“MENGUSIK” MAKAM NABI MUHAMMAD SAW
Berita pemindahan makam Nabi Muhammad SAW dari lokasi sekarang di dalam komplek masjid yang dulu adalah tempat peristirahatan Nabi atau kamar tidur Rasulullah di masa hidupnya, tidak hanya menghebohkan media massa namun juga mengusik umat Islam di seluruh dunia. Penguasa Saudi Arabia pemegang ” Khodhimun Harramain”/ Pelayan Dua Kota Suci, dikabarkan berencana memindahkan makam nabi dengan alasan menghindari dan atau mengurangi praktek syirik terhadap makam Rasulullah Entah rencana yang diberitakan itu benar atau hanya tidak/hoax, sesungguhnya pemindahan atau pengusikan makam nabi dengan berbagai motif atau kepentingan tidak kali ini dilakukan.
Syech Abdul Haq ( wafat tahun 1052 H) menerangkan beberapa kejadian tentang upaya ”mengusik” makam Nabi Muhammad SAW.: (dikutip dari buku ” Lessons for Every Sensible Person karangan Imtiaz Ahmad, M.Sc, M.Phil, Penerbit Al-Rasheed Printers, Madinah Munnawarah, 1325 H)
- Telah dilaporkan oleh Ibn Nadjarr dalam bukunya” Sejarah Baghdad”. Antara tahun 386- 411 H , Madinah diatur dibawah peraturan penguasa Mesir , Dinasti Fatimah. Penguasa Mesir mencoba memindahkan jenazah Nabi Muhammad SAW dan dua sahabatnya yang dikubur di sebelah nabi yakni Abu Bakar As-Shidiq dan Umar bin Kattab, dari Madinah ke Mesir untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari Madinah berubah ke Mesir. Ia membangun suatu bangunan yang sangat mahal di Mesir untuk tempat berisitirahatnya jenazah ini. Ia mengirim Abu Al Fatuh ke Madinah untuk menyelesaikan rencana kotor dan jahat ini. Ketika Abu Al Fatuh tiba di Madinah, penduduk Madinah mengetahui rencana jahat tersebut. Penduduk Madinah sangat marah dan akan membunuh Abu Al Fatuh beserta pengawalnya.Abu Al Fatuh ketakutan dan berkata: “Aku tidak akan meneruskan rencana ini meski penguasa Mesir membunuh saya”. Sore harinya badai gurun datang melanda Madinah. Banyak rumah penduduk rusak dan ternak mati, melihat situasi itu Abu Al Fatuh memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri. Usaha penguasa Mesir diulangi lagi namun tetap gagal.
- Usaha mengusik makam Nabi Muhammad SAW dilakukan pada tahun 557 H. Sultan Nuruddin Zanki adalah penguasa Syria pada waktu itu, yang membawahi administrasi kota Madinah. Pada suatu malam Sang Sultan bermimpi melihat Nabi Muhammad SAW didalam mimpinya tiga kali, Nabi SAW menunjuk dua orang laki-laki yang berdiri disana dan meminta Sultan untuk membantu beliau dari kejahatan kedua laki-laki itu. Sultan memahami bahwa sesuatu yang tidak biasa terjadi di Madinah. Ia dengan seketika memulai perjalannya ke Madinah yang ditemani pengawal dan penasehatnya Jamal-Ud-Din Asfahani.Sultan juga membawa hadiah berharga untuk seluruh penduduk Madinah. Perjalanan Sultan memakan waktu 16 hari untuk mencapai Madinah. Telah diumumkan bahwa setiap penduduk Madinah secara pribadi/tidak boleh diwakilkan harus datang untuk menerima hadiah dari Sultan. Sultan tidak melihat kedua orang itu saat membagi hadiah, Sultan menanyakan”apakah ada yang belum kebagian?”. Sultan diberitahu, “ Masih ada dua orang yang tidak muncul,karena mereka orang saleh, kaya dan dermawan kepada orang lain. Mereka menolak pemberian apapun dari orang lain”. Sultan meminta dengan tegas untuk membawa mereka. Begitu tiba di depan Sultan, ia mengenali mereka karena persis sama dengan orang yang terlihat dalam mimpinya. Sultan menanyai mereka: ” Darimana kamu datang?’. Mereka berkata: ” Kami orang Maroko, kami datang untuk melaksanakan Haji dan ingin tinggal disini sebagai tetangga Nabi SAW”. Sultan bertanya,” Dimana kamu tinggal?’. ”Di sebuah rumah dekat dengan jendela dinding selatan Masjid Nabi/Nabawi”. Jawab mereka. Tanpa menunggu lama Sultan segera menuju rumah tersebut. Di rumah itu Sultan memindahkan selembar permadani yang digelar di atas lantai. Sultan menemukan dan melihat sebuah terowongan mengarah ke ruang suci dimana nabi Muhammad SAW dimakamkan. Sultan meminta kedua orang itu untuk berbicara jujur dan sebenar-benarnya.Mereka berkata ,”Kami orang Kristen dan dikirim kesini untuk memindahkan jenazah Nabi Muhammad SAW, Kami menggali terowongan ini tiap malam dan membawa kantong berisi tanah galian ke makam Baqii sepanjang malam (Catatan: Kuburan Baqii hanya beberapa meter dari makam nabi).Ketika kami mencapai dekat makam nabi SAW, terasa petir menyambar dan gempa bumi, sekarang kamu sudah datang dan kamu sudah menangkap basah kami”. Sultan menangis sesaat dan bersyukur kepada Allag SWT karena memilih dia untuk menyelesaikan masalah ini. Segera Sultan memerintahkan untuk memancung kepala kedua orang penjahat itu. Sultan memerintahkan untuk menggali parit yang sangat dalam di sekeliling ruang suci itu. Sultan memerintahkan mengisi parit ini dengan timah hitam yang dicairkan. Dengan demikian tidak akan ada orang yang pernah mampu mencapai makam Nabi melalui terowongan bawa tanah. Sultan juga memerintahkan membuat panggung diluar Ruang suci itu untuk penjaga berjaga siang malam disana.
- Tabri serang sejarawan menyebutkan dalam bukunya Riyad Nadrah sebagai berikut ( Catatan..Sayang tidak disebutkan angka tahunnnya… kebenarannya Wallahualam Bissawab ...) Beberapa orang datang ke Madinah dari kota Halb di Syria. Mereka membawa banyak kekayaaan dan hadiah berharga untuk Gubernur Madinah, pada waktu itu mereka ingin memindahkan Abu Bakar As-Siddieq dan Umar Bin Kattab. Gubernur Madinah menyetujui keinginan mereka karena tertarik pada uang dan pemikiran religius mereka.Gubernur Madinah memerintahkan kepala penjaga masjid : ” Buka pintu masjid untuk kedua orang ini bila dan ketika mereka datang sepanjang malam,lagipula biarkan mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan”. Sang penjaga berkata: ” Seseorang mengetuk pintu Bab Salam ( catatan pintu Bab Salam sekarang adalah pintu no 1..terletak di utara, kalau makam nabi terletak di dekat pintu keluar yang selatan..semenjak musim haji thn 2006 Masehi..pintu masjid Nabawi terbuka 24 jam, sebelumnya setelah sholat isya..seluruh pintu masjid Nabawi ditutup) setelah shalat isya’ , aku membuka pintu dan menemukan sekitar empat puluh(40) orang dengan peralatan menggali dan potong di tangan mereka, maka aku biarkan mereka ke dalam seperti yang diperintahkan Gubernur Madinah kepada saya. Aku ketakutan dan duduk disebuah sudut masjid. Orang ini buru-buru ke arah ruang suci itu ( catatan.. Meski alasan mereka untuk memindahkan jenazah Abu Bakar dan Umar Bin Khattab, maka jika masuk dari pintu Bab Salam, yang pertama kali dicapai adalah makam Nabi SAW..karena deretan makam adalah yang paling utara Nabi, Abu Bakar dan Umar yang paling selatan dekat pintu keluar masjid bagian selatan.) Mereka belum sampai dekat mimbar masjid , sesuatu yang tidak biasa terjadi, tanah dibawah kaki mereka merekah dan menelan mereka beserta peralatannya.Penjaga menambahkan : ” Gubernur dengan harap cemas menantikan mereka. Setelah lama menunggu ia memanggil aku dan bertanya tentang orang-orang ini. Aku ceritakan kepadanya apa yang aku lihat. Ia tidak percaya dan menyebut aku gila. Aku mengajaknya untuk melihat lokasi ini dengan mata kepalanya. Gubernur melihat rekahan di tanah dan berkata kepadaku: ” Biarkan ini sebagaimana apa adanya . Jangan menyebutkannya kepada siapapun. Aku akan memenggal kepalamu jika kamu membicarakan itu”.
Achmed S



No comments:
Post a Comment