Janissari, Pasukan Elite Dari Keluarga Yatim
Tidak hanya pembagian pasukan berdasar fungsinya yang tertata rapi. Jenjang karier pasukan pun jelas. Prajurit yang berprestasi akan mendapat kenaikan pangkat yang sesuai.
Kehebatan mereka ini sering digambarkan dengan kemampuan bertempur sekalipun dalam keadaan matanya tertutup. Mereka tetap bisa memanah dan melemparkan tombak tepat sasaran.
Pasukan ini dipimpin oleh seorang jenderal yang disebut Aga. Aga memimpin beberapa brigade, seperti brigade Cemaat (pasukan depan); brigade Boluk (pengawal sultan); dan brigade Sekban. Masing-masing brigade terdiri dari beberapa orta atau batalion yang dipimpin seorang Corbaci atau kolonel.
Semasa Sultan Murad I kekuasaan Daulah Utsmani sampai ke wilayah Balkan, Andrianopel (yang sekarang bernama Edirne, Turki), Macedonia, Sofia (Bulgaria), serta seluruh wilayah Yunani.Di tangan penerusnya, Sultan Bayazid I, pasukan ini berhasil merebut benteng Philadelphia dan Gramania atau Kirman (Iran).
Pada saat membebaskan Konstantinopel, jumlah pasukan Janissari kurang lebih 165–196 orta atau sekitar 10.000–12.000 pasukan. Sultan Muhammad Al-Fatih sendiri acap kali mengimami pasukan ini untuk shalat berjamaah. Dalam khotbah Jumatnya, dia selalu mengingatkan nubuat Rasulullah SAW akan kemuliaan pasukan yang bisa membebaskan Konstantinopel.
Banyak fitnah yang dihembuskan atas keberadaan pasukan elite ini. Barat menggambarkan kalau anak laki-laki ini diculik dan dirampas dari keluarga-keluarga mereka untuk dijadikan pasukan berani mati. Pun mereka dipaksa meninggalkan agamanya dan beralih menjadi Islam. Tentu saja itu tidak benar!
Yang terjadi justru banyak keluarga suka rela menyerahkan anak laki-lakinya untuk bergabung dengan pasukan Utsmani. Sekalipun pasukan ini sudah tidak ada lagi, namun “sisa” kehebatannya masih bisa disaksikan hingga kini.
Bila beruntung, pada kesempatan tertentu pengunjung Topkapi Sarayi bisa menyaksikan upacara pasukan Janissari. Meski upacara ini sekarang sekadar pertunjukan budaya. Namun kegemilangannya masih dirasakan oleh siapa saja yang menyaksikannya.
Follow me on IG @uttiek.herlambang
Tulisan dan foto-foto ini telah dipublikasikan di www.uttiek.blogspot.com dan akun media sosial @uttiek_mpanjiastuti





No comments:
Post a Comment