Nisan Tipe Gada Ditemukan di Indramayu, Arkeolog Teliti Jejak Islam Kuno

Batu nisan berbahan andesit ini membuka catatan baru tentang jejak peradaban Islam.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Penemuan artefak arkeologis berupa batu nisan tipe gada ditemukan di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jaw Barat, Sabtu (26/9/2026).
Foto: Republika/Lilis Sri Handayani
Penemuan artefak arkeologis berupa batu nisan tipe gada ditemukan di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jaw Barat.

Adanya temuan tersebut diinformasikan langsung oleh Pemerintah Desa Dadap kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu.

Temuan berupa batu nisan itu pun langsung diidentifikasi dan dilakukan pendataan oleh Tim Arkeologi dan Sejarah dari TACB Kabupaten Indramayu dan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.

Dari hasil identifikasi sementara diketahui nisan berbentuk gada atau meriam terbalik ini merupakan satu-satunya temuan nisan yang ada di Indramayu.

Pamong Budaya Bidang Cagar Budaya Kabupaten Indramayu, Suparto Agustinus, mengatakan, temuan nisan itu pertama kali diinformasikan oleh Pemerintah Desa Dadap yang berkeinginan agar tinggalan yang ada di desanya itu diinventarisasi. Dengan demikian, tinggalan tersebut dapat dijadikan aset sejarah bagi Desa Dadap.

“Temuan di Desa Dadap itu sangat menarik karena belum pernah ada sebelumnya,” kata Tinus, Sabtu (26/9/2026).

Tinus menjelaskan, pihaknya bersama TACB akan melakukan kajian terkait dengan temuan tersebut.

 Sementara itu, Ketua TACB Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi, mengatakan, batu nisan bertipe gada di Desa Dadap itu sebelumnya pernah diteliti oleh arkeolog Nanang Saptono. Temuan nisan itu dikaitkan dengan persebaran peradaban Islam di pesisir Indramayu. Dedy menilai, temuan itu pun menunjukkan adanya hubungan komunikasi yang baik antara masyarakat pesisir Indramayu dengan wilayah lain.

“Nisannya terbuat dari batu andesit. Kita tahu di Indramayu tidak ada sentra material bahan baku tersebut, sehingga harus didatangkan dari daerah lain,” jelas Dedy.

Dedy menjelaskan, nisan makam tipe gada adalah jenis batu nisan kuno yang berbentuk silindris atau menyerupai senjata gada dengan bagian atas yang membulat.

“Umumnya berwujud silindris seperti tabung atau meriam terbalik dengan bagian kepala atau ujung atas yang membesar dan membulat,” katanya.

Nisan tipe itu, kata Dedy, sering ditemukan di berbagai situs pemakaman Islam kuno di Indonesia, seperti di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, hingga Jawa. Dedy memaparkan, dalam beberapa penelitian arkeologi pada makam kuno, nisan berbentuk bulat silindris seperti gada kerap diidentifikasikan sebagai penanda makam tokoh laki-laki.

“Bentuk ini juga kadang dikaitkan dengan pengaruh tradisi atau corak pra-Islam yang diadaptasi pada masa awal masuknya Islam,” jelasnya.rol

No comments: