Ketika Rasulullah Mengganjal Perutnya dengan Batu

Para sahabat terkejut melihat ikatan batu pada perut Rasulullah SAW. Red: Hasanul Rizqa Nabi Muhammad SAW
Foto: Republika.co.id
 Pada suatu hari, Nabi Muhammad SAW mengimami shalat isya berjamaah di masjid. Namun, selang beberapa lama jamaah dapat mendengarkan bunyi "kletak-kletik", terutama ketika Rasulullah SAW sedang bergerak untuk rukuk dan sujud.

Usai shalat, Umar bin Khattab bertanya kepada beliau, "Apakah engkau sakit, wahai Kekasih Allah?"

"Tidak," jawab Nabi SAW, "aku sehat walafiat."

"Namun, mengapa tiap kali engkau menggerakkan tubuhmu untuk rukuk dan sujud, terdengar bunyi berkeretakan. Mungkin engkau sakit?" tanya Umar lagi.

"Tidak. Aku segar bugar," masih jawab Nabi.

Akan tetapi, para sahabat tetap kelihatan makin khawatir. Oleh karena itu, beliau lantas membuka jubahnya.

Tampak oleh para sahabat, Nabi SAW mengikat perutnya yang kempes dengan selempang kain yang diisi batu-batu kecil. Itu dilakukan beliau demi menahan rasa lapar.

Batu-batu itulah yang mengeluarkan bunyi "kletak-kletik" ketika Nabi SAW bergerak. Umar spontan memekik, "Ya Rasul, alangkah hinanya kami dalam pandanganmu. Apakah engkau kira jika engkau katakan lapar, kami tidak bersedia menyuguhkan makanan untukmu?"

Rasul SAW menggeleng seraya tersenyum.

Nabi SAW melanjutkan perkataannya, "Aku mengetahui, kalian sangat mencintaiku. Namun, di mana akan kuletakkan mukaku di hadapan Allah, apabila sebagai pemimpin justru aku membikin berat orang-orang yang kupimpin?"

Mendengar jawaban itu, seluruh jamaah hening.

"Biarlah aku lapar," ujar Rasulullah SAW melanjutkan perkataannya, "supaya manusia di belakangku tidak terlalu serakah sampai-sampai menyebabkan orang lain kelaparan."

photo
Infografis baiat sahabat di hadapan Nabi Muhammad - (Dok Republika)

Keutamaan berbagi

Agama Islam memandang mulia perbuatan memberi makan kepada orang lain. Berbagi adalah amalan sosial yang amat dianjurkan.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Siapa pun Mukmin memberi makan Mukmin yang kelaparan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Siapa pun Mukmin yang memberi minum Mukmin yang kehausan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya minum dari minuman surga. Siapa pun Mukmin yang memberi pakaian Mukmin lainnya supaya tidak telanjang, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya pakaian dari perhiasan surga" (HR Tirmizi).

Dalam hadis lain diriwayatkan bahwa orang yang gemar memberi makan orang lain disediakan baginya pintu khusus di surga yang tidak ada yang boleh memasukinya selain dirinya dan semisal dengannya (HR Thabrani).rol

No comments: