Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn

Tatar menang bukan karena mereka kuat, akan tetapi lebih karena kelemahan Khalifah. Red: A.Syalaby Ichsan Amalan terhindari dari perbuatan maksiat. Ilustrasi
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Rasulullah SAW telah mengingatkan umat Islam tentang munculnya penyakit wahn. Penyakit ini muncul ditandai dengan jumlah umat Islam banyak tetapi kehilangan kekuatan di hadapan musuh.

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi menjelaskan bahwa kondisi tersebut telah berulang dalam sejarah umat Islam, ketika kelemahan internal membuka peluang bagi berbagai bangsa untuk menyerang dan menguasai wilayah kaum Muslimin.

Tsauban Radhiyallahu anhu berkata, "Rasulullah SAW bersabda: Hampir saja bangsa-bangsa memangsa kalian sebagaimana orang-orang lapar menghadapi meja penuh hidangan."

"Rasulullah SAW menjawab: Bahkan saat itu jumlah kalian banyak, akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah sungguh akan mencabut rasa takut kepada kalian dari dada musuh kalian, dan Allah sungguh akan mencampakkan penyakit wahn ke dalam hati kalian."

"Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apa itu wahn?”

"Rasulullah SAW menjawab: Cinta dunia dan takut mati." (HR Imam Abu Dawud)

photo
Harta (ilustrasi) - (dok wiki)

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa'ah al-hasyru wa qiyamus sa'ah menerangkan, berita yang disampaikan Rasulullah benar-benar telah terjadi lebih dari sekali dalam lintasan sejarah kaum Muslimin. Berbagai bangsa telah berkonspirasi terhadap kaum Muslimin serta menyerang mereka di negeri-negeri mereka. Padahal sebelumnya umat Islam memiliki kemuliaan, kekuatan, dan kekokohan.

Namun, ketika Kekhilafahan Abbasiyah melemah dan para khalifah terakhirnya mulai cenderung kepada dunia berikut kesenangannya, cinta syahwat, wanita-wanita penghibur, musik, dan minum khamer, maka Allah pun menjadikan beberapa kaum semisal Tatar, Mongol, dan Turki berkuasa atas mereka, sebelum mereka masuk ke dalam Islam dan terpatrinya keimanan dalam jiwa-jiwa mereka. Lalu, mereka pun membuat kerusakan besar pada tubuh umat Islam.

Ketika tentara Tatar sampai di ibu kota kekhalifahan Abbasiyah, mereka mendapati sang khalifah lebih dekat kepada senda gurau. Mereka juga mengetahui bahwa kekhilafahan telah mulai melemah. Tatar menang bukan karena mereka kuat, akan tetapi lebih karena kelemahan Khalifah Al-Mu‘tasim Billah beserta segenap pejabatnya. Karena itu, jatuhlah Baghdad dalam genggaman mereka. Di kota Baghdad saja, jumlah korbannya mencapai satu juta Muslim.

Dalam bukunya, Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi menerangkan bahwa ada bukti, Tatar meraih kemenangan disebabkan kelemahan kaum Muslimin, bukan semata-mata karena kekuatan mereka. Buktinya, penguasa Mesir ketika itu, Qathaz beserta Amir Beibrus, telah mempersiapkan kekuatan serta pasukan yang ditopang dengan persenjataan lengkap dan harta.

Mereka melaksanakan segala sesuatu yang harus dilaksanakan, hingga akhirnya mereka berhasil meraih kemenangan atas pasukan Tatar dan mengalahkannya dengan kekalahan telak pada pertempuran Ain Jalut yang begitu terkenal.

Perang Salib Hingga Serangan Yahudi

Di antara hal lain yang menggambarkan secara nyata mengenai konspirasi berbagai bangsa terhadap umat Islam adalah bersatu padunya negara-negara Eropa, seperti Prancis, Inggris, Jerman, Bulgaria, dan masih banyak lagi selain mereka, selama kurun waktu 200 tahun dalam suatu peperangan yang disebut dengan Perang Salib.

Perang ini dimulai pada tahun 490 Hijriyah dan berakhir pada tahun 690 Hijriyah. (Atas kehendak Allah) Shalahuddin Al-Ayyubi memiliki jasa besar dalam mengalahkan tentara Salib dan mengembalikan Tanah Suci (Baitul Maqdis) ke dalam wilayah Islam.

Hal ini kembali terulang ketika negara-negara kafir di wilayah Eropa bersatu padu untuk melenyapkan Khilafah Utsmaniyah. Usaha mereka tersebut membuahkan hasil. Mereka berhasil menguasai seluruh wilayah kekuasaan Khilafah Utsmaniyah, terutama negeri-negeri Arab, dan membuat perjanjian Sykes Picot yang terkenal.

Untuk kesekian kalinya, dunia Barat kembali bersatu untuk melawan Islam. Mereka bekerja sama dengan kaum Yahudi yang menguasai wilayah Palestina dan tanah-tanah suci, serta meletakkan bom waktu di jantung dunia Arab dan dunia Islam.

Umat ini berada dalam keadaan terpecah belah, tak memiliki daya dan kekuatan. Sebenarnya, ini merupakan konspirasi paling dahsyat yang dilakukan berbagai bangsa terhadap umat Islam. Peperangannya begitu kejam, jelas dan terang.

Mereka ingin kembali menjajah umat Islam. Seluruh negara di dunia saling bahu-membahu dan mengatur langkah untuk melenyapkan umat Islam. Sebab, mereka melihat umat Islam sebagai satu-satunya musuh yang dapat mengancam keamanan, eksistensi, dan hegemoninya.

Sebagaimana yang telah mereka lakukan pada Perang Salib, terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan pada awal abad ke-20 ketika mereka menjajah seluruh dunia Islam dan memecah belahnya menjadi negeri-negeri yang tercerai-berai dan lemah, setelah sebelumnya umat ini bersatu padu di bawah kekuasaan Khilafah Utsmaniyah.

"Inilah bentuk konspirasi bangsa-bangsa terhadap umat Islam. Adapun bahwa Allah Azza wa Jalla akan mencabut rasa takut dari dada-dada musuh kita dan mencampakkan penyakit wahn ke dalam hati kita, sebagaimana tertulis dalam hadis, maka hal ini benar-benar terjadi dan tidak lagi tersembunyi dari pandangan. Semoga Allah menyelamatkan kita dari kondisi semacam itu," tulis Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya.

Umat ini tidak mungkin kembali meraih kemuliaan dan keagungannya kecuali jika kembali kepada Kitabullah, berpegang teguh dengannya, agamanya, dan sunnah Rasulullah SAW. Namun demikian, apapun yang dilakukan musuh-musuh umat Islam, sebagaimana yang telah disampaikan Rasulullah SAW, sekali-kali mereka tidak akan mampu menghancurkan jamaah dan agama ini, meskipun seluruh bangsa di penjuru bumi bersatu padu melawan kaum Muslimin.

Tsauban Radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, aku meminta kepada Rabb-ku agar umatku tidak dibinasakan oleh bencana kekeringan dan agar umatku tidak dikuasai oleh musuh yang menghancurkan jamaah mereka, kecuali oleh diri mereka sendiri. Sesungguhnya Rabb-ku telah berfirman: Wahai Muhammad, jika Aku telah menetapkan suatu keputusan, maka keputusan itu tidak dapat ditolak. Aku telah menetapkan untuk umatmu bahwa Aku tidak membinasakan mereka dengan bencana kekeringan dan tidak membiarkan musuh menguasai mereka hingga menghancurkan jamaah mereka, kecuali oleh diri mereka sendiri, meskipun musuh-musuh dari seluruh penjuru dunia berkumpul untuk menghancurkan umatmu, sehingga mereka saling menghancurkan dan saling melawan'." (HR Imam Muslim)rol


No comments: