Yahudi dan Zionisme
Yahudi
Yahudi bisa dipahami satu atau (dan) dua entitas; ras atau (dan) keyakinan.
1. Dipahami sebagai ras adalah sebutan untuk keturunan nabi Yakub. Pada tahun 2000 SM, Nabi Ibrohim berpindah dari Babilonia Lama (Irak) ke tanah Kanaan (Palestina) yang dihuni oleh suku kanaan. Disana Nabi Ibrohim dan keturunannya beberapa generasi tinggal. Sampai pada masa nabi Yusuf keturunan nabi Ibrohim berpindah ke Mesir karena kemarau dan kekeringan berkepanjangan yang menyulitkan mendapatkan makanan. Setelah 40 tahun berputar-putar di Sinai, pada masa nabi Musa dan Nabi Harun mereka berhasil masuk lagi ke tanah Kanaan dengan menaklukkan penduduknya. Setelah itu keturunan nabi Ibrohim mendirikan kerajaan Israel dengan raja pertamanya nabi Dawud. Kerajaan ini terus berjaya sampai masa kepemimpinan nabi Sulaiman. Sepeninggal nabi Sulaiman, kerajaan Israel dihantam oleh kekuatan-kekuatan besar. Kemudian mereka terdiaspora ke berbagai penjuru dunia dengan hadirnya kekuatan-kekuatan besar yang silih berganti.
2. Dipahami sebagai keyakinan (agama) adalah yahudi dilihat sebagai sistem kepercayaan yang dianut oleh keturunan nabi Ibrohim dengan Taurot sebagai kitab sucinya. Sampai saat ini terkait Yahudi sebagai sistem kepercayaan masih dipertentangkan. Termasuk perdebatan keorsinilan isi Taurat.
Zionisme
Zionisme adalah paham persatuan ras yang ingin mendirikan sebuah negara. Pendirinya adalah Theodor Herzl. Herzl menyatakan bahwa ras Yahudi tidak akan bahagia selama terpencar di seluruh dunia. Menurutnya, mereka akan selalu menjadi minoritas yang tertindas. Solusinya adalah mengumpulkan mereka di satu wilayah. Palestina dipilih karena karena alasan ideologis-historis.
Yang menjadi dasar ideologis Palestina menjadi pilihan mereka adalah adanya ajaran yang mereka yakini bahwa daerah sepanjang pantai Timur Laut adalah tanah yang dijanjikan untuk ras Yahudi.
Paham Zionisme lahir ditengah-tengah arus nasionalisme Eropa di akhir abad ke-19. Gerakan Zionisme meyakini bahwa orang-orang yang memiliki bahsa, budaya dan sejarah yang sama adalah disebut sebuah bangsa. Sebuah bangsa memiliki hak atas negara yang dijalankan dengan pemerintahan sendiri. Ketika orang-orang Jerman dan Italia disebut bangsa dan mempunyai hak untuk menjalankan negaranya sendiri. Pun orang-orang Yahudi, mereka adalah bangsa dan mempunyai hak untuk menjalankan pemerintahan sendiri.
Masalahnya kemudian muncul. Bangsa Jerman dan Italia yang menuntut hak untuk menjalankan pemerintahan sendiri (nasionalisme) tidak mendapatkan kendala mendasar, karena mereka bisa menjalankan pemerintahannya di wilayahnya. Sedangkan bangsa Yahudi mau menjalankan sebuah negara, tapi tidak mempunyai wilayah.
Bagaimana caranya?
Sumber:
Ansary, Tamim. (2009). Dari Puncak Bagdad: Sejarah Dunia Versi Islam. Jakarta: Zaman.
Yahya, Harun. (2003). Palestine. New Delhi: Islamic Book Service.
Fadhilsyah
Yahudi bisa dipahami satu atau (dan) dua entitas; ras atau (dan) keyakinan.
1. Dipahami sebagai ras adalah sebutan untuk keturunan nabi Yakub. Pada tahun 2000 SM, Nabi Ibrohim berpindah dari Babilonia Lama (Irak) ke tanah Kanaan (Palestina) yang dihuni oleh suku kanaan. Disana Nabi Ibrohim dan keturunannya beberapa generasi tinggal. Sampai pada masa nabi Yusuf keturunan nabi Ibrohim berpindah ke Mesir karena kemarau dan kekeringan berkepanjangan yang menyulitkan mendapatkan makanan. Setelah 40 tahun berputar-putar di Sinai, pada masa nabi Musa dan Nabi Harun mereka berhasil masuk lagi ke tanah Kanaan dengan menaklukkan penduduknya. Setelah itu keturunan nabi Ibrohim mendirikan kerajaan Israel dengan raja pertamanya nabi Dawud. Kerajaan ini terus berjaya sampai masa kepemimpinan nabi Sulaiman. Sepeninggal nabi Sulaiman, kerajaan Israel dihantam oleh kekuatan-kekuatan besar. Kemudian mereka terdiaspora ke berbagai penjuru dunia dengan hadirnya kekuatan-kekuatan besar yang silih berganti.
2. Dipahami sebagai keyakinan (agama) adalah yahudi dilihat sebagai sistem kepercayaan yang dianut oleh keturunan nabi Ibrohim dengan Taurot sebagai kitab sucinya. Sampai saat ini terkait Yahudi sebagai sistem kepercayaan masih dipertentangkan. Termasuk perdebatan keorsinilan isi Taurat.
Zionisme
Zionisme adalah paham persatuan ras yang ingin mendirikan sebuah negara. Pendirinya adalah Theodor Herzl. Herzl menyatakan bahwa ras Yahudi tidak akan bahagia selama terpencar di seluruh dunia. Menurutnya, mereka akan selalu menjadi minoritas yang tertindas. Solusinya adalah mengumpulkan mereka di satu wilayah. Palestina dipilih karena karena alasan ideologis-historis.
Yang menjadi dasar ideologis Palestina menjadi pilihan mereka adalah adanya ajaran yang mereka yakini bahwa daerah sepanjang pantai Timur Laut adalah tanah yang dijanjikan untuk ras Yahudi.
Paham Zionisme lahir ditengah-tengah arus nasionalisme Eropa di akhir abad ke-19. Gerakan Zionisme meyakini bahwa orang-orang yang memiliki bahsa, budaya dan sejarah yang sama adalah disebut sebuah bangsa. Sebuah bangsa memiliki hak atas negara yang dijalankan dengan pemerintahan sendiri. Ketika orang-orang Jerman dan Italia disebut bangsa dan mempunyai hak untuk menjalankan negaranya sendiri. Pun orang-orang Yahudi, mereka adalah bangsa dan mempunyai hak untuk menjalankan pemerintahan sendiri.
Masalahnya kemudian muncul. Bangsa Jerman dan Italia yang menuntut hak untuk menjalankan pemerintahan sendiri (nasionalisme) tidak mendapatkan kendala mendasar, karena mereka bisa menjalankan pemerintahannya di wilayahnya. Sedangkan bangsa Yahudi mau menjalankan sebuah negara, tapi tidak mempunyai wilayah.
Bagaimana caranya?
Sumber:
Ansary, Tamim. (2009). Dari Puncak Bagdad: Sejarah Dunia Versi Islam. Jakarta: Zaman.
Yahya, Harun. (2003). Palestine. New Delhi: Islamic Book Service.
Fadhilsyah




No comments:
Post a Comment