Bujangga Manik?
Sampurasun,
Kumaha Daramang para sahaba semua? mudah2an sehat selalu… Lama tak
menyapa karena banyak keluar kota.. kali ini saya akan bercerita ttg
Napak Tilas Perjalanan Bujangga Manik. … Siapa sih Bujangga Manik?
Beliau adalah seorang Bangsawan Kerajaan
Pajajaran yang memilih menjadi Bramesta Agama Sunda daripada menjadi
Pangeran. Disebut Bramesta karena dalam agama Sunda, seseorang yang
menjadi ahli agama disebutnya Bramesta. Bujangga Manik melakukan
perjalanan dari Kota Pakwan ke Nusa Bali. Dalam perjalanannya Beliau
singgah di suatu tempat di daerah Brebes, tempat itu bernama Jalatunda
dan Agrajati. Beliau berkata bahwa “Jalatunda , Sakakala Silihwangi”.
Jadi dapat dipastikan pada saat itu
Silihwangi sudah tiada karena beliau menyebutnya Sakakala…. Kami dari
Kampung Budaya Sindangbarang 3x mengadakakan perjalanan kesana untuk
mencara Jalatunda yang disebutkan oleh Bujangga Manik.
Tahun 2008 tidak berhasil menemukan
tempat tersebut. Baru pada tahun 2012 bulan September kami berhasil
menemukan Jalatunda yang dimaksud. Ternyata Jalatunda yang di Brebes
sumber airnya merupakan air panas terletak di pinggir sungai.
D iatas Jalatunda terdapat sebuah Punden
Berundak (Bukit berundak) yang merupakan bukit pemujaan kepada Sang
Hyang Tunggal dalam Agama Sunda. Terdiri dari 9 teras, dan di Kaki
Punden ada kuburan kuno yang memanjang ke arah Timur dan Barat dengan
ukuran 4,5 m x 5,5 m dengan batu berbentuk segitiga sebagai nisannya,
Hanya saja tidak ada keterangan kuburan siapa ini. Mungkinkah kuburan
Kuno ini adalah Kuburannya Siliwangi?
Karena sebegitu pentingnya tempat ini
sehingga Bujangga Manik menyempatkan diri mampir dalam perjalanannya
menuju tanah Bali. Kalau hanya merupakan sumber air saja nampaknya tidak
begitu penting. Apakah Sakakala yang dimaksud adalah Jalatunda dan
kuburan berikut pundennya?
Tradisi yang berkembang pada saat itu
adalah bilamana seseorang Raja atau keluarga Raja meningggal makan akan
dibuatkan sebuah Punden di atas kuburannya. Saya amati sudah 3 punden
yang di bawahnya ada kuburan yaitu punden pasir Keramat dibawahnya
terdapat kuburan Prabu Langlangbuana,
Punden di gunung salak dibawahnya
terdapat 3 buah kuburan dan sekarang punden di Jalatunda. memang semua
ini baru dugaan saja harus ada penelitian yang lebih lanjut dari para
ahli di bidangnya. Mudah2an sejarah Sunda yang masih gelap ke depannya
bisa makin terungkap bersumber dari Gunung Kumbang. karena di kuncen Gn
Kumbang yang asli masih menyimpang folklore ttg Prabu Siliwangi dengan
Kuta Wajanya…




No comments:
Post a Comment