Berkurban (Ternyata) Bukan Berasal dari Masa Nabi Ibrahim Saja

13819118601806996983
Kurban Kambing (dok.pribadi)

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (Al Hajj: 34)

Kurban atau disebut juga Udhhiyah atau Dhaniyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Sedangkan ritual kurban adalah salah satu ritual ibadah pemeluk agama Islam, dimana dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah SWT. Ritual kurban dilakukan pada bulan Dzulhijjahpada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Idul Adha.
Dan tahukah Anda jika asal mula kurban itu ternyata bukan berasal dari Nabi Ibrahim saja—yang akan mengorbankan Nabi Ismail sebagai anaknya atas perintah Allah SWT.
Walau dalam Al Qur’an, Allah SWT memberikan perintah melalui mimpi kepada Nabi Ibrahim untuk mempersembahkan Ismail sebagai anaknya. Dimaktubkan dalam Al Qur’an bahwa Nabi Ibrahim dan Ismail mematuhi perintah tersebut dan tepat saat Ismail akan disembelih dan Allah menggantinya dengan kibas (domba).
Dan di bawah inilah masa-masa lain yang melakukan kurban pula…

1. Masa Nabi Adam

Allah memerintah Nabi Adam agar menikahkan Qabil dengan Lubuda, saudara perempuan kembar Habil. Sedangkan Habil menikahkan dengan Iklima, saudara perempuan kembar Qabil.
Pada saat itu Nabi Adam dilarang Allâh mengawinkan perempuan kepada saudara laki-lakinya yang kembar. Tetapi Qabil menolak. Ia tetap ingin menikahi saudara perempuan kembarnya sendiri yang cantik rupa. Maka Adam menyuruh kedua anaknya untuk berkurban, siapa yang diterima kurbannya, itu yang menjadi suami bagi Iklima, saudara perempuan kembar Qabil.
Akhirnya kedua putra Nabi Adam itu berkurban. Jika Habîl berkurban dengan kambing berwarna putih—dengan jiwa yang putih pula. Sedangkan Qabil, ia hanya berkurban dengan makanan yang jelek—dan niat yang tidak baik pula.
Singkat kata, ternyat kurbanHabil yang diterima sedangkan Qabil tidak. Kurban-kurban itu diletakkan di sebuah gunung. Sebagai tanda kurban itu diterima adalah dengan datangnya api dari langit lalu membakarnya. Ternyata api menyambar kambing milik kurban Habil sebagai tanda diterima kurban dari Allah SWT. Melihat itu Qabil marah, dan membunuh Habil.

2. Masa Nabi Idris

Kaum Nabi Idris yang taat kepada Allah SWT. Mereka diperintahkan berkurban antara lain dengan al-Bakhûr (dupa atau wangi-wangian), al-Dzabâih (sembelihan), al-Rayyâhîn (tumbuhan-tumbuhan yang harum baunya), di antaranya al-Wardu (bunga ros), dan al-hubûb biji-bijian, seperti al-Hinthah (biji gandum), dan juga berqurban dengan al-Fawâkih (buah-buahan), seperti al-‘Inab (buah anggur).

3. Masa Nabi Nuh

Setelah terjadi taufan banjir, Nabi Nûh membuat tempat yang sengaja dan tertentu untuk meletakkan kurban, yang nantinya kurban itu sesudah diletakkan di tempat tadi dibakar.
4. Masa Nabi Musa
Penyembelihan kurban Nabi Musa dengan cara membagikan binatang yang disediakan untuk kurban kepada dua bagian. Sebagian dilepaskan saja dan dibiarkan berkeliaran sesudah di beri tanda yang diperlukan. Dan sebagian lagi disembelih. aqohkan.
5. Masa Nabi Zakaria dan Nabi Yahya
Nabi Zakaria dan Nabi Yahya adalah di antara nabi dan rasul dari Bani Israil, pada keduanya ada kurban. Kurbannya adalah binatang dan Amti’atun (barang-barang) lalu di bakar api.

6. Masa Nabi Ya’kub

Bangsa Yahudi merupakan sebagian dari Bani Isrâ’îl. Sementara Bani Isrâ’îl adalah keturunan Nabi Ya’kub As. Nabi Ya’kub bergelar, Isrâ’îl. Pada bangsa Yahudi terdapat kurban yang biasa mereka lakukan demikian juga pada bangsa Nashrani.
Kurban pada bangsa Yahudi dan bangsa Nashrani, yaitu melakukan pengurbanan dengan membakar sebagai sesaji yang bertujuan mengingat-ingat kesalahan, yaitu dengan menyembelih sapi dan kambing jantan yang mulus, tidak cacat. Dengan menghidangkan: tepung, minyak dan susu.
Kurban karena adanya ketentraman, sebagai rasa syukur kepada al-Rabb . Qurban pada bangsa Nashrani, antara lain: Persembahan missa seorang Kahin berupa roti dan arak. Yang menurut keyakinan pada mereka hakekatnya, roti dan arak yang mereka qurbankan ditukar dengan daging dan darah al-Masih.

7. Masa Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW melakukan kurban pada waktu Haji Terakhir (Haji Wada) di Mina setelah shalat Iedul Adha. Beliau menyembelih 100 ekor unta, 70 ekor di sembelih dengan tangannya sendiri dan 30 ekor di sembelih oleh Ali Bin Abi Thalib.
Tujuan berkurban, cara menyembelih hewan qkurban, kapan memakan daging kurban, siapa yang dapat memakan daging qurban. Binatang kurban, yaitu al-Budnu, dalam bahasa ialah nama yang khusus bagi unta. Sedangkan sapi dipandang sama menempati tempat unta. Karena Nabi Saw berkata, “Unta dijadikan dalam tujuh (bentuk) dan sapi merupakan bagian dari ketujuh bentuk itu.”
Lalu bagaimana dengan kita sudah berkurbankah sesuai syariat yang ditentukan. Apa saja yang didapat ketika melakukan berkurban? Semoga apa yang kita kurbankan diterima oleh Allah SWT untuk menjadi penuntun di hari akhir nanti dengan apa yang kita kurbankan. Aamiin.[] TB

No comments: