Antara Gajahmada dan King Arthur

Bangsa Indonesia jangan terlalu terlena dengan teori teori Barat. Contohnya terkait sejarah Gajahmada yang oleh Barat dipermasalahkan sejarahnya hanya lantaran wajahnya seperti Muhammad Yamin. Lepas dari wajah asli seperti itu apa bukan, yang pasti berdasarkan data yang ada, Gajahmada adalah tokoh sejarah bangsa Indonesia.
Demikian disampaikan Agus Sunyoto saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Nilai Sejarah Lokal Untuk Memperkuat Identitas Jawatimur di aula Wisnu Kencana hotel Royal Trawas Mojokerto, 20 Agustus silam.
”Bandingkan dengan sejarah Inggris yang mengenal King Artur,” katanya. “Ini tokoh fiksi. Tidak ada dalam catatan sejarah King Artur. Tapi oleh Inggris tokoh tersebut ditulis dan dianggap sebagai raja pertama Inggris. Ini tokoh fiksi tapi dianggap sangat penting sebagai tokoh yang mempersatukan Inggris.”
1409891093284239135
Agus Sunyoto berbaju hitam berjejer dengan profesor Ayu Sutarto dan Taufik Monyong

Penulis buku Walisongo itu kembali mengingatkan bahwa bangsa Indonesia juga harus berani bersikap seperti itu. Lepas Gajahmada wajahnya menjadi polemik, tapi merupakan tokoh sejarah yang dianggap mampu mempersatukan nusantara dan menjadi identitas untuk menyemangati bangsa ini bersatu dan percaya diri di mata dunia. ”Kalau tidak ada tokoh atau pahlawan, habis kita,” tegasnya.
Jika tidak ada usaha mengembangkan karakter building, kata Agus Sunyoto, orang Indonesia bakal ilang betul. Bangsa Indonesia bakal lenyap. ”Sangat penting pengembangan pelajaran sejarah dalam kaitannya untuk membangun karakter building,” katanya.
Selain Agus Sunyoto, Rakor yang berlangsung tanggal 20-22 Agustus silam itu juga menghadirkan 4 narasumber lain, yaitu yaitu Endang Prasanti Kabid Sejarah Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata Jawatimur, Aminuddin Kasdi Gurubesar sejarah UNESA, budayawan Jawatimur Aman Sugandhi, dan Ayu Sutarto Gurubesar Universitas Negeri Jember.
Hampir semua narasumber sepakat dengan Agus Sunyoto bahwa selama ini terutama generasi muda banyak yang meninggalkan sejarahnya.
1409891330717809190
Siwi Sang dan Agus Sunyoto

No comments: