru. Namun, seberapa dalam pengetahuan orang-orang yang menggantungkan hidupnya di bawah kaki jagad raya ini? kita kesampingkan dulu fenomena lain, sejak 1950-an, benda terbang asing atau lebih dikenal dengan istilah UFO membuat segenap dunia bergejolak, lantas, apakah benar mereka itu berasal dari luar bumi?
Reaktor nuklir pada 1,5 juta tahun lampau di Oklo, peradaban Atlantis kuno dan misterius, dan peradaban bangsa Maya yang misterius, apakah benar semua pendiri peradaban prasejarah ini telah punah karena perubahan sekonyong-konyong?
Prasejarah membuktikan, bahwa sejak lahirnya binatang menyusui hingga sekarang, belum pernah terjadi bencana global di bumi. Lantas, kemanakah sebenarnya orang-orang dengan kecerdasan purbakala yang memiliki peradaban yang tidak kalah dengan perabadan modern itu? mungkinkah mereka beralih ke bawah tanah karena memburuknya iklim bumi kala itu atau ada sebab lain?
Setelah satelit "Charlie"7 Amerika Serikat melintas di atas lingkaran kutub utara dan mengambil gambar di sana, di luar dugaan tampak sebuah lubang di daerah tersebut, lantas, apakah itu merupakan pintu masuk ke inti bumi?
Laporan dari penjelajah antartika mayjen Bart lebih mencengangkan lagi. Ketika sang mayjen melintasi kutub utara, di luar dugaan secara aneh terbang memasuki inti bumi, dan melihat banyak tanaman ganjil, danau yang indah dan berbagai jenis hewan yang sudah punah di permukaan bumi, benarkah di dasar bumi itu terdapat sebuah taman sentosa?
Jauh pada tahun 1904 silam, seorang penambang bernama Brown menemukan sebuah terowongan bawah tanah buatan yang dihuni manusia raksasa di kaki pegunungan Custer, Kalifornia, AS. Di dalam gua terdapat rumah raksasa yang dikunci dengan tembaga besar, sementara di antara dinding terdapat perisai yang terbuat dari emas dan barang-barang yang tidak pernah dijumpai, selain itu, di atas dinding juga terukir dengan gambar dan sastra aneh.
Semasa Perang Dunia II, seorang tentara Angkatan Darat Amerika Serikat bernama Heber terpisah dengan rekannya dan tertinggal di hutan ketika bertempur dengan tentara Jepang yang menginvasi Burma, suatu hari tanpa sengaja ia menemukan sebuah lubang yang tertutup batu raksasa. Dengan menempuh risiko, Heber masuk ke gua, dan di luar dugaan ia melihat sebuah kota bawah tanah yang sangat besar yang terang seperti di siang hari oleh tebaran cahaya buatan. Saat Heber sedang terpaku melihat pemandangan itu, tiba-tiba ia ditangkap, dan di tahan selama 4 tahun, belakangan ia berkesempatan meloloskan diri. Menurut ceritanya, bahwa terowongan kerajaan bawah tanah yang menembus ke permukaan bumi ini ada 7 jalur, yakni masing-masing di sejumlah tempat lainnya di belahan dunia terdapat jalan keluar masuk rahasia.
Januari 1968 silam, tim eksplorasi minyak TG dari AS menemukan terowongan batu di bawah tanah di kedalaman 270 meter bawah tanah, Turki bagian barat. Tinggi di dalam gua sekitar 4-5 meter, sementara dinding dan atap halus dan cerah, jelas itu adalah polesan buatan. Di dalam gua tampak lubang melintang seperti jaring laba-laba, persis sebuah labirin yang membingungkan.
Mungkin ada yang bertanya, jika memang kerajaan bawah tanah itu eksis, lalu mengapa mereka tidak kembali ke tempat yang diterangi tebaran cahaya untuk hidup? Tampaknya hanya ada satu jawaban, penduduk kerajaan yang menetap sepanjang masa di bawah tanah ini mungkin telah berevolusi menjadi bentuk kehidupan silikon yang termofilik (organisme yang hidup pada suhu di atas 45 ÂșC, jadi sudah tidak mungkin beradaptasi dengan kehidupan di permukaan bumi.
Satu hal yang pasti, jika memang kerajaan bawah tanah itu eksis, maka mereka pasti menguasai pengetahuan dan teknologi yang lebih tinggi dari manusia di permukaan bumi, misalnya misteri UFO dan serangkaian misteri lainnya yang tampaknya tidak sulit untuk mendapatkan jawabannya. Lagipula, dengan mengesampingkan apakah kerajaan bawah tanah itu benar-benar eksis atau tidak sekali pun, lantas apakah memnag inti bumi itu kosong? Banyak ahli geofisika percaya, bahwa bobot bumi saat ini adalah ratusan kali lipatnya 6 megaton, jika inti bumi itu berisi, maka bobotnya pasti lebih dari itu.
Legenda tentang kerajaan bawah tanah, telah memicu sebuah perdebatan sengit terkait "bumi berongga", bagaimana hasilnya, kita hanya bisa menunggu sampai tiba saatnya. Namun, ia telah menginspirasi kita selaku penghuni di permukaan bumi, dimana ketika terjadi perubahan iklim bumi secara mendadak atau bencana lainnya di bumi, kita bisa beralih ke bawah tanah dan mungkin akan lebih realistis daripada tinggal di planet lain di luar bumi. (bayvoice/jhon/ran)

No comments: