Mengapa Jepang Menjajah Indonesia?
Bagi kita di Indonesia nama Kaisar Hirorito tentu tidak asing. Dialah Kaisar Jepang saat Indonesia dikuasai Jepang tahun 1942-1945. Kantor Istana Jepang secara resmi akan mengeluarkan dokumen (Hirohito’s Annals) puluhan ribu halaman, ya betul 12.137 halaman tepatnya dan 61 volume. Apa saja isinya? Ya kebijakan atau sikapnya saat memerintah sebagai Kaisar Jepang sejak tahun 1926-1989.
Kaisar Hirohito dikenal sebagai Kaisar Showa di Jepang. Dia lahir tanggal 29 April 1901 dan meninggal tanggal 7 Januari 1989 atau berusia 87 tahun. Salah satu yang menarik dari dokumen yang baru dilansir itu bahwa Kaisar Hirohito pernah merasa galau ketika tentara Jepang melakukan tindakan yang tidak manusiawi.
Tahun 1989 dia digantikan oleh putranya Kaisar Akihito yang hingga saat ini masih sebagai Kaisar jepang.
Dia pulalah Kaisar Jepang pertama yang dianggap sebagai “manusia” setelah Amerika Serikat dan sekutunya mengalahkan Jepang setelah Hiroshima dan Nagasaki dibom tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Sebelumnya Kaisar Jepang dianggap bukan sebagai manusia biasa tapi sebagai Tuhan atau dewa.
Walaupun sudah banyak informasi tentang Kasiar Hirohito karena sudah ditulis oleh orang-orang dekatnya, namun masyarakat Jepang masih menanti-nantikan dokumen resmi ini karena menganggap ada yang belum diketahui publik selama ini.
Pertemuan Kaisar Hirohito dengan Jenderal AS Douglas MacArthur tahun 1945 setelah Jepang menyerah, sang Kaisar mengakui penyesalannya bahwa dia tidak mampu mencegah perang itu. Dia mengatakan kepada Jenderal Douglas MacArthur bahwa dia sudah berupaya seoptimal mungkin agar perang itu tidak perlu terjadi, namun dia merasa gagal dan itulah yang paling disesalinya dalam hidupnya.
Disebutkan pula bahwa tahun 1988 Kaisar Hirohito juga memutuskan untuk tidak lagi mengunjungi kuil Yasukuni karena di dalamnya ditaruh nama penjahat perang kelas A. Kunjungan terakhirnya ke kuil itu tahun 1975. Putranya Kaisar Akihito juga hingga saat ini mengikuti sikapnya.
Pada tanggal 25 Desember 1926 Kaisar Hirohito naik tahta pada usia 25 tahun dan dia menjabat sebagai Kepala Negara yang juga terlibat dalam pemerintahan Jepang. Dialah yang mengumumkan penyerahan Jepang tanggal 15 Agustus 1945 dan tanggal 1 Januari 1946 mennyatakan bahwa dia menjadi manusia biasa dan tidak lagi sebagai Tuhan atau dewa. Dengan konstitusi baru yang berlaku sejak tahun 1947 Kaisar Jepang menjadi hanya simbol dan pemersatu Jepang, tidak lagi terlibat dalam pemerintahan.
Menarik. Semoga kita di Indonesia memberikan perhatian kepada sejarah dan mulai sekarang mencatat dan mendokumentasikan dengan baik hal-hal penting yang perlu diketahui generasi mendatang.
Jimmy H
Kaisar Hirohito dikenal sebagai Kaisar Showa di Jepang. Dia lahir tanggal 29 April 1901 dan meninggal tanggal 7 Januari 1989 atau berusia 87 tahun. Salah satu yang menarik dari dokumen yang baru dilansir itu bahwa Kaisar Hirohito pernah merasa galau ketika tentara Jepang melakukan tindakan yang tidak manusiawi.
Tahun 1989 dia digantikan oleh putranya Kaisar Akihito yang hingga saat ini masih sebagai Kaisar jepang.
Dia pulalah Kaisar Jepang pertama yang dianggap sebagai “manusia” setelah Amerika Serikat dan sekutunya mengalahkan Jepang setelah Hiroshima dan Nagasaki dibom tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Sebelumnya Kaisar Jepang dianggap bukan sebagai manusia biasa tapi sebagai Tuhan atau dewa.
Walaupun sudah banyak informasi tentang Kasiar Hirohito karena sudah ditulis oleh orang-orang dekatnya, namun masyarakat Jepang masih menanti-nantikan dokumen resmi ini karena menganggap ada yang belum diketahui publik selama ini.
Pertemuan Kaisar Hirohito dengan Jenderal AS Douglas MacArthur tahun 1945 setelah Jepang menyerah, sang Kaisar mengakui penyesalannya bahwa dia tidak mampu mencegah perang itu. Dia mengatakan kepada Jenderal Douglas MacArthur bahwa dia sudah berupaya seoptimal mungkin agar perang itu tidak perlu terjadi, namun dia merasa gagal dan itulah yang paling disesalinya dalam hidupnya.
Disebutkan pula bahwa tahun 1988 Kaisar Hirohito juga memutuskan untuk tidak lagi mengunjungi kuil Yasukuni karena di dalamnya ditaruh nama penjahat perang kelas A. Kunjungan terakhirnya ke kuil itu tahun 1975. Putranya Kaisar Akihito juga hingga saat ini mengikuti sikapnya.
Pada tanggal 25 Desember 1926 Kaisar Hirohito naik tahta pada usia 25 tahun dan dia menjabat sebagai Kepala Negara yang juga terlibat dalam pemerintahan Jepang. Dialah yang mengumumkan penyerahan Jepang tanggal 15 Agustus 1945 dan tanggal 1 Januari 1946 mennyatakan bahwa dia menjadi manusia biasa dan tidak lagi sebagai Tuhan atau dewa. Dengan konstitusi baru yang berlaku sejak tahun 1947 Kaisar Jepang menjadi hanya simbol dan pemersatu Jepang, tidak lagi terlibat dalam pemerintahan.
Menarik. Semoga kita di Indonesia memberikan perhatian kepada sejarah dan mulai sekarang mencatat dan mendokumentasikan dengan baik hal-hal penting yang perlu diketahui generasi mendatang.
Jimmy H




No comments:
Post a Comment