Manusia zaman jahiliyah kerap menginginkan keajaiban. Tujuannya untuk membuktikan bahwa seseorang memang luar biasa dan layak jadi panutan, bahkan layak disebut utusan Allah. Hal itu dialami semua nabi dan rasul, salah satunya adalah Isa putra Maryam, satu-satunya nabi yang disebut putra sang ibunda.
Suatu ketika, orang-orang kafir meminta Isa ruhullah untuk membangkitkan orang yang sudah mati. Bahkan bukan sembarang jenazah, orang-orang meminta Isa membangkitkan jenazah Ham bin Nuh, putra nabi yang umatnya dilanda banjir besar. Tapi orang-orang itu tidak menunjukkan dimana makam orang tersebut.
Nabi Isa berjalan ke sebuah tempat. Di atas tanah yang tak ada tanda batu nisan. Putra Maryam berdiri di sana. Kemudian Allah memberikan mukjizat seorang lelaki bangkit dari dalam tanah itu. Dialah Ham bin Nuh.
Ham merupakan putra kedua dari 3 putra Nuh yang selamat dari bencana air bah yang membinasakan seluruh bumi. Bersama-sama saudara-saudara laki-lakinya: Sam yang sulung dan Yafet si bungsu, ia menurunkan bangsa-bangsa di dunia.
Allah menjelaskan Ham bin Nuh beserta saudaranya melanjutkan keturunan manusia, sebagaimana dijelaskan dalam as-Saffat ayat 77,
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُۥ هُمُ ٱلْبَاقِينَ
Wa ja'alnā żurriyyatahụ humul-bāqīn
Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
Ahli tafsir dari Mesir Prof Wahbah Zuhili menyebut nama Ham bin Nuh dalam tafsir al-Wajiz.
Terkejut
Ham terkejut ketika bangkit dari kubur. Yang ada di benaknya adalah bahwa hari itu telah terjadi kiamat. Dia bertanya-tanya apakah ini sudah kiamat. Namun nabi Isa ketika itu menjawab, belum. Kemudian orang-orang meminta penjelasan, bagaimana banjir besar terjadi.
Kemudian Ham menjelaskan bahwa kapal Nabi Nuh sangat besar. Di dalamnya terdapat banyak makhluk yang diselamatkan. Manusia menghuni lantai tiga kapal. Sedangkan burung-burung ada di lantai empat.
Setelah lama di kapal, tikus bermunculan menggerogoti tali-tali kapal. Kemudian Allah menciptakan kucing yang memakan tikus tikus tersebut. Lalu kotoran di mana-mana. Kemudian Allah menciptakan babi yang membersihkan semua kotoran tadi.
Begitu banyak kisah yang diceritakan Ham. Hal itu membuat pengikut Nabi Isa semakin penasaran. Mereka ingin mengetahui banyak hal seputar apa yang terjadi di masa lalu. Kemudian apa yang terjadi di alam kubur sana. Mereka berencana mengajak makan malam Ham bin Nuh untuk mendengarkan banyak penjelasan.

Apa yang Terjadi Usai Banjir Besar Zaman Nabi Nuh? - (wikipedia)
Namun kebangkitan Ham tidaklah lama. Setelah itu dia kembali wafat, nyawanya pergi. Jasadnya kembali kaku. Lalu dikubur lagi.
Pelajaran dari kebangkitan jenazah Ham
Kebangkitan Ham bin Nuh menguatkan beberapa hal. Pertama, kejadian banjir besar yang dialami ayahnya. Banjir itu merupakan peringatan Allah kepada semua makhluk. Bahwa Allah yang Mahakuasa. Segala apa yang diinginkannya akan terwujud seketika. Tidak ada satupun yang boleh meremehkan kuasa Allah, sebab mereka akan diazab sebagaimana Allah dahulu menenggelamkan kaum Nabi Nuh yang membangkang perintah Allah.
Kedua, Pelajaran lain tentang kebangkitan Ham bin Nuh adalah adanya kiamat. Bahwa yang pertama kali diingat Ham bin Nuh adalah kiamat, hari pembalasan, hari akhir. Jangan pernah mengabaikan kiamat. Bahwa kiamat benar adanya, sebagaimana Allah firmankan di banyak ayat Alquran.
Ketiga, Allah memberikan mukjizat kepada nabi dan rasul pilihannya. Nabi Musa dahulu diberi mukjizat tongkat yang dapat berubah jadi ular dan membelah laut merah. Nabi Sulaiman bisa berbahasa binatang dan memerintah makhluk halus. Nabi Isa diberi mukjizat berupa membangkitkan orang yang sudah wafat.
Namun harus dipahami, mukjizat merupakan kuasa Allah untuk membantu nabi dan rasul pilihannya dalam berdakwah. Mukjizat dimaksudkan untuk membuktikan bahwa benar nabi dan rasul memang utusan Allah.
Meski demikian, sudah ditunjukkan mukjizat, belum tentu orang-orang mengikuti dakwah sang nabi. Buktinya, ada saja orang yang mengkhianati dakwah sang nabi. Ada saja orang yang mengkhianati Nabi Isa, mengkhianati dakwah dan perjuangan Nabi Muhammad, dan lainnya.
Karena itu, bukan sekadar kagum dan takjub kepada mukjizat, tapi yang lebih utama adalah hati setiap insan mengimani dakwah dan seruan nabi berupa tauhidullah dan menjalankan segala syariat yang sudah ditetapkan Allah.rol
No comments:
Post a Comment