Jejak Jalur Haji Terkuak, Masjid Kuno Ditemukan di Situs Tambang Bersejarah Arab

Salah satu temuan paling signifikan adalah sebuah masjid kuno. Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil Komisi Warisan Budaya Arab Saudi mengungkap temuan penting dari musim kedua penggalian arkeologi di situs Al-Asdaa
Foto: Saudi Gazette
Komisi Warisan Budaya Arab Saudi mengungkap temuan penting dari musim kedua penggalian arkeologi di situs Al-Asdaa, Kegubernuran Al-Makhwah. Situs ini diyakini sebagai salah satu pusat pertambangan bersejarah paling menonjol di wilayah barat daya kerajaan sekaligus titik persinggahan penting di jalur haji kuno dari Yaman menuju Makkah.

"Al-Asdaa memiliki signifikansi geografis dan historis yang penting karena lokasinya sebagai stasiun utama di sepanjang rute Haji dari Yaman ke Makkah," demikian dikutip dari laporan Saudigazette, Selasa (31/3/2026).

Penggalian yang menjadi bagian dari program ilmiah nasional tersebut bertujuan mendokumentasikan karakter arsitektur serta jejak budaya di berbagai situs arkeologi di Arab Saudi. Hasilnya, para peneliti memperoleh gambaran lebih utuh mengenai pola permukiman, aktivitas ekonomi, hingga praktik keagamaan masyarakat masa lampau.

Salah satu temuan paling signifikan adalah sebuah masjid kuno berukuran sekitar 11 x 12 meter. Bangunan ini dilengkapi mihrab dan tiga pintu utama, serta pondasi kolom berbentuk persegi yang diduga menopang atapnya. Struktur tersebut menunjukkan adanya perencanaan arsitektur yang matang serta fungsi religius yang kuat di kawasan tersebut.

Selain masjid, tim arkeolog juga menemukan empat ruangan di sisi timur laut bangunan utama. Ruangan-ruangan tersebut memiliki ukuran bervariasi, antara lain 4 x 5 meter dan 3 x 4 meter. 

Di dalamnya ditemukan sejumlah elemen seperti baskom air, ruang penyimpanan, serta perapian untuk memasak. Temuan ini mengindikasikan bahwa area tersebut kemungkinan digunakan sebagai hunian atau fasilitas pendukung bagi jamaah maupun aktivitas di sekitar masjid.

Berbagai artefak turut ditemukan, mulai dari pecahan bejana tembikar polos dan berglasir, wadah dari batu sabun, hingga alat penggiling batu yang digunakan untuk mengolah makanan. Benda-benda ini memberikan gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat yang pernah menghuni kawasan tersebut, termasuk pola konsumsi dan aktivitas domestik mereka.

Secara geografis dan historis, Al-Asdaa memiliki posisi strategis karena berada di jalur haji kuno dari Yaman ke Makkah. Keberadaannya memperkuat dugaan bahwa kawasan ini tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi seperti pertambangan, tetapi juga titik layanan penting bagi para peziarah.

Komisi Warisan Budaya menegaskan, temuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas studi arkeologi lapangan di seluruh wilayah kerajaan. Dokumentasi dan penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya basis pengetahuan ilmiah tentang sejarah Semenanjung Arab, sekaligus menegaskan kekayaan dan keragaman warisan budaya Islam di kawasan tersebut.rol

No comments: