Gunung Salak tempat Persemayaman Raja-raja Sunda
Sampurasun, Kumaha sahabat Kp Budaya
Damang sadayana? lama tak menyapa karena byk di lembur maklum sinyalnya
jelek buat internet di kp Budaya.
Kali ini saya coba bercerita ttg Gunung
Salak dan Fenomenanya. Saat ini di Gunung Salak banyak sekali ditemukan
Punden berundak, diantaranya Punden berundak Arca Domas, Pasir Manggis,
Batu Jolang, Girijaya, Cimelati dan beberapa Punden berundak lainnya.
Terus terang hal ini menjadi pemikiran
saya untuk apa sih para leluhur kita itu membuat punden berundak di
Gunung? Jauh pula….Ternyata setelah saya perhatikan punden2 berundak di
Gunung Salak itu bukan hanya sebagai sarana peribadatan akan tetapi juga
tempat disemayamkannya Raja-raja Sunda.
Sebagai contoh penulis pernah mendaki
namanya Pasir Keramat 3 yaitu tempat bersemayamnya Eyang
Langlangbuana/Langlangbumi. Untuk menuju kesana kita harus mendaki
gunung Salak 3,5 jam lamanya. Terletak di Puncak Pasir (bukit) di Gunung
Salak. Disitu terdapat sebuah Kuburan Kuno yg diatasnya terdapat 9
Menhir. Nah 9 Menhir tersebut nampaknya menunjukan jabatan seseorang
ketika hidup yaitu sebagai seorang Raja. Darimana kesimpulan 9 Menhir
adalah jabatan seorang Raja? Kujang untuk seorang Raja pada jaman dulu
diberitakan mempunyai mata 9. Nah kira2 2 meter dari kuburan tersebut
agak keatas terdapat punden 3 teras berukuran 3×3 meter.
Fungsi punden tersebut nampaknya adalah ketika seseorang keturunan Raja itu ngembang (ziarah) adalah untuk mendoakan Leluhurnya.
Di Punden Arca Domas punden yang lumayan
cukup besar dengan 9 teras kalau saya tidak salah, dibawahnya terdapat
beberapa tempat yang menyerupai kuburan dengan menhir2 yang menancap
diatasnya. Fenomenanya persis punden di pasir Keramat. Jika tempat yang
menyerupai kuburan tersebut dianggap kuburan maka beberapa meter agak
keatas terdapat sebuah punden. Nah Fenomena inilah yang tidak pernah
diperhatikan oleh para ahli arkeologi. Jadi saya berani menyimpulkan
atas dasar punden pasir keramat, bahwa punden arca domas dibawahnya
merupakan kuburan keluarga bangsawan Sunda atau mungkin juga keluarga
Raja.
Kenapa harus Punden? karena Kerajaaan
Sunda sd Pajajaran diberitakan menganut agama Sunda yang tempat mereka
beribadatnya di Punden2 Berundak. Konsep agama sunda adalah Gunung
merupakan tempat disemayamkannya orang yang meninggal dunia. Dibawah
Gunung merupakan daerah untuk tempat tinggal, dibawah tempat tinggal
tempat untuk berladang. Berdasarkan letaknya punden pasir keramat, arca
domas , pasir manggis berada pada ketinggian yang memang cukup tinggi.
Hal ini jelas menunjukan strata sosial
seseorang ketika hidup. Contohnya Kuburan Prenggong Jayadikusumah di
pasir Kaca yang merupakan seorang Pamuk (panglima besar) Kerajaan
Pajajaran letaknya di bawah Punden Pasir Keramat dan Punden Arca Domas.
jelas sekali terlihat sang Pamuk tidak berani bersanding dengan
atasannya yang dia hormati sehingga ketika sang Pamuk meninggal
kuburannya terletak di Pasir yang berada dibawah kedua Punden yang saya
sebutkan tersebut.
Agak kebawah lagi terdapat
kuburan-kuburan kuno di Gunung Cileueur dan Daerah Tamansari yang
terdapat beberapa kuburan-kuburan kuno yang menandakan bahwa nampaknya
kuburan2 ini merupakan rakyat jelata.
Salah satu bukti bahwa Gunung Salak
tempat disemayamkannya Raja-raja Sunda dan keluarganya adalah ketika
warga Sindangbarang (Kampung Budaya ) melakukan Ijab pada acara Seren
Taun. mereka mengucapkan kalimat,” Dihaturanan ka Eyang Murugul nu linggih di Gunung Salak, Eyang Prenggong Jaya di Pasir Kaca.”
Eyang Murugul yang dimaksud adalah Amuk Murugul seorang Mantri Agung
Pajajaran yang juga merupakan Kakak Ipar Prabu Siliwangi. Maksud dari
kata Eyang sendiri merupakan bentuk penghormatan kepada Leluhur yang
pernah mendiami daerah Sindangbarang dan bukan merupakan pengakuan n bahwa warga Sindangbarang keturunan bangsawan Kerajaan Sunda




No comments:
Post a Comment